
Kini Keluarga Kalisa sudah berada di Pantai dan mulai menikmati suasana di sana, orang-orang begitu ramai. Karena Pantai itu slaah satu wisata yang banyak di minati pengunjung.
Selain punya air yang jerni, Pantai itu mempunyai beberapa pulau kecil di tengahnya, itu membuat orang sering berlomba-lomba untuk menikmati pulau indah di tengah Pantai tersebut.
Dan itu juga tujuan keluarga Kalisa ke sana, untuk bisa menikmati pulau-pulau indah.
"Drrrtt.. drrrttt..." Suara getaran Hp di saku celana miliknya, membuat kalisa langsung mengambil dan mengangkat telpn itu.
"Hallo, siapa..??" ucap Kalisa, menunggu jawaban dari telpon tanpa nama tersebut.
"Haiii sayang...!!!, semoga liburan mu ke pantai menyenang kan" ucap suara itu.
Membuat Kalisa ketakutan dan langsung mematikan telpon itu. Matanya mulai meneliti setiap kerumunan dan pria-pria di sana, namun Kalisa tidak dapat menemukan Pria yang barusan menelponnya. dan Kakisa langsung bisa menebak suara khas seorang Smith.
"Apa dia mengikuti gue??." gumam Kalisa dan langsung mencari keberadaan sang mami dan tidak ingin beranjak dari dekat maminya.
"Ada apa nak,??" tanya mami Kalisa yang melihat Kalisa sedikit Panik.
Kalisa menggeleng kan kepala sambil memeluk lengan maminya.
"Tidak apa-apa mi, Kalisa hanya masih takut tentang kejadian tadi, dan Kalisa beneran takut mereka mengikuti kita."
"Tenang sayang, mami sudah menyewa beberapa bodyguard kok, untuk mengawas kita, Coba lihat, Pria-pria tinggi dan besar di belakang mu, itu bodyguard yang akan menjaga kita di sini," ucap mami Kalisa yang menunjuk beberapa bodyguard
Kalisa meneliti satu-persatu Bodyguard sewaan maminya, dan tersenyum rama. dan mereka menyapa dengan menunduk kan kepala sopan kepada Kalisa.
"Sekarang sudah tenang kan sayang" ucap mami Kalisa sambil mengusap lembut rambut Kalisa. memberikan ketenangan kepada Putrinya.
__ADS_1
"Iya mi" Jawab Kalisa singkat dan mulai melepas kan pelukannya mulai menyantap makanan yang sudah di sediakan.
"Mami Kalisa menyewa beberapa boat untuk keluarganya dan menuju pulau yang terletak di tengah Pantai itu.
Kalisa dan Maminya menaiki boat yang berbeda dan mulai melaju menuju pulau.
Tiba-tiba Bodyguard yang bersama Kalisa terjatuh dari boat itu, yang lebih mengejukan, Sopir boat tersebutlah penyebab dari jatuhnya Bodyguard Kalisa. dan sopir boat itu, adalah Pria yang paling ingin di hindari Oleh Kalisa dari dunianya.
"Selamat bertemu kembali sayang" ucap Pria itu, sambil membuka topi yang menutup sebagian wajah tampannya.
"Smitthh..??!" Ucap Aklisa ketakutan di tengah air laut dan baot itu langsung berbelok melawan arah dan menjauh dari boat mami Kalisa.
Mami Kalisa yang menyadari hal tersebut, langsung dengan sigap, menyuruh sopir boat untuk mengejar putrinya, tidak berpikir sama sekali untuk menuju pulau itu lagi.
Namun sopir boat itu, seperti sengaja, membuat boat itu, sepetri ada kerusakan hal itu membuat Mami Kalisa marah dan mendorong kasar sopir itu dan mengambil alih untuk mengejar putrinya.
Mami Kalisa tetap konsen mengejar boat Putrinya yang sudah jauh, tapi mami Kalisa tetap berusaha mengejar, walau sedikit harapan untuk bisa mengejar putrinya.
Untuk meminta tolong pun sangat susah, perlahan sopir boat itu, bisa di lumpuh kan oleh bodyguard mami Kalisa. lalu mengambil alih dari tangan mami Kalisa untuk mengejar boat yang membawa Kalisa.
