The Darkness King Return

The Darkness King Return
Pertarungan Kejuaraan.


__ADS_3

[Penjara Collosium]


Terlihat Leon sedang berbincang bersama Klain dengan serius.


"Apa itu bisa dilakukan Tuan.?" Tanya Leon.


"Leon, aku akan mengusahakannya." Jawab Klain.


"Em. Sepertinya aku masih ingin disini lebih lama Tuan. Aku ingin berlatih dengan mereka yang ada di arena." Kata Leon.


"Baiklah, aku akan memikirkan cara untuk kabur dari sini. Kau juga harus bersiap-siap Leon." Kata Klain.


"Baiklah Tuan, mohon bantuannya. Lalu Tuan, siapa namamu.? aku masih belum tau namamu." Tanya Leon


"Ah, Sebelumnya aku masih belum mengenalkan diriku. Perkenalkan namaku adalah Klain. Aku mempunyai putra bernama Kibo Klain, dan seorang putri bernama Rara Klain." Kata Klain.


"Hoo Klain kah. Salam kenal Tuan Klain. Apa anakmu ada di kerajaan Norland.?" Tanya Leon.


"Em, aku menitipkannya pada temanku. Aku sudah meninggalkan mereka selama 3 tahun ini. Aku harap mereka baik-baik saja." Jawab Klain dengan merenung.


"Hee. 3 tahun.? Apa kau disini selama itu Tuan.?" Tanya Leon terkejut.


"Tidak, aku ada di sini sekitar 1 tahun yang lalu. Dan sebelumnya aku pergi ke medan perang selama 2 tahun." Jawab Klain.


"Kenapa dunia ini suka sekali berperang Tuan.?" Tanya Leon dengan merenung.


"Aku juga ingin tau Leon. Kenapa para penguasa suka berperang. Mungkin para Raja sangat serakah, tapi ada juga yang berjuang mempertahankan wilayahnya." Jawab Klain.


"Semua orang akan mati jika pergi berperang." Kata Leon dengan merenung.


"Hem, itu sudah menjadi kewajiban semua orang yang hidup di Terra. Kau harus tau itu Leon." Kata Klain.


"Eem." Suara Leon dengan merenung.


...


6 bulan kemudian.


BREDOOM, DUAAAAR. Suara pertarungan diatas arena collosium.


"Huh, huh, kenapa bocah itu sangat kuat." Kata petarung collosium dengan terengah-engah.


"HOAAA." Teriakan Leon sambil menyerang dengan tangan kosong.


"Hee.?" Suara petarung itu dengan terkejut melihat Leon yang tiba-tiba menyerang.


DROOMRR. Suara pukulan Leon yang mengenai kepala lawannya.


"Aaarrgh." Suara petarung itu dengan kesakitan, lalu tubuhnya terpental jauh kebelakang dan tergeletak di tanah, ia pun langsung pinsan sana.


"PERTANDINGAN SELESAI, DAN PEMENANGNYA ADALAH, LEEEOOOON." Suara komentator penuh semangat.


Bahkan para penonton menyorakinya dengan meriah. Leon sudah menjadi salah satu idola petarung terkuat di collosium.


"LEEOOON, LEEEOON, LEEOON." Teriak para penonton dengan meriah.


"Hem, ini sudah 92 kali kemenanganku. Dan aku semakin kuat." Kata Leon sambil berjalan masuk kedalam collosium.


"Seperti biasa, kau tidak mendapatkan jatah makan." Kata shipir didalam collosium.


"Aku tidak membutuhkan makananmu." Kata Leon sambil berjalan ke selnya.


...


1 tahun kemudian. Umur Leon 9 tahun.


"Leon, ular-ular disini sudah hampir punah, kau tidak bisa selamanya makan ular-ular itu." Kata Klain.


"Aku harus bagaimana Tuan Klain.?" Tanya Leon.


"Bunuhlah musuhmu diatas sana. Dan kau akan mendapatkan makanan." Jawab klain.


"Aku tidak ingin membunuh orang-orang itu Tuan." Kata Leon.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan jika tidak ada ular lagi disini.?" Tanya Klain.


"Aku sendiri tidak tau." Kata Leon sambil berfikir.


