
di malam hari Zara sudah memulai tugasnya, dia memulai melakukan live berjualan di Instagram tidak ada raut wajah lelah meliputi parasnya, setelah peristiwa tadi pagi Zara memutuskan untuk tidak masuk bekerja, Zara mengkoordinir team nya untuk menjadwalkan live sale di sore harinya,
"bagaimana mbak ren...masih ada yang perlu dibantu.."
"tidak ada ci..."ucap reni yang sibuk membuat nota untuk para customer
Zara melihat baju-baju yang ia pasarkan tadi ada sebuah baju yang menarik perhatiannya baju itu seakan cocok dengan seseorang, Zara mengambil nya sebuah Tunik yang cocok dengan seseorang itu ukuran dan modelnya juga pasti pas akan dipakai nya.
"mbak Reni...kode T13 stok masih ada tidak?"
mbak reni menoleh keara baju itu kemudian beralih ke arah Zara,
"sepertinya masih ci... tinggal 1 kayaknya?ci Zara mau?"
"iya aku mau ...aku mau kasih ke seseorang..."
"oke ci..apa ada yang lain ci?"
"tas Gucci kode TG56 ada?"
"tidak ada ci..sold yang tadi tinggal Gucci kode TG28" ucap reni sambil memberikan tas nya
"bagus...ini tolong packing yang rapih sama Tunik nya tadi..taruh paper bag ya..."
"aahh iyya..ci..." ucap takjub kepada Zara
"aku kembali ke kamar dulu"
"baik ci.. selamat beristirahat..."ucap reni
sepeninggal Zara, Reni dan yang lain saling menoleh
"buat siapa ya kira-kira baju dan tasnya?" ucap asisten Reni bagian packing.
"yang dapet mah seneng ini.. tasnya saja 40 juta" sautan dari asisten lain
"ci zara mah ...kalo kasih hadiah gak lihat-lihat harga... kalau udah fix di hati ..udah deh main ambil aja...."
__ADS_1
"sssttttttt jangan ghibah aja..kita cepat packing nya, udah malem nih.."ucap mbak Reni.
***
dikamar Zara menghapus semua riasan nya saat melakukan live tadi, dengan memikirkan kejadian tadi pagi, Azka yang terkena bogem dari kakaknya,zara sangat bersalah tentang kejadian itu.zaraa kemudian menghentikan aktivitas Nya dan mengambil ponselnya,dia mengingat sesuatu bahwasanya dia tidak memiliki nomor kontak telepon Azka
"aku sampai lupa meminta nomornya..." Zara kemudian mengambil jaketnya dan keluar dari kamarnya.
di ruang tamu, para timnya Zara masih melakukan pekerjaan terakhir nya yaitu berberes dan melakukan pengecekan barang yang sudah di nota kan sama expedisi kepercayaan zara.jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam,tapi mereka masih semangat dalam perkejaan nya.
"mbak ren..mana barang ku tadi.."ucap zara
"ohh ....iya mbak . sebentar..."
Reni mengambil barang yang ia siapkan tadi.reni membungkus nya dengan rapi.bagian bawah ada kotak berisi tas dan yang diatasnya ada paperbag kecil berisi baju.
"ini ci...."ucap reni sambil menyerahkan paper bag besar itu.
"oke..terima kasih mbak ren... setelah semua selesai kalian boleh pulang.aku keluar dulu"
"baik ci... terimakasih"
***
dari arah belakang dirinya berdiri sorot cahaya lampu mobil mengenai Zara.zara segera memakai Hoodie sweater nya untuk menutupi wajahnya.samar-samar ia mendengar suara Azka yang turun dari mobil itu dengan seorang wanita.zara sedikit melirik,ia melihat Azka menutup pintu mobil itu.
"sepertinya ada tamu dikontrakkan mu" ucap wanita pemilik mobil.
Azka menoleh,"pulanglah ini sudah malam, hati-hati kalau menyetir..."
"oke..oke...aku pulang, sampai jumpa besok ya..."ucap wanita itu berpamitan.
Azka berjalan menuju ke arah kontrakan nya,ia melihat seorang wanita yang ia kenal sedang berdiri dihadapannya dengan membawa paper bag ditangannya, memakai Hoodie sweater dan memakai celana pendek setengah paha,dan bersandal jepit sedang menunggu nya.
"apa kau lama menunggu disini?aku baru pulang bekerja"
Zara diam tanpa membalas perkataan Azka dia lalu memberikan paper bag yang ia bawa,
__ADS_1
"tolong kirimkan ke ibu..."
Azka menerima paper bag itu,
Zara kemudian berbalik meninggalkan Azka,tapi sedetik kemudian Azka menarik tangan nya dan menggenggam nya.
Zara merasakan genggaman tangan dari Azka,ada rasa aneh dalam dirinya,dia merasa kan ada kenyamanan dalam tangan itu.zara menoleh kearah Azka
"apa kamu akan terus begini? menghindari ku?"
Zara mendengar setiap ucapan demi ucapan yang Azka katakan.
"apa karena aku tidak sederajat dengan mu tidak sepadan dengan mu sehingga kamu menolak ku?" ucap Azka lagi
Zara mencoba melepaskan genggaman tangannya, namun Azka mengeratkan lagi
"bawalah pulang barang ini...ibuku tidak membutuhkan barang mewah seperti ini " ucap Azka dengan memberikan paper bag ke tangan Zara
Zara menerima nya dengan sedih dia melihat kekecewaan di wajah Azka,
Azka kemudian mencoba membuka gembok pagar kontrakan nya
"aku tidak bisa menerima mu karena suatu hal yang akan membuat mu kecewa padaku"
Azka membuka pagar nya dan menutup nya kembali tanpa mendengar penjelasan dari zara kemudian segera masuk kedalam rumah kontrakan nya.
Zara melihat itu menghela nafasnya, dia hampir menangis dengan sikap Azka yang begitu keras kepada nya,meski begitu setidaknya Azka mau mendengarkan penjelasan darinya.zara kemudian berbalik hendak ingin pergi,tapi langkah nya terhenti ketika ia mendengar knop pintu terbuka dan seseorang mencoba membuka pintu pagarnya, Zara menoleh melihat Azka melangkah menghampiri nya.
"kekecewaan apa yang membuat diriku tidak bisa menerima mu?"tanya Azka
Zara melihat wajah sendu Azka, kenapa wajah ini selalu membayang-bayangi pikiran nya.azka begitu berbeda dari laki-laki yang pernah menyukainya.
.
.
.
__ADS_1
IG eunhyeayu90