
Kalisa dan Maria, mulai menikmati film yang sangat mereka sukai itu, sampai-sampai membuat reaksi yang sedikit berlebihan, seperti menangis, tersenyum sendiri, dan kadang mereka juga kaget. karna itu juga mereka memilih kursi antrian paling belakang.
Agar sikap konyol anak muda mereka tidak terlalu di lihat oleh orang-orang yang ikut menonton di sana, sebenarnya, banyak juga penonton yang bersikap seperti mereka, Tapi kebanyakan dari orang-orang di sana membawa pasangannya, dan menikmati film romantic itu dengan hikmat bersama pasangan.
Apa lagi suasana gelap di sana, mendukung para penonton yang membawa pasangan, untuk ikut alur cerita dan juga bisa mempraktek kan langsung, adegan-adegan film tersebut.
Film yang mereka tonton cukup lama, berdurasi sekitar tiga jam. membuat Maria cukup kedinginan, dari tadi juga menahan untuk ke toilet.
Tapi sekarang Maria benar-Benar tidak bisa lagi menahan untuk tidak ke toilet saat itu juga.
"Kalisa, gue ketoilet bentar ya, beneran gak bisa nahan lagi nih." ucap Maria, langsung berdiri tanpa mendengar Jawaban dari Kalisa. dan Pastinya, Kalisa juga tidak akan melarang hal itu.
Kalisa sendiri masih melanjut kan menikmati film itu, Saat Kalisa di tinggal sendiri, datang lah seorang Pria dan duduk di kursi milik Maria.
Kalisa yang cukup Kaget ada orang duduk di sana menoleh dan langsung berkata.
"Ma'af, itu kursi punya teman saya," ucap Kalisa sedikit meneliti wajah orang yang duduk tersebut, walau pun sedikit gelap namun pantulan cahaya dari layar film yang mereka tonton menerang kan wajah orang tersebut.
Pria itu seperti tidak menghirau kan ucapan Kalisa dan Masih duduk di sana, saat cukup dekat, barulah Kalisa benar-benar bisa melihat wajah Pria itu.
"Om..."ucap Kalisa kaget, karena Smith lah yang duduk di kursi milik sahabatnya itu.
Namun Smith tidak merespon ucapan Kalisa tetap menikmati duduk sambil menonton di sana.
"Apa dia bukan Smith ya??, kenapa dia tidak merespon ucapan gue" ucap Dalam hati Kalisa, yang masih betah menoleh ke arah Smith.
Namun tiba-tiba tangan Smith memegang kepala Kalisa, untuk menoleh ke arah film yang mereka nikmati, dan film itu menampil kan, adengan ciuman, membuat Muka Kalisa memerah di dalam gelap tersebut.
__ADS_1
"Apa jantung mu masih baik-baik saja, melihat adengan itu,??" Bisik Smith tiba-tiba, dan hal itu membuat Kalisa sedikit tegang, dan Spontan menoleh kepada Smith, jarak yang cukup dekat membuat mereka seperti akan berciuman.
Kalisa sama sekali tidak bergerak, dan masih membeku menatap Smith. lalu Smith kembali memperbaiki arah kepala Kalisa menuju film itu, dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Smith yang melihat seorang Gadis berdiri tepat di dekat kursi yang dia duduk, langsung berdiri dan beranjak dari sana, Karena Smith tau itu sahabat Kalisa, yang tadi duduk di sana.
Maria lalu kembali duduk, dan sedikit menyenggol Kalisa yang masih betah menatap film itu.
"Heeeii... siapa itu tadi??, sangat tampan, tinggi dan dewasa, itu kan tipe loe" Ucap Maria berbisik kepada Kalisa.
Kalisa menoleh kepada Maria.
"Bukan siapa-siapa, dia hanya duduk sebentar di sini, dan gue juga gak tau apa tujuan dia duduk di sini" jawab Kalisa seadanya, dan tidak mau Maria bertanya terlalu banyak tentang Smith.
