The Darkness King Return

The Darkness King Return
Pergi Bersamamu.


__ADS_3

[Di Asrama Akademi]


Pada malam hari. Terlihat, Rachel sedang berjalan berdua dengan Leon. Dia mengantarkan Leon ke asrama laki-laki.


"Hem, hem, hem." Suara Rachel yang beryanyi dengan tersenyum.


"Kita akan pergi kemana Rachel.?" Tanya Leon.


"Aku akan mengantarmu ke Asrama laki-laki Leon. Kau bisa tidur disana selama kau tinggal disini." Jawab Rachel.


"Eem. Aku kira aku akan tidur di taman itu lagi." Kata Leon.


Rachel pun berhenti seketika dan menghampiri Leon yang ada dibelakangnya.


"Jangan lakukan itu lagi Leon. Kau bisa menghancurkan reputasi Akademi jika kau masih mengemis disana." Kata Rachel dengan serius.


"Apa kau mengerti.?" Tanya Rachel sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Leon.


"Ee, eeeh. Saya mengerti Tuan Putri." Jawab Leon yang pasrah.


"Hem." Suara Rachel sambil memalingkan tubuhnya dan melanjutkan perjalananya.


...


Di Asrama laki-laki.


"Leon, disana adalah tempat Asrama laki-laki, carilah kamar nomer 3.667, itu adalah kamarmu. Aku tidak bisa masuk kedalam sana." Kata Rachel.


"Ah, baiklah. Terimakasih Rachel." Kata Leon sambil berjalan masuk kedalam gerbang asrama.


Dan Rachel masih terdiam ditempatnya sambil melihat Leon berjalan masuk kedalam. Lalu tiba-tiba langkah kaki Leon berhenti seketika.


"Rachel, sepertinya aku ingin pergi ketaman sebentar. Apa itu di perbolehkan.?" Tanya Leon.


"Tentu saja itu melanggar aturan Akademi Leon. Ini sudah malam, kau bisa pergi kesana besok pagi setelah kelasmu selesai." Jawab Rachel.


"Ah, jadi seperti itu. Lalu kenapa kau masih berdiri disitu. Bukankah ini sudah malam.?" Tanya Leon.


"Eeeeh. Ituu." Kata Rachel yang malu. "Hem, aku akan kembali ke asramaku Leon. Sampai jumpa lagi." Kata Rachel sambil berjalan menjauh dari sana.


Dan Leon masih berdiri ditempatnya sambil melihat Rachel yang berjalan menjauh sampai ia tidak terlihat lagi .


"Hem, sebaiknya aku beristirahat." Kata Leon sambil masuk ke asrama Akademi.


...


Beberapa menit kemudian. Dikamar Rachel.


"Aaaah, aku berjalan berdua dengan Leon malam ini. Aku benar-benar sangat senang. Hihi." Kata Rachel yang tengkurap di tempat tidur.


"Dia adalah laki-laki yang menarik. Aku benar-benar sudah menyukainya." Kata Rachel sambil berguling-guling di atas kasur.


"Apa yang sedang dia lakukan sekarang.? Aku sangat penasaran." Kata Rachel sambil memikirkan Leon.


...


Dikamar Leon.


"Tempat ini benar-benar sangat nyaman sekali, tapi ini terlalu sempit, aku tidak bisa berlatih disini." Kata Leon sambil duduk diatas kasur.


"Hem, kekuatan ini, apa orang tuaku juga memiliki kekuatan seperti ini.?" Kata Leon sambil melihat tanganya.


"Besok aku akan mencari tau tentangnya. Sebaiknya aku pergi tidur." Kata Leon.


GROOK, GROK, FIUUH, GROOK. Suara Leon yang langsung tertidur.


...


Besoknya, pada pagi hari.


"Selamat pagi Ketua." Kata Ellena yang melihat Rachel keluar dari kamarnya.


"Eh, Ellena, selamat pagi. Apa kau ada kelas hari ini.?" Tanya Rachel.


"Aku ada kelas Magis setelah ini. Sepertinya Leon juga ada disana." Kata Ellena.


"Hee.? Benarkah.? Aku akan ikut ke kelasmu. Ayo pergi kesana." Kata Rachel yang bergegas pergi ke kelas.


"Ah, Ketua, apa kau tidak pergi ke ruang Lemu. Beberapa anggota sudah menunggu anda disana." Kata Ellena.


