TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
BENDA KERAS ITU


__ADS_3



"Keras" gumam Kalisa sa'at satu tangan nya menyentuh sesuatu yang cukup aneh di pagi itu di samping tubuhnya, Kalisa sedikit menekan-nekan benda keras itu, membuat Kalisa Kaget dan langsung menoleh ke samping tubuhnya.


Saat menoleh, Kalisa langsung melotot, Karena Melihat Smith yang tertidur pulas di sampingnya.


" Bukan kah dia, semalam tidur di bawah, sejak kapan Smith naik ke atas ranjang ku, sampai aku tidak menyadari nya" gumam Kalisa, dengan Tangan yang Masih belum pindah dari benda keras tadi.


Kalisa menurun kan pandangannya ke arah tangan yang menyentuh barang tersebut.


Hal itu membuat muka Kalisa memerah, Karena tangan mungilnya memegang barang Pusaka besar dan panjang Smith.


Antara ingin melepas kan dan ingin terus memegang nya.


Namun tangan itu belum sedikit pun bergerak.


"Sangat besar...!!!" batin Kalisa meronta dan ingin sekali memegang lebih intim lagi.


Kalisa mencoba menatap muka Smith, memastikan, apakah Smith Masih terlelap atau hanya pura-pura saja.


Kalisa memperhatikan bulu mata Smith, untuk memastikan, namun memang Smith cukup lelap, mungkin terlalu capek, pikir Kalisa.


Dengan Otak M****, Kalisa mencoba perlahan memasuk kan tangan mungilnya ke dalam Penutup Bagian bawah Smith, dengan susah payah Kalisa menelan Saliva kasar, takut-takut Smith terbangun dari gerangan tangan nya.


Melihat tidak ada gerakan dari Smith, Saat tangan Kalisa itu sudah masuk ke sana, membuat Kalisa tersenyum samar, sambil mengigit bibir nya.


Kalisa mulai melebar kan jari-jari nya di dalam sana, untuk menggenggam benda besar itu, namun tangan mungil Kalisa tidak bisa menggengam semua nya.


"Sungguh sangat besar" Batin Kalisa berucam, dan mengelus-ngelus benda pusaka Smith.


Sambil mengelus pelan, Mata Kalisa selalu waspada, dan tetap menatap mata smith, takut Smith terbangun karena ulah M***** nya.


Cukup Lama, keinginan Kalisa untuk lebih mengingin kan bagian Tubuh Smith yang gaga itu, semakin besar saja, perlahan Kalisa bangun dari ranjang nya, dan mencoba membuka perlahan penutup Smith.

__ADS_1


Perlahan Kalisa mengeluar kan pusaka itu dari tempat persembunyian nya. dan kini tibalah benda itu menampak kan diri, membuat Muka Kalisa semakin memerah seperti kepiting rebus.


Berkali-kali Kalisa menelan Kasar Salivanya, menahan degupan jantung, anatara takut ketahuan Smith dan keinginan nya untuk bercin** dan menyatukan tubuh nya, cukup besar.


Ntah lah ide gila apa yang terpikir kan oleh Kalisa, sehingga dia begitu berani melakukan itu, mungkin akal sehat Kalisa tertutup, Saat sudah menatap pusaka besar milik Smith.


Perlahan Kalisa Naik ke atas tubuh kekar Smith, dan mencoba menekan pusaka Smith ke daging segar milik nya, Saat pusaka itu masuk setengah, Dan Kalisa juga begitu konsent dengan ulahnya, tanpa berpikir lagi tentang Smith yang akan terbangun Oleh gerakan yang dia lakukan.


"Emmmm...!!" suara merdu nan indah itu keluar dari bi**r indah Kalisa, Karen daging itu sudah basah dan memudah kan pusaka besar Smith masuk perlahan.


Dengan merem melek, Kalisa menahan rasa uang cukup lama tertahan itu, dan Kalisa tidak menyadari, Bahwa Smith menatap nya.


Dia terus menikmati tusukan demi tusukan benda pusaka besar itu.


Kalisa mulai membuka matanya dan menatap Smith, Kalisa cukup kaget, Karena ternaya smith sudah bangun dan menatap Kalisa seperti mangsa yang sudah siap di terkam.


Kalisa mencoba mencabut benda itu, Namun Smith, tiba-tiba menahan pinggul Kalisa, dan memperdalam pusakan besar milik nya.


"Ohhhhh..!! ternyata kamu punya inissiatif sendiri sayang, tanpa membangun kan mu, Apa kamu berniat menikmatinya sendiri. ucap Smith mende***" Dan mendorong beberapa kali benda pusaka itu.


""Ma'...af.. Aku tadi lepas kendali." ucap Kalisa di tengah-tengah suara merdu nya, yang memenuhi telinga smith, membuat Smith semakin gencar menggoyang kan pusaka besar milik nya.


"Tidak ada kata ma'af sa yang... aku ingin menguasai mu, biar aku ambil alih" ucap Smith, membaring kan perlahan tubuh Kalisa, dengan Smith berada di atas nya.


"memang sangat nikmat sayang" ucap Smith semakin mempercepat gerakan pusaka milik nya.


"Pantas saja aku tidak bisa dan tidak berniat mencari yang lain, Karena hati dan tubuh ku memang untuk kamu" ucap Smith sambil terus berkuasa di atas sana dan menatap lembut mata indah Kalisa, yang terlihat sangat indah itu.


Cukup Lama dengan kegiatan itu, akhirnya tanda-tanda akan mengahiri tusukan itu mulai terasa.


"Ooouuuhhhh" ucap mereka bersama, pertanda tusukan daging segar itu, berakhir, dan Smith langsung mencium kening Kalisa, lalu membaring kan tubuh nya ke samping.


"Sayang... apa kamu segera ingin membersikan bekasnya, akan ku siap kan air hangat" ucap Smith menoleh ke arah tubuh kalisa.


"iya.., aku ingin segera membersikan kan nya, Takut mami kembali tanpa kita ketahui" ucap Kalisa.

__ADS_1


"Baik lah akan ku siap kan dulu air nya sayang" ucap Smith turun dari ranjang, menuju kamar mandi.


beberapa menit, Smith keluar dari kamar mandi dan langsung mengendong Kalisa.


Kalisa dan Smith memebersikan siri di dalam sana, dan tidak melakukan apapun, Karena Smith Takut Kalisa kecapean.


Kalisa dan Smith sudah rapi dengan pakian mereka, lalu Smith mengajak Kalisa untuk turun dan sarapan, dengan di bantu Oleh Smith.


Saat sudah duduk di ruang Makan, Kalisa teringat dengan sahabatnya Maria yang sudah lama tidak berkomunikasi.


"Smith...!!?" Smith menoleh ke arah Kalisa.


"Ada apa sayang..??" ucap Smith dengan lembut.


"Aku ingin menelpon sahabat lama ku, aku sudah lama tidak memberi kan dia kabar, Pasti dia sangat khawatir." ucap Kalisa.


"Coba saja telpon, mungkin dia sudah lama menunggu kabar mu" jawab Smith.


Tanpa berpikir Panjang Kalisa mengambil HP milik nya, dan langsung menelpon Maria, dengan nomor baru Kalisa.


"Tuuuuttt... tuuuuuttt...!!!"


Nomor Maria memang Aktif Namun belum ada tanda -tanda Maria mengangkat telpon Kalisa.


"Tidak di angkat..???" tanya Smith, Saat melihat muka senduh Kalisa.


"Kita sarapan dulu sayang, Abis itu kita telpon dia lagi ya, mungkin Hp teman mu tidak berada di dekat nya, atau bisa jadi hape nya tidak ada nadanya, Jadi tidak di angkat" bujuk Smith, sambil meletak kan saran di depan Kalisa.


Kalisa tersenyum sayu, dsn meletak kan Hap lalu memulai sarapan nya.


Kalisa Takut Maria akan membenci nya dan melupakan nya, Karena ulah nya sendiri, tidak memberi kan kabar kepada Maria, mungkin juga Maria sudah mendapat kan teman baru di sana.


VOTE....VOTE.... LIKE... KOMENT YA TEMAN-TEMAN....


MA'AF YA SAYANG-SAYANG, BUKAN NYA AUTHOR GAK MAU UPDATE SETIAP HARI.....

__ADS_1


TAPI AUTHOR LAGI NGURUSIN PERSIAPAN PERNIKAHAN DULU, SIAP DENGAN ITU AUTHOR AKAN KEMBALI UPDATE TERATUR SETIAP HARI.... MA'AFF YA.....!!!!!


__ADS_2