
Zara mengadahka kepalanya,ada seorang yang ia kenal,dia wanita memakai hijab dan terlihat cantik
"mbak Zara???"
"Ana????"ucap Zara bengong
Ana tersenyum dan meraih tangan Zara, "mbak Zara apa kabar??"
Zara tersenyum balik,meski senyuman nya terlihat kaku tapi dirinya mencoba untuk tidak terlihat ketara.
"Ana??lama tak jumpa.... bagaimana kabarmu..."
"Alhamdulillah baik mbak...."
"kuliah kamu bagaimana?? lancar??"
"iya mbak.. sudah mau semester 3,mbak Zara sendiri bagaimana??"
"puji Tuhan..aku baik-baik saja An..."
"Alhamdulillah...mbak Zara sendirian kesini??"tanya Ana sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang ia kira bersama dengan Zara.
"iya aku sendiri..lah kamu??"
"iya mbak..aku juga lagi sendiri.... pulang dari kampus langsung kemari disuruh mas Azka beli kemeja..."
"ouh....hmmm... sudah dapet kemejanya??"
"belum mbak.... "
"mau aku temenin..."tawar Zara
"boleh mbak...waduuhh... ganggu waktunya mbak Zara nggak niihhh...jadi gak enak..."ucap Ana dengan sungkan
"tidak apa-apa, aku sedang free saja tidak ada kerjaan dirumah...ayo.. kita cari...,"
"oke mbak..."ucap ana bahagia.
disatu sisi ia amat bahagia bisa bertemu dengan Zara, disisi lain dia takut kalau kakaknya mengetahui tentang hal ini.secara mereka sudah putus dan tak pernah lagi bertemu selama setahun.
Zara mengajak nya ke gerai pakaian bermerek Louis Vuitton
"pilih lah ..ini kemeja yang tren saat ini" ucap Zara sambil menunjukkan beberapa kemeja digantungan
__ADS_1
Ana takjub dengan kemeja ia pegang,"apakah ini tidak terlalu mahal mbak... kainnya dingin banget kayaknya nyaman kalau dipakai."
"sudahlah kamu pilih..biar nanti aku yang akan bayar.."
"aahh jangan mbak...kita ke toko lain saja...ini terlalu mahal..nanti mas Azka marah kalau beli yang ini..."
"kenapa ini bagus loo..."
"kita ke yang lain saja mbak.. beneran nanti mas Azka bisa marah sama aku mbak..."
"yasudah tidak apa-apa..aku temenin ya.."
"iya mbak..."
mereka berdua berjalan berdampingan, dengan mengobrol dan tertawa lepas seperti kakak dan adiknya.zara begitu nyaman mengobrol dengan Ana,
setelah berkeliling ke sana kemari dan membeli kemeja untuk Azka mereka menuju resto cepat saji pilihan Ana.
"aaahhh.. akhirnya ya mbak.. capek juga muter-muter ..."ucap ana sambil mendaratkan tubuhnya di kursi
"Zara tersenyum,"iya..tapi tak terasa juga kan kita asyik mengobrol.."
"ayo kita makan dulu..."ucap Zara sambil memakan burger nya.
"mmm..belum, tidak kepikiran..." jawab Zara
"oooo...."
"bagaimana dengan Azka sekarang???"
"mmm mas Azka.... sudah bertunangan "
Zara kaget mendengar perkataan Ana,ia tak menyangka secepat itu Azka berpaling kepada nya.ada rasa sedih dalam dirinya, ingin sekali ia menangis disaat ini.tapi ia tak sanggup melakukan nya.
"benarkah?? dengan siapa??"
"sama mbak Ratih... mantan mas Azka dulu..mas Azka sudah bertunangan 5 bulan lalu"
ingin rasanya hati Zara menangis, betapa rapuhnya mendengar kabar bahwa Azka sudah bertunangan.
"mbak...mbak Zara???"ucap Ana
"ahh..iya An..ada apa??maaf....aku ikut bahagia kok..."ucap Zara merasa gugup
__ADS_1
"mbak Zara masih memikirkan mas Azka???mbak Zara ..apa masih ..."
"aaahh... tidak lah aku tidak apa-apa, karena ini keputusan ku dan...aku putus baik-baik sama Azka..jadi aku tidak apa-apa kalau Azka bisa bahagia dengan yang lain"ucap Zara sambil menunjukkan senyumnya.
"Alhamdulillah mbak....oia mbak..ayo kita pulang, sepertinya ini sudah larut..."
"boleh...ayo biar aku anterin pulang..."
"ahh tidak usah mbak.... tidak apa-apa biar aku naik ojek online saja mbak..."
"aduuhhh jangan....biar aku saja... sudah jangan nolak,",
akhirnya ana pun mau mengikuti saran dari Zara, setelah mereka menghabiskan makanannya, mereka lalu pergi meninggalkan resto tersebut.
***
"yang mana An rumah mu???"
", bentar lagi mbak ...tuh...tuh...."ucap Ana menunjuk rumah bercat putih model minimalis ukuran 7x18 tersebut.
Zara mengedarkan pandangannya ke penjuru lingkungan, Zara mengagumi Azka yang pintar mencari lokasi untuk rumah yang ia beli dengan hasil mencicilnya,ana sempat bercerita semua yang telah terjadi setelah kepindahannya dari kontrakan Azka,maka dari itu Zara tau semuanya.
"sepertinya mas Azka sudah pulang..."
Zara melihat motor Azka yang dulu terparkir di teras rumahnya,
"yasudah aku pulang dulu ya An..."
"mbak Zara tidak mau masuk dulu...."
"aahh .. tidak usah,aku akan langsung pulang..."
"yasudah mbak.. hati-hati ya..."
"iya...."
Zara memegang kemudinya dan memutar balik mobilnya, setelah sudah,ia melajukan mobilnya,tepat saat Zara melewati rumah itu, Azka keluar dari rumah dengan memandang mobil itu, tapi kaca mobil sudah terlanjur tertutup,
.
.
.
__ADS_1
Ig eunhyeayu90