
kring...kringgg....kringgg.... drrrrtttt...drrrrtttt... suara bunyi dan getar Hp di sebuah kamar mewah membangun kan seorang wanita cantik nan manja yang sedang lelap di bawah selimut tebal dan lembut itu.
Dia pun mengeluar kan tangan nya dengan malas-malasan dengan keadan mata yang masih tertutup dan juga selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Meraba-raba Hp miliknya lalu mengangkat telpon pun tanpa melihat
"Halo mbak Kalissa, ma'af menganggu pagi-pagi" ucap suara itu, Kalisa pun langsung bisa menebak suara tersebut.
"Emmmm.., ya Ulan ada apa" ucap Kalisa dengan mata yang masi tertutup karena masih cukup pahi untuk menelpon
"Mbak mungkin saya agak lancang bertanya tentang ini, tapi ini cukup menggangu ku, ucap Ulan sedikit menggebu.
"Iya ada apa Ulan tanya saja" Jawab Kalisa yang mulai membuka mata dan selimut namun masih berbaring, karena sepertinya pembicaraan ini cukup serius.
"Mbak apa laki-laki yang mbak suruh untuk mengantar ku saudara dekat mbak," Tanya pelan dan Hati-hati oleh Ulan.
"Ada apa emangnya ulan, apakah kamu ada masalah dengan nya" Tanya Kalisa kembali dan belum menjawab tentang pertayaan Ulan.
"Ah tidak mbak, tidak ada masalah apa-apa" jawab Ulan agak gugup.
"Kamu yakin tidak ada masalah apa-apa, atau jhon mengganggu mu semalam, katakan saja pada mabak biar mbak kasih di pelajaran" ucap Kalisa namun tak berniat untuk menjawab pertanyaan inti Dari Ulan.
"Emmm... sungguh tidak ada mbah cuma ingin bertanya tentang tadi saja, ya sudah mbak Ulan sudahi dulu telpon nya ya" Ucap Ulan yang tidak yakin mendapat kan jawaban dari pwrtanyaan nya.
Dan Ulan pun langsung menutup telpon tersebut, dan Kalisa pun sedikit menaruh pertanyaan di hatinya.
"Kenapa dengan Ulan, kenapa dia menanyakan tentang jhon, hemm... aku harus mengatakan ini pada Smith nantinya..
__ADS_1
Kalisa menatap meja yang sudah tersediah sarapan pagi untunya, Pastinya sang suami yang selalu siaga dan tidak mau Kalisa mengabaikan dirinya dan bayi mereka.
Kalisa pun bangun dan menyantap sarapan itu dengan Lahap.
berapa jam kemudian Kalisa sudah siap dengan cantik untuk menemui sang suami yang cukup sibuk namun tidak pernah mengabaikan nya.
"Rrieettttp" Suaara pelan pintu ruangan rahasia Smith terbuka, padahal Smith tidak memanggil atau memberi tugas kepada anak buahnya kecuali jhon pagi tadi.
Dan itu tidak lain seorang istri cantiknya yang masuk tanpa harus di persilakan dulu, namun Kalisa sangat jarang masuk ke ruangan itu, kalau tidak ada maunya.
Smith dengan cepat menoleh dan menyambut sang istri dengan senyum terlembut ala Smith.
" Ada apa sayang," ucap Smith mengeser kursinya dan mempersilakan sang istri duduk di pangkuan nya.
"Ingin menanya kan tentang jhon" Jawab Kalisa singkat dan duduk di pangkuan Smith.
"Ada apa dengan Jhon sayang, Kenapa harus jauh-jauh ke sini cuma ingin menanyakan jhon, kan bisa menelpon agar Suami mu ini yang ke kamar," ucap Smith yang sedikit cemburu dengan sikap istrinya datang menemui diri nya hanya karena asistentnya.
pertanyaan itu pun bukan pertanyaan ku, Tapi teman Ku Ulan,.....ucap Kalisa menjawab pertanyaan sang suami
"ada apa dengan Sahabat mu itu sayang" Tanya Smith, mencubit pipi tembem sang istri efek dari kehamilanya.
