TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
MARIA DAN MARCELL


__ADS_3



MARCELL


Berbulan-bulan lamanya, Maria tidak lagi mendengar kabar atau pun bertemu Kalisa.


Maria beberapa kali mendatangi rumah Kalisa dan menelpon nomor Kalisa, Tapi tetap Maria tidak dapat kabar apapun, Karena nomar Kalisa tidak pernah aktif lagi.


Maria juga sering inbox lewat akun-akun yang dulu sering Kalisa gunakan, Namun Chating dan inbox Maria tidak pernah di balas dan juga di bukak oleh Kalisa.


Maria berpikir, Apa kah dia ounya salah sama Kalisa, hingga Kalisa pergi tanpa kabar sedikit Pun.


Setiap hari Maria melanjut kan sekolah dengan uring-uringan, masih berpikir tetntang Kalisa yang mungkin tidak ingin berteman dengan nya lagi.


Tapi apa alasan Kalisa. Sebelumnya, mereka masih baik-baik saja, menonton bersama, shoping dan jalan-jalan, semua nya Maria rasa masih sangat baik-baik saja. tidak ada tanda-tanda Kalisa membenci dan menyimpan denndam apa pun terhadap dirinya.


Ingin bertanya pun, Kalisa jarang ounya teman dekat, cuma dia yang dekat dengan Kalisa, mulai dari nomor Mami Kalisa juga tidak pernah aktif lagi.


Maria menjalani hari-hari di sekolah tanpa sahabat nya lagi, rasanya ada yang kurang dalam dirinya.


"Kalisa, kenapa kamu tidak memberikan kabar apapun pada ku, apa kamu membenci ku" gumam maria duduk di kursi dalam kelas miliknya.


Suasana Kelas cukup rame, karena guru mereka belum memasuki kelas, dan banyak pula siswi-siswi yang sedang menceritakan, tentang kedatangan guru pengganti sementara.


Yang tampan dan masih cukup mudah. namun Maria sama sekali tidak tertarik untuk ikut bergabung dengan cerita-cerita mereka, Karena dia masih berpikir tentang Kalisa yang tidak memberi dia kabar, dalam berapa bulan ini.


"Selamat pagi" ucap suara yang baru datang memasuki kelas mereka, dengan suara berat khas pria berwibawa.


Beberapa murid langsung sedikit bersorak akan kedatangan guru itu.


"Selamat pagi juga pak" jawab para siswi-siswi dlam kelas itu.


Lain dengan Maria yang masih sibuk dengan lamunan dan tidak ikut menjawab guru tersebut.


"Baiklah, saya guru pengganti sementara untuk wali kelas kalian, Karena dia ada urusan yang tidak bisa di tunda. Tapi dia kan kembali dalam beberapa minnggu ke depan" ucap guru tampan dan gaga itu.

__ADS_1


"Jadi wali kelas selamanya juga tidak apa-apa pak" gurau seorang siswi yang tidak tahan untuk menganggu sedikit guru tampan itu.


Guru tersebut menanggapi dengan acuh dan mulai membuka buku absen, murid-murid kelas itu.


"Baik lah saya kmakan perkenal kan nama saya, baru Kalian akan perkenal kan diri menutut Absen, yang nanti saya panggil namanya" ucap guru itu.


"Baik pak..!" ucap para siswa siswi kelas itu.


"Panggil saya pak marcel, dan akan menjadi guru pengganti di kelas ini untuk sementara." ucap Mrcel dengan perkenalan singkatnya.


Siswi-siswi di dalam kelas itu, tidak melepas kan pandangan mereka dari guru tampan itu, dan Marcel menyadarinya, Tapi tidak ingin menaggapi bocah-bocah yang menatapnya seperti makanan lezat.


Murid-murid di kelas itu, sudah mulai memperkenal kan diri, Dan kini giliran Maria yang di panggil oleh sang guru tampan untuk memperkenal kan diri.


beberapa Kali marcel memanggil, namun belum ada sahutan dari orang yang di panggil.


"Apakah, murid yang bernama Maria tidak hadir hari ini" ucap sang guru, sambil menatap setiap murid di kelas itu.


"Maria.." Panggil seorang murid menyadar kan dia yang duduk paling pojok dan belakang bangku kelas itu.


