
"aku menemui Reza..ia dan keluarganya menginap di hotel ini"jelas Azka
"ouh..."
Zara menunduk,ia ingin sekali cepat keluar dari ruangan yang sempit ini.apalagi ia bersama dengan Azka.
"terimakasih atas ucapan selamatnya"
Zara menoleh kearah Azka, Zara tak menyangka Azka akan mengucapkan terimakasih kepada nya.
"iya... sama-sama..." Jawab Zara
tiba-tiba lift yang mereka tumpangi mengalami kendala goncangan terjadi membuat Zara dan Azka hampir oleng
Zara panik dan berjongkok, Azka panik kemudian menghampiri Zara "kamu tidak apa-apa"
Zara terlihat takut kemudian mengarah pandangan nya ke Azka
"aku tidak apa-apa...."
"berdirilah... liftnya sudah berjalan"ucap Azka sambil mengulurkan tangannya
Zara melihat tangan Azka, ingin rasanya ia menggapai tangan yang sering mengusap pucuk kepalanya itu.
Zara kemudian berdiri tanpa menerima uluran tangan Azka.
Azka kemudian paham maksud zara, bahwa Zara tak mau menerima uluran tangan dari Zara.
ting...(bunyi lift terbuka)
__ADS_1
Zara kemudian melenggang pergi meninggalkan Azka,
Azka hanya memandang jauh kepergian zara dengan perasaan yang tak tentu.
***
dikamar sang pengantin Reza,ada Azka yang menemaninya, mereka berdua tampak memikirkan sesuatu, ketika Reza dalam keadaan harap-harap cemas memikirkan ijab Kabul pada esoknya, Azka tampak memikirkan Zara.
"ahhhhh aku tidak bisa tidur broo..."ucap Reza
Azka menoleh kearah Reza, "apa kamu sebahagia itu sehingga tidak bisa tidur?? cepat tidur ini sudah malam .aku juga mau pulang..."
" nervous banget...masa lajang tinggal menghitung detik "ucap reza sambil mengacak-acak rambutnya
Azka tersenyum, "dasar lo...,"
mereka berdua asyik mengobrol menikmati malam-malam yang indah dengan ditemani bintang-bintang dilangit.
***
"bagaimana para saksi .."tanya penghulu
"Sah...."
"sah"
"Alhamdulillah..."
para penghulu dan para jejeran pak kyai telah sama-sama memanjatkan doa, setelah selesai prosesi ijab kabul selesai pengantin wanita keluar dari kamar menuju tempat ijab kabul tersebut dengan didampingi oleh Zara,dan satu lagi saudara dari gita.
__ADS_1
Zara menggunakan kebaya warna milo dengan riasan sanggul modern dan juga make up natural.azka yang dari jauh memandang kecantikan Zara yang tampak menonjol karena kulit putihnya dan juga kecantikan Zara yang begitu alami.
setelah prosesi adat dan agama selesai,pesta digelar kembali dengan meriah, mereka masih menikmati acara demi acara yang dilewati banyak artis dangdut populer itu.
Ratih menghampiri Zara yang saat ini duduk sedang memainkan tablet nya karena masih harus mengurus bisnisnya disela-sela resepsi pernikahan Gita dan juga Reza.
"ehm.."
Zara menoleh kearah depan, kemudian ia menghembuskan nafasnya kasar, sumpah dirinya sangat malas berdebat dengan wanita yang lebih muda darinya itu
"apa anda sudah ngerti kalau mas Azka wes lamaran Karo aku??"
Zara tersenyum untuk meleburkan rasa dongkolnya terhadap wanita kuyang didepannya ini
"oia ...hmmm.. kalau begitu selamat ya... semoga kalian langgeng dan hidup bahagia "
"Ojo coba-coba untuk mendekati mas Azka lagi..!!"
"oke ...tapi.. aku tidak akan nenolak jika Azka mendekati ku ..."ucap Zara dengan menampilkan senyum mengejeknya
"kowe iki benar-benar ra iso dikandani!!!" ucap Ratih dengan melemparkan air minum yang terisi di gelas Zara ke wajahnya.
Zara terlihat geram,untung saja tidak ada orang yang tau wajahnya disiram oleh kuyang didepannya.tapi ada sosok mata yang tau, Ana adik Azka mengetahui jika Zara mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari calon kakak iparnya.
.
.
.
__ADS_1
IG eunhyeayu90