
Zara bersiap untuk pergi,ia memakai dress ⅞ tanpa lengan,tapi ia memakai kan cardigan rajut untuk menutupi bahunya.rambutnys yang panjang ia biarkan terurai dengan balutan jepit rambut diatas telinganya.
tit...tit..tit
bunyi bel pintu kamar hotel,zara kemudian menuju pintu dan membukanya.ia melihat Azka begitu gagah dengan celana jeans biru dan juga kaos hitam,ia juga memakai jaket berwarna hitam ia juga memakai sneaker putih.tak lupa ia memakai kacamata hitam dan juga masker.
tak memungkiri Azka selalu membuat zara dimabuk kepayang, tubuhnya yang wangi membuat hatinya bergetar,sekian detik zara hampir terpanah.tapi ia menentralkan pikirannya.
Azka meraih pinggang Zara dan memeluknya, sikap spontan Azka membuat Zara menjadi gugup.tak banyak protes seperti biasanya,kini Zara kembali untuk berdamai.
"apa tidurmu nyenyak...aku tidak bisa tidur karena memikirkan mu" ucap Azka
hati zara tergelitik mendengar ucapan Azka, sejak kapan pria ini pandai merayu.setaunya dia tidak seperti itu.
pelukan mereka terlepas dan zara yang masih diam membuat Azka menggenggam tangan zara.
"ayo kita pergi ..aku akan mengajak ibu anakku jalan jalan..."
"tunggu..." cegah Zara membuat Azka heran
"apa???" ucap Azka
"aku ingin berbicara sebentar.....mengenai foto kemarin "
"foto apa??"
"foto tiga bulanan kemarin...aku harap, tidak ada lagi yang memposting nya di media sosial.."
Azka melepaskan genggaman tangan nya, "apa kamu terganggu dengan foto itu?"
"aku tidak ingin menimbulkan gosip?"
"gosip,???"
"kita tidak ada ikatan apapun...dan foto itu tidak seperti yang ada pada realita"
"kita akan menikah....dan foto itu akan menjadi realita seperti bayangan mu..."
"aku sudah bilang aku tidak mau menikah dengan mu..."
__ADS_1
Azka sedikit emosi mendengar perkataan zara,ia tidak tau apa yang di inginkan wanita didepannya ini.
"terus....apa yang ingin kamu lakukan??? tidak mau menikah dengan ku, sedang kan kamu mengandung anakku...!!!aku akan menemui kedua orang tua mu besok, suka atau tidak suka diterima atau tidak...aku akan tetap menikahimu... sekarang ikutlah aku..." ucap Azka meraih tangan Zara dan menarik nya untuk melangkah ke depan.
"mmaauu..kemana!!??" ucap zara tanpa digubris oleh Azka.
***
mereka sudah sampai di pondok pesantren disekitaran rumah Azka, kurang lebih 3km dari rumah Azka, pondok ini begitu besar dan terkenal.tapi sayangnya kurangnya pengetahuan zara tentang pondok ini membuat dirinya takjub dengan bangunan yang begitu indah bagaikan di tanah nabi.
"tempat apa ini...??ini pondok pesantren???kita mau apa disini??" ucap Zara panik
"diamlah...ayo kita masuk..."
Azka menggandeng tangan Zara dan menggenggamnya, mereka kemudian melangkah bersama kedalam pondok.
didalam pondok pesantren, Azka yang sudah kenal dengan staf dan pemilik pondok mengobrol ramah dan tidak ada rasa canggung.mereka ngobrol di dalam kantor sekretariat pondok tersebut.saat ketika obrolan mereka sudah menjurus kearah pernikahan, Zara yang tadinya moody sekali sekarang terlihat tegang, bagaimana tidak,ini tidak lucu, Azka telah merencanakannya, Azka membawa nya kesini untuk menikah secara siri dengannya.
"pernikahan ini adalah sah dimata agama, setelah ini kalian bisa mendaftar kan secara resmi di kantor KUA,saya akan memberikan bukti bahwa ada pernikahan di sini" ucap salah satu ustadz dan memberikan satu lembar kertas putih yang bermatrai.
