
[Akademi Rostem]
Terlihat, Leon berjalan menjauh dari sana sambil memejamkan mata, dan Klain berlari mengejarnya.
"Leon, Leon." Kata Klain yang menghentikan Leon.
"Klain, aku tidak ingin membuatmu terkena masalah. Jadi biarkan aku pergi dari sini." Kata Leon.
"Leon, aku sudah mencarimu setelah kau mengirimkan surat padaku. Aku tidak masalah jika harus hidup didalam gua atau di penjara seperti dulu. Apapun masalah yang diberikan padaku, aku tidak keberatan sama sekali." Kata Klain.
"Huuuh." Suara Leon yang menghela nafas.
"Klain, lama sekali tidak bertemu denganmu. Kau sudah berubah sekarang." Kata Leon dengan tersenyum.
"Hee, benarkah.? Kau sendiri lihatlah, badanmu semakin tinggi, dan kau terlihat semakin kuat sekarang. Hahaha." Kata Klain tertawa.
"Hahaha, kau juga sepertinya semakin kuat." Kata Leon dengan tertawa.
"Hahahaha." Suara tertawa mereka berdua.
"Eeeeh.?" Suara Rara yang kebingungan melihat Klain dan Leon tertawa bersama.
"Aa, aa." Suara Henry yang tercengang melihat Klain dan Leon.
Dan semua orang yang ada disana pun, sangat terkejut melihat Klain dan Leon yang tertawa bersama.
"Aa, aapa yang sudah terjadi.?" Kata Willian dengan tercengang.
"Glegg." Suara Hilman yang menelan ludah.
Tiba-tiba Rachel datang bersama dengan wakilnya. "Dimana, dimana orang yang bernama Leon itu.?" Kata Rachel yang sangat penasaran.
"Ha, itu ketua Lemu. Berikan jalan." Kata salah satu murid disana.
Semua murid pun menyingkir dan memberikan jalan kepada Rachel. Lalu, saat Rachel sudah berada di luar gerbang, ia pun berhenti seketika.
"Aa, apa yang sudah terjadi disini.?" Tanya Rachel dengan terkejut.
"Ah, Tuan Putri." Kata Rara sambil berjalan menghampiri Rachel.
"Rara. Dimana orang asing yang datang kesini.?" Tanya Rachel.
"Dia ada disana bersama Ayah Tuan Putri. Aku sendiri sangat binggung dengan mereka berdua." Kata Rara.
Rachel pun menoleh dan melihat Leon dengan sangat serius. "Haa." Suara Rachel yang terkejut melihat Leon. "Jad, jadi dia yang bernama Leon itu.?" Kata Rachel.
...
"Hem, Baiklah semuanya, bubar dari sini. Kau juga William, pergilah dari sini. Cepat." Kata Henry dengan serius.
"Glegg, ah Baiklah Tuan Henry." Kata William sambil berdiri.
Lalu, semua murid yang ada disana pun pergi menjauh dari sana dengan berbisik-bisik.
"Siapa dia.?"Sudahlah, kita harus pergi dari sini." Jangan melihatnya, dia sangat menakutkan." Kata-kata dari beberapa murid yang berjalan menjauh dari sana.
Dan Rachel, dia masih mematung melihat Leon yang sedang tertawa bersama Klain.
__ADS_1
"Apa anda baik-baik saja Tuan Putri.?" Tanya Ellena.
Namun, Rachel hanya terdiam ditempatnya. Dalam hatinya dia berbicara. "Jadi dia orang bernama Leon, yang sering di ceritakan oleh semua orang di istana dan Akademi. Tidak seperti yang aku bayangkan, dia telihat sangat berwibawa dan tampan." Kata Rachel dalam hati dengan pipinya yang memerah.
"Aku akan menemuinya dulu Tuan Putri. Sebaiknya kalian kembali ke dalam." Kata Henry sambil berjalan menghampiri Klain dan Leon.
"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi Klain." Kata Leon.
"Ah, aku juga sama sepertimu. Bagaimana keadaanmu.?" Tanya Klain.
"Seperti biasa, aku berlatih disana dan masih makan ular. Hahaha." Jawab Leon dengan tertawa.
"Lihatlah bajumu ini, kau seperti pengemis, sebaiknya aku membelikan baju baru untukmu." Kata Klain dengan tersenyum.
"Ah, baju ini adalah pemberianmu saat di penjara. Apa kau lupa.? Kau sudah mencurinya dari para petarung itu untukku. Hahaha." Kata Leon dengan tertawa.
"Heee, benarkah.? Aku sudah lupa dengan itu Leon. Aku akan memberikan yang lebih baik setelah ini." Kata Klain.
"Ekhmm, maaf menganggu. Sebaiknya kalian pergi dari sini." Kata Henry.
"Em. Siapa dia.?" Tanya Leon.
"Ah, Leon, perkenalkan, dia adalah temanku, dan dia adalah Ditektur Akademi Rostem." Kata Klain.
"Salam kenal Nak. Namaku adalah Henry Riberyon, kau bisa meminta bantuanku jika terjadi sesuatu disini." Kata Henry.
