TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
DI ANTAR SMITH


__ADS_3


Smith mengendong Kalisa, keluar dari bar itu, masih tak sadarkan diri.


Maria yang tidak mengetahui kejadian di toilet itu, hanya menunggu Kalisa di kursi tempat mereka duduk tadi.


Orang-orang yang keluar dari Toilet pun, tidak menceritakan tentang kejadian yang mereka Alami, karena ketakutan, kemungkinan mereka juga sudah pulang dari bar.


Merasa cukup lama menunggu, Maria mencoba menelpon Kalisa, namun tidak di angkat, maria yang sedikit takut, akan terjadi sesuatu kepada Kalisa, menyusul ke toilet wanita, namun tidak medapati Kalisa di sana.


Maria marah akan sikap Kalisa itu, maria pikir, Kalisa meninggal kan dia di bar itu, tanpa mencari tau lebih Lanjut, Maria langsung pulang sendiri, dengan perasaan kesalnya.


Smith membawa Kalisa ke dalam mobilnya, kemudian membuka topeng itu, Smith mencoba memberikan minyak untuk menyadar kan Kalisa, cukup Lama, barulah terlihat sadar kan diri. Kalisa cukup Kaget, karena dia bersama Smith, yang di kaguminya.


Kalisa terpaku dengan apa yang di lihatnya, antara percaya dan tidak, Kalisa menepuk-nepuk muka cubby miliknya, lalu memberanikan diri untuk mencoel-coel muka brewok Smith, karena merasa nyata, Kalisa pun spontan melepas kan tangan dari muka Smith lalu sedikit mundur.


"Sudah sadar" ucap Smith menatap wajah Cantik Kalisa.


"emm," jawab Kalisa, sambil mengangguk pelan.


"Apa kamu sudah biasa main ke bar" bukan kah kamu masih bocah" ucap Smith, sambil menyuruh sopir untuk menjalan kan mobil.


"Siapa bilang aku bocah, aku sudah Tujuh belas tahun" jawab Kalisa, lalu mencebik kan bibirnya.


Kalau masih sekolah, berati masih bocah" jawab Smith, membuat Kalisa sedikit kesal, namun tidak mau lagi melawan ucapan Smith


"Apa tadi kamu yang menolong ku, tadi ada penjahat di bar itu," ucap Kalisa sambi menunjuk arah bar, yang sudah jauh dari mereka.


" Kamu akan menemukan banyak Penjahat, kalau tidak berhati-hati, apa lagi gadis bocah seperti mu, yang belum mengerti apa-apa, kamu bisa si culik, oleh Penjahat, lalu kamu akan di...!!"


"Stop...!!! Ucap Kalisa, menghentikan ucapan Smith. dengan cukup berani, karena Kalisa ingat dengan Maria, yang masih di dalam bar itu.


"Ada apa" tanya Smith,

__ADS_1


"Emm, Ma'af, tapi teman ku masih di dalam sana, dan aku meninggal dia begitu saja, dia akan marah," jawab Kalisa.


"Aku akan kembali ke sana" ucap Kalisa Panik.


"Bocah...!! apa kamu tidak punya Hp untuk betanya tentang teman mu itu." ucap Smit sedikit greget dengan sikap Kalisa.


Kalisa pun menepuk sedikit jidatnya, lalu tersenyum sumbang, karena malu.


Kalisa langsung mengambil Hp dari saku celana, lalu menelpon Maria, di sana juga terdapat beberapa Panggilan dan pesan yang menandakan, bahwa Maria mencarinya.


Emm, boleh minta tolong" ucap Kalisa dengan muka manyun.


"Apa" jawab Smith singkat, tolong Antar kan aku ke rumah teman ku, Plisss...!!" kalisa menakup kedua tangan memohon kepada Smith,


"Kalau tidak aku turun di sini saja,"


"Tunjukan jalan rumah teman mu"


Kalisa tersenyum, lalu mengucap kan trimakasih ke pada Smith, yang sudah berbaik hati mau mengantarnya


Kini tibalah Kalisa di rumah Maria, melihat Mobil Maria terparkir, Kalisa yakin, kalau Maria sudah di dalam rumah.


