TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
SUDAH MENDAPATKAN KALISA SEUTUHNYA


__ADS_3



Smith Merebut Hape milik Kalisa dan langsung membuangnya.


"Smitttthhh...!!!! Apa yang kau lakukan??, itu Hape milik ku, Kenapa kau membuang seenak jidat mu" geram Kalisa yang berteriak sangat kencang, sambil mendekat dan berusaha memukul Smith, yang sudah duduk dengan santai, tanpa bersalah.


"Dasar Pria TUA.....!!!, lalu mengagkat tangan untuk memukul Smith.


Secepat kilat Pula Smith menghindar dan menggeser duduknya.


Karena Kalisa tidak berpikir tentang Smith yang menghindar, membuat Kalisa Jatuh ke kursi yang tadi Smith duduki dengan gaya yang cukup memalukan.


Tapi Karena Kalisa yang Masih di penuhi Emosi, dia langsung berdiri dan kembali meghampiri Smith dan kembali ingin memukul Smith.


Smith menangkap Tangan Kalisa dan hampir mengenai Muka tampannya, dan menarik Kalisa kepelukannya. Kalisa yang di tarik pun langsung terduduk di pangkuan Smith. dan sanagt susah untuk menghindar.


Smith menarik tengkuk Kalisa dan memcium Paksa Kalisa. Kalisa yang merasa sangat susah menghindar dan lepas dari pelukan Smith, Mengigit bibir Smith cukup keras, hingga bibir Smith sedikit robek.


Hal itu membuat Smith langsung melepas Ciuman itu, dan sesikit mendorong Kalisa.


Kalisa pun merasa cukup lega, sama sekali tidak peduli dengan bibir Smith yang robek dan mengeluar kan darah itu.


"Kau berani menggigit ku bocah, tunggu saja kita sampai di istana kita nanti, akan ku buat kau lemas ti bawah tubuh ku, sampai kau tidak mampu menggerak kan tubuh mu, barang sedikit pun" Ucap Smith menatap Kalisa yang menjauh dan tidak menoleh kepadanya.


Beberapa menit, kini terasa lah, bahwa helikopter milik Smith sudah mendarat, Smith langsung menarik Kalisa, namun Kalisa melawan dan tidak berniat untuk turun dari sana, Kalisa berusaha menggapai dan mwnahan tubuhnya, agar tetap bertahan dan tidak ingin ikut.


Melihat sipat Kalisa yang keras dan menolak. Smith tanpa berpikir Panjang, menyuruh sang pilot untuk keluar dari sana, Smith menutup pintu kembali, lalu membuka Baju di dalam sana.


Hal itu membuat Kalisa melotot kaget, dan mulai berpikir tentang hal kotor yang akan di lakukan Smith.

__ADS_1


"Kau tidak ingin keluar bukan, akan ku buat tubuh mu lemas di sini, tidak perlu kita repot-repot ke ranjang, di sini sudah cukup." ucap Smith yang mulai mendekat ke arah Kalisa dan menarik kedua kaki Kalisa dan mengangkang ke arahnya.


"Tidak..., aku tidak mau, lepas kan." ucap Kalisa yang melawan dan berusaha melepas tangan Smith dari pergelangan kakinya.


Namun percuma, Smith sudah tidak peduli.


"Aku akan mengigit mu lagi, kalau sampai kau melakukan hal kotor pada ku" ucap Kalisa mengancam.


Smith tersenyum Devil tidak peduli dengan Ancaman itu.


"Kau sudah mengigit ku bocah, kini giliran ku memakan mu" jawab Smith dengan suara berat dan seraknya.


Kalisa yang Masih berusaha melawan, namun itu tidak berpengaruh Pada Smith. Saat Kaki Kalisa sudah pas dengan Tubuh Smith, Smith memegang erat kedua tangan Kalisa, dan meletak kan di atas Kepala Kalisa.


"Tenang Baby, jangan terlalu Keras, aku akan bermain dengan lembut, dan memasuki dengan pelan" ucap Smith yang merobek, baju kaos tipis di tubuh Kalisa, kini tinggal dan penutup daging segar yang tertinggal.


Smith meremas daging itu dengan pelan, dengan satu tangan, dan tangan satu nya masih memegang kedua tangan kecil Kalisa.


