
suasana hening mengisi ruang inap VVIP yang dihuni oleh Zara, tidak ada satupun bersuara, Zara yang saat ini menangis didekapan Azka hanya terisak-isak menahan emosi jiwanya.
Gita dan Reza masuk dalam ruangan itu, Gita kaget melihat banyaknya orang yang berada diruangan itu, apalagi dengan melihat Zara yang menagis didalam dekapan Azka.
"Bu Zara..."ucap Gita lalu menghampiri zara dan Azka
Zara tak melepaskan dekapannya dari Azka,ia tidak bisa menghadapi Gita yang telah memanggilnya,ia tak mau terlihat lemah di hadapan Gita,ia begitu malu.
"sebaiknya kalian semua tunggu diluar dulu dari ruangan ini,aku akan menemui kalian setelah zara tenang"ucap Azka sambil memandang satu persatu orang yang berada dalam ruangan itu
semua orang telah keluar dari ruangan itu menyisakan Zara dam juga Azka.
"apa mereka itu..."
Zara menganggukan kepalanya, tanpa melepaskan tangannya dari tubuh Azka.
Azka menghela nafasnya berat, begitu rumit masalah yang dihadapi zara wanita yang sangat ia cintai ini.
"tenanglah...aku akan berbicara kepada mereka, sekarang tenangkan dirimu.dan istirahat lah..."
Zara melepaskan tangannya dari tubuh azka,ia mengadahkan pandangannya ke Azka, laki-laki yang saat ini menjadi mantan nya begitu baik dan perhatian kepadanya, begitu bodoh nya ia sempat menyia-nyiakannya.
"terimakasih"ucap Zara dengan mata yang masih dipenuhi air mata.
tanpa membalas ucapan dari Zara Azka pun melangkah pergi meninggalkan Zara.
***
diluar Azka menemui Justin dan juga Karla, tampak penasaran apa yang akan dilakukan oleh pemuda didepannya ini dan siapa kah dia.batin Justin.
"apa yang kalian inginkan dari Zara"ucap Azka sarkastik
"aku hanya perlu dia memaafkan ku...",jawab Justin tak kalah dingin.
Azka tersenyum kecut, hanya permintaan maaf yang dilontarkannya membuat Azka terasa geli mendengar nya.
"cuman itu??", tanya azka lagi
__ADS_1
"ya!!!!"ucap Karla menyahuti
"apa kalian pikir apa yang dialami Zara tidak berdampak dengan psikis nya?apa kalian pikir dia tidak trauma tentang perlakuanmu dimasa lalu?"
karla tersenyum mengejek,"apa hanya Zara yang menjadi korban?? Justin juga korban disini!!!dia melakukannya atas dasar suka sama suka!!apa kamu tau, mereka sempat menjalani cinta monyet? untuk yang lainnya mereka lah yang penjahat sesungguhnya!!" ucap Karla menusuk hati Azka.
Azka mengepalkan tangannya,ia merasa perkataan wanita didepan nya ini benar-benar tajam.untung saja Zara tak mendengar nya.
"aku tidak ingin kalian disini lagi,aku harap kalian jangan menemuinya lagi.zara sekarang sedang tidak baik-baik saja jadi aku harap jaga ucapan kalian!!"ucap Azka mengakhiri perdebatan antara dirinya dan dua orang didepannya ini.azka kemudian masuk kembali kedalam kamar rawat inap Zara.
Justin dan karla terdiam dengan ucapan Azka,karla kemudian menoleh sekilas kearah suaminya kemudian dengan hati yang kesal ia melangkah pergi meninggalkan Justin.ia sangat kesal dengan perilaku Justin dimasa lalu yang membuat dirinya melontarkan kata-kata jahat yang tak pernah ia lontarkan.
Justin menghela nafasnya berat,ia memang begitu tak berdaya jika mengingat masa lalunya, kedua orang tuanya juga begitu kecewa saat dulu ia tersandung kasus seperti itu.justin tak menampik jika dirinya dulu terlibat cinta monyet terhadap adik kelasnya yaitu Zara,saat penawaran dari seorang oknum guru membuat dirinya tergiur untuk melakukan hal keji terhadap Zara.mengingat itu Justin sangat lah menyesal.
