TETANGGAKU I LOVE YOU

TETANGGAKU I LOVE YOU
episode 70


__ADS_3

Zara sampai di Jakarta tengah malam,ia memasuki gerbang rumahnya setelah mengklakson berulang ulang.


"ci....kok malam-malam ci pulang nya..."tanya mang Ujang


Zara tersenyum senang karena bisa bertemu dengan mang Ujang kembali.


"assalamualaikum mang ujang.... seneng bertemu mang Ujang lagii...."


"wa'alaikumsalam ci....aduhhh adem banget salamnya ci..." ucap mang Ujang terharu.


mang Ujang yang baru mengetahui jika tuan rumah nya telah menjadi mualaf merasa terharu.


"di rumah ada siapa saja mang...."


"ibu dan juga bapak ci....bapak baru kemarin pulang..."


"koko tidak di sini .???"


"ouh...ko Jonas masih di Jogja ci...."


"ouh .... yasudah mang....aku ke kamar dulu .."


"kopernya saya bawakan ci..."


Zara mengangguk,zara kemudian masuk kedalam rumahnya.


setelah dikamar Zara merebahkan tubuhnya di ranjang yang sudah lama ia tinggalkan.badannya merasa remuk, sepertinya ia merasakan jika daya tahan tubuhnya menurun.


keesokan paginya Zara yang tertidur merasakan bahwasanya hawa dingin meliputi seluruh tubuhnya.


Zara menarik selimut dan meraba remote Ac yang ada di atas nakas.ia kemudian mematikan Ac dikamar nya.


"Dingin.....rrrrrrrrrrr....."


zara terlihat gelisah, keringat dingin telah memenuhi wajahnya.


"ma.....mama.....???" rintihan suara Zara tak mampu terdengar dari balik pintu.


setelah tak ada sahutan, Zara kemudian menutup tubuhnya lagi dengan selimut tebal.setelah satu jam Zara kembali bangun,ia melihat ibunya telah membereskan bajunya ke dalam lemari,


"ma ..."


Bu Natalia menoleh,"kamu sudah bangun ci.... kenapa tidur tak menghidupkan pendingin ruangan...apa kamu tidak gerah..."


"ma...tolong Zara...."ucap zara dengan rintihan menahan sakit

__ADS_1


bu natalia melihat anak perempuannya terlihat pucat langsung bergegas menghampiri,


"ci...kamu kenapa???" ucap bu Natalia dengan memegang dahi anaknya


"Ya Tuhan....ci...kamu demam sayang...."


"ma.... badanku sakit semua...."


"seharusnya hari ini kan kamu baru kembali...kenapa memaksakan pulang larut malam sayang...."


Zara menggelengkan kepalanya, " Zara pengen tidur di kasur ini ma...pengen banget.. makanya Zara cepet-cepet pengen nyampe rumah..."


"kita ke dokter sekarang ya..."


"ndak ma.... Zara hanya ingin tidur... badan Zara sakit semua..."


"yasudah...mama akan bawakan obat untukmu" ucap bu natalia dengan berlalu mengambil obat di kotak p3k.


selang beberapa menit bu natalia membawa segelas air minum dan juga dua butir obat ditangannya.


"minumlah obat ini...ini obat demam dan juga vitamin..."


"terimakasih ma...." ucap zara


Zara meminumnya,dan kemudian membaringkan lagi tubuhnya.


"Zara tidak mau makan bubur ma.... tolong buatkan zara air jahe saja sama kasih sedikit madu... perut Zara lagi nggak enak ..."


"apa kamu masuk angin ci...."


"sepertinya ma.... buat nelen ludah aja zara eneg banget..."


bu Natalia mengerutkan dahinya, dirinya berpikir positif saja jika yang dialami zara hanya sebatas masuk angin biasa.


"baiklah...mama akan buat kan air jahe buat kamu...."


bu natalia menyelimuti anaknya kembali dengan selimut tebalnya,ia kemudian mengusap rambut anak perempuannya itu dan pergi meninggalkan Zara yang kembali memejamkan matanya.


***


setelah beberapa hari di rumah Zara yang sudah lebih baik kini kembali bekerja, saat ini ia terlihat cantik dengan balutan pakaian blouse bermotif brand ternama Guc**i dengan rok span ⅞,dan rambut dikucir kuda, dengan memakai anting panjang sebahu.


"kamu sudah baikan ci...."tanya pak Yoseph


"sudah pa...."

__ADS_1


"apa tidak sebaiknya kamu periksa ke dokter ci...."tanya bu Natalia


"mama mu benar...tadi malam kamu masuk angin lagi .. muntah-muntah lagi..."


"tidak apa-apa pah.... Zara kemarin hanya telat makan saja... lihat sekarang Zara tidak apa-apa kan...?"


"papa akan antarkan kamu pergi ke kantor..."


"aahh..papa tidak usah...."


"tidak apa-apa ci...kamu terlihat tidak baik sekarang...."


"baiklah pa...."


***


di dalam perjalanan pak Yoseph sibuk bertelepon dengan rekan bisnis nya, Zara memainkan ponselnya sambil memakan potongan buah yang dibekali oleh ibunya tadi.


setelah berteleponan pak Yoseph melihat anaknya memakan buah-buahan dengan lahapnya.


"kamu masih lapar??? padahal tadi kamu banyak makan di rumah...apa kamu tidak takut gendutan"


"sekali-kali pa ..."


pak Yoseph menggelengkan kepalanya,ia tak menyangka jika akan mendapatkan jawaban seperti itu dari zara.


"ci...."


zara menghentikan makannya dan menoleh ke ayahnya, "iya pa...."


"papa mau menyampaikan sesuatu ke kamu .. kalau ibu dari pria itu .. sudah sembuh..." ucap pak Yoseph dengan melirik kearah putrinya itu,ia ingin melihat ekspresi anaknya ketika mendengar berita yang ia sampaikan.


Zara menghela nafasnya lega,ia berharap memang seharusnya seperti itu,jika terjadi sesuatu hal yang terjadi pada bu Yanti maka dirinya akan sangat merasa bersalah sepanjang hidupnya.


"syukurlah pa .... "


"papa dan kakak mu sudah mengeluarkan banyak biaya untuk membantu biaya rumah sakit,papa harap.. kita tidak berhubungan lagi dengan mereka..."


Zara beralih melihat kearah jendela disampingnya,ia merasa tak nyaman jika ayah nya telah men ultimatum tentang tak ingin berhubungan lagi dengan keluarga Azka.dirinya juga tak bisa melawan jika ayah nya berbicara seperti itu, Azka juga yang membuat bendera perang pada keluarganya dengan mempermainkan perasaan dan juga harga dirinya.


"papa tidak usah khawatir kan itu...." ucap zara tegas.


.


.

__ADS_1


NEXT PART....☺️☺️


ig eunhyeayu90


__ADS_2