"Ihhh jangan cubit-cubit Om, sakit tau..."Ucap Kalisa manja kepada sang suami Tampannya.
Sepertinya Ulan ada masalah dengan jhon sayang, Abis pagi-pagi dia sudah menelpon ku dan mwnanya kan tentang jhon secara tiba-tiba, Apa kah jhon ada melakukan atau mereka saling tertarik dan masih mencari kebenaran masing-masing" Ucap Kalisa yang cukup penasaran akan Ulan dan asistent suaminya itu
"Ada tidak nya masalah atau tentang prasaan suka antara mereka, kita biarkan saja, selagi masih di batas wajar, kita lihat dan saksi kan saja sayang, gimanna selanjutnya hubungan mereka" Ucap Smith menjelas kan kepada istrinya yang cukup penasaran akan hubungan sang sahabat Dan asistent pribadinya.
__ADS_1
Di sebuah rumah berukuran sedang dan nyaman seorang gadis mudah masih sibuk memikir kan tentang pria yang dulu pernah menganggu nya dan kini telah muncul kembali di hadapannya.
Dan lebih Lagi Pria itu berada di dekat dan rumah sahabat yang membuat dia nyaman dan sering curhat.
"Siapa sebenar nya Pria itu, apakah dia akan menyakiti ku lagi, apa aku harus pergi dan mencari tempat sembunyi lagi, aku takut dia kembali mengusik hidup ku yang sudah sangat nyaman dan damai ini" Gumam gadis cantik yang terbayang Akan sikap pria itu dulu yang tidak berbelas kasih terhadap dirinya yang tidak bersalah dan tidak Tau apa-apa.
Sudah menjauh dan meninggal kan rumah saja, masih saja bertemu langsung pria itu tanpa di duga, "
apa yang terjadi sebenar nya kenapa seperti ini si kehidupan ku, Baru saja berapa bulan merasa aman dan berbaur kembali kepada orang baru, Malah ketemu di tempat tidak terduga" Ulan masih berpikir dan sikap mempertanyakan hal itu pada diri sendiri...
"Apakah keluarga mbak Kalisa, termasuk keluarga Pria itu, atau dia cuma berteman Saja" gumam Kalisa memikir kan seorang jhon yang mengusik kembali hidupnya.
"Sebenarnya Om itu tampan dan berkarisma, namun siapa yang tau di balik itu dia orang yang sangat Kej** membuat aku takut dan ingin menyembunyikan diri di bawah tanah sekalipun.."Sambil mengetuk-ngetuk meja di ruangan sederhananya gaadis mudah ibu masih sibuk dengan pikiran nya sendiri...
"Tokk...tokkk..." ketokan pintu itu membuat Ulan kaget dan buyar dari pikirannya tentnag Jhon..Ulan cukup lama menoleh ke arahpintu miliknya,Biasanya tidak ada tetangga yang mengetok pintu rumahnya, paling kalau ada kepentingan tetangga langsung memanggil Ulann dari luar tanpa mngetok....
"Siapa itu" ucap Ulan sambil berdiri menuju Pintu dan tidak berpikir tentang tidak terduga yang akan muncul.
"Krieeettttt.....!!!" pintu sederhana Milik Ulan terbuka pelan dan Ulan mengintip sedikit ke luar dannn...
Membuat Ulan melongo dan gemeteran, sekedar menutup kembali pintu saja membuat dia tidak lagi mampu, seakan tenaga dan tubuh nya lemah.....
Ulan oun hanya berdiri di ointu dengan Matanya yang mulai mengeluar kan bulir bening milik mata indah Ulan, Tidak menyangka orang itu muncul dan mengetahui tempat tinggal dirinya, yang selama ini menurut dirinya sangat Aman...
"Heiiii..." pria itu menjentik kan jari nya di depan Ulan dan menyadarkan nya, Karena Pria itu Kaget melihat Ulan yang begitu ketakutan terhadap dia yang baru saja ingin bertamu...
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU KU YA
__ADS_1
\*GURU ES KU\*