"Biarkan saja mereka, aku hanya ingin bertemu dengan Leon." Kata Rachel sambil berjalan.


"Eeeeh.? Apa yang sudah terjadi.? Jangan-jangan Ketua sudah jatuh cinta dengannya." Kata Ellena dalam hati.

__ADS_1


"Cepatlah Ellena, kenapa kau masih berdiri disana." Teriak Rachel.


"Ah, Tunggu Ketua." Kata Ellena sambil berlari.


...


Di kamar Leon.


"Hoaaam. Emm." Suara Leon yang masih bangun tidur.


"Haaaah, kasur ini membuatku ingin tidur selamanya." Kata Leon.


Lalu, ia pun berdiri dan masuk kekamar mandi. Dan setelah itu, dia bersiap-siap pergi ke taman.


"Jadi, sekarang saatnya untuk pergi ke taman. Pasti tidak apa-apa kan, Rachel bilang padaku untuk pergi kesana setelah aku menyelesaikan kelas." Kata Leon yang berjalan keluar dari kamarnya.


"Kelas.?." Kata Leon yang menyadari sesuatu.


"HAAAA.? Apa aku ada kelas sekarang. Lalu dimana kelas itu.?" Kata Leon yang panik.


...


Didalam kelas Magis.


"Baiklah anak-anak, sekarang ambilah buku kalian masing-masing." Kata Pak Guru disana.


SREK, TEK TEK TEK SREK TEK. Suara pak guru yang menulis di papan tulis.


"Ellena, apa kau membohongiku.? Dimana Leon.?" Tanya Rachel.


"Ah, sepertinya dia tidak tau tempat ini. Hehe." Kata Ellena yang tersenyum bingung.


"Haaah. (menghela nafas). Jika aku tau seperti ini, aku akan menjemputnya di asrama." Kata Rachel.


"Ekhmm, Ekhmm. Bisakah kalian semua melihat ke depan.? Tanya Pak Guru disana.


"Eeeh, maaf pak guru." Kata salah satu murid disana.


"Haaah, kenapa Tuan Putri ada dikelas ini.? semua muridku jadi melihatnya terus terusan." Kata Pak Guru dalam hati.


"Lihatlah Ellena, mereka semua malah melihatku. Ini membuatku tidak nyaman, aku tidak mau lagi masuk kedalam kelasmu." Kata Rachel sambil memejamkan mata.


"Aa, itu anda sendiri yang memintanya Ketua." Kata Ellena.


Lalu, beberapa menit kemudian. "Permisi." Kata Leon sambil membuka pintu kelas.


"Siapa dia.?" Kata Pak Guru dalam hati.


"Hee.? Siapa orang itu, pelajarannya sudah mau selesai, kenapa dia baru datang.?" Kata salah satu murid didalam kelas.


"Eeh, Leon.?" Kata Rachel yang melihat Leon.


"Benarkan, dia ada di kelas ini Ketua, mungkin dia sudah tersesat." Kata Ellena.


"Kau sudah terlambat masuk kedalam kelas Nak. Kau tidak di ijinkan masuk kesini. Tutuplah pintu itu dari luar." Kata Pak Guru.


"Ah, hehe. Baiklah Tuan." Kata Leon sambil menutup pintu itu dari luar kelas.


JEGLEGG. Suara pintu yang ditutup.


"Eeh.?" Suara pak guru yang terkejut.


"Kenapa dia tidak memberikan alasannya dulu." Kata Pak Guru dengan kebingungan.


"Permisi Pak, Aku ijin ke toilet." Kata Rachel yang tiba-tiba berdiri.


"Ah, silahkan Tuan Putri." Kata Pak Guru.


"Terimakasih pak." Kata Rachel sambil berjalan keluar kelas.


"Dia hanya ingin bertemu dengan Leon." Kata Ellena dalam hati dengan raut wajah datar.


...


Diluar Kelas.


"Huh, huh, aku sudah membuka pintu 43 kali, dimana kelasku sebenarnya." Kata Leon yang terengah-engah sambil berjalan.


"Sebaiknya aku pergi saja ketaman." Kata Leon sambil berjalan. Lalu, tiba-tiba ia berhenti seketika.


"Eeh,? Lalu dimana jalan keluarnya.?" Kata Leon yang kebingungan.


"Aaaaah, kenapa bangunan ini sangat luas sekali." Kata Leon dengan kesal.