Kalisa menekan bel rumah maria, beberapa kali, namun tidak ada tanda-tanda orang yang akan membuka Pintu, Kalisa menelpon Maria beberapa kali, dan juga mengirim pesan, namunjuga tidak ada jawaban.


Kalisa cukup bingung, tidak biasanya Maria tidak membuka Pintu dan tidak mengagkat telpon darinya.


Dengan Perasaan kecewa, Kalisa pun keluar dari halaman rumah Maria, lalu berniat memesan kan taxi, Kalisa tidak berani memnta sopir untuk menjemputnya, karena tadi sedikit berbohong.


sa'at Kalisa mulai membuka Hp, terlihat lampu mobil, menyorot ke arah Kalisa, Kalisa pun menghadang dengan telapak tangan, karena merasa silau dengan lampu mobil itu.


"Apa orang itu sengaja melakukan nya," gumam Kalisa, lalu beranjak dari tempatnya menuju mobil tersebut, karena cukup kesal dengan sikap orang yang membawa mobil tersebut.


Saat sudah dekat, Kalisa mengetok cukup keras kaca mobil itu, lalu terbuka lah kaca mobil tersebut, membuat Kalisa medikit mundur,

__ADS_1


"Kamu, bukannya tadi bukan mobil yang ini, mana sopir mu,??" tanya Kalisa kepada Pria tersebut.


Masuk lah, biar ku antar, ini sudah cukup malam" Ucap Smith, yang mengetahui, bahwa sahabat Kalisa tidak menghirau kan Kalisa, karena dari tadi Smith memantau Kalisa.


Kalisa pun masuk ke mobil Smith, duduk di bangku depan.


"Bagai mana kamu tau, aku tidak bisa masuk ke dalam" Tanya Kalisa dengan muka murung, karena sahabatnya, tidak peduli terhadap Kalisa malam ini.


"Aku melihat mu, di acukan oleh sahabat mu itu." jawab Smit. sambil menoleh, melihat muka murung Kalisa.


Lalu Smith menjalan kan mobilnya, untuk mengantar Kalisa ke rumah, sekalian pulang kerumah miliknya.


"Kamu sering ke bar," tanya Smith sedikit mendadak.


Kalisa pun menoleh.


"Baru kali ini" jawab Kalisa,


"Sedang ada masalah dengan Pacar,?" tanya Smith lagi, padahal dia tau, kalau Kalisa mengatakan hal itu saat di toilet tadi, tapi itu tidak mungkin di katakan Smith, bisa membuka Rahasia tentang dirinya.


"Tidak juga" jawab Kalisa singkat, tidak mungkin menjawab Alasan, karena Smith bukan, bisa hilang harga diri kalisa, mau di tarok di mana mukanya nanti.


"Oh" ucap Smith singkat, lalu terjadilah keheningan di dalam mobil itu. menuju kediaman mereka.


beberapa menit, kini sampai lah mereka di rumah Kalisa, kalisa langsung turun sambil mengucap kan terimakasih kepada Smith, dan Smith membalas dengan tersenyum, membuat Kalisa semakin susah untuk melupakan si tampan itu.


Kalisa masuk ke rumahnya dengan perasaan was-was, takut akan pertanyaan, Art karena tadi berbohong, apa lagi mami Kalisa, punya Cctv pemantau dari jauh.


Membuat dia bingung Mau beralasan apa, karena Kalisa tidak Pandai berkila, jika dengan mami, Walau Kalisa sedikit bar-bar, dan mesum namun tetap saja, kalisa Anak yang cukup Polos, karena pergaulan Kalisa yang cukup Baik, di sekolah maupun di luar rumah.


Kalisa bisa di bilang tidak pernah berbohong kepada maminya.


Dengan mengendap-ngendap, Kalisa menaiki tangga dengan sepatu di tangannya, agar tidak mengeluar kan suara.

__ADS_1


Sepertinya,Nasib Baik, menghampiri Kalisa malam ini, Kalisa lolos dan berhasil maauk ke kamar miliknya.


"Oh, sukurlah, terasa seperti ketahuan mencuri saja," gumam Kalisa saat di kamar, lalu mulai mengantikan pakian, melanjutkan dengan tidur.


__ADS_2