
Sejak pertengkaran dingin antara Smith dan Kalisa terjadi, mereka benar-benar mulai saling menjauh, Kalisa yang sudah benar-benar muak akan sikap Smith, dsn Smith yang kesal telah menampar dan memuntah kan dia tempo hari.
Kini Smith tidak berada di rumah lagi, berusaha tidak dekat dengan Kalisa lagi, tapi saat di markas pribadi miliknya, Smith sibuk dengan memarahi anak buahnya yang kadang tidak melakukan hal patal.
Mereka merasa tidak melakukan hal yang berlebihan, dulu Bosnya tidak pernah marah dan uring-uringan seperti ini, bos mereka hanya marah, jika ada di antara mereka yang berhianat saja.
"Ahhhhkkk" ucap Smith membanting semua barang di atas meja kamar, di tempat pribadinya itu, kesal karena tidak bisa membalas sikap Kalisa yang menamparnya itu. Smith malah bingung harus melakukan apa, agar bisa membalas Kalisa, kalau di seorang penghiatan, mungkin sudah Smith bunuh Kalisa dengan kejam, tapi ini, di tidak bisa menyakiti Kalisa, walaupun Kalisa begitu menantang dirinya.
Kalau Smith mau, sekali gertak saja, mungkin Kalisa sudsh ketakutan akan dirinya, namun naluri Pria untuk tidak menyakiti seorang wanita di diri Smith muncul begitu saja, saat Kalisa menentangnya.
"Kalisa, aku memang tidak bisa menyakiti fisik mu, tapi aku bisa mnyakiti mental mu" gumam Smith dengan tangan di pinggang.
Kalisa dan Maria, kini berada di sekolah dengan bahagia, mereka bercanda ria, tanpa ada masalah apa pun, Kalisa kembali seperti dulu lagi, yang tidak terganggu akan Seorang Smith.
Jam pelajaran telah usai,bel pulang pun sudah terdengar, memekak kan setiap ruangan sekolah vaforit Kalisa, murid-murid pun mulai keluar dari sekolah, untuk pulang, dan sebagian besar ada yang di jemput. dan juga banyak yang membawa kendaraan Pribadi.
Maria langsung melambaikan tangan, untuk meninggal kan Kalisa yang Masih menunggu sopir menjemput, beberapa menit, sekolah sudah mulai sepi, tapi sang sopir belum juga nampak menjemput Kalisa.
"Tit.. tit.. tit..!" suara klakson mobil, tidak jauh dari Kalisa, Kalisa menoleh mencari seseorang yang di klakson mobil tersebut, namun cuma dirinya yang tinggal lagi di sana.
Kalisa tidak memperdulikan itu, Kalisa mencoba menelpon sang sopir beberapa kali, namun tidak ada jawaban, yang paling bikin Kalisa kesal, nomor sopir pun tidak aktif.
Mobil yang tadi melekson Kalisa, mendekat ke arah Kalisa, membuat Kalisa cukup takut, lalu mundur, karena suasana di sana sudah sepi.
__ADS_1
Terbuka lah kaca mobil itu, menampakan sesosok pria tampan, yang Kalisa kenal dan menyebal kan itu.
Kalisa langsung Pergi dari sana, namun di kejar oleh Smith dengan mobil pelan.
"Naik lah, aku akan mengantar mu pulang, kebetulan tadi aku lewat sini dan melihat mu" ucap Smith, tidak ingin Kalisa merasa besar hati, karena di jemput Oleh Smith.
"Tidak usah, aku bisa pesan taksi," jawab Kalisa ketus, karena sekarang mobil Smith sudah sejajar dengan Jalan Kalisa.
Kini Smith turun dari mobil, menggendong Paksa Kalisa, Kalisa yang sudah lama kesal mengigit bahu Smith, membuat Smith menurun kan Kalisa, lalu menarik paksa masuk mobil.
Kalisa yang terdorong ke kursi, terjatuh terlentang dengan Kaki kalisa Masih sebagian di luar, dan tiba-tiba Smith menidih tubuh Kalisa.
