
[Didalam Gua]
Setelah kepergian Klain dari gua tempat latihan, Leon melanjutkan latihannya di dalam sana. Dia berlatih dengan sangat keras setiap hari.
Sesekali dia memasuki ruang kosong didalam tubuhnya dan memahami bintang-bintang yang ada di dalam sana.
"Dari mana energi alam ini berasal. Apa energi ini berasal dari tempat ini.?" Kata Leon yang mencoba memahami bintang-bintang yang ada didalam tubuhnya.
"Ah, aku benar-benar tidak tau tentang ini. Ini sangat sulit untuk memahaminya." Kata Leon dengan kebingungan.
...
1 tahun berlalu. Leon masih berlatih dengan sangat keras didalam gua, bahkan kekuatannya semakin kuat setiap harinya.
"Pedang ini benar-benar sangat hebat, tidak kusangka, pedang ini juga bisa menyerap energi alam." Kata Leon sambil berlatih pedang.
Setiap hari, Leon mempelajari kekuatan yang ada didalam tubuhnya, dan sedikit demi sedikit, dia memahami cara kerja kekuatan itu.
"Aku semakin kuat sekarang. Kekuatan ini benar-benar sangat menakutkan." Kata Leon sambil berlatih pedang.
...
1 Tahun berlalu. Usia Leon sudah 16 tahun.
SWOOSH, WOOSH, SRAAK, SWOOS. Suara pedang Leon yang di hembaskan terus menerus.
"Huh, huh, aku benar-benar sudah mengusai kekuatan ini. Ternyata ruang kosong itu adalah wadah energi alam." Kata Leon yang berhenti berlatih dengan terengah-engah.
"Sudah berapa lama aku disini. Mungkin ini saatnya aku pergi keluar." Kata Leon sambil duduk dan meminum air sungai.
"Aku bahkan tidak keluar gua sama sekali. Ular-ular disini sangat banyak, jadi aku tidak perlu khawatir dengan makanan. Kadang ada juga rusa yang masuk kesini. Hehehe." Kata Leon sambil berjalan keluar dari gua.
Sudah 2 tahun lamanya setelah kepergian Klain, Leon baru keluar dari gua itu. Rambutnya juga tumbuh dengan panjang.
"Hoaaahh. Udara disini sangat segar. Sebaiknya aku mengunjungi makam ibu dan lainnya." Kata Leon sambil berjalan kearah makam.
...
Dimakam para leluhur.
"Hem, bahkan disini tidak ada jejak orang yang datang. Apa orang-orang menghindari tempat ini.?" Kata Leon sambil berjalan.
"Sebaiknya seperti ini, aku tidak mau ada orang yang mengacau di tempat ini." Kata Leon.
Ia pun sampai didepan makam keluarganya. Dan Leon berlutut disana sambil menaruh pedang di sampingnya.
"Kakek, Ibu, Simon. Aku akan pergi dari desa ini. Mungkin aku akan pergi sangat lama." Kata Leon yang berlutut didepan makam keluarganya.
Lalu, ia pun berdiri dari sana dan membersihkan makam mereka.
"Aku akan membuat pelindung Magis diseluruh desa, jadi kalian tenang saja, tidak akan ada orang yang bisa memasuki tempat terlarang ini." Kata Leon sambil berdiri di depan makam Kakeknya.
"Cepat atau lambat, aku akan menemui kalian lagi. Sampai jumpa Kakek, Ibu, Simon." Kata Leon sambil berjalan ke arah gua.
Lalu, terlihat bayangan arwah Violen, Eden dan Simon. Mereka semua melihat Leon berjalan menjauh dari sana dengan tersenyum.
Beberapa menit kemudian, Leon sudah membereskan beberapa perlengkapan untuk dibawa dalam perjalanan. Bahkan ia masih memakai pakaian yang sama sejak 2 tahun terakhir.
Pakaian yang dikenakan itu adalah pemberian dari Klain yang dicurinya dari lawan bertarungannya di Colosium.
