
[Taman Kota]
Terlihat, Leon sedang duduk dengan wajah yang gelisah, dia sedang berfikir keras sambil menundukkan kepalanya.
"Kita sedang terburu-buru Leon, mereka semua semakin dekat dengan ibu kota. Jadi berikan jawabanmu." Kata Klain.
"Ini pilihan yang sangat sulit Klain. Pertama, aku tidak ingin kerajaan ini hancur. Kedua, aku tidak punya alasan untuk pergi berperang, apalagi aku harus membunuh semua prajurit itu." Kata Leon.
"Hem, justru aku memberikan alasan untukmu. Sekarang kota ini adalah tempat tinggalmu, dan kau harus melindunginya." Kata Klain.
"Kau memang benar Klain. Mungkin tidak ada pilihan lain." Kata Leon.
"Apa kau setuju.?" Tanya Klain.
"Kapan aku berangkat kesana.?" Tanya Leon kembali.
"Hee.? Akhirnya kau bisa mengerti Leon, terimakasih. Kita harus pergi ke istana lebih dulu." Jawab Klain.
"Ah, baiklah." Saut Leon.
...
[Istana Kerajaan Norland]
Terlihat, Rachel sedang tergesa-gesa masuk kedalam istana dengan raut wajah yang sangat marah.
"Selamat Datang Tuan Putri." Kata pelayan kerajaan.
"Dimana Ayah.?" Tanya Rachel.
"Tuan Putri, Yang Mulia sedang berada di taman bersama Kaisar." Jawab pelayan itu.
"Jadi kakek juga disana. Baiklah." Kata Rachel sambil berjalan ke taman istana dengan tergesa-gesa.
...
Ditaman istana. Sang Raja sedang duduk santai bersama dengan Kaisar kerajaan bernama Winston Lawren.
"Apa kau sudah memutuskannya.?" Tanya Winston kepada Raja Charles.
"Ayah, aku sudah tidak punya pilihan lain, hanya ini yang bisa aku lakukan." Jawab Raja Charles.
"Aku masih tidak percaya, apa anak itu sangat kuat.?" Tanya Winston
"Aku sendiri tidak tau Ayah, tapi Panglima Klain sangat percaya padanya. Jika anak itu terbunuh disana, perang besar akan terjadi." Jawab Raja Charles.
"Hem. Meskipun begitu, kau seharusnya tidak melibatkan pemuda seperti dia. Sangat disayangkan." Kata Winston.
"Ayah tau sendiri, kalau panglima Klain adalah prajurit kerajaan terkuat saat ini. Dan anak itu jauh lebih kuat dari Klain. Aku juga ingin menghindari perang besar nantinya, mungkin ini adalah jalan satu-satunya." Kata Raja Charles.
"Dia akan menjadi seorang pahlawan Charles, kau harus ingat itu, meskipun dia gugur disana, namanya tidak boleh dilupakan." Kata Winston.
"Tapi kami masih belum tau, apa dia setuju atau tidak. Dan kami juga tidak bisa memaksakannya, Klain sedang membujuknya sekarang." Kata Raja Charles.
__ADS_1
"Ah, kau harus bijak dalam mengatasi masalah. Lalu apa yang akan kau berikan padanya.?" Tanya Winston.
"Aku sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuknya, Rumah beserta pelayannya, lalu uang saku setiap harinya, makanan yang segar, dan 1 permintaan darinya." Jawab Raja Charles.
"Apa itu cukup sebagai imbalan.?" Tanya Winston.
"Lalu, apa yang harus aku berikan padanya Ayah.?" Tanya Raja Charles.
"Kau bisa menikahkan dia dengan Rachel. Jika dia sukses menjalankan tugasnya, itu akan menjadi kekuatan terbesar di kerajaan Norland. Dan kau bisa menguasai separuh dari wilayah benua ini." Jawab Winston.
"Apa yang anda katakan Ayah, Rachel adalah anakku satu-satunya, dan dia juga cucu Ayah. Aku tidak bisa memaksakan kehendaknya, aku ingin dia memilih pasangannya sendiri." Kata Raja Charles.
"Hem, itu hanya saran saja. Tapi kau harus mempertimbangkannya lagi, berapa harga yang harus kau bayar untuk menyelamatkan sebuah kerajaan dan kekuasaanya.?" Tanya Winston.
"Itu seperti menjadi Raja Ayah." Jawab Raja Charles.
"Lalu kau membayarnya dengan sebuah rumah." Kata Winston.
"Heem. (menghela nafas), Sepertinya Ayah benar. Aku akan bicara dengan Rachel dulu." Kata Raja Charles.
Lalu, tiba-tiba Rachel datang dengan raut wajah yang marah.
"AYAAAAH." Teriak Rachel.
"Eeh, Rachel.?" Kata Raja Charles dengan terkejut.
"Kenapa kau disini.? Apa kau sedang istirahat.?" Tanya Raja Charles.
"Huh, huh, Jelaskan padaku tentang perang kali ini.?" Tanya Rachel dengan terengah-engah.
"Kau seperti nenekmu Rachel, pemarah tapi penyanyang. Hahaha." Kata Winston.
