
Waktu memang tidak mungkin bisa di kembalikan lagi, Tapi masa depan bisa di tata kembali mulai hari ini.
Itu lah hari-hari yang di jalani Kalisa di tempat baru dan negara yang berbeda, Kalisa menjalani hidup dengan tenang, dalam seminggu ini, begitu juga maminya, selalu menemani Kalisa, dan tidak lagi keluar kota.
Mami Kalisa juga memperketat keamanan di tempat baru itu. dengan beberapa bodyguard Wanita yang tangguh-tangguh.
Karena Kalisa cukup trauma dengan parah Pria, untuk kenyamanan Kalisa, dia menyewa bodyguard wanita saja.
Mami Kalisa sering melakukan pekerjaan dari rumah saja, sambil menjaga putrinya.
Kalisa masih melanjut kan sekolah, walau itu dari rumah saja, Kalisa pun jarang keluar rumah, masih cukup takut bertemu banyak Pria di luar, dan Kalisa ingin menenang kan diri, cukup di rumah, tidak harus pergi ke psikiater.
hari demi hari. minggu ke minggu. Kalisa menunggu saat yang dia nanti, yaitu tanda-tanda kehamilannya. Kalisa cukup yakin dia kan hamil dan sudah sangat siap dengan resiko itu.
Kalisa Wanita kuat yang selalu mendapat dukungan dari sang mami, yang sangat mendukung apapun keputusan Kalisa.
Selagi itu baik, mami Kalisa selalu siap menjadi orang pertama yang memberi semangat dan dukungan kepada sang putri satu-satunya.
Pagi yang cerah dengan kehidupan baru mereka.
"Sayang, apa setidak nya kita pastikan ke dokter dulu, biar lebih jelas dan lwbih cepat mengetahui, apa kah sudah hadir keluarga baru kita atau tidak??." ucap Mami Kalisa saat di ruang makan.
"Gak usah deh mi, kita tunggu sebulan aja dulu, kalau memang Kalisa tidak hamil, berati Kalisa masih bisa membuka diri dan mencoba juga untuk beradaptasi" jawab Kalisa menoleh sambil tersenyum kepada sang mami.
"Sayang, jangan terlalu menjadi beban ya, apa pun itu, kamu Pasti tau, Kalau mami akan selamanya di pihak kamu" ucap mami Kalisa sambil membalas senyum putrinya dan mengelus rambut panjang Kalisa.
"Iya mi, Kalisa pastikan itu, mami akan selalu ada untuk Kalisa."
"Lanjutin sayang makannya" ucap mami Kalisa.
mereka pun melanjut kan sarapan, selesai dengan itu, Kalisa mengelilingi rumah besar kediaman baru mereka. sambil sedikit merenggang-renggang kan otot Kalisa, yang jarang olahraga saat Pinda ke negara itu.
"Tuhan, Jangan lagi pertemukan aku dengan dia. apapun yang terjadi, biarkan aku menjalani semua bersama mami ku, itu sudah cukup" ucap Batin Kalisa.
Sambil menatap lagit yang cerah pagi itu.
__ADS_1
"Brengsekkkk...." ucap Smith, yang sudah hampir menyerah mencari Kalisa, dengan menurun kan langsung orang-orang terbaik, untuk mencari keberadaan Kalisa.
Namun sedikit pun belum ada titik terang, atau pun berita yang sampai kepadanya.
"Kemana sebenarnya kamu Bocah, sungguh pintar kamu bersembunyi dari ku. ha.. ha.. ha" tawa putus asa dan marah Smith yang menggelegar di rumah mewah itu.
SEBULAN BERLALU....
HUEEKKK... Kalisa Pagi itu berlari ke arah wastafel kamar mandi miliknya, lalu muntah, karena merasa mual di bagi itu, Kalisa yang sudah menyiapkan Alat test Kehamilan, mulai mencoba barang itu.
Sudah jauh-jauh hari Kalisa menyiap kan barang-barang itu dan juga sering membaca beberapa tanda-tanda awal kehamilan.
Kalisa mulai mengetes urinnya dan mendiaminya untuk beberapa menit.
dengan sedikit perasaan was-was menunggu hasil dari testpack itu.
Sudah beberapa menit berlalu, Kalisa mencoba mengambil dan ingin melihat hasilnya.