"Pakaian ini sudah lusuh sekali. Hem. Baiklah Klain, aku akan pergi menemuimu." Kata Leon sambil berlajan keluar dari gua.
Lalu, ia mengangkat pedangnya kelangit, dan keluarlah cahaya dari pedangnya itu yang mengarah keatas langit.
__ADS_1
Sebuah pelindung Magis yang kuat menyelimuti seluruh desa Ellora, bahkan pelindung itu hampir tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Lalu Leon pun pergi keluar dari desanya.
"Sampai jumpa lagi desa Ellora. Aku akan kembali lagi secepatnya." Kata Leon sambil melihat desanya dari luar pelindung Magis. Dan ia pun berjalan menjauh dari sana.
"Saatnya petualanganku dimulai." Kata Leon dengan semangat.
...
[Akademi Rostem]
Akademi Rostem, adalah Akademi paling populer diseluruh benua Wisdom. Akademi itu di bangun dengan sangat megah dan sangat luas sekali, bahkan Akademi itu bisa menampung hingga 30 ribu siswa dan siswi yang belajar disana.
Namun, tidak semua siswa atau siswi bisa mendaftar kesana. Akademi Rostem tidak menerima murid dari kerajaan musuh, karena aturan kerajaan Norland yang tidak memperbolehkannya.
Dari 35 kerajaan yang ada di benua wisdom, hanya 12 kerajaan diantaranya yang diperbolehkan untuk mendaftarkan rakyatnya untuk masuk ke Akademi Rostem.
Akademi Rostem bisa terkenal karena sistem pendidikannya yang sangat bagus, dan lulusannya bisa menguasai minimal kekuatan Aura tingkat menengah dan kekutan Magis tingkat Grandmaster.
...
Diruang Direktur Akademi Rostem.
Terlihat, Klain sedang berbincang-bincang dengan Direktur Akademi bernama Henry Riberyon dari keluarga bangsawan Riberyon.
"Hahaha. Apa itu benar.?" Tanya Klain dengan tertawa.
"Hahaha. Itu benar Klain, dia keluar dari sana tanpa celana. Itu membuatku sangat terkejut." Kata Henry.
"Anak itu benar-benar bodoh." Kata Klain dengan tertawa.
"Hahaha, dia seperti ayahnya, sama bodohnya." Kata Henry.
"Hem, setidaknya dia sudah tumbuh dengan baik di tanganmu Henry." Kata Klain dengan tersenyum.
"Ah, aku belajar sangat banyak saat masih berada di Aldebaren bersama anak itu." Kata Klain.
"Apa anak itu akan kesini Klain.?" Tanya Henry.
"Aku tidak tau, Leon punya masalahnya sendiri. Aku harap dia akan kesini, tapi ini sudah 2 tahun aku tidak mendapatkan kabar darinya." Jawab Klain.
"Aku sangat penasaran dengan anak itu. Apa dia bisa mengajariku mencapai tingkat Legend sepertimu Klain.? Bahkan dengan umurku sekarang, aku masih berada di tingkat Prime bintang 5." Kata Henry.
"Kau jangan merendahkan dirimu sendiri. Kau adalah Direktur Akademi Rostem, tunjukan sikapmu sebagai Direktur." Kata Klain.
"Hee.? Apa itu perlu aku lakukan didepanmu.?" Tanya Henry.
"Haaah(menghela nafas). Bahkan minggu lalu aku diberikan gelar oleh Yang Mulia sebagai Kesatria Langit." Jawab Klain.
"Itu adalah gelar yang pantas untukmu Klain. Dengan tingkat kekuatanmu sekarang, kau sudah setara dengan Tuan Eden saat masih muda. Bahkan kau sudah pantas ditakuti oleh semua orang di benua Wisdom." Kata Henry.
"Em, Aku masih tidak pantas disandingkan dengannya. Apalagi dengan cucu Tuan Eden." Kata Klain.