***
disaat malam harinya Zara yang sekarang ditemani oleh Gita hanya bisa pasrah menunggu kedatangan Azka, sejak tadi pagi setelah Azka meninggalkan nya untuk menemui Justin dan juga Karla,ia tak melihat lagi keberadaan Azka.
"bu Zara ini apelnya sudah aku kupasin ... cepat dimakan bu..."ucap gita dengan menyodorkan piring yang berisikan buah apel itu.
"terimakasih git..."ucap Zara.
"pekerjaan mu sudah menggunung, jangan membuat alasan untuk tidak ke kantor!!!"
Gita mengerucut kan bibirnya, padahal ia ingin sekali bolos Bekerja.
"apa kamu tau keberadaan Azka... kenapa dari tadi aku tidak melihat nya?"
"mas Azka pulang dengan ana tadi setelah berbicara dengan teman bu Zara tadi,emmm... sebelumnya aku minta maaf bu.. banyak sekali penasaran dalam pikiran aku bu.. masalah hubungan Bu Zara dan juga mas Azka,dan juga masalah dengan dua teman ibu tadi pagi.apa Bu Zara berkenan untuk berbagi cerita dengan ku?"
"apa Azka tidak mengatakan sesuatu kepada mu?"
"hmmm... sedikit "jawab gita
"Azka bercerita apa?", tanya Zara kembali
"mas Azka tak bercerita yang aneh-aneh bu, cuman dalam bis kita....lagi ngomongin tas branded yang diterima ibunya mas Azka,ehh ketahuan deh kalau tas itu dari Bu Zara kaaaannn??"goda Gita terhadap Zara
__ADS_1
Zara menghela nafasnya untuk mengatur kegugupan nya.
"daaann jugaaa.. Bu Zara...emmm gak enak nih ngomongin nya??" ucap Gita dengan pipinya yang sudah merona
"apa gitttt!!!!"ucap Zara dengan mengeram jengkel dengan ledekan gita
"Bu Zara yang tidur dikamar nya mas Azka...!!!" ucap Gita dengan pipi yang semakin merona ditambah lagi senyum nya yang begitu lebar
Zara memejamkan matanya terasa ingin ia menutup kepala nya dengan selimutnya saat ini.gita benar -benar memikirkan hal-hal aneh tentang itu, padahal dia sama sekali tak melakukan itu dengan Azka.
"itu tidak ada ya dalam pikiran mu.. tidak terjadi apapun!!!aku sama Azka tidak melakukan itu!!!itu sebelum kami memiliki hubungan!!"ucap Zara dengan tegas
gita shock dengan pengakuan Zara,"jadiiii Bu Zara.... sekarang sudah memiliki hubungan dengan mas Azka??"
Zara merutuki kebodohan nya, kenapa ia tak menganalisis ucapan nya tadi, hanya karena jengkel dengan godaan gita dia tak sengaja berkata jujur seperti itu.
"kita sama sekali tidak memiliki hubungan seperti itu!!!!"
Zara dan juga gita menoleh kearah sumber suara, mereka melihat Azka melangkah menghampiri.
"git...kita tidak memiliki hubungan seperti itu.mana mungkin Bu Zara mau dengan ku yang hanya butiran debu seperti ku" ucap Azka.
Zara kaget dengan penuturan Azka,kini Azka berbalik tak mengakui hubungan yang pernah dijalani.
"ooohh ...jadi semua salah paham ya...."ucap gita jadi salah tingkah
"iya...,aku hanya kesini ingin memberikan ini kepada mu.... titipan dari Reza" ucap Azka dengan memberikan bungkusan makanan.
"waaahhh makasih mas Azka sudah nganterin....",ucap gita yang langsung menuju sofa dan membuka makanan nya
Zara dan Azka kemudian saling memandang,tak ada yang bersuara, mereka tampak memiliki pandangan yang berbeda, Zara yang amat kecewa dengan balasan dari Azka,dan Azka yang begitu ingin melumpuhkan perasaan nya terhadap Zara.
.
.
hallo gengs ... udah lama tak up,addduuhhh jadi kangen sama readerskuuu...🤠lagi-lagi karena kesibukan gengs..tapi tetep aku usahain novel ini pasti bisa up kok🤗
__ADS_1
saranghae gengs....gomawo 키스하다
ig eunhyeayu90