TETANGGAKU I LOVE YOU

TETANGGAKU I LOVE YOU
episode 42


__ADS_3

Zara menarik nafasnya perlahan menahan gemuruh hatinya yang tak terbendung,


"kita....kita...kita sebaiknya tidak melanjutkan hubungan ini..."kata Zara dengan menahan air matanya


Azka bahkan bisa membaca isi hati Zara,ada keraguan saat dia pulang dari pertemuan tadi.tak menampik bahwa Zara tidak salah bila ia memilih untuk mempertahankan keyakinan dan adat-istiadat leluhurnya,kalaupun dirinya menjadi Zara, mungkin dia akan melakukan hal yang sama.


"maafkan aku....",ucap zara lagi.


"tidak apa-apa...kamu berhak mempertahankan semuanya,..."ucap Azka dengan hati yang amat berat.


"aku..."


"jagalah kesehatanmu, jangan terlalu banyak menyibukkan diri dalam bekerja, sekali -kali ambillah libur mu.."ucap Azka kemudian.


tangan Azka mengusap pucuk kepala Zara, kebiasaan yang selalu ia lakukan selama ini meski Zara lebih tua tiga tahun darinya,ia menganggap bahwa Zara masih dibawah umurnya.


"sampai jumpa,... hati-hati..."ucap Azka kemudian keluar dari mobil Zara.


Azka melangkah menuju gedung menjulang tinggi didepannya, hatinya tak karuan.putus dengan Zara untuk kedua kalinya membuat hatinya mengeras, ditambah lagi masalah sekarang adalah ******* dari hubungannya tak ada lagi harapan yang akan datang tak ada lagi angan-angan yang tercipta hidup bersama orang yang disayangi nya,


berbeda dengan Azka, Zara yang didalam mobil menangis tersedu-sedu dengan kerasnya, hatinya begitu hancur berkeping-keping, harapan bersama Azka tak lagi ia gapai.sekarang ia harus merelakan cintanya terkubur begitu saja.

__ADS_1


***


satu tahun kemudian setelah perpisahan mereka, Zara kembali mencoba untuk profesional dari segala rutinitas nya,ia mencoba untuk bangkit dari keterpurukan, sekarang ini Zara tinggal bersama Bu Natalia,jonas dan grace sudah kembali ke Pontianak,dan juga ayah Yoseph, sejak kepulangannya dulu ayah Yoseph belum kembali lagi ke Jakarta, karena kesibukan pekerjaannya yang tidak memungkinkan untuk kembali ke Jakarta lagi.bu Natalia akan ke Pontianak sebulan sekali itupun tidak lama hanya tiga hari di sana, karena dia tidak tega melihat Zara tinggal sendiri di Jakarta, berbeda seperti dahulu, Zara yang habis putus cinta dengan Azka, terlihat rapuh,meski Zara sudah menyembunyikannya dari ibunya,tapi hati ibu mana yang tak peka melihat anaknya rapuh seperti itu.


"ci...makanlah... nanti sore apakah kamu sudah pulang bekerja,mama mau ke gereja,apa kamu mau ikut??"tanya bu Natalia


"jam berapa ma..."tanya Zara


"sekitar jam 5 an..."


"sepertinya tidak bisa ma... Zara ada meeting di kantor"


"jangan seperti ini ci... bekerja boleh saja,tapi ingatlah kesehatan mu..."


"Zara tidak apa-apa ma...meski umur Zara sudah 29 tahun Zara masih strong kok .."ucap Zara dengan tersenyum


bu Natalia tersenyum miris,ia tahu Zara sedang tidak baik-baik saja, mungkin tubuh nya tidak merasakannya,tapi hatinya masih belumlah sembuh


"kamu ini masih saja mengajak bercanda mama...anak mama sudah dewasa...apa kamu tidak memiliki seseorang yang ingin kamu kenalkan kepada mama??" tanya bu Natalia mencoba menggali isi hati anaknya


Zara tersenyum,"mana mungkin Zara memiliki seseorang ma.... Zara tidak sempat memikirkan hal seperti itu,meski butik yang handel mbak reni, Zara setiap hari disibukkan dengan laporan penjualan, terus kontrakan, yang handel mang Ujang, setiap bulannya Zara harus mengecek pembukuan pengeluaran dan pengelolaan.di kantor Zara harus mengerjakan proyek-proyek besar yang banyak memakan waktu.jadi Zara tidak memikirkan hal itu ma...."jelas Zara

__ADS_1


"apa kamu masih belum bisa melupakannya???"tanya Bu Natalia


Zara kaget dengan pertanyaan sang Mama,ini sudah setahun lamanya ia mencoba menutup hatinya agar tidak seorang pun tahu bahwa dirinya masih sangat merindukan Azka.tapi dalam hitungan menit ibunya sanggup menebak isi hatinya, apakah dirinya begitu kentara telah merindukan seseorang.


"maksud mama apa ma.... merindukan siapa?? ahhh ...mama jangan terlalu banyak nonton TV ah.." ucap Zara mengalihkan pembicaraan


"kamu tidak bisa bohong kepada mama ci...mama tahu kalau kamu selama ini menderita karena harus memendam perasaan terhadapnya..."


Zara menatap ibunya,ia tidak bisa mengelak lagi jika ibunya berkata demikian,


"mama benar...."ucap Zara dengan mata yang membendung


"Zara.... memang belum bisa melupakannya..."


.


.


happy reading gengs....yukkk gaskeun jempolnya ya ..❤️💗💓💙


ig eunhyeayu90

__ADS_1


__ADS_2