Walau masih bisa terlihat, namun boat itu memang sudah cukup jauh, Namun mereka tidak ingin putus asa masih tetap mengejar dengan harapan besar.
cukup jauh mengejar, kini boat yang membawa Kalisa, memang tidak lagi terlihat, hal itu membuat mami Kalisa langsung menelpon mengubungi Polisi dan bebera detektive untuk mencari segera keberadaan sang putri yang hilang.
Tidak seperti ibuk-ibuk yang pada umumnya akan putus asa dan menangis, mami Kalisa orang yang tanggu dan bermental kuat menghadapi Masalah, dia tidak ingin menyerah dengan keadaan, selagi masih ada setitik harapan.
"Apa yang kau lakukan Pria tua, lepas kan aku, Mami ku Pasti akan mencari ku, dia tidak akan pernah melepas mu, dan membuang mu ke penjara paling kejam di negara ini" ucap Kalisa berteriak kepada Smith.
Namun Smith tidak peduli, kini sampai lah mereka di sebuah pulau kecil lalu menarik Paksa Kalisa untuk Masuk ke sebuah helikopter yang sudah siap di sana.
__ADS_1
Kalisa berusaha melawan namun semua tidak berarti apa-apa, karena tubuh tinggi dan besar Smith tidak sebanding dengan Kalisa yang langsing dan tinggi.
Melihat perlawanan Kalisa yang cukup, membuat Smith Langsung mengendong Kalisa di bahunya dan masuk ke helikopter, yang sudah siap untuk terbang.
"Pria tua, lepas kan aku, Kamu tidak punya hak untuk melakukan hal seenak jidat mu terhadap ku, lep..." ucap Kalisa terhenti, saat Smith dengan Sigap menindih Kalisa. sambil berucap.
"Kalau bibir indah mu ini, tidak bisa berhenti berbicara, aku akan membuka paksa bibir bawah mu" ucap Smith dengan Arti m**** lalu tersenyum, Sambil me**** paha mulus Kalisa yang cuma memakai celana pendek. Hal itu membuat Kalisa melotot tajam kepada Smith.
Melihat Kalisa diam, Smith bangkit dari atas tubuh Kalisa, dan merapikan baju miliknya.
"Gadis pintar dan penurut" ucap Smith menatap lurus ke depan. Kalisa dengan segera duduk dan menjauh dari Smith, yang setiap saat selalu ingin memakannya.
Smith melihat Kalisa dari ujung matanya, dan tersenyum samar.
"Semakin kau bersikap jual mahal pada ku, Semakin aku ingin membuat mu takluk di bawah tubuh ku" ucap Batin Smith, yang mulai sangat terobsesi dengan Kalisa.
Awalnya Smith hanya ingin mengerjai Kalisa, Namun lama-kelamaan Smith semakin tertarik dengan sikap cuek Kalisa yang tidak tertarik dengannya, tidak seperti kebanyakan gadis yang selama ini mengejarnya.
Sekarang Smith benar-benar berniat untuk menakluk kan tubuh Kalisa.
Dan sekarang dia ingin mengurung Kalisa di tempat yang pernah dulu dia membawa Kalisa.
Kalisa menatap dari kaca helikopter untuk menghapal dan melihat, arah mana saja yang di lewati oleh helikopter itu. siapa tau ada jalan utuk lolos dari Seorang Smith.
Kalisa sama Sekali tidak mengetahui, bahwa Smith adalah seorang bos Mafia, dia hanya tau Kalau smith orang yang cukup berbahaya untuk dirinya, dan memang Pantas untuk di hindari.
Tiba-tiba Kalisa sedikit kaget, karena ada getaran pada hape miliknya, dan perlahan mencoba untuk mengecek Hape itu, Kalisa berusaha untuk mengangkat telpon dan mengaktif kan GPRS agar hape miliknya bisa di lacak keberadaannya.
Namun belum sempat Kalisa memasukan kan kembali Hapenya. Smith sudah mengambil dan membuang Hape milik Kalisa.
__ADS_1