Ya... memang sudah di pastikan, hal yang Kalisa duga agar terjadi, Karena tidak akan meleset dari perasaan Kalisa selama ini.
Kalisa mencoba keluar dari kamarnya menuju kamar mami untuk memberitahu hasil zestpack itu.
Ternyata Mami Kalisa masih membungkus tubuhnya dengan selimut tebal.
Kalisa langsung menghampiri dan membangun kan maminya
"Mi" ucap Kalisa singkat,
Mendengar suara Kalisa yang sesikit bergetar, Mami Kalisa langsung bangun dan menatap putrinya.
"Kenapa sayang, Apa yang terjadi" ucpa mami Kalisa sambil menenang kan putrinya.
Kalisa mengangkat testpack itu, dan mami Kalisa langsung melihat hasilnya, Sedikit reharu dan langsung memeluk Kalisa
"Ya ampun sayang, ternyata kita punya Keluarga baru sebentar lagi, rumah kita kan bertambah rame" ucap Mami Kalisa.
dan Kalisa menetes kan air mata, antara bahagia kerana kehadiran sang cabang bayi dan juga sedih, Karena punya baby tanpa suami.
__ADS_1
Namun Kalisa tetap mencoba berpikir positif, agar dia tidak menganggu pertumbuhan sang calon baby.
"Kami akan selalu menunggu mu baby" ucap Mami Kalisa, mengelus perut datar Kalisa.
"Mi, dia belum bisa dengar,"
"Mami tau sayang, Mami panggil kan dokter kandungan kerumah ya sayang, biar kamu gak capek, harus ke rumah sakit" ucap Mami Kalisa dan hal itu langsung di iya kan oleh Kalisa.
Stengah jam kemudian, datang lah dokter kandungan ke rumah Kalisa, dan sudah di Pastikan, kalau dokter itu juga perempuan.
"Silakan dokter" ucap Mami Kalisa, mempersilakan dokter untuk memeriksa Kalisa yang masih di kamar maminya.
"Saya cek dulu ya buk", dokter itu langsung mengecek kandungan Kalisa.
Kmudian dengannseyum dokter itu memberi tahu, Kalau kandungan Kalisa sudah masuk dua bulan, dan di anjur kan mengecek langsung ke rumah sakit,buntuk memastikan kandungan Kalisa. menjaga pola makan dan jangan sampai banyak pikiran.
Dokter itu memberikan beberapa vitamin, Khusus untuk ibu Hamil
Kalisa mengangguk mendengar ucapan dokter, Kemudian sang dokter langsung Pamit, di antar sang mami.
berapa menit, Mami Kalisa masuk kembali ke kamar dan mencium kening sang putri.
"Ingat sayang, jangan banyak pikiran, apapun yang kamu ingin kan dan tidak bisa Kalisa selesai kan sendiri, Harus kasih tau mami ya, biar cucu mami terlahir sehat" ucap Mami Kalisa. memeluk lembut sang putri.
"Iya mi, Kalisa Pasti Kasi tau apapun masalah Kalisa ke mami" Jawab Kalisa membalas pelukan sang mami tak kalah lembut.
"Makasih mi, mami orang yang paling bisa ngerti dan tidak menyalakan Kalisa, walau pun Kalisa sering bandel" ucap Kalisa, berambah erat memeluk maminya
"Jangan kuat-kuat dong sayang, Meluknya, nanti cucu mami kegencet lagi" ucap mami Kalisa dengan jahil.
"ihhhh.. mami, kok sekarang lebih sayang baby sih??." Ucap Kalisa mlonggar kan pelukan dan menatap maminya sambil mengerucut kan bibir"
"Ha..ha..Ha" Tawa lepas sang mami, yang sukses mengerjai putrinya, yang lagi masa-masa labil saat kehamilan.
"Gak kok sayang, Mami sayang Kalian berdua, sangat....!!!! tidak akan memberi kasih sayang yang berat sebelah," ucap Mami Kalisa kembali mengerat kan pelukannya.
Dan Kalisa kembali tersenyum. dan mencium pipi sang mami.
__ADS_1
"Kami juga kan menyayangi mami sebesar-besarnya tanpa batas, ya kan baby" ucap Kalisa mengelus perut datarnya.