"Salam kenal Tuan. Namaku Arjun Leon, aku kesini karena sedang mencari Klain. Maaf sudah membuat keributan ditempat anda." Kata Leon.
"Dia, dia sangat sopan. Tidak kusangka." Kata Henry dalam hati.
"Baiklah Leon, bisakah kita pergi kedalam, sebaiknya kita berbincang di ruanganku." Kata Henry.
"Tentu saja boleh. Silahkan." Jawab Henry sambil menunjukkan jalan.
Mereka semua pun berjalan masuk kedalam Akademi. Dan terlihat penjaga gerbang disana sangat ketakutan, bahkan tubuhnya gemetar cukup kencang sambil melihat Leon.
Namun Leon tidak memperdulikan itu. Lalu, ia pun menoleh kedepannya dan melihat Rachel yang berdiri disana.
"Haa.? Apa di akademi ini ada seorang bidadari.?" Kata Leon dalam hati sambil melihat Rachel, namun Leon berusaha bersikap cuek padanya.
"Tuan Putri, kenapa anda masih disini.? Masuklah kedalam." Kata Henry sambil berlajan.
Namun, Rachel masih terdiam disana sambil melihat Leon yang berjalan melewatinya. "Dia mengabaikanku. Orang ini sangat musterius." Kata Rachel dalam hati.
"Ah, kalian ikutlah ke ruang Direktur bersama kami." Kata Klain kepada Rachel dan lainnya.
"Hee.? Apa itu boleh ayah.?" Tanya Rara.
"SIAAAAP." Teriak Rachel sambil berjalan tegap di belakang Leon.
"Ada apa dengan wanita itu. Sangat aneh." Kata Leon dalam hati.
...
Beberapa menit kemudian. Mereka semua pun sampai di ruangan Direktur.
"Masukalah Leon." Kata Klain. "Ah, baiklah." Kata Leon.
__ADS_1
"Hem, tempat ini lebih mewah dari tempat-tempat lainnya." Kata Leon dengan terkagum-kagum.
"Hahaha, jangan samakan tempat ini dengan penjara bawah tanah atau gua Leon." Kata Klain.
"Sepertinya aku harus kembali kesana Klain, tempat seperti ini tidak cocok untukku." Kata Leon.
"Heee.? Apa maksudmu.? Kau akan tinggal disini Leon, aku akan mengurus administrasi untukmu." Kata Klain.
"Hem.? Apa itu.?" Tanya Leon.
"Kau akan menjadi warga kerajaan Norland Leon. Kau bisa tinggal disini dengan nyaman." Jawab Klain.
"Apa itu perlu dilakukan.? Sepertinya aku tidak butuh itu." Kata Leon.
"Biar aku yang mengurusnya Tuan Klain. Apa boleh.?" Tanya Rachel.
"Ah, tidak perlu Tuan Putri. Aku sendiri yang akan mengurusnya." Jawab Klain.
"Tapiii." Kata Rachel yang malu-malu.
"Baiklah Leon, perkenalkan. Wanita cantik ini adalah Tuan Putri dari kerajaan Norland bernama Rachel Lawren. Dan dia juga seorang ketua Lemu di Akademi ini, lalu wakilnya bernama Ellena." Kata Henry.
"Hallo Leoon." Kata Ellena sambil melambaikan tanganya dengan tersenyum.
"Lalu, wanita itu bernama Rara Klain. Dia adalah anak kedua dari Klain." Kata Henry.
"Ah, jadi dia anakmu yang kau ceritakan itu Klain.?" Tanya Leon.
"Benar Leon, aku bisa menikahkan dia denganmu, kita akan menjadi keluarga nantinya. Hahaha." Kata Klain.
"Ayaah, kau membuatku malu." Kata Rara dengan pipi memerah.
"Hee.? Menikah. Dia akan menikah.?" Kata Rachel dalam hati dengan sangat terkejut.
"TIDAAAAAAAK." Teriak Rachel dengan kesal.
"Hee.?" Suara Leon yang terkejut.
"Ada apa Ketua.?" Tanya Ellena yang khawatir.
"Eeeh, ituu, ituu." Jawab Rachel yang tidak bisa berkata-kata.
"Hem, sepertinya kau tidak bisa memaksakannya Klain. Untuk urusan menikah, biarkan Leon yang memilihnya sendiri." Kata Henry yang tersenyum sambil melihat Rachel.
Lalu. KROOAAAK. Suara perut Leon yang berbunyi sangat kencang.
"Klain, aku sangat lapar. Aku ingin pergi ke hutan." Kata Leon.
"Kau tidak perlu pergi kesana Leon. Aku akan mengambilkan makanan untukmu. Rara, belikan makanan di kantin sekarang." Kata Klain.
"Biar aku saja yang membelikannya Tuan." Kata Rachel sambil berjalan keluar ruangan.
"Aa, aa. Sepertinya aku akan menemaninya Tuan." Kata Ellena sambil menyusul Rachel.
"Aku juga akan pergi bersama Tuan Putru Ayah." Kata Rara sambil menyusul Rachel.
"Ada apa dengan wanita itu, aneh sekali." kata Leon dengan wajah datar.
__ADS_1
Lalu, Leon, Klain, dan Henry pun duduk dan mulai berbicara dengan serius.
.