Maria yang mendapat jawaban seperti itu, tidak lagi bertanya, dan kembali menikmati film mereka, yang masih cukup panjang durasinya.
Sampai film itu selesai, Maria dan Kalisa tidak langsung keluar dari dalam ruangan bioskop itu, menunggu penonton di depan mereka antri terlebih dahulu untuk keluar dari sana, untuk menghindari kerumunan dan senggol- menyenggol, antara penonton yang ingin buru-buru keluar.
Orang-orang mulai terlihat sepi, barulah Kalisa dan Maria melanjut kan antrian untuk keluar dari sana dengan santai.
Kalisa berjalan di belakang Maria, dan sedikit berjarak, Kalisa sedikit kaget, saat mengetahui, ada orang yang membuntuti jalannya di dalam ruangan bioskop itu.
Kalisa Merasa tadi tidak ada lagi orang lain selain mereka berdua, mencoba menoleh dan melihat, siapa gerangan orang yang terasa seperti membuntuti dirinya.
Kalisa sedikit Kaget dan mematung menatap Smith yang menjulang tinggi di belakangnya.
"Apa aku boleh lewat sekarang,??" Ucap Smith tanpa menatap muka Kalisa.
Karena Kaget dengan ucapan Smith, Kalisa Spontan bergeser dan sedikit menyender ke kursi di belakang untuk memberi jalan kepada Smith.
__ADS_1
Kalisa tidak mengucap kan apa-apa, hanya bergeser dan menyender saja, Namun Smith seperti sengaja, menghadap ke tubuh Kalisa, dan mencondong kan tubuh ke arah Kalisa, yang sudah Pasrah menyender di kursih tersebut.
"Apa kamu sengaja mengoda ku, dengan membusung kan dada mu ke arah ku" ucap Smith yang semakin mendekat.
Hal itu membuat Kalisa sedikit mengerut kan jidatnya, Karena sedikit bingung dengan tingka Smith, Kalisa merasa dia tidak berniat untuk menggoda siapa pun.
"Ma'af Om, mungkin anda terlalu percaya diri, bukannya tadi Om mau lewat duluan, justru itu aku memberikan Jalan, aku bahkan tidak pernah berpikir ke arah sana" jawab Kalisa sambil menatap mata Smith yang tajam itu.
Mendengar itu, Smith merubah kembali sikapnya dan langsung pergi mendahului Kalisa yang masih betah di tempatnya.
"Pria aneh" ucap Kalisa.
Maria yang sudah cukup Jauh, yang dari tadi berbicara sendiri tanpa respon dari Kalisa, menoleh ke belakang, dan baru menyadari, bahwa orang yang di ajak bicara, tidak ada di belakangnya.
Maria kembali celingak-celinguk mencari sahabatnya, yang ntah di mana keberadaannya.
Beberapa detik, Barulah Maria melihat Jalisa yang masih menyender di kursi penonton, dan sedikit berteriak di dalam ruangan itu untuk memanggil Kalisa.
"Kalisaaaa..., buruan, loe ngapain sih masih betah di situ."
Mendengar teriakan Maria, barulah Kalisa menoleh dan melanjut kan jalan menyusul Maria yang sudah cukup jauh dan juga masih menunggu dirinya.
Maria yang melihat ada seorang Pria yang tadi duduk di kursi milik nya, melewati depan Maria.
"Bukan kah pria itu, yang tadi duduk di kursi milik gue??," gumam Maria, yang masih betah menatap punggung koko Smith yang terlihat sangat gaga, Namun hanya matanya yang mengikuti Smith, lalu dia kembali lagi melihat Kalisa yang sudah cukup dekat.
"Heee... bukan nya cowok itu yang tadi duduk di samping loe pas gue ke toilet,??" Tanya Maria saat Kalisa sudah sangat dengan dengan dia.
"Ntah lah, gue juga tidak terlalu konsen untuk meneliti siapa yang duduk di samping ku tadi." Jawab Kalisa dan Langsung menarik tangan Maria untuk keluar dari bioskop itu.
__ADS_1