
Jonas menghampiri keberadaan azka, dengan langkah pasti dan tegas jonas yang saat ini dilanda frustasi akibat adik satu-satunya yang saat ini sedang membuat masalah besar dengan berpindah keyakinan.jonas mengira bahwa adiknya terpengaruh oleh Azka.
"apa yang membuat mu melangkah sejauh ini??"
Azka terdiam,ia tidak mengerti apa maksud yang dikatakan jonas terhadapnya.
"maksudnya???"
"elo bocah!!!! siapa lagi!!!!"
Azka menghela nafas beratnya,ia tak menyangka jika setelah setahun tak bertemu dengan Kakak dari wanita yang masih mengisi hatinya ini, tetaplah sama.kakaknya tetap memandang dirinya sebelah mata.
"melangkah seperti apa yang kamu maksud???aku dan Zara maksud mu???"
jonas tersenyum smirk,dan memberikan bogem mentah di pipi Azka,sontak Azka yang tampa persiapan apapun terhuyung jatuh menyentuh tanah.
darah segar mengalir dibibir Azka, Azka mengusap,rasa sakit yang teramat membuat dirinya terbawa emosi.
Azka berdiri dan membalas pukulan dari Jonas,jonas pun terhuyung tapi tak jatuh ketanah.bibirnya terluka dan darahnya juga mengalir.
"aku selalu membiarkan dirimu memukulku!!!tapi saat ini,aku akan melawan.... karena aku dan juga Zara sedang tidak memiliki hubungan..."
"kau berani sekali memukulku!!!oke....!!!lalu mengapa sampai Zara melakukan hal bodoh dengan berpindah keyakinannya kalau bukan karena dirimu!!!"
Azka menajamkan matanya,ia tidak mengerti apa maksud dari Berpindah keyakinan apa yang dimaksud.
"keyakinan??? Zara berpindah keyakinan???"
"jadi kamu belum tau??? atau pura-pura tidak tau"
"aku sama sekali tidak tau apa-apa mengenai Zara berpindah keyakinan!!! kita sudah putus setahun yang lalu!!!dan sampai saat ini kita tidak memiliki hubungan spesial apapun!!"
__ADS_1
Jonas kaget akan penuturan dari Azka, kalau bukan Azka yang mempengaruhi adiknya,apakah Zara sendiri yang ingin berpindah keyakinan.apa tujuan adiknya sebenarnya.
"kalau tidak ada yang dibicarakan aku akan pulang..."ucap Azka dengan memungut tasnya yang jatuh di tanah akibat baku hantam dengan Jonas.
"tunggu!!!!" cegah Jonas
Azka menoleh kearah Jonas, "ada apa???"
"jangan beritahu zara tentang kejadian ini..."
Azka tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan jonas perasaannya campur aduk tatkala mendengar zara berpindah keyakinan.apa yang membuat zara sampai melakukan hal itu.
***
jam pulang kantor Zara berjalan dengan lesu, karena ia tak sanggup ketika pulang nanti akan berhadapan dengan kakak nya,tadi siang ia ditelpon oleh Jonas,kalau jonas berada dirumahnya.
"apapun itu aku harus hadapi ... semangat zara!!!!!" ucap Zara menyemangati dirinya.
Zara kembali membuka pintu mobilnya dia terhenti ketika suara yang ia kenal telah memanggil nya.
zara menoleh kearah sumber suara,ia mendelik kaget karena laki-laki yang mengisi relung hatinya sedang berada didepannya sekarang.
Azka melangkah menghampiri Zara,azka memandang wajah Zara, wanita yang di cintanya ini masih tetaplah sama, tetaplah cantik,meski tak dipungkiri dia tampak begitu lelah.
"apa kabar...."
Zara tersenyum kepada Azka, rasanya zara ingin menghambur kedalam pelukan Azka, mengingat sekarang dirinya begitu membutuhkan kekuatan untuk menghadapi keluarganya.
"aku....baik .."
"kamu ada waktu sebentar..."
__ADS_1
Zara mengangguk,ia memang ingin bertemu dengan Azka.
***
saat ini mereka berdua di dalam mobil, mereka tetap sama di parkiran basemen perusahaan Zara.
"ada yang ingin aku bicarakan..."
"katakanlah....,,"
"aku....."
"aku sudah tau....,"
Zara menatap kearah Azka, apa yang diketahui oleh Azka tentang dirinya.
"aku mengetahuinya...aku ingin bertanya...aada apa?? kenapa kamu mengambil jalan nekat ini, apa alasannya??"
"sewaktu di Jogja kemarin,aku banyak sekali mendapatkan hal indah... termasuk dengan suatu yang membuatku damai.apa kamu pernah mendengar jika hidayah itu akan datang tanpa harus ada paksaan?? seperti diriku sekarang...aku mendapatkannya tanpa harus menoleh kepada siapa dan karena apa .. Hidayah adalah terbukanya hati untuk menerima Allah dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran agama.aku meyakininya, dan aku berpedoman dengan agamaku,"
Azka merasa tersentuh dengan perkataan Zara,
"meski mama dan papa selalu mengaitkan dengan dirimu...tapi sebenarnya tidak sama sekali... aku jadi merasa tidak enak dengan dirimu yang selalu menjadi sasaran keluargaku..."
Azka tak menyangka zara memiliki perasaan seperti ini kepadanya, padahal dirinya sama sekali tak keberatan jika dirinya selalu dikaitkan dengan Zara.
.
.
.
__ADS_1
next part..🤗
ig eunhyeayu90