
di pagi hari azka yang sedang bersiap berangkat ke tempat kerja dikejutkan dengan kedatangan mang Ujang dengan membawa paperbag ditangannya,
"mas Azka mau berangkat sekarang?"
azka tersenyum, "iya mang...ada apa ya"
"ini mas...dari Cici, jaketnya mas Azka"
Azka menerima paper bag dari mang Ujang,ada sedikit kekecewaan karena bukan Zara sendiri yang mengantarnya.siapa dirinya pula seorang Zara mengantarkan jaket usang miliknya secara langsung,pikir Azka.
"terimakasih mang...."
"iya mas azka, kalau begitu saya pergi dulu"
"iya mang..."
seperginya mang Ujang, Azka meletakkan paperbag itu kedalam rumah kontrakannya.kemudian bergegas pergi untuk bekerja.
***
ditempat kerja,zara terlihat tidak berkonsentrasi.dibukanya ponsel miliknya dan membuka aplikasi Instagram miliknya, segera berselancar mencari nama seorang pria yang membuat dirinya menjadi orang lain untuk saat ini, Karena bukan dirinya, bukan seorang Zara yang dengan tidak tenang nya memikirkan orang lain yang bukan siapa-siapa dalam dirinya, bahkan rela menelusuri akun media sosial milik lelaki itu,
setelah membukanya kembali, Zara ragu untuk memfollow balik akun Azka, karena azka memprivasi akun nya itu,sontak zara tidak bisa tau isi foto dalam akun tersebut,akun dengan profil laki-laki arah menyamping memperlihatkan sisi tubuh laki-laki itu.dengan ragu-ragu dan memejamkan matanya zara menekan tombol follow back, tinggal menunggu diterima balasan dari Azka.
"seharusnya aku tidak melakukan hal bodoh seperti ini...ada apa dengan ku?"
Zara meletakkan kembali ponselnya,dia mencoba membuang segala perasaan anehnya, untuk saat ini dia hanya ingin fokus pada karirnya.dia tidak ingin menambatkan hatinya kepada pria yang tak mungkin ia gapai,siapa dirinya,zara sangat tahu diri akan dirinya saat ini.
***
saat pulang bekerja Zara masuk kedalam mobilnya, Sisca datang dengan berlari menuju mobil Zara yang saat ini terparkir di deretan mobil-mobil lainnya.
"raaa...!!!!" teriak Sisca
"iya sis ..ada apa, jangan lari-lari .ingat ada dede bayi dalam perut mu..." ucap Zara khawatir.
"sampai lupa kalau aku sedang hamil ..."ucap Sisca
"ada apa...?"
__ADS_1
"kurang tiga hari lagi .jangan lupa ya .. dateng ke pernikahan Arnold...."
"hmmm....aku usahain ya..." ucap Zara dengan nada yang tak pasti,
Zara sangat tak nyaman dengan undangan Arnold apalagi ketika nanti teman-temannya menanyakan kapan menyusul ke pelaminan.
"oke..aku duluan...aku sudah ditunggu suami ku di depan."
"aaahh ..iyyaa...." zara kemudian menutup kembali pintu kaca mobilnya.
kepergian Sisca membuat dirinya bisa bernafas lega, rekan kerjanya itu membuat dirinya tak nyaman.
tok..tok..tok..
suara bunyi ketukan kaca mobil Zara,zara menoleh kearah sumber suara itu.dilihatnya seorang gadis yang melebar kan senyuman nya.
Zara membuka lagi jendela nya, "iya git..."
"bu...boleh numpang nggak?pacar aku hari ini sedang lembur baru pulang entar jam tujuh malam"
"oh ya..boleh,masuklah ..."
dijalan Zara sedang berkonsentrasi dengan kemudinya, Gita sibuk dengan ponselnya
"bu Zara..."
Zara sekilas menoleh kearah Gita, "iya git...ada apa?"
"bu Zara saling follow sama mas Azka?"
nada keterkejutan dari mulut Gita membuat zara salah tingkah, Zara mencoba menguasai dirinya,dia tak mau Gita menangkap kegugupan nya.
"ahh iya ..."
Gita tersenyum dan hati kecilnya ingin sekali berteriak,
"bu Zara saja tidak follback aku lo..tapi malah follow mas Azka"
"emang nama igemu apa git..entar aku follback"
__ADS_1
"Gita1212 bu.. jangan lupa lo bu...."
"iiyaaaaa...bawel"
"bu..aku mau nanya sesuatu sama bu Zara,"
"nanya apa git...."
"Bu Zara...emmm....apa bu Zara jomblo?"
"hmmm... menurut kamu gimana?" Zara tidak ingin terlihat gugup atau salah tingkah saat ini,dia ingin meladeni pembicaraan Gita.
"untuk sekelas Bu Zara seperti nya ..tidakkk!!!pasti bu Zara sudah punya suami atau punya tunangan .. mungkin?!!!"
Zara berpikir sejenak dengan mencerna pembicaraan Gita itu,apa yang dimaksud sekelas oleh Gita.padahal Zara sama sekali tidak pernah merasa paling atas.
"kalau aku bilang,masih single emang kamu percaya git....!!"
gita menggeleng kan kepalanya, "ya tidak mungkin lah....tapi tidak tau juga siihhh..." gita melirik kearah Zara,dia melihat ekspresi Zara yang terlihat biasa saja,dia ingin sekali mengulik informasi yang ia dapat dari Zara langsung.
Zara tersenyum sumringah, "oia git... besok Sabtu habis kerja bisa tidak kamu nemenin aku ke pesta pernikahan temen ku"
Gita tertawa terbahak-bahak,"Bu Zara ini.... bagaimana bisa kondangan ngajak aku..."
"emang kenapa? tidak boleh?"
"bagaimana kalau bu Zara ngajak mas Azka?"
Zara tiba-tiba mengerem mendadak, kegilaan mana lagi yang timbul dalam dirinya saat ini.mengapa dia sampai harus mengajak orang lain yang baru dikenal nya.laki-laki pula,zara melihat ke arah Gita yang saat ini panik karena ucapan nya Barusan.
.
.
.
happy reading gengs....🤗🤗
IG eunhyeayu90
__ADS_1