The Darkness King Return

The Darkness King Return
Rencana Kabur


__ADS_3

[Di Arena Colosium]


Terlihat, Leon sangat marah sambil mengepalkan kedua tangannya. Vera yang melihatnya hanya terdiam tak bergerak sama sekali.


"Beraninya kau bicara seperti itu didepan Tuan Putri." Kata Kris dengan kesal.


"Heerrr." Suara Leon sambil mengigit.


"Apa kau berani melawanku.?" Kata Kris sambil menarik pedang dari sarunganya.


"Berhentilah Kris." Kata Vera sambil mendorong Kris yang ada di depannya. Lalu ia pun berjalan menghampiri Leon.


"Ah, Tuan Putri. Itu sangat berbahaya." Kata Kris dengan panik.


"Diamlah." Kata Vera dengan tegas.


"Haa.?" Suara Kris yang tekejut. Bahkan ia sampai terdiam.


"Leoon, ini tongkat gelarmu, terimalah." Kata Vera dengan tersenyum.


"Aku tidak butuh tongkat itu. Biarkan aku pergi dari sini." Kata Leon yang meredam amarahnya.


"Hee.? Apa kau tidak ingin tongkat ini.? Kau sudah berjuang keras melawan orang-orang disini." Kata Vera.


Namun Leon hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Apa kau menginginkan sesuatu yang lain.? Beritahu aku." Tanya Vera.


"Aku..." Kata Leon yang berhenti bicara.


"Beraninya kau bersikap seperti itu didepan Putri Kerajaan." Kata Kris yang kesal.


...


"Leon, jangan buat keributan sebelum rencana ini selesai. Aku tidak ingin kau mati disini." Ingatan Leon yang mengingat ucapan Klain.


...


"Biarkan aku pergi dari sini." Kata Leon.


"Apa kau benar-benar tidak menginginkan sesuatu.?" Tanya Vera.


"Simpan saja tongkat itu. Dan biarkan aku pergi dari sini." Kata Leon yang kesal.


"Kauu, Beraninya kau." Kata Kris sambil menghampiri Leon.


"Berhentilah Kris." Kata Vera dengan tegas. Sambil menahan Kris berjalan.


"Tapi Tuan Putri." Kata Kris.


"Diamlah." Kata Vera dengan kesal. Kris pun terkejut dan memasukkan pedangnya ke sarungnya.


"Baiklah Leon, aku akan menyimpan tongkat ini untukmu. Tapi beri tau aku, apa keinginanmu.?" Tanya Vera.


"Ah. Bisakah aku pergi sekarang.?" Tanya Leon kembali.


"Eeeh.? Apa kau tidak ingin bicara denganku lebih lama.?" Tanya Vera kembali.


"Biarkan aku pergi." Kata Leon sambil menatap Vera dengan penuh kebencian.


"Heee." Suara Vera terkejut.


Leon pun berjalan membuka pintu masuk ke dalam Colosium yang sudah tidak dikunci.


"Eeeeh. Leoon, Leoon." Kata Vera yang memanggil Leon. Namun Leon tidak memperdulikannya.


...


"Ada apa dengannya.? Apa dia membenciku.?" Kata Vera dalam hati dengan sedih.

__ADS_1


...


"Kita kembali sekarang Tuan Putri." Kata Kris.


"Em." Suara Vera sambil berjalan menjauh dari sana.


"Bajingan cilik ituu. Herr, aku akan membunuhmu." Kata Dellon dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.


...


Didalam penjara. Beberapa jam kemudian.


"Bagaimana pertarunganmu kali ini.?" Tanya Klain.


"Aku bertemu dengan Dellon disana." Jawab Leon dengan kesal.


"Apaaa.? Apa kau sudah melakukan sesuatu.?" Tanya Klain.


"Aku menahan amarahku Tuan, kau tidak perlu khawatir." Jawab Leon.


"Hem, syukurlah. Kau tidak perlu terburu-buru Leon. Ada saatnya kau bisa membalasnya." Kata Klain.


"Aku menantikan itu Tuan." Kata Leon.


...


[Istana Kerajaan Aldebaren]


Dikamar Vera. Terlihat, Vera terbaring ditempat tidurnya sambil memegang tongkat gelar.


"Apa yang sudah terjadi dengannya.?" Kata Vera dengan penasaran.


"Hem(sedih). Bahkan dia terlihat sangat membenciku." Kata Vera yang sedih.


"Baru kali ini ada orang yang menghindariku. Bahkan semua bangsawan disini sangat ingin berbicara denganku. Kenapa dia tidak tertarik sama sekali." Kata Vera dengan sedih.


...


"Leon, aku sudah menemukan cara." Kata Klain.


"Benarkah.?" Tanya Leon.


"Ini saatnya untuk kabur dari sini Leon. Hahaha." Kata Klain sambil tertawa.


"Hem, sudah 4 tahun aku tinggal disini. Akhirnya kau bisa menemukan cara Tuan." Kata Leon dengan tersenyum.


"Aku butuh informasi yang banyak Leon. Bahkan saat aku bertarung di arena, aku selalu melihat lihat sekitar arena." Kata Klain.


"Lalu, bagaimana rencanamu Tuan.?" Tanya Leon penasaran.


