
Zara berjalan menuju Azka yang sedang bertumpu dengan lutut yang menempel di lantai,ia mensejajarkan dengan Azka saat ini.
"pa..ma...ko... maafkan kami berdua...aku dan Azka mengharapkan restu dari kalian."ucap Zara kemudian ia menundukkan kepalanya.
pak Yoseph menghembuskan nafasnya lagi,ia tak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini.
"papa tidak bisa berbicara apa-apa lagi . terserah kalian ,,, sekarang aku serahkan Zara untuk mu..jaga dia baik-baik.bila dirimu tidak mencintainya lagi ataupun sudah tak sanggup bersama dengannya, jangan pernah menyakiti zara,tapi bicaralah kepada ku...aku akan membawanya pulang..."ucap pak Yoseph dengan tegas.
Zara yang menunduk langsung mengarahkan pandangannya ke arah ayahnya, matanya berkaca-kaca,ia mendengar betul ungkapan hati ayahnya itu rasa sayang yang begitu mendalam seorang ayah kepada putrinya sudah sangat jelas terdengar.
"saya berjanji dengan segenap jiwa saya,saya tidak akan pernah menyakiti Zara,,," ucap Azka dengan tegas.
jonas hanya bisa pasrah dengan keadaan,ia juga tidak bisa berbuat apa-apa jika kenyataan nya sudah seperti ini.adiknya sudah resmi menikah,mau bagaimana lagi dua sejoli ini memang sudah ditakdirkan bersama.segala upaya sudah ia lakukan tapi tak mampu memisahkan mereka berdua.
***
di malam harinya Azka saat ini berada dikamar Zara,ia tidur di ranjang bersama Zara dang saling berhadapan.azka membelai pucuk rambut Zara , sesekali ia tersenyum karena ia sepertinya sudah bisa bernafas lega.
"kenapa kamu tersenyum terus...." tanya Zara
"akhirnya..."jawab Azka
"akhirnya apa???" ucap Zara yang lebih mendekatkan diri dan memeluk pinggang suaminya itu.
"akhirnya aku bisa bernafas lega... bisa mendapatkan restu dari kedua orang tuamu... sekarang aku jadi semangat untuk membuka harapan-harapan baru..menata rumah tangga kita dengan indah..."
zara tersenyum dengan penuturan azka,ia tak menyangka Azka akan mengatakan hal seperti itu.
__ADS_1
"apa harapan-harapan itu...apa aku boleh tau??" tanya Zara kemudian
"aku akan membeli rumah dari hasil kerja keras ku sendiri....meski hanya sebatas menyicil tapi aku ingin membawamu ke rumah yang aku beli untuk dirimu dan anak-anak kita kelak..."
"terus ...rumah ini???ini kan rumah ku... rumah kita juga..."
"aaahh.. tidak-tidak...aku tidak bisa tinggal di rumah ini... untuk sementara tidak apa-apa..tapi tidak untuk selamanya..."
Zara sedikit cemberut,ia merasa kerja kerasnya tak ada manfaatnya.
"ini hasil aku menyicil juga...meski uang DP nya dari papa...tapi sampai saat ini aku masih menyicil nya, kalau ujung -ujungnya harus mikir nyicil rumah lagi..kan sayang banget uangnya ka..."
"lo...kan yang nyicil nanti aku ... bukan kamu ra... sebentar.. "Azka menguraikan pelukan nya dan mengambil dompetnya yang ada diatas nakas.
Azka mengambil kartu ATM dan menyerahkan ke tangan Zara.zara menerima nya.ia tampak bengong dengan Azka lakukan.
Zara takjub dengan apa yang dilakukan Azka sekarang,ia menerima kartu ATM sebagai uang belanja dan juga nafkah,dan Azka sama sekali tak meminta bagian.apa yang membuat laki-laki didepannya ini yakin akan perekonomian nya? emang dia mau nyicil rumah baru nanti pakai uang yang mana lagi.batin Zara
"kamu akan mencari pekerjaan sampingan untuk membayar cicilan rumah???"tanya Zara lagi
"tidak....!!!"
"terus... bayar pakai apa . uang darimana??"
"aku kan punya toko oleh-oleh di Jogja ra...kamu ingat kan yang aku pernah bawa kamu untuk membeli bakpia kemarin??meski tak begitu besar...tapi kalau untuk bisa bayar cicilan perbulan dan juga karyawan aku rasa bisa.daannn..aku juga punya toko peralatan sekolah dan juga foto copy... kalau itu, jangan ditanya ya...hasil dari itu akan kuberikan ke ibuku dan untuk biaya kuliah Ana"ucap Azka jujur.
Zara memandang Azka,ia tidak menyangka jika Azka sedetail itu memikirkan masa depannya kelak Zara memeluk kembali suaminya itu.
__ADS_1
"aku menerima mu bukan karena semua itu...aku menerima mu karena aku tulus mencintaimu....dan aku tidak mempermasalahkan itu,,,dan terima kasih...kamu sudah memberikan nafkah ini kepada ku .akan ku gunakan sebaik mungkin..."
"aku juga terima kasih karena kamu menerima ku apa adanya... Oia..apa kamu tahu gaji yang aku peroleh..."
Zara melepaskan pelukannya ia menatap kearah suaminya menelisik,
"bberrappaa...??" tanya zara
" 7-8 juta perbulan...."
Zara mendelik kaget,ia tak menyangka akan mendapatkan uang perbulan hanya segitu dari Azka,ya ..hanya segitu.karena gaji Azka terlampau kecil untuk dirinya yang saat ini sudah dua digit,yakni 40juta perbulan sebagai manager, belum lagi tunjangan-tunjangan lain dan juga bonus yang ia dapatkan.dan ada lagi bisnis kontrakan juga galery butik baju nya.sudah dibayangkan kan berapa penghasilan zara perbulannya.zara menelan Salivanya kasar.ia kemudian tersenyum getir dan mencoba menetralkan hatinya.
"aaahh... tidak apa-apa ..." ucap Zara.
Zara merasa kasian melihat suaminya ini, beban yang dipikulnya begitu berat karena menikah dengannya karena harus bisa membahagiakan dirinya.jadi Zara akan membalasnya dengan ketulusan dan juga legowo apa yang diberikan nya.ia juga berjanji dalam hati tidak akan pernah menyinggung masalah finansial yang nantinya akan diberikan kepadanya.
.
.
adakah yang mengalami seperti ini...gaji istri lebih gede dari suami??🤪yukkk gaskeun like nya yesss..... selamat bermalam minggu.🙆
follow Instagram aku juga ya...
👇👇👇
eunhyeayu90
__ADS_1