"Iya..??" Jawab Maria cukup Kaget dan berdiri dari bangku, sangat suara cukup keras tadi menaggilnya.


Maria yang bingung, melihat semua wajah teman di Kelasnya, menatapnya dia. lalu Maria menatap Ke depan.


Sedikit kaget dan langsung Maju ke depan, tanpa bertanya.


"Ada apa ya pak" ucap Maria dengan muka linglungnya.


"Apa aku menyuruh mu untuk datang ke depan kelas" ucap Marcel menatap Wajah imut Maria yang linglung.


Maria hanya menggeleng kan kepalanya, lalu mengangguk. benar- benar terlihat seperti orang yang bodoh.


Hal itu membuat Marcel sang guru pengganti, menyungging kan samar bibir nya, Melihat tingka konyol sang murid.


"Kembali ke tempat duduk mu, jadi kamu yang bernama Maria.??" tanya Marcel menatap lekat wajah imut di depannya, dengan mata bulat dan bulu mata lentik, natural sang murid di depannya.


"I..iya pak, saya Maria." jawab Maria dengan sedikit gugup dan menunduk, Karena melihat sang guru yang cukup lekat menatap.

__ADS_1


"Kembali ke tempat duduk mu" ucap sang guru kembali mengeluar kan suara dan menyuru Kalisa untuk duduk.


"Baik pak" ucap Maria sambil memutar tubuhnya dan kembali duduk.


Muka Maria sedikit memerah menahan Malu Karena tidak konsen dan tidak menyadari adanya sang guru baru, masuk ke kelas miliknya.


Beberapa jam berlalu, Pelajaran pun sudah berganti beberapa Kali dan kini waktu pulang sekolah tiba. Maria seperti Biasa menunggu jemputan sang pacar, di depan gerbang sekolahnya.


"Tiittt.. tiiitttt..." Suara Klakson mobil mengaget kan Maria yang berdiri di depan gerbang, Karena cukup menghalangi mobil yang lewat di sana.


Maria menoleh ke belakang, sambil menyingkir dari sana.


Lalu mobil itu jeluar dengan perlahan, tanpa menoleh kepada Maria, Tapi Maria melihat orang itu.


"Huhh.. dasar guru sombong, Cuma guru pengganti aja belagu bawak mobil, bisa jadi itu mobil pinjaman" gumam Maria menatap mobil sang guru, sampai tidak terlihat lagi.


"Yang..??, buruan" ucap sang Pacar Maria menyadar Kan Maria dari gumamannya dari sang guru.


"Ehhhh... yang, Sorry gak liat tadi udah datang jemput aja," ucap Maria menghampiri Pacarnya dan langsung naik ke motor sang Pacar.


"Yang.. temenin aku shoping yukk...?" ucap Maria mengajak sang Pacar untuk menemaninya.


"Tapi kan aku gak bwak uang yang" jawab sang Pacar.


"Iya... aku tau kok, kamu aman aja biar aku yang bayar yang, yang penting kamu temenin aku ya" ucap Maria memluk erat sang pacar saat di atas motor.


Dengan senyum sang pacar mengiyakan ucapan Maria tanpa pulang terlebih dahulu, mereka langsung menuju mall tersebut


Maria yang cukup kesepian, karena sahabatnya tidak pernah ada kabar lagi, dia sering berusaha mengajak sang pacar untuk Keluar, namun kadang sang Pacar tidak bisa menemaninya.


Maria menjadi uring-uringan. Tapi Kali ini Pacar Maria mau menemaninya, dan membuat mood Maria sedikit membaik.


Kini Maria dan sang Pacar dudah berada di mall tersebut dan mulai berkeliling mencari-cari yang Pas untuk dirinya.


Tiba-tiba seorang gadis seumuran Maria, menghampiri mereka.


dan itu membuat Maria tak kalah Kaget, Saat gadis itu langsung memeluk lengan sang Pacar.

__ADS_1


"RIKOO" kok kamu gak bilang mau ke mall juga, kamu bareng adik mu lagi ya." ucap sang gadis menatap Maria dengan senyum dan mengulur kan tangan untuk berkenalan dengan Maria.


TINGGAL KAN VOTE UNTUK AUTHOR YA TEMAN-TEMAN


__ADS_2