Kalisa yang merasa di lec*hkan oleh Smith melawan sejadi-jadinya, Namun kekuatan Kalisa yang tidak sebanding dengan Smith, membuat Kalisa kalah telak.
Smith memegang kedua tangan Kalisa, lalu meletakkan tangan kalisa di atas kepala, dengan tubuh Smith menindih Habis tubuh Kalisa yang **** itu.
Smit merasa dadanya menyentuh sesuatu yang kenyal, dan membuat wajah Smith memerah menahan itu, Smith berusaha menahan, karena kondisi yang tidak mungkin di lakukan sekarang, karena mereka berada di lingkungan sekolah.
Smith mengangkat tubuhnya dari atas tubuh **** Kalisa, lalu mengangkat Kalisa ke dalam mobil, agar bisa mengunci dan membawa Kalisa Ke tempat yang dia ingin kan.
Kalisa yang berusaha keluar dari mobil, dengan meninju-ninju Smith, namun Smith tidak peduli, dia lebih Konsen membawa mobil menuju tempat tujuan.
Kini Smith sudah berada di gedung cukup tinggi, mengendong Kalisa di bahunya, menuju gedung teratas dengan lift.
Sampai lah mereka di gedung paling atas, dan di sana terletak sebuah helikopter. untuk membawa Smith dan Kalisa keluar dari keramaian itu. kini Smith sudah menurun kan kalisa, dan menggenggam erat tangan Kalisa
"Apa yang ingin kamu lakukan pada ku Smith, lepas kan..!!" bentak Kalisa, sambil menarik Paksa tangannya itu.
__ADS_1
Smith tidak berniat untuk melepas kan tangan itu, Namun Kalisa tetap berontak dengan sekuat tenaga, tiba-tiba, Smith menarik pinggang Kalisa agar merapat pada tubuhnya.
Menarik lebih dekat dan rapat, membuat Kalisa merasakan sesuatu yang mengeras di balik celana jeans Smith.
Smith tersenyum menatap wajah kaget Kalisa, "Kamu akan tau rasanya dan melihat ukuran, saat kita sampai nanti," membuat Kalisa lebih berusaha melepas kan diri dari Smith.
Kalisa memang ber otak mesum, namun untuk menghancur kan masa depan sendiri, di umur yang masih mudah dan sekolah, Kalisa masih berpikir Panjang dan luas.
"Tidak.. aku tidak mau, aku tidak akan ikut dengan orang yang tak beretika seperti kamu" balas Kalisa melawan dengan tenaga yang tak sebanding dengan Smith.
Melihat Kalisa yang terus melawan, Smith kini menarik tengkuk, Kalisa ******* Habis bibir Kalisa, Kalisa yang menolak mencoba mengigit bibir Smith, dan Kalisa terlepas dari pelukan tangan besar Smith, karena Smith kesakitan, oleh gigitan Kalisa.
Kalisa mencoba melarikan diri dari gedung itu, dan memencet lift...
Smith yang sibuk membersikan darah di bibirnya, cukup lengah, hingga Kalisa bisa lari darinya.
Saat sadar, Smith mencoba mengejar Kalisa, namun Kalisa sudah memasuki lift, dan lift pun mulai turun.
Tibalah Kalisa di lantai terbawa gedung itu. mencari pintu keluar, sambil melihat siapa tau Smith sudah mendahului Kalisa.
Kalisa menemukan pintu keluar dan kini lari ke arah jalan mencari tumpangan.
Namun dengan cukup katakutan Kalisa menelusuri jalan, agar cukup jauh dari gedung, sambil menghindari kejaran Smith.
Hp beserta tas sekolah Kalisa semua tertinggal di dalam mobil Smith, yang terparkir di dalam, Kalisa tidak sempat untuk memikir kan itu, dia lebih ingin menyelamat kan diri terlebih dahulu, dari kejaran Smith.
Kalisa cukup lama menelusuri jalan, namun belum ada orang yang ingin menumpangi dia, tiba-tiba ada sebuah mobil hitam yang berhenti, Kalisa cukup Bahagia, sudah mendapat tumpangan mobil, namun belum melihat siapa gerangan yang berbaik hati menolong dirinya itu.
__ADS_1