
dua bulan berlalu, keadaan juga kembali seperti semula, Azka tetap tinggal dirumah Zara.karena Azka masih belum menemukan rumah yang cocok untuk dibelinya, mungkin alasannya ya pasti ingin mencari angsuran yang lebih ringan.
keadaan kehamilan Zara pun kian membesar dan menginjak 6 bulan,tapi zara masih belum memutuskan untuk mengambil cutinya karena perusahaan masih membutuhkan dirinya karena target pengerjaan proyek besarnya belum selesai.
diruang makan,
"kapan kamu mengambil cuti mu ci... kehamilan mu kian membesar...apa tidak sebaiknya segera mengurus cuti hamil mu..."ucap Bu Natalia
"belum bisa ma....aku sudah mengajukan kok,tapi untuk saat-saat ini sepertinya tidak bisa di ACC, karena dalam proyek ini zara sangat bertanggung jawab penuh,"
"mama tidak tega melihat mu bekerja dengan kondisi hamil besar seperti itu..."
Azka terdiam,ia merasa tidak bisa menjaga zara dengan baik.
"ma... Zara tidak apa-apa ..proyek ini kan sudah berjalan sebelum Zara hamil... jadi Zara harus menyelesaikan nya segera mungkin agar Zara bisa cuti dengan tenang..." ucap Zara sambil menunjukkan senyum lebarnya.
setelah melakukan sarapan Zara dan juga Azka bergegas pergi ke tempat kerja masing-masing, Azka membukakan pintu mobilnya untuk Zara, kemudian menutup nya kembali setelah mereka masuk.
bu Natalia terburu-buru menghampiri mobil yang akan dikendarai oleh Azka.
"tunggu..."
Zara membuka pintu kaca mobilnya, "iya ma..."
"kalian ini ... melupakan makan siang kalian,ini buat kamu ci... yang satunya buat Azka..."
Zara tersenyum,ia merasa beruntung karena ibunya tidak pernah membedakan Azka dengan dirinya.sepertinya ibunya memang bisa menerima Azka sekarang.sudah dua bulan terakhir ketika Azka tinggal bersama di rumah ini, ibunya selalu membuat bekal juga untuk dibawa Azka bekerja.
"terimakasih ma..."ucap Zara
"terimakasih kasih banyak ma...",imbuh Azka terharu.azka selalu terharu akan setiap perlakuan manis oleh mertuanya satu ini perlakuan sederhana tapi itu sangat berarti untuk nya.itu yang membuat Azka semakin ingin membahagiakan lagi Zara.
__ADS_1
"kalian hati-hati ya.... setelah pulang bekerja cepat pulang kerumah jangan mampir-mampir,..." ucap bu Natalia lagi.
Azka dan juga zara menanggapinya dengan mengangguk dan tersenyum.
***
jam makan siang datang Azka membuka bekal kotak makan siangnya,ia melihat menu nasi merah,grill salmon dengan tumis sayuran wortel, brokoli dan juga udang.azka kemudian memakannya dengan lahap.ponselnya tiba-tiba berbunyi, Azka kemudian mengangkat telepon itu,
"halo....iya ...oke aku akan segera keluar..." ucap Azka kemudian menutup kembali ponselnya,ia melirik makanan nya yang belum selesai ia habiskan.ia menutup nya kembali dan segera keluar untuk menemui seseorang.
disebuah cafe didepan perusahaan Azka bekerja,saat ini Azka berhadapan dengan Jonas.tatapan mereka beradu dengan sangat serius.
"pakailah ini.... untuk uang DP rumah kalian..." ucap Jonas dengan menyodorkan sebuah amplop coklat yang begitu tebal berisi.
Azka melirik sekilas dan memandang lagi kearah Jonas dengan menelisik,apa yang dimaksud oleh jonas saat ini,apa dia berniat untuk merendahkan dirinya, karena sampai saat ini dirinya belum kesampaian untuk membeli rumah untuk Zara.
"terimakasih...tapi,aku tidak bisa menerima nya..."
"tapi ...aku tidak bisa,aku ingin membeli rumah itu murni dari hasil kerja keras ku..."tukas Azka lagi.
"apa aku harus mengemis agar kamu mau menerima ini...aku hanya ingin memberikan hadiah pernikahan untuk kalian..."
Azka menimang lagi ucapan Jonas,kakak laki-laki Zara ini memang sangat tajam kalau berbicara, kadang kalau memang tak tahu kebiasaannya, mereka akan mengira jika Jonas adalah orang yang sangat menyebalkan.
"akan aku terima...tapi aku akan memberikan ini kepada Zara,biar Zara yang akan mengatur uang ini kedepannya..."
jonas tersenyum puas, karena berhasil membuat Azka menerima uang itu.tidak ada ekspresi sinisnya lagi saat Azka menerima uang itu jonas hanya bangga jika ia bisa memberikan uang itu untuk hadiah pernikahan mereka.
dikamar, Azka sedang berbaring di ranjang mengobrol Dengan Zara yang saat ini masih sibuk menyisir rambut panjang nya,.
"ka ....koko beneran tidak berbicara apa-apa tentang uang itu lagi..."tanya Zara
__ADS_1
"tidak...dia hanya memberikan itu dan mengatakan sebagai hadiah pernikahan... sebelum nya kakakmu menyuruh uang ini untuk DP rumah kita,tapi aku tidak menyetujui nya.. "
zara bangkit dan menghampiri Azka dan memeluknya dengan lembut , "aku sangat bersyukur memiliki suami seperti mu... tetap dalam pendirian..."
Azka mengendurkan pelukannya dan tersenyum, "aku sangat menyukai saat-saat seperti ini....Bao-bao pasti ingin bertemu papanya sekarang..." ucap Azka dengan senyum smirk nya.
zara merona kedua pipinya,ia geli mendengar ucapan Azka terhadapnya.
"kenapa setiap hari bertemu terus....",ucap cemberut zara
"yaaa... karena ingin menjalin keakraban antara papa dan anaknya,..."
Zara mencubit gemas hidung Azka, "iihhhhh...kamu ya... sudah bisa cari-cari alasan..."
Azka tersenyum menggoda,ia kemudian menidurkan Zara dan kemudian mengukungnya, " aku tidak sedang mencari alasan....aku benar-benar ingin melakukannya setiap hari,aku menyukai itu...."
Zara semakin dibuat malu dengan kalimat mesum sang suami.
"kenapa??apa hanya aku yang dominan disini??" tanya Azka
"bukan seperti itu...kamu saja terlalu brutal...aku kan sedang hamil besar..."
"baiklah....aku akan melakukannya dengan sangaaaaaaaaatttt pelan...agar kamu bisa menikmatinya..."
Zara semakin dibuat malu dengan ucapan Azka,ia hanya bisa menutup matanya karena tak sanggup melihat ekspresi Azka yang sudah sangat terlihat lapar.
.
.
🤪🤠no comment dehh... geli sendiri sama pasangan BuCin😅😅
__ADS_1
ig eunhyeayu90