Zara melirik kertas itu, wajah nya tak lagi tenang, lidahnya keluh dan tak bisa ia gerakkan,ia hanya melirik kearah Azka.tapi wajah Azka tampak dingin dan serius.
"bisa dimulai sekarang" tanya seorang salah satu bapak kyai di pondok pesantren itu.
Zara semakin menegang, keringat dingin sudah memenuhi wajahnya, apakah yang dilakukan Azka.ini kali pertama nya ia menikah.ini pernikahan secara islami.ia tak tahu harus bagaimana,dan apa yang harus diucapkan.sudah terlanjur tidak bisa mundur lagi.kalau dirinya berontak disini ,itu hanya akan membuat masalah baru.ia pasrah saat ini juga.azka, mungkin Azka adalah jodoh nya.
"tolong tuliskan nama kalian masing-masing di sini dan juga ayah kalian.... "
Azka menuliskan nama lengkapnya dan juga nama almarhum ayahnya.setelah itu ia menyerahkan kertas itu kepada Zara, Zara menoleh kearah Azka,matanya berkaca-kaca ia tak bisa mengungkapkan perasaannya sekarang ini, Azka mengangguk kan kepalanya, memberikan isyarat agar Zara yakin akan keputusannya,
Zara kemudian menuliskan namanya dan juga nama ayahnya,
setelah melihat dan mendengarkan jika ayah zara adalah non muslim maka pernikahan dilakukan dengan wali hakim.
Azka melafazkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas,
"saya terima nikah dan kawinnya Zara Lian Fang binti Yoseph fang dengan mas kawin uang dua juta rupiah dibayar tunai!!"
"sah..."
__ADS_1
"sah...
"sah..
"sah..
"Alhamdulillah"
acara pernikahan siri itu digelar dengan khidmat, Zara meneteskan air matanya,ia mengingat ayah dan juga ibunya.ia begitu merasa bersalah karena telah mengkhianati mereka berdua.tapi tidak dipungkiri ia juga menginginkan pernikahan ini.
di perjalanan Zara hanya terdiam membisu, status yang disandangnya kali ini adalah istri dari seorang Azka, laki-laki yang lebih muda tiga tahun darinya.azka menoleh kearah Zara,ia kemudian memegang tangan Zara, mengeratkan jari-jarinya ke sela-sela jari milik Zara.
"maafkan aku ..aku harus memakai cara ini untuk menikah dengan mu..."
tak ada sahutan apapun dari Zara,ia terdiam memikirkan caranya ia mengatakan ini semua kepada ayah ibu dan juga koko nya.
perjalanan mereka berhenti disebuah toko mas di jogjakarta, Azka berhenti dan memakirkan mobilnya.
"turunlah...aku ingin membelikan sesuatu untuk mu"
Zara mengikuti langkah Azka membawa nya,ia melihat toko mas yang ramai dengan pengunjung, Azka menawarkan dirinya untuk memilih cincin pernikahan
Zara menoleh kearah Azka, laki-laki ini tampak tersenyum bahagia.berbeda dengan dirinya saat ini, Zara kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah cincin yang berjejer di etalase toko itu,ia menunjuk satu cincin yang membuat dirinya tertarik,cincin polos yang terukir timbul bunga,'menarik' batin Zara.
setelah melakukan pembayaran mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat rumah makan,
mereka tampak menikmati makanan itu,ada ulasan senyum pada bibir Zara, yang mampu membuat Azka ikut bahagia, sedari tadi Zara yang mendiamkan dirinya,kini zara bisa berdamai dengan takdir yang membawanya ke pernikahan.
"aku sudah menghubungi pihak KUA,aku akaj mengirimkan berkas persyaratan pernikahan agar kita secara resmi terdaftar di negara.."ucap Azka disela-sela makannya
Zara kemudian menghentikan makannya,ia meletakkan sendok dan garpu nya.
"bagaimana dengan mama dan papa dan juga ko Jonas??? mereka???.... mereka pasti tidak akan menerima pernikahan ini"
.
.
.
__ADS_1
hallo....gengs... happy reading ❤️
ig eunhyeayu90