__ADS_1


Tiba-tiba Rachel datang dari belakannya. "Leoon." Kata Rachel yang memanggil.


"Eeeh, Rachel.?" Kata Leon dengan terkejut.


"Akhirnya aku menemukan jalan keluar. Hiks." Kata Leon yang terharu.


"Kau kenapa Leon.? Kenapa kau sedih.? Kau bisa mengikuti kelas itu lagi minggu depan, aku bisa mengajarimu pelajaran sebelumnya." Kata Rachel.


"Rachel, aku tersesat." Kata Leon.


"Heee.?" Kata Rachel dengan terkejut.


"Aku sudah membuka pintu 43 kali, tapi aku tidak tau, dimana kelasku sebenarnya.", Kata Leon dengan sedih.


"Hem, baiklah. Kau mau kemana sekarang.?" Tanya Rachel.


"Ah, aku ingin pergi ke taman kota, bisakah kau menunjukkan jalan padaku.?" Tanya Leon.


"Eeeh.? Apa kau mengajakku jalan.?" Tanya Rachel kembali.


"Tidak, aku hanya ingin kau menunjukkan jalan untukku." Jawab Leon.


"AAAAaaah." PLAK. Suara pukulan cinta Rachel kepada Leon.


"Iiitteeeh. Kenapa kau memukulku Rachel.?" Tanya Leon.


"Huh, huh. Hem." Suara Rachel yang kesal sambil memalingkan pandangannya dan berjalan menjauh dari sana.


"Eeeh, kenapa dia itu.?" Kata Leon sambil berjalan kearah yang berbeda dengan Rachel.


...


Beberapa menit kemudian.


"Leoon, kau tau, tidak ada seorang pun yang menolak untuk berjalan denganku, kau sangat beruntung Leon." Kata Rachel sambil berjalan.


Namun, dia tidak mendengar suara Leon sama sekali, bahkan suara langkah kakinya sekalipun. Rachel pun berhenti seketika dan menoleh kebelakang.


"Eeeh.?" Suara Rachel yang terkejut tidak melihat Leon dibelakangnya.


"DIMANA KAMU LEOOOOON." Teriak Rachel dengan kesal.


"Huh, huh, huh." Suara Rachel yang terengah-engah sambil berjalan menghampiri Leon.


Lalu, Rachel pun melihat Leon sedang celingak celinguk di sebuah lorong panjang.


"Dimana aku sekarang.?" Kata Leon yang kebingungan.


"Kau disini rupanya." Kata Rachel dengan marah sambil menarik telinga Leon.


"Itteeeeeh." Suara Leon yang kesakitan dan telingganya ditarik oleh Rachel.


"Rachel.?" Kata Leon yang terkejut.


"Hem. Kau membuatku kesal Leon. Ini adalah hukuman untukmu." Kata Rachel yang berjalan sambil menarik telinga Leon.


"Kenapa aku dihukum.? Apa aku melakukan kesalahan.?" Tanya Leon.


"Kau sudah membuat kesalahan Leon. Lebih baik kau diam saja." Kata Rachel dengan marah.


"Eem. Baiklah." Kata Leon yang pasrah.


...


Beberapa menit kemudian. Mereka berdua pun sudah berada diluar bangunan Akademi.


"Hooo, kau membawaku keluar dari tempat ini Rachel." Kata Leon yang masih di tarik telingannya.


"Hem, kau bisa pergi dari sini. Apa kau masih tidak tau jalan untuk pergi ke taman.?" Tanya Rachel sambil melepaskan tangannya yang memegang telinga Leon.


"Hehe, terimakasih Rachel." Kata Leon yang tersenyum.


Lalu, dia melihat Rachel yang sangat kesal sambil menyilangkan tangannya.


"Ah, apa kau mau ikut pergi ke taman.?" Tanya Leon.


"Apa kau mengajakku jalan.?" Tanya Rachel kembali.


"Aku hanya ingin mengajakmu ketaman." Jawab Leon.


"Hem. Baiklah, sepertinya itu sama saja." Kata Rachel.


"Hehe, ayo Rachel. Kita seperti bolos sekolah sekarang, hahaha." Kata Leon yang tertawa.

__ADS_1


"Eeeh.? Hihihi, Ayoo Leon." Kata Rachel sambil menarik tangan Leon. "Ah." balas Leon.


.


__ADS_2