"Apa dia sekuat itu Klain.?" Tanya Henry.
"Henry. Apa kau bisa membentuk energi alam menjadi sebuah tombak sambil makan.?" Tanya Klain kembali.
"Apa maksudmu.? Sudah jelas aku harus fokus untuk membentuknya. Bahkan dengan kekuatanku sekarang, aku butuh waktu sekitar 30 menit untuk membentuknya." Jawab Henry.
"Seperti dugaanku." Kata Klain.
"Kenapa kau bertanya seperti itu Klain.? Aku rasa kau juga sependapat denganku." Kata Henry.
"Hem. Aku sendiri masih bisa membentuk 5 tombak sekaligus, tapi aku masih membutuhkan waktu 20 menit untuk membentuknya." Kata Klain.
__ADS_1
"Lalu, ada apa dengan pertanyaanmu sebelumnya.?" Tanya Henry.
"Ini sangat rahasia Henry, jangan sampai kau memberitahu orang-orang, bahkan kepada Yang Mulia sekalipun." Jawab Klain.
"Hee.? Apa maksudmu.?" Tanya Henry.
"Leon, anak yang aku ceritakan padamu. Dia bisa membentuk ribuan tombak raksasa dalam 1 detik." Jawab Klain.
"Haa.? Tidak mungkin." Kata Henry dengan sangat terkejut.
"Aku tidak membohongimu Henry, aku melihatnya sendiri saat kami berlatih di sebuah desa." Kata Klain.
"Glegg. tidak bisa dipercaya." Kata Henry dengan tercengang.
"Kau tau, dia membentuk ribuan tombak itu saat dia masih berusia 12 tahun." Kata Klain.
"Kau bisa membuatku pinsan Klain, jangan lanjutkan ceritamu itu, aku akan terkena serangan jantung." Kata Henry dengan tercengang.
"Hem. Aku sendiri sangat terkejut saat mengetahuinya Henry, mungkin saat ini Leon semakin kuat lagi. Aku harap dia tidak lupa denganku." Kata Klain dengan tersenyum.
...
Diluar ruangan Direktur.
Terlihat 3 siswi dan 1 siswa sedang berjalan menuju ruang Direktur.
"Haa, lihat. Ketua Lemu datang." Kata salah satu siswa kepada temannya.
Lemu adalah Lembaga Eksekutif Murid. Pemimpin semua murid di Akademi Rostem.
"Aaaah, dia sangat cantik sekali. Aku hampir pinsan melihatnya." Kata Siswa lainnya.
"Dia memang seorang dewi. Kecantikannya tidak bisa dibandingkan dengan wanita didunia ini." Kata salah satu siswa lainnya.
...
"Mereka melihatmu ketua." Kata Kibo kepada ketua Lemu.
"Biarkan mereka Kibo." Kata ketua Lemu itu sambil berjalan.
"Apa perlu aku menghukum mereka Tuan Putri?." Kata salah satu anggota Lemu bernama Diana.
"Tidak perlu melakukan itu, mereka semua sudah terbiasa melakukan itu padaku kan." Kata ketua Lemu.
"Hem, mereka semua sudah jatuh cinta padamu ketua, memang kecantikanmu menjadi primadona di seluruh benua." Kata wakil ketua Lemu bernama Ellena.
Lalu, mereka berempat pun mengetuk pintu ruangan Direktur. TOK TOK TOK.
...
Didalam ruangan Direktur.
"Kita sudahi perbincangan kita Klain. Mereka semua sudah datang." Kata Henry sambil berdiri dari kursinya.
"Ah, baiklah." Kata Klain.
"Masuklah." Kata Henry kepada para petinggi Lemu.
Mereka berempat pun masuk kedalam ruangan Direktur Akademi.
"Ah, Tuan Putri." Kata Klain sambil berdiri dari kursinya.
"Salam hormat Panglima Klain. Dan salam hormat Tuan Henry." Kata Ketua Lemu.
__ADS_1
.