"Ehhhmm...Janga...nn" ucap Kalisa mendesah, tidak sesuai dengan ucapannya, yang tidak mengingin kan, namun reaksi tubuhnya lain.


Smith tetap menikmati ujung daging segar itu, sesekali menatap Muka Kalisa yang memerah,


Melihat Kalisa yang mulai melawan dengan cara mengeliat-liat kan tubuh, untuk melepas Smith yang sudah menempel di dadanya.


Hal itu justru, membuat Smith tambah mengiginkan Kalisa, ingin segera berada di dalam milik Kalisa.


Smith kembali manarik celana Pendek Kalisa, lalau membuang sembarang, dan menurun kan c***** miliknya, setengah, untuk mengeluar kan barang Kramat yang sudah hidup sempurnah dan panjang itu.


Tapi Kalisa Masih berusaha melawan semampunya, tapi benar-benar tidak ada jalan untuk bisa melolos kan diri, dari Smith yang sudah hampir menguasai seluruh tubuhnya.


Segala ucapan dan tenaga sudah Kalisa keluar kan untuk melawan Smith, namun mebuat Kalisa tambah lemah dan membuang tenaga secara cuma-cuma.

__ADS_1


Hari ini Kalisa merasa, dia benar-benar akan kehilangan harta yang paling di jaganya.


Smith dan Kalisa sudah sama-sama tidak memakai penutup apa-apa lagi.


"Sudah siap sayang, kita akan membuat Smith junior, yang sama tampannya dengan ku" ucap Smith, mendorong benda Kramat itu ke sarang ternikmatnya.


"Smith aku mohon, aku akan membenci mu semur hi... ahhhhgggg...." ucap Kalisa berteriak sambil melengkung kan tubuh dan kembali menangis, Karena benda Keramat itu sudah mulai masuk dengan Paksa, dengan dorongan cukup keras pinggul Smith.


Smith yang merasakan Nitmat tak terhingga, Karena Kalisa masih pe...ra..wann.., memejam kan matanya dan terus menenggelam kan benda keramat itu, kedalam tubuh Kalisa.


"Ahhhgg" desah Smith menikmati itu dan mulai melepas kan tangan Kalisa dari genggamannya. dan sedikit merapatkan seluruh tubuhnya ke tubuh sintal Kalisa.


Kalisa yang merasa kan sakit luar biasa, mencoba mendorong pinggul Smith, agar benda keramat itu Keluar dari tubuhnya, namun benda itu sudah sepenuhnya masuk, dan tidak mudah untuk keluar, sebelum Smith mengeluar kannya.


Kalisa mencakar punggung Smith, Saat Smith mulai memompa pinggulnya, menikmati penyatuan yang tidak bisa di ucap kan dengan Kata-kata, betapa nikmatnya itu.


Hampir satu jam penyatuan mereka terjadi, akhirnya Smith mengeluarkan semburan lahar panas di dalam tubuh Kalisa dan berbaring di samping Kalisa yang sudah lemas, selesai dengan pergulatan Panas mereka.


"Gila... ini benar-benar gila, kamu sangat nikmat sayang" ucap Smith, mengelus bahu telan**** Kalisa lalu menciumnya.


Kalisa mencoba memungut pelan sisa-sia sobekan bajunya, yang telah di buang oleh Smith, untuk menutup tubuh telanjangnya.


Melihat itu, Smith berdiri dengan tubuh polos itu, menggapai Dua buah selimut yang ada di dalam helikopter itu, lalu dia membungkus dirinya dan juga Kalisa.


tanpa aba-aba, Smith mengendong Kalisa untuk masuk ke kamar untuk membersikan diri mereka, yang sudah di penuhi keringat.


Kalisa, menutup matanya, tidak berniat menatap Smith sama sekali, sampai meraka masuk ke dalam kamar Mewah dan luas Milik Smith.


Saat di kamar, Smith membaring kan Kalisa, lalu masuk ke kamar mandi untuk menyiap kan air hangat untuk memandikan Kalisa.


Saat ini, Kalisa seperti orang yang kehilangan arah, dengan tatapan yang kosong menatap langit-langit kamar mewah itu.

__ADS_1


__ADS_2