"Haah. Bahkan aku sendiri tidak punya makanan yang cukup, mereka semua sangat serakah. Kita dijadikan ladang uang untuk mereka, tapi mereka tidak memberikan makanan yang layak." Kata Klain dengan kesal.

__ADS_1


"Ah, itu benar Tuan, mereka tidak adil." Kata Leon.


...


2 tahun kemudian. Umur Leon 10 tahun.


Terlihat, puluhan ribu orang sedang berbaris didepan loket collosium untuk membeli tiket pertandingan.


"Aku sudah tidak sabar melihat Leoon. Ini sudah ke 30 kalinya aku melihatnya bertarung. Hahaha." Kata penonton.


"Ah, aku sendiri sampai tidak makan seharian hanya untuk mengantri disini." Kata penonton lainnya.


"Dia benar-benar sudah menjadi idola semua orang. Bahkan aku sudah merinding mendengar namanya." Kata pononton lainnya.


...


Diruang VIP Ccollosium.


"Mana bocah yang kau ceritakan padaku Dellon.?" Tanya Panglima perang bernama Kris.


"Tuan Kris, sebentar lagi dia akan masuk kedalam arena. Mohon tunggulah sebentar." Jawab Dellon sambil berdiri di belakang kursi milim Kris.


"Ini kali kedua aku ke tempat ini selama hidupku. Jangan sampai kau mengecewakanku." Kata Kris dengan serius.


"Tuan, anda akan terkejut setelah melihatnya." Kata Dellon.


"Hem." Suara Kris sambil memejamkan matanya.


"Aku bahkan baru pertama kali kesini Kris." Kata Tuan Putri kerajaan Aldebaren bernama Vera. Dia adalah putri ke 5 dari Raja Philip, dan dia seumuran dengan Leon.


"Ah, Tuan Putri, sebenarnya tidak bagus Anda disini. Aku akan di marahi oleh Yanf Mulia jika Beliau mengetahuinya." Kata Kris.


"Hihihi, tidak perlu takut Kris, aku hanya ingin melihat seorang anak seumuran denganku yang bertarung disini." Kata Vera.


"Tapi ini bukan tontonan untuk Anda Tuan Putri." Kata Kris.


"Tidak apa-apa Kris. Aku mendengar kalau anak itu tidak pernah membunuh lawanya. Jadi aku tidak akan melihat seseorang yang terbunuh." Kata Vera sambil tersenyum.


"Anda memaksakan diri Tuan Putri." Kata Kris.


"Kau tau Kris, semua bangsawan di istana selalu membicarakannya, bahkan teman-temanku di akademi selalu bergosip tentangnya. Aku sangat penasaran dengannya." Kata Vera dengan tersenyum senang.


...


Di dalam sel penjara


"Bagaimana Tuan.?" Tanya Leon.


"Ini masih sangat jauh untuk merancang jalur pelarian." Jawab Klain sambil mengambar peta collosium di bajunya.


"Kau butuh berapa lama lagi Tuan.? Bahkan aku sudah memenangkan 536 kali pertarungan disini." Kata Leon serius.


"Hem, kau bahkan hampir bertarung setiap hari Leon, dan selama itu kau tidak pernah mendapatkan makanan." Kata Klain.


"Aku masih bisa menahannya Tuan. Aku akan menghemat persediaan ular disini." Kata Leon.


"Hem, aku sangat menyesal tidak bisa membawamu pergi dari sini Leon. Kau seharusnya bermain dengan teman-temanmu." Kata Klain.


"Tidak perlu Tuan. Aku sudah terbiasa dengan kondisi ini." Saut Leon.


Tiba-tiba shipir datang ke sel Leon.


"Waktumu bertarung nak." Kata shipir sambil membuka pintu sel.


"Bolehkan aku meminta minum Tuan.?" Tanya Leon.


"Apa yang kau katakan.?" Kata shipir dengan kesal.


"Aku sudah hidup disini selama 2 tahun, tapi kau tidak pernah memberikanku makanan atau minum. Kau bahkan sudah meraup banyak uang dariku. Apa kau tidak bisa memberiku segelas minuman.?" Kata Leon dengan tatapan penuh ancaman.


