The Darkness King Return

The Darkness King Return
Pengungsi.


__ADS_3

[Di Hutan]


Terlihat, Leon sedang berjalan mengikuti peta yang di berikan oleh Klain, dari 7 desa yang ada di wilayah utara, Leon memilih untuk pergi ke tempat perbatasan kerajaan untuk bertemu dengan pemimpin pasukan kerajaan Forlsa.


"Perjalanan ini cukup lama, mungkin sekitar 1 sampai 2 minggu. Tapi aku tidak bisa menunggu selama itu." Kata Leon sambil melihat peta kerajaan.


Dalam perjalanannya, ia melihat banyak sekali warga desa yang pergi mengungsi ke ibu kota.


"Eeeh, rombangan itu, terlalu banyak orang yang mengunsi, mungkin sekitar 2 ribu orang yang berjalan." Kata Leon sambil melihat orang-orang itu.


"Lebih baik aku bertanya kepada mereka." Kata Leon sambil menghampiri para pengunsi yang sedang beristirahat.


...


Beberapa menit berlalu, Leon sampai di tempat para pengungsi itu dan menghampiri salah satu orang disana.


"Hallo Tuan." Kata Leon menyapa kepada salah satu orang disana.


"Ah, hai. Siapa kau nak.?" Tanya seseorang disana bernama Argus.


"Perkenalkan, namaku Arjun Leon, aku sedang dalam perjalanan ke beberapa desa di wilayah utara. Apa kalian dari salah satu desa disana.?." Tanya Leon.


"Hem, kenapa kau pergi kesana.? Sudah tidak ada apa-apa disana nak, tempat itu sudah hancur semua." Jawab Argus.


"Apa kalian semua lari dari sana.?" Tanya Leon.


"Kami semua berusaha sekuat tenaga untuk kabur dari desa kami, lalu di tengah perjalanan, kami bertemu dengan warga desa lainnya yang kebetulan satu arah untuk pergi ke ibu kota." Jawab Argus.


"Eemm." Suara Leon sambil duduk di depan Argus.


"Siapa kamu nak.? Ada urusan apa kau kesana.?" Tanya Argus.


"Aku sedang dalam misi pembebasan Tuan." Jawab Leon.


"Misi pembebasan apa.? Bahkan tidak ada satu pun prajurit kerajaan yang menolong kami, sudah tidak ada yang tersisa disana, kami semua di bantai dan di bunuh, lalu tempat tinggal kami di bakar dan di hancurkan. Sekarang kami hanya bisa mengungsi ke ibu kota untuk meminta kompensasi kepada Yang Mulia Raja." Kata Argus dengan sedih.


"Aku mengerti yang anda rasakan Tuan, prajurit kerajaan tidak ingin menimbulkan perang yang berkepanjang, jadi mereka tidak bergerak kesana." Kata Leon.


"Hee.? Lalu bagaimana dengan prajurit musuh disana, mereka menyerang dengan membabi buta tanpa ada perlawanan." Kata Argus yang emosi.


"Itulah kenapa aku di berikan misi untuk membantai mereka semua." Kata Leon.


"Haaa.? Apa kau sudah gila.?" Kata Argus dengan tercengang sambil melihat Leon.


"Memang terdengar tidak masuk akal Tuan, tapi aku tidak memiliki identitas kerajaan, jadi aku di minta oleh Raja kalian untuk mengambil wilayah utara dari kerajaan Forlsa." Kata Leon.


"Apa kau sendirian.? Dimana pasukanmu.?" Tanya Leon.

__ADS_1


"Benar Tuan, aku hanya sendirian." Jawab Leon.


"Heee.?" Suara Argus yang sangat terkejut.


"Ah, tapi aku akan berusaha untuk tidak menumpahkan darah dalam misi pembebasan ini." Kata Leon.


"Tidak bisa dipercaya, kenapa Yang Mulia bermain-main dalam misi itu, dan beliau hanya mengirimmu seorang diri kesana.?" Kata Argus yang kecewa.


"Mungkin itu sudah cukup untuk membantai mereka semua Tuan." Kata Leon dengan serius.


"Heee.?" Suara Argus yang terkejut.


"Emm. Apa para prajurit Forlsa tidak mengejar kalian.?" Tanya Leon.


"Mereka semua mundur setelah membakar tempat tinggal kami. Aku tidak tau kemana mereka pergi." Jawab Argus.


"Lalu, bagaimana kalian bisa kabur dari tempat pembantaian itu.?" Tanya Leon.


"Kami sudah pergi lebih dulu sebelum pasukan musuh datang ke desa kami. Dan itu di lakukan oleh desa lainnya juga. Tapi setelah kami pergi dari sana, ada beberapa warga yang masih bersiap-siap pergi dari desa, lalu para prajurit itu membunuh mereka semua dengan ganas, dan aku melihatnya dari kejauhan, itu benar-benar sangat mengerikan." Jawab Argus dengan sedih.


