
[Colosium]
Terlihat, Leon dan Klain sedang menunggu di depan pintu masuk Arena.
"Apa kau sudah siap Leon.?" Tanya Klain.
"Aku sudah siap Tuan." Jawab Leon.
"Kalian akan masuk setelah ini. Jadi tunggulah disini sebentar." Kata shipir.
...
"PARA HADIRIN SEKALIAN, SELAMAT DATANG DI ARENA COLOSIUM YANG BERGENSI INI. HARI INI ADALAH HARI PERTANDINGAN KEJUARAAN." Kata Komentator.
"SEBELUMNYA, KAMI SEBAGAI PELAKSANA PERTANDINGAN INGIN MEMBERIKAN HORMAT KEPADA YANG MULIA RAJA YANG SUDAH DATANG KESINI."
"HORMAT KAMI YANG MULIA RAJA." Kata semua orang yang ada di Colosium sambil menundukkan badanya.
"Hem." Suara Raja Philip sambil mengangkat tangan kirinya.
"BAIKLAH PARA HADIRIN SEKALIAN. KALI INI PERTANDINGAN AKAN BERBEDA DENGAN SEBELUMNYA. SANG MASTER DARI PASUKAN ELIT KERAJAAN, JENDRAL DELLON BERSAMA DENGAN PASUKANNYA, YANG AKAN MENANTANG SANG JUARA, LEOON."
"HOOOAAAAAA." Suara teriakan para penonton dengan sangat meriah.
...
"Dellon.?" Kata Leon terkejut.
"Mungkin ini hanya kebetulan." Kata Klain.
"Jangan menghalangiku Tuan Klain. Aku akan membunuhnya disana." Kata Leon dengan tatapan tajam.
"Aku tidak akan melarangmu kali ini, tapi jangan lupa dengan rencana kita." Kata Klain sambil berbisik.
"Ah. Baiklah." Kata Leon serius.
PROK PROK PROK PROK. Suara ratusan prajurit elit yang memasuki arena.
"Waktunya kau mati, Bocaah." Kata Dellon.
...
Diruang VIP.
"Ayah, kenapa bisa seperti itu.? Kenapa pertandingan ini jadi seperti penangkapan.?" Tanya Vera yang terkejut.
"Firasat Ayah tidak enak, sebaiknya pasukan kerajaan yang turun kedalam sana. Kau lihat saja Vera, jangan banyak tanya." Jawab Raja Philip.
"Kenapa bisa jadi seperti ini." Kata Vera dengan sedih.
...
"Hem, untung aku mendapatkan informasi dengan cepat, ternyata anak itu adalah cucu Eden, aku harus menghabisinya disini." Kata Raja Philip dalam hati.
...
Leon dan Klain pun, masuk kedalam arena pertandingan.
"Mungkin mereka sudah tau rencana kita Leon." Kata Klain sambil mengambil pedang disana.
"Tidak Tuan, mereka masih belum tau apa-apa. Sepertinya mereka tau kalau aku adalah cucunya kakek Eden." Kata Leon.
"Ah, mungkin itu benar." Kata Klain.
"Lama sekali tidak berjumpa bocaah." Kata Dellon.
Namun kali ini, Leon hanya menarik nafas yang panjang sambil memejamkan mata.
...
"Dendam ini, akan aku mengakhirinya sekarang. Kakek, ibu, Simon. Aku akan membalaskan kematian kalian." Kata Leon dalam hati sambil memejamkan mata.
...
"Bajingan cilik itu menghiraukanku." Kata Dellon.
...
"Kenapa prajurit kerajaan yang turun kesana.?" Tanya penonton kepada temannya.
"Aku sendiri tidak tau. Apa yang sudah terjadi." Kata penonton lainnya.
"Bahkan mereka membawa ratusan prajurit Elit disana." Kata penonton yang lain.
"Tapi Leon tidak sendirian sekarang. Lihat, dia bertarung dengan Klain. Ini akan menjadi pertarungan yang seru." Kata penonton.
"Ah. Dua orang terkuat sedang berkumpul disana. Ini benar-benar membuatku gemetar." Kata penonton lainnya.
...
__ADS_1
Di ruang VIP.
"Siapa orang yang ada disebelah anak itu.?" Tanya Raja Philip.
"Ah, Yang Mulia, itu adalah prajurit Elit dari kerajaan Norland yang kita tangkap 5 tahun yang lalