TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
JUMPA KEMBALI


__ADS_3



"Ulan....????" tegur Kalisa, karena Ulan dsri tadi terlihat sedikit melamun dan muka nya agak Pucat.


"Ulannn!!!.." ulang Kalisa dengan sedikit keras dan menyentuh pundak Ulan. hal itu membuat ulan kaget dan langsung menoleh kepada Kalisa.


"Ke.. kenapa mbak..??" jawab Ulan agak gugup menatap Kalisa.


"Kamu yang kenapa Lan" jawab Kalisa lembut.


"dari tadi aku panggil kamu malah diem dan melamun, kamu sakit.???" tanya Kalisa menatap lekat muka Ulan yang menurutnya pucat itu.


"Ah, Tidak mbak, hanya saja aku sedikit tidak terbiasa dengan suasana yang rame" jawab Ulan menghindari Pandangan dari Pria tadi.


"Oh aku kira kamu sakit Lan, harus di biasa kan ya, kan nanti akan aku akan sering ada acara seperti ini, Apa lagi mbak sebentar lagi akan melahir kan, dan akan mengadakan acara yang lebih dari ini lagi" Jawab Kalisa yang tidak paham sebenarnya keadaan dan suasana hati Ulannyang sebenar nya.


"Iya mbak Ulan Akan membiasa kan dengan suasana rame seperti ini" jawab Ulan dengan senyum terpaksa.


Berapa jam acara berjalan akhinya acara itu mulai terlihat tidak begitu rame sudah banyak tamu yang mulai pulang, karena itu memang acara penutup, tapi bagi yang masih ingin bersenang-senang Smith pun tidak melarang hal itu, Karena tidak akan ada yang berani melakukan kerusuhan di tmpat itu, Karena penjagaan Smith cukup ketat.


Kalisa masih begitu asik mengajak Ulan ngobrol namun Ulan tidak terlalu besemangat sepeti biasa nya,


"Mbak ini udah mulai larut,Ulan Pamit pulang ya mbak"Ucap Ulan dan mulai berdiri,Sikap ulan yang sedikit berubah membuat Kalisa agak bingung, namun dia tidak menampak kan itu kepada Ulan takut Ulan tidak enak Hati.


"Ya Sudah, tapi tunggu sebentar ya biar mbak suruh orang untuk antar Karena ini sudah larut" ucap Kalisa sambil memanggil seseorang untuk mendekat.

__ADS_1


Ulan tak menoleh kepada orang yang di panggil, dan langsung menolak lembut tawaran Kalisa.


"Tidak Usah mbak biar Ulan pulang sendiri, taxi msih banyak di jam segini, Ulan pamit mbak" Ucap Ulan berlalu meninggal kan Kalisa yang masih setia mematung dan bergelut dengan pikiran nya.


"Ada apa dengan gadis polos ini, sejak awal acara dia bersikap seperti itu.


"Kamu kesini" Panggil Kalisa kepada orang paling di percaya Smith, dan pria itu mendekat kapada Kalisa dengan patuh


"Ya... Saya buk" jawab pria itu sopan


""Tolong kamu susul tadi teman saya, antar dia pulang dengan aman dan selamat, jika dia sudah naik taxi, kawal taxi itu sampai tujuan" Ucap Kalisa yang menghawatir kan Ulan yang pulang dengan keadaan yang kurang sehat mnurut Kalisa.


"Baik buk" Pria itu berlalu menjalan kan tugas dari istri bos besarnya.


""Akhirnya aku melihat mu kembali, walau aku tidak berniat untuk mengganggu mu seperti dulu" kata hati pria itu sambil mengejar gadis yang hampir pernah dia taklukkan tub*h nya dulu.


Tanpa di duga gadis itu ternyata masih berdiri di luar menunggu Taxi, namun belum kunjung lewat.


"A..ppaaa yang kamu lakukan," ucap gadis itu sambil menjauh dari pria itu,


"Tidak melakukan apa pun hanya menegur mu" Jawab Pria itu sambil mendekat dan dan sedikit membungkuk kan punggungnya.


