
pagi harinya Zara yang akan berangkat ke Bandung telah turun dari kamarnya menuju ruang makan,disana sudah ada jonas dan pak Yoseph duduk berhadapan.di meja tersaji beberapa makanan yang enak.
"seperti nya Zara tidak akan makan... Zara akan pergi ke Bandung sekarang!!!"zara melangkah berbalik
"ci....." tegur pak Yoseph.
Zara menoleh kearah ayahnya, "iya pa....."
pak Yoseph memandang anaknya itu dengan intens,anak perempuan yang sangat ia sayangi.
"maafkan papa...papa sudah begitu keterlaluan.papa akan bertanggungjawab dalam masalah ini.tapi papa berharap...kamu jauhin pria itu"
Zara hanya menghela nafasnya kasar,dia tak menyangka ayahnya akan mempermasalahkan hal itu.
Zara tak menghiraukan ucapan pak Yoseph,ia kemudian pergi meninggalkan rumahnya.
setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam,zara akhirnya sampai di kantor nya,meski hari sudah siang zara tetap bekerja.baginya sekarang ini ia hanya ingin bekerja dengan giat supaya bisa membantu perekonomian Azka.
"selamat siang bu..." ucap staf dikantor baru zara
Zara yang diruangannya menoleh kearah sumber suara.
"iya ada apa "
"kemarin ada yang nyari bu zara"
Zara memicingkan matanya, "siapa???"
"seorang laki-laki Bu Zara."
"kamu tidak tau namanya???"
"maaf bu..saya belum sempat bertanya,tamu bu Zara sudah pergi"
tak ingin berpikir dan buat pusing Zara tak terlalu menanggapi nya,
"baiklah... terima kasih..."
"baik bu.. permisi "
Zara kembali melanjutkan pekerjaannya yang semakin hari semakin menumpuk.
***
di apartemen zara baru pulang berjalan melewati koridor, Zara yang saat ini sedang membawa beberapa belanjaan dikejutkan dengan seorang laki-laki tampan yang sedang berdiri di depan pintu apartemennya.
"Azka???"
Azka tersenyum manis seakan tak memiliki rasa bersalah kepada zara.
Zara mendekati azka tanpa ragu-ragu,
"apa kamu tinggal di daerah sini..."
"aku tinggal disebelah kamarmu..."ucap Azka dengan senyuman nya
Zara kaget dengan pengakuan Azka,ia tak menyangka mereka bertetangga.
"ssssejaakkkk kapannnn???"
__ADS_1
"sudah 2 Minggu.. "
"ouh ...."
"apa kamu akan membiarkan aku berdiri disini ..?
"masuk lah...."
Zara membuka pintu apartemen nya menggunakan akses card, dan kemudian masuk kedalam
Azka mengekor dan menutup pintunya.
Didalam apartemen, Azka duduk dengan memainkan ponselnya.zara yang saat ini keluar dari kamarnya dengan tubuh yang segar habis mandi, membawa sepiring potongan buah ke tempat Azka bersantai.
"aku hanya punya buah di kulkas... makanlah...."
"terimakasih...." jawab Azka ringan
"ka....???"
"hmmm...."
"aku sudah tau ...jika....ibu kamuuu......,"
Azka merasa emosinya sedikit tersulut mendengar tentang keadaan ibu tercintanya,tapi ia menahan nya agar Zara tak mengetahui isi hatinya saat ini.
"aku tidak apa-apa...."
",ka ... sebagai wakil dari keluarga ku...aku meminta maaf kepada mu ..."
"jangan dibahas....aku harap ketika bertemu dengan ku ... jangan membahas nya sebelum aku memulai nya ..."
"maaf...."
Azka kemudian meraih tangan Zara sampai zara terbawa ke pangkuan Azka, Zara syok dengan tindakan Azka.
"bisakah kita membicarakan diri kita dimasa depan???"
Zara memiringkan tubuhnya kearah Azka, jantungnya berdegup kencang,ada perasaan aneh ketika Azka mengucapkannya.
"kita...???"tanya Zara
Azka menempelkan kepala nya di bahu zara, dengan mengendus bau parfum yang zara pakai, membuat dirinya semakin dibuat gairah.