"Petaruran tetaplah peraturan. Apa kau menantangku.?" Tanya shipir.


"Aku bahkan ingin membunuhmu." Kata Leon sambil mengeluarkan aura kegelapan dari matanya.


"Haa.?" Suara shipir yang ketakutan, bahkan tubuhnya mulai gemetar.


"Leoon cukup. Jangan buat keributan. Ambilah ini." Kata Klain sambil melemparkan sebotol minuman.


"Aku tidak ingin meminum air darimu Tuan. Kita sendiri sudah hidup menderita disini, sebaiknya kau simpan saja." Kata Leon sambil berjalan melewati shipir disana.

__ADS_1


"Haa, aa. Gleeg." Kata shipir sambil melihat Leon berjalan.


"Kau sebaiknya tidak menyingungnya Tuan." Kata Klain kepada shipir dengan tersenyum.


"Diam kau." Kata Shipir sambil berlajan mengikuti Leon.


"Hem, semoga kau bisa menahan emosimu Leon. Rencana ini bisa hancur jika kau mengamuk disini." Kata Klain dalam hati.


...


Diarena Collosium.


"Para hadirin sekalian. Inilah saat yang kita tunggu-tunggu. Pertarungan berdarah untuk memperebutkan gelar petarung terkuat di Colosium, penyandang gelar King Warrior yang diberikan selama 2 tahun sekali." Kata komentator.


"HOAAAAAA." Teriakan para penonton.


"Dan inilah, penyandang gelar King Warrior. Pemenang kejuaraan 2 tahun yang lalu. Tiger Horlan." Teriak komentator.


"HOAAA. TIGEEER, TIGEEER." Teriak penonton dengan meriah.


"HeheHAHAHAHA. Aku akan mempertahankan gelar ini." Kata Tiger sambil memasuki arena bersama dengan 20 orang pengikutnya.


...


"Hee.? Apa itu diperbolehkan Kris.? Dia membawa orang lain memasuki arena." Tanya Vera dengan terkejut.


"Peraturan disini sangat ketat Tuan Putri, dan yang membuat aturan itu adalah Yang Mulia sendiri." Jawab Kris.


"Heem.?" Suara Vera yang masih bingung.


"Tuan Putri, ini adalah pertandingan kejuaraan. Siapapun yang menjadi kandidat, diperbolehkan membawa beberpa orang untuk membantunya." Kata Dellon.


"Apa Leon akan membawa orang juga.?" Tanya Vera.


"Ah, ituu." Jawab Dellon yang tidak bisa menjawab.


"Sebaiknya kita lihat saja Tuan Putri." Kata Kris.


...


"Dan kandidat yang akan melawannya adalah LEEOOOON." Teriak komentator.


"HOOOAAAAAA." Terikan para penonton yang lebih meriah.


"Ini membuatku pusing mendengar teriakan mereka semua." Kata Tiger dengan sangat kesal.


Leon pun masuk kedalam arena dengan santai.


"Hee.? Kenapa ada banyak orang didalam arena.?" Tanya Leon yang terkejut.


"Kau akan melawan mereka semua." Kata shipir didalam colosium.


"HAAAA.? Ini tidak adil." Kata Leon dengan panik.


"Hehe, apa kau takut.?" Tanya shipir dengan tersenyum licik.


"Heeem." Kata Leon sambil memejamkan matanya.


...


"Heee. Itukah Leon yang dibicarakan orang-orang.? Dia terlihat sangat gagah dan tampan. Hihihi." Kata Vera dengan tersenyum.


"Dia adalah anak yang berbakat Tuan Putri." Kata Dellon.


"Tapi dia masuk seorang diri. Apa tidak orang yang mau membantunya.?" Tanya Vera penasaran.


"Sepertinya dia tidak punya teman di penjara Tuan Putri." Jawab Dellon.


"Hem. Ini benar-benar tidak adil." Kata Vera sambil menyilangkan tangannya.


"Kita tidak bisa apa-apa disini Tuan Putri, tolong jaga sikap Anda." Kata Kris.


"Hem." Suara Vera yang kesal.


...


"Aku hanya perlu mengalahkan mereka semua." Kata Leon sambil mengambil tombak di bawahnya.


.

__ADS_1


__ADS_2