Hal itu membuat gadis antik itu mundur dan menutup dad*nya dengan menyilang kan kedua tangan nya.


"Untuk apa menutupi benda itu, walau kamu pakai sarung pun aku sudah melihat semuanya" Ucap pria itu sambil menatap mata gadis cantik itu.


" menjauh dari ku atau aku akan berteriak" ucapnya waspada dan terlihat raut ketakutan dari wajah gadis itu.

__ADS_1


"Ohhh, apa akan yang mau menolong saat kamu berteriak" ucap sang pria masih betah mengangunya, namun seketika candaan nya sirna, melihat tatapan ketakutan yang teramat di wajah sang gadis.....


"Ohhh ma'af.... ma'af.....sebenarnya aku cuma bercanda saja, sebenarnya aku di suruh sama ibuk untuk mengawasi dan menjaga mu sampai pulang, karena dia sangat khawarir akan kondisi mu" ucap pria itu menegak kan punggung nya dan sedikit menjauh.


Namun gadis itu sudah cukup ketakutan sehingga dia berlari melihat ada taxi yang lewat langsung menyetop taxi itu, tanpa peduli lagi akan pria itu.


Karena pria itu tak ingin menambah ketakutan gadis itu, pria itu tidak mengejarnya dan hanya berdiri sambil mengawasi taxi yang sudah di tumpangi Ulan berlalu.


"Gadis yang menarik" Sambil mengamati dan mulai menaiki kendaraan pribadinya untuk mengawasi dan membuntuti mobil tersebut.


"Cukup mudah untuk mengejar taxi itu, namun sang pria tidak mau gadis itu tahu kalau dia mengikuti mobil tersebut dan membuat gadis itu semakin takut padanya


Sebenarnya gadis manis itu tidak punya kesalaahan apa pun terhadap nya, cuma karna dulu dia cukup tertarik dan ingin mengancam sang kakak yang sudah jahat kepada sang bos, dia pun melakukan semua itu, sekarang dia tidak berniat menyakiti gadis itu, tapi ntah kenapa dia cukup tertarik dan ingin mengerjai gadis itu.


Dan dia cukup suka dengan reaksi sang gadis yang tidak tertarik padanya, malah sangat ketakutan, lain hl dengan gadis di kuar sana yang sibuk mencari perhatian nya malah gadis di hadapannya itu malah lari terbirit-birit dan ketakutan yang teramat tehadapnya.


Bukan tidak punya alasan akan ketakutan itu, tapi ada juga gadis di luar sana yang melihat tindakan sadis nya tapi masih sibuk memcari perhatian pria itu, hal itu membuat pria itu tidak ingin dekat dengan gadis-gadis yang M*rah*n....


Pria itu masih setia mengikuti taxi tersebut, dan perjalanan itu cukup jauh menurutnya, dan melihat keberanian sang gadis menaiki taxi di malam larut dan tidak takut akan orang jahat lainnya, dan lebih takut kepada dia.....


Tak berselang lama, taxi itu pun berhenti di sebuah rumah sederhana dengan cukup banyak rumah sederhana lainnya di sana, lebih terlihat seperti sebuah perkampungan kecil namun dekat dengan jalan raya.


Tempat yang cukup nyaman bagi seorang gadis sepwrti Ulan untuk menenang kan pikiran, cukup jauh dari kota dan hiruk pikuk gemerlap dunia malam.


Membuat oria itu tersenyum indah, dan itu senyuman terlembit yang pernah dia tampil kan, walau senyum itu cuma di saksi kan bisunya angin malam.


Pria itu menunggu dari kejauhan sampai sang gadis memasuki rumah dengan tenang.

__ADS_1


Saat lampu rumah mulai di nyalakan, barulah pria itu memutar kendaraan untuk kembali pulang dan melapor kepada ibuk bos klau sang gadis sudah sampai tujuan dengan aman...


VOTE....VOTE.... LIKE...LIKEEEE YA TEMAN-TEMAN, BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE........


__ADS_2