"ka..... jangan seperti ini...."
"tidak ada siapapun di sini... hanya kita...jadiii.... bisakah aku mencoba nya....,"
"ka....kamu pernah bilang kan... kita tidak boleh melakukan itu sebelum...."
"sssttttttt...... jangan diteruskan,itu dulu.... sebelum lebih dalam mencintai mu...."
"tapi.....ka...ini...."
"percayalah kepada ku.... kita akan melakukan nya pelan-pelan...."
tangan Azka sudah memegang bukit kembar Zara,lalu merabanya.
tangan satunya meraba bagian perut menjalar ke area sensitif Zara,
__ADS_1
Zara menggeliat dengan sentuhan manis yang Azka berikan,meski dia memakai piyama lengan panjang dan celana panjang tapi tak memungkiri tangan Azka dapat membuat dirinya bergejolak.
Azka membaringkan Zara di sofa,ia kemudian mengukung Zara, Azka memandang wajah Zara dengan intens, Zara pun memandanginya.
"apa dirimu tak gugup lagi sekarang??"tanya Azka
"ini bukan yang pertama bagiku....dan juga bukan yang pertama bagimu?" jawab zara
Azka menaikkan alisnya, "bagaimana bisa kamu membuat opini seperti itu..."
"kamu menikahi Ratih kan???"
deg
gelak jantung Azka berhenti,ia kaget mendengar penuturan Zara, bagaimana bisa Zara mengetahui nya.ahh itu bukan hal yang sulit bagi Zara, apalagi Zara memiliki Gita yang tak lain tetangga nya dikampung.
"aku tak pernah menyentuh nya..."
"bohong!!!!"
"buat apa aku membohongi mu....toh ini bukan yang pertama bagimu....ini pertama bagiku....jadi... buatlah diriku berkesan"
Azka membuka kancing satu persatu milik Zara, setelah terlepas Azka membuka nya, bukit kembar Zara masih tertutupi oleh bra yang melekat, Azka menyibakkan dan melepas bra itu dan dibuang ke segala arah.
Zara menutup bukit kembarnya,ia malu melihatnya.
"jangan ditutup-tutupi....aku ingin melihatnya lebih jelas...."
Azka menyibakkan tangan zara yang menutupi wajah cantik Zara.
Azka melihat bukit kembar itu, Azka langsung bergejolak imunitasnya, kulit mulus tanpa celah, payudara yang berukuran sedang itu telah berhasil membuat dirinya untuk menguasai dengan menyesap pelan pu*ingnya.
"ahhh....!!!!"******* berhasil keluar dari bibir Zara.
Azka yang sudah gelap arah semakin menggila, memberikan tanda-tanda cinta di bukit kembar itu,
setelah membuat tanda Azka kemudian beralih ke bibir Zara,mengecup menyesapnya dan juga bertukar Saliva adalah hal sangat mereka inginkan.
setelah puas Azka yang saat ini sudah melepas kan pakaiannya dan Zara juga tanpa memakai sehelai benang pun akhirnya ada pada titik penyatuan.
Zara begitu shock yang mana punya Azka tak dapat masuk kedalam surga duniawi miliknya.
Azka yang berusaha membobol gawang pertahanan sudah mengalami sakit karena milik Zara sangat sempit,dia heran bagaimana bisa Zara sesempit ini.
"kenapa bisa sesempit ini.... punya ku sampai terjepit seperti ini.." ucap Azka sambil memompa pergerakannya
"setelah kejadian itu,aku dibawa oleh mama papa kesalah satu rumah sakit dan menjalani operasi selaput dara...jadi...aku.... akkkkkhhhhhh!!!!!!!"
Azka berhasil membobol gawangnya, rasanya begitu lega dan membuat dirinya memainkan tempo yang cepat.ia tak peduli lagi dengan penjelasan Zara, Azka sudah mendapatkan kenikmatan palsu yang diciptakan oleh tangan manusia.
di malam yang dingin di kota Bandung mereka menghabiskan malam bersama.
.
.
hallo gengs ... ketemu lagi...yukkkk gaskeun like nya, jika like nya banyak aku pasti cepet banget update nya ....😄 saranghae gengskuuuu....
ig eunhyeayu90
__ADS_1