"Kakek, aku hanya ingin tau tentang perang ini. Dan ayah sudah menyeret kekasihku ke medan perang." Kata Rachel dengan kesal.
"HAAAAAA.?" Teriak Raja Charles dan Winston yang terkejut.
"Aa, apa yang kau katakan Rachel.?" Tanya Raja Charles terkejut.
"Tidak kusangka kau sudah punya kekasih." Kata Winston yang terkejut.
"Dia baru saja menembakku ayah, dan aku merasa sangat bahagia sekali. Kalian tau, aku sudah jatuh cinta padanya." Kata Rachel sambil berbisik.
"HEEEEEEEEE." Teriak Raja Charles dan Winston yang terkejut.
"Tidak bisa dipercaya, siapa laki-laki yang bisa membuatmu jatuh cinta.?" Tanya Winston.
"Aaa, aa." Suara Raja Charles yang sangat terkejut.
"Dia temanku di Akademi kakek. Dia sangat baik dan pengertian, meskipun dia tidak peka padaku, tapi dia juga sangat tampan kakek." Jawab Rachel.
"Huuh. Lalu, apa hubungannya dengan perang ini.?" Tanya Winston.
"Baru saja Tuan Klain membawanya pergi dari Akademi, dan aku bertanya kepada Tuan Henry kalau dia akan pergi berperang." Jawab Rachel.
__ADS_1
"Apa dia sudah memutuskan jawabannya.?" Tanya Raja Charles.
"Aku tidak tau Ayah. Tapi kenapa ayah tidak memerintahkan Tuan Klain untuk pergi kesana.? Dan kenapa kekasihku harus ikut.?" Tanya Rachel dengan serius.
"Sepertinya kau sudah menemukan jawabanya Charles." Kata Winston.
"Emm, Rachel, situasi kerajaan sangat rumit saat ini. Jika para prajurit menyerang kesana, akan menimbulkan perang yang sangat besar, dan mungkin itu akan menjadi ancaman bagi kerajaan ini. Kau harus mengerti Rachel, kerajaan ini bisa hancur." Kata Raja Charles.
"Hee.? Lalu, siapa yang akan pergi ke medan perang.?" Tanya Rachel yang mulai ketakutan.
"Ah, tentu saja seseorang yang tidak memiliki identitas kerajaan dan sangat kuat. Mungkin ini sudah menjadi takdir, anak itu datang kesini tepat pada waktunya." Kata Raja Charles.
"Apa maksudmu Ayah.?" Tanya Rachel yang mulai tercengang.
"Dia akan pergi sendirian ke medan perang." Jawab Raja Charles.
"Heeee.?" Suara Rachel yang sangat terkejut, hatinya sangat sakit mendengarnya. Lalu BRUK. Suara Rachel yang terjatuh dengan sendirinya ke tanah.
"Rachel, Racheel." Kata Raja Charles yang panik sambil menghampiri Rachel.
"Dia benar-benar sudah jatuh cinta padanya." Kata Winston dengan terkejut.
"Aku tidak mau dia pergi ayah. Tolong ayah. Aku mohon." Kata Rachel dengan sangat terpukul sambil meneteskan air mata.
"Rachel, tenanglah. Ini demi kerajaan, kau harus mengerti Rachel." Kata Raja Charles.
"Siapa namanya Charles.? Aku ingin tau, siapa orang yang yang lebih kuat dari Klain diusianya yang mudah, dan orang yang sudah membuat cucuku jatuh cinta." Tanya Winston.
"Dia bernama Arjun Leon Ayah." Jawab Raja Charles sambil mengangkat tubuh Rachel.
"APAAAA.?" Teriak Winston dengan terkejut.
"Arjun Leon. Jadi anak itu. Haa.?" Kata Winston dengan terkejut sambil melihat Rachel.
"Dia memang orang yang sangat baik, aku yakin dia tidak akan menolak tugas ini, dan gadis yang di tinggalkannya waktu itu adalah Rachel kah. Ini benar-benar sebuah keajaiban." Kata Winston dalam hati dengan tercengang.
"Ada apa Ayah. Kenapa kau terkejut seperti itu.?" Tanya Raja Charles.
"Aku juga tidak setuju jika dia pergi kesana Charles. Kau tidak akan mengerti siapa dia sebenarnya. Kau baru saja menyingkirkan harapan semua orang." Jawab Winston.
"Apa maksud Ayah.?" Tanya Raja Charles dengan kebingungan.
"Hiks, aku mohon ayah. Aku mohon." Kata Rachel dengan menangis.
"Ada apa dengan kalian semua. Heeem. Baiklah, jika kalian menginginkan perang besar, aku tidak akan mengirimkannya." Kata Raja Charles dengan kesal.
Tiba-tiba sebuah surat muncul didepan Raja Charles.
"Ini surat dari Klain, anak itu sudah berada di ruang tahta. Aku akan menemuinya." Kata Raja Charles sambil berjalan menjauh dari sana.
"Aku ikut Ayah." Kata Rachel sambil mengikuti Charles.
"Sepertinya aku juga harus kesana." Kata Winston.
__ADS_1
.