"Em. Dari mana kalian tau kalau pasukan Forlsa akan menyerang.?" Tanya Leon lagi.


"Kami di beritahu oleh desa sebelah yang sebelumnya di serang oleh mereka, dan kabar itu tersebar sangat cepat sampai keseluruh desa di wilayah utara." Jawab Argus.


"Heee. Mungkin itu desanya Rin." Kata Leon dalam hati.


"Baiklah Tuan, terimakasih informasinya. Aku undur diri dulu." Kata Leon sambil berdiri.


"Tidak perlu khawatir denganku Tuan, aku harap desa kalian bisa di bangun lagi secepatnya." Jawab Leon.


"Ah, Aku harap begitu, berhati-hatilah nak." Kata Argus.


Lalu, Leon pun melanjutkan perjalanannya menuju ke benteng perbatasan utara.


"Siapa sebenarnya anak itu.?" Kata Argus dalam hati dengan tercengang.


...


3 Hari berlalu. Ibu Kota Kerajaan.


Terlihat ribuan orang sedang berkumpul diluar gerbang masuk kota. Dan ada beberapa orang yang sedang berdemo disana, ada yang tertidur pulas, dan ada juga yang terbaring lemas.


Semua orang menuntut Raja Charles untuk bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa desa mereka.


Raja Charles pun mengadakan rapat darurat bersama dengan para menteri, bangsawan, dan militer.


"Bagaimana situasi diluar sekarang.?" Tanya Raja Charles dengan serius.

__ADS_1


"Yang Mulia, mereka semua menuntut pertanggung jawaban atas desa mereka, beberapa orang mencoba masuk kedalam kota, dan para penjaga disana sudah kualahan." Kata Thomas salah satu menteri kerajaan.


"Kami sudah mengerakkan prajurit untuk menjaga gerbang Yang Mulia, mereka semua tidak bisa masuk kedalam sini." Kata Klain serius.


"Hem, sepertinya mereka tidak pergi dari sana sebelum aku datang menenui mereka." Kata Raja Charles.


"Yang Mulia, itu sangat berbahaya jika anda langsung kesana." Kata salah satu bangsawan.


"Sebaiknya kita usir mereka dari sini Yang Mulia." Kata salah satu bangsawan lainnya.


"Kita bisa mengerahkan militer untuk mengusir mereka." Kata bangsawan.


"Itu tidak bisa kita lakukan." Kata Thomas.


"Apa maksudmu Thomas.?" Tanya bangsawan itu.


"Mereka juga rakyat kerajaan, dan mereka juga membayar pajak kepada istana, kita bisa kehilangan pemasukan jika mengusir mereka." Jawab Thomas.


"Ah, Lalu bagaimana.?" Tanya bangsawan itu.


"Aku sendiri tidak tahu, mereka juga sudah tidak punya tempat tinggal." Jawab Thomas.


"Mereka juga membutuhkan makanan dan tempat berteduh. Dan jika kita membantu mereka, anggaran kerajaan akan menipis, bahkan kita sudah kehilangan 20% pemasukan dari tambang di wilayah utara." Kata bangsawan itu.


"Hem. Bagaimana menurutmu Klain.?" Tanya Raja Charles.


"Sebaiknya kita menampung mereka untuk sementara waktu Yang Mulia. Mereka juga tidak akan pergi dari sana sebelum Anda memberikan jawaban, dan kita juga tidak bisa mengusir mereka dengan paksa, jika kita melakukannya, mungkin akan ada kekacauan disana." Jawab Klain.


"Kita sudah tidak punya persediaan untuk membantu mereka Panglima." Kata Thomas.


"Klain, mungkin aku bisa memberikan kompensasi untuk desa mereka, tapi tidak untuk sekarang, kita benar-benar sudah dalam kondisi krisis. Kita tunggu saja kabar dari Leon, jika dia berhasil menguasai beberapa desa di sana, kita bisa memulangkan mereka." Kata Raja Charles.


"Tapi Yang Mulia, mereka bisa mati kelaparan disana." Kata Klain.


"Klain, kita sudah tidak punya apa-apa untuk membantu ribuan orang disana, apa kau mengerti.?" Kata Raja Charles.


"Aa, aah." Suara Klain yang terkejut. "Benar kata Leon, kerajaan ini juga sedang sakit, bahkan Yang Mulia hanya memikirkan kekuasaanya saja tanpa memikirkan rakyatnya. Aku benar-benar sangat kecewa." Kata Klain dalam hati.


...


[Disebuah Desa]


Terlihat Leon sedang mengintai para prajurit Forlsa dari atas pohon.


"Mereka sangat banyak, ini hanya satu desa, belum desa lainnya. Berapa jumlah mereka sebenarnya." Kata Leon sambil melihat ribuan camp prajurit yang di bangun disekitar salah satu desa wilayah utara.


"Sebaiknya aku menemui mereka." Kata Leon sambil turun dari atas pohon.

__ADS_1


Lalu, ia pun berjalan menghampiri para prajurit disana.


.


__ADS_2