"Apa kau masih ingat, 2 tahun yang lalu. Kau memenangkan kejuaraan di arena ini.?" Tanya Klain kembali.


"Ah, itu sudah cukup lama Tuan. Ada apa dengan itu.?" Tanya Leon.


"Hari ini adalah pertandingan kejuaraan itu." Kata Klain.


"Heee.? Benarkah. Apa aku akan bertemu dengan Dellon lagi.?" Tanya Leon.


"Tidak, aku ingin kita menghindari pertempuran dengannya. Bahkan aku mendengar, hari ini seorang Raja datang kesini untuk melihat pertandinganmu, kau harus menahan amarahmu Leon." Kata Klain serius.


"Lalu bagaimana kita bisa kabur Tuan.?" Tanya Leon.


"Bisakah kau membawaku ke arena.? Aku yakin lawanmu akan membawa ratusan pasukan untuk mengalahkanmu." Kata Leon.


"Ah, apa itu di perbolehkan.?" Tanya Leon kembali.


"Tentu saja boleh Leon. Aku akan membuat kekacauan disana, dan pada saat itu, kita bisa kabur dari pintu keluar penonton." Kata Klain.


"Hoo. Jadi seperti itu." Kata Leon.

__ADS_1


"Aku tau kau sangat kuat, tapi kali ini, bisakah kau membunuh orang-orang nanti.? Lemparkan orang-orang itu kesegala arah dengan sangat keras. Kau bisa membuat sebuah lubang disana. Dan aku akan melemparkan orang-orang itu kearah penonton." Kata Klain.


"Ah, aku bisa melakukannya." Kata Leon dengan serius.


"Kita hanya menunggu moment ini Leon, tidak ada kesempatan lagi setelah ini. Andai saja teman-temanku masih hidup. Aku akan mengajak mereka semua." Kata Klain.


"Baiklah Tuan. Aku tidak akan mengecewakanmu." Kata Leon.


"Apa rencanamu setelah pergi dari sini.?" Tanya Klain.


"Aku akan pergi kedesaku Tuan. Tempat itu adalah rumahku, dan aku masih belum mengubur mayat keluargaku disana." Jawab Leon.


"Baiklah, aku akan ikut denganmu nanti." Kata Klain.


"Terimakasih Tuan, kau selalu membantuku disini. Bahkan setelah ini." Kata Leon.


"Aku hanya tidak ingin melihatmu hidup disini Leon. Jangan sia-siakan hidupmu, masa depanmu masih panjang." Kata Klain.


...


Diruang VIP.


Terlihat keluarga kerajaan bersama dengan 4 Panglima yang menjaga mereka. 4 Panglima itu adalah kekuatan tertinggi dari kerajaan Aldebaren.


"Ayah, kau akan sangat terkejut saat melihat Leon bertarung." Kata Vera dengan tersenyum.


"Hem, benarkah.?" Kata Raja Philip.


"Hihihi. Aku sangat senang bisa berada disini bersamamu Ayah." Kata Vera.


"Kau bahkan setiap hari datang kesini Vera." Kata Raja Philip.


"Aku hanya ingin melihat Leon. Ayah, aku punya permintaan." Kata Vera.


"Em. Apa itu.?" Tanya Raja Philip.


"Bisakah setelah ini Ayah mengambil Leon untukku.?" Kata Vera dengan mata berkaca-kaca.


"Hee.? Apa yang kau bicarakan." Kata Raja Philip.


"Aku mohon padamu Ayah. Aku mohon." Kata Vera dengan sedih.


"Hem. Sebentar." Kata Raja Philip.


"Kris, apa kau mengenal Leon.?" Tanya Raja Philip.


"Yang Mulia, dia adalah anak yang sangat kuat. Bahkan dia sudah mencatat 1.203 kemenangan di arena ini. Tapi dia tidak punya sopan santun, saya harap Anda bisa mempertimbangkannya." Jawab Kris.


"Apa dia sekuat itu.? Ini sangat mengejutkanku. Aku akan melihatnya sendiri nanti." Kata Raja Philip.


"Bagaimana Ayah.? Dia bisa menjadi penjaga pribadiku." Kata Vera.


"Tunggulah Vera, aku punya firasat yang buruk." Kata Raja Philip sambil berfikir.


"Heem." Suara Vera yang sedih.


...


Semua warga Aldebaren sudah menunggu moment ini. Semua orang berebutan membeli tiket masuk kedalam Colosium, bahkan sampai ada yang berkelahi untuk mendapatkan sebuah tiket masuk.


Para petinggi kerajaan pun membuatkan layar Magis di luar Colosium untuk melihat pertandingan bergensi itu.


Dan hampir semua orang di ibu kota, pergi ke Colosium untuk melihat pertandingan itu, bahkan orang-orang di luar ibu kota berbondong-bondong datang kesana.


Hari yang menentukan nasib Leon dan Klain. Mereka berdua memanfaatkan moment ini, karena hanya dalam pertarungan inilah mereka bisa bertarung bersama diatas arena.


Tapi, seorang Raja bersama dengan 4 Panglimanya juga hadir disana. Itu adalah tantangan terberat untuk melancarkan rencana Klain.


.

__ADS_1


__ADS_2