TETANGGAKU I LOVE YOU

TETANGGAKU I LOVE YOU
episode 74


__ADS_3

Zara dan gita berkeliling mall,membeli beberapa pakaian dan juga ke tempat perlengkapan bayi.


Gita membeli perlengkapan serba biru, karena anaknya berjenis kelamin laki-laki.sedangkan Zara ia belum yakin membeli perlengkapan bayi yang sesuai, karena dirinya tidak tau jenis kelamin anaknya.


"seperti nya belanjaan ku banyak sekali bu .. bisa-bisa Reza marah nih..ATM nya aku kuras habis..."ucap Gita dengan tersenyum


"kamu ternyata doyan belanja ya...."


"iyalah bu...bu zara belum tau rupanya???Bu Zara kalau belum yakin dengan bakal calon keponakan bu zara lebih baik telepon dulu bu...biar milihnya enak... emang usia kandungannya berapa bu???"


"usia kandungan ku sudah hampir 4 bulan"


"kok usia kandungan Bu Zara.... kandungan nya sepupu Bu Zara!!!!"


zara kaget,dia tak sadar dengan ucapannya,"iyaa... maksud ku.. kandungan sepupuku...eh...hehehehe" ucap zara kikuk


"sepertinya Bu Zara pengen cepet-cepet menikah dan punya anak kaaaann????"


Zara tersenyum,ia sama sekali tak memikirkan pernikahan,bahkan dalam mimpinya sekalipun.


Zara semakin tidak ingin menikah akibat asmaranya yang telah membuat dirinya sekarang menjadi seperti ini.memiliki seorang anak dalam posisi yang tidak memiliki suami begitu berat untuk dirinya.ia harus mempersiapkan mental jika suatu nanti anaknya akan menanyakan keberadaan ayahnya.siapa ayahnya dan dimana ayahnya.pikiran itu selalu membayangi setiap harinya.zara meremas tangan nya untuk meredam emosinya.Azka iya Azka, dimana laki-laki yang sudah mencampakkannya.aps dia sekarang hidup bahagia, memikirkan laki-laki jahat itu membuat zara harus meredam kemarahannya.


drtttt.....drtttt....


"bu....Reza telepon,aku angkat dulu ya..." ucap gita sedikit menjauh dari Zara.


Zara mengangguk,ia kembali memilih baju bayi lagi.zara kembali memilih baju bayi agar tak memikirkan ayah si bayi lagi.tidak tau mengapa janinnya tak pernah rewel ketika dirinya menyadari jika sedang hamil.


setelah berteleponan gita menghampiri zara, " bu.... kita makan dibawah yok buk... Reza sudah menunggu di depan mall..ada makanan enak dekat situ.... ibu pasti suka deh..." ajak Gita

__ADS_1


Zara sempat berpikir,ia tak ingin menjadi obat nyamuk antara gita dan Reza.


"tidak usahlah Gita....kamu makan saja aku akan langsung pulang...."


"aaahhh jangan bu... tidak afdol jika jalan-jalan tapi tidak makan-makan...udah deh.. Bu Zara pasti suka dengan makanannya..."


"oke...tapi cuma sebentar ya...aku nggak mau jadi obat nyamuk pasangan suami istri seperti kalian..."


"oke deh...bu...siaaaapppp!!!!"


Zara dan juga gita sudah berjalan menuju tempat makanan dipinggir jalan, sebuah warung pecel ayam dipinggir jalan ini terkenal akan masakannya yang enak, sambalnya juga terbilang paling enak sehingga banyak pembeli yang menyukai dan padat pembeli.semakin malam maka semakin banyak pula orang akan memburunya.


Zara mengobrol asyik dengan gita, sampai saat dirinya yang berjalan mendekat menyadari seseorang yang berdiri di dekat Reza adalah ayah si bayi,Yaitu AZKA.


tak hanya Zara yang nampak kaget,Azka juga demikian,ia menoleh kearah Reza, Reza pun ikut menoleh juga dengan tersenyum sangar, merasa dirinya tak bersalah.azka merasa tak nyaman dengan situasi canggung ini.temannya telah menjebaknya.


Zara dan Azka saling berpandangan satu sama lain, Zara yang tampak dingin menanggapi tatapan azka, kalau Azka tampak biasa saja.


"ayo duduklah ..kalian pernah dekat kan...jadi tidak perlu terlalu kaku " ucap reza yang tidak merasa bersalah.


zara menggeser bangku nya yang bersebrangan dengan Azka,


mereka sama-sama menikmati makanan itu.meski suasana tampak canggung karena baik Azka maupun Zara tidak sama sekali mengobrol.


"makanan nya enak... terima kasih , seperti nya aku harus pulang lebih dulu."ucap zara meletakkan sendoknya.


Gita dan juga Reza terlihat melongo dengan tindakan yang dibuat zara, mereka terlihat merasa tidak enak karena sengaja mempertemukan dia.


"bu.... barang Bu Zara banyak sekali...biar Gita bantu bawa ke mobil"

__ADS_1


"tidak usah git...aku bisa membawanya sendiri...."


"aahhh Bu zara jangan.....itu kan berat,biar mas Azka saja yang membawa nya...iya kan mas...mas Azka cepat bawakan barang -barang Bu Zara."


tanpa minta persetujuan dari Zara, Azka meraih belanjaan Zara dan berlalu melangkah meninggalkan dirinya.


Zara mengikuti Azka tanpa melirik sama sekali kearah Reza dan juga Gita.


"yang.... bagaimana ini ..apa mereka tidak apa-apa jika dibiarkan,aku takut bu Zara....."


"sudah lah yang .. Azka tidak akan berbuat aneh-aneh.... mereka hanya butuh banyak waktu berbincang agar tak ada lagi kesalahan pahaman."


***


diparkiran mall Zara membuka pintu bagasinya dan mengambil tas belanjaan yang telah dipegangi Azka kedalam bagasinya


tanpa sepatah katapun Zara dengan dingin masuk kedalam mobilnya.belum sampai ia menutup pintu , tangan Azka kemudian mencegah pintu itu tertutup dengan tangannya,


Zara menoleh dan mengadah ke atas,sorot matanya begitu tajam dan angkuh.seakan dirinya memberikan bendera peperangan kepada Azka.


.


.


.


23.15 baru bisa Up... Alhamdulillah.. udah 2 episode ya hari ini....☺️✅


ig eunhyeayu90

__ADS_1


__ADS_2