
"ra...?" panggil azka lagi
Zara menatap kearah Azka dengan mata berkaca-kaca, "ahh..iya..maaf"
Azka melihat ada kerapuhan Dimata Zara, sesuatu pasti terjadi dari dalam wanita yang disukai nya,
"apa kita kembali saja ke rumah?"
"tidak apa-apa kita lanjutkan saja jalan-jalan kita."ucap Zara dengan mencoba tersenyum
Azka mengangguk,"baiklah..."
Azka dan zara kembali melanjutkan perjalanan mereka, tidak ada satu kata pun saat mereka mengitari desa yang penuh dengan keindahan alam yang indah, mereka sibuk memikirkan pikiran masing-masing.
sampai saat mau magrib menjelang, mereka kembali kerumah.bu Yanti sudah menunggu didepan rumah nya, seharian bu Yanti ikut bantu-bantu diacara hajatan pak lik nya Azka,
"kok yo baru dateng....ibu nungguin lama ...ayo cepat masuk ibu mau ngomong"
Zara turun dari boncengan dan langsung masuk tanpa menoleh kearah Azka, Azka yang bingung langsung ikut masuk setelah memarkirkan sepeda motor matic milik ana.
di dalam rumah bu yanti menatap kearah Azka dan Zara yang saat ini sedang duduk berhadapan dengan nya.dibalik kelambu dekat ruang tengah ana sedang menguping pembicaraan ibunya yang ingin menginterogasi kakaknya.
"azka ..? sebelum kamu balik ke Jakarta,ibu mau tanya sesuatu...."
"iya buk ..."
__ADS_1
"kamu jangan sampai mempermainkan hati nak Zara, kalau kamu sudah mantep lan serius kamu harus segera menemui kedua orangtuanya,jaga sikap dan perilaku.dan jaga juga kehormatan nak zara.jangan berbuat lebih jauh sebelum kalian resmi" ucap nasihat Bu Yanti.
"maaf tante ..saya tidak memiliki hubungan apa-apa seperti yang Tante pikirkan" ucap Zara menatap Bu Yanti
bu Yanti mengernyit heran,dan menoleh kearah Azka anaknya, Azka yang ditatap tajam oleh ibunya, menoleh kearah Zara yang pandangan nya lurus ke depan.
"Azka!!!ibu tanya kepada mu... sebenarnya hubungan kalian apa?"
"Azka..." ucapan Azka terpotong oleh sautan dari Zara
"saya tetangganya sekaligus pemilik kontrakan yang Azka tinggali di Jakarta, kita tidak terlalu akrab,kita baru kenal,saya sangat penasaran dengan suasana desa.makanya saya ikut dengan Azka.maaf tante.. saya membuat keputusan yang salah karena ikut kemari, dengan begitu tante menjadi salah paham dengan hubungan kita.jadi intinya kita hanya bertetangga...tidak lebih dari itu!!." ucap Zara dengan tegas.raut wajahnya sudah berubah,tidak lagi kaku seperti awal-awal datang.
ana yang mendengar itu terkejut, bu Yanti yang mengetahui penjelasan dari Zara sangat merasa tidak enak, karena tadi dia hampir memberikan wejangannya.
"iya itu benar,benar apa yang diucapkannya.baik...penjelasan sampai disini ibu wes paham sekarang kan.segeralah berberes kita akan berangkat sekarang, Bu Zara..." ucap Azka dengan penuh penekanan dengan kata Bu zara. mood Azka yang buruk akibat perkataan Zara kepada ibunya membuat dirinya begitu malu, Zara bukan hanya menolaknya,tapi zara juga terang-terangan menolak kepada ibunya.tidak bisakah Zara sedikit berbicara lebih baik kepada ibunya tanpa harus mempermalukan ibunya seperti itu.
"baiklah...saya permisi dulu ke kamar ana.."
Zara pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju ke kamar ana.
Azka menundukkan kepalanya, ibunya memahami arti dari anak nya seperti itu, ibunya kemudian mengelus bahu anaknya sulungnya,
"wes...wes ra opo-opo le ....ibuk gak marah.ibuk ngerti nak kamu iku tresno Karo nak Zara,tapine nak zara ora tresno kowe.koyone yo ora mungkin le...nak Zara wong sugih ndue kontrakan ngunu le ... ibuk dadi gak enak ati,wes ojok ketahuan marah ngunu....sing apik-apik karo nak Zara.nak Zara yo gak bermaksud ngomong ngunu iku,niate apik ngasi tau ibuk.."
Azka mendengar perkataan ibunya, Azka hanya menghembuskan nafasnya berat,
__ADS_1
"Azka beres-beres sek buk..." Azka kemudian berdiri meninggalkan ibunya yang diruang tamu.
ana menghampiri ibunya, "buk....mas Azka sama mbak Zara mereka bukan punya hubungan?"
bu Yanti menggeleng, "koyone mas mu tresno karo nak Zara, tapi mas mu ora mungkin dikarepi karo nak zara na...nak Zara wong sugih,anake wong sugih sakne masmu.."
"iyo buk..sakne mas .."
"wes ayo sholat sek..."
"oiya buk...ibuk urung ngerti toh .."
"ngerti opo..."
"mbak Zara kuwi non muslim"
"hah??iyo tah na??"
ana mengangguk, ana melihat raut wajah ibunya tiba-tiba berubah tak terbaca lagi,hati dan pikirannya sekarang sekarang memikirkan Azka anak sulung nya, banyak sekali perbedaan diantara anaknya dan juga Zara.dari bibit bebet bobot dan juga masalah keyakinan.
.
.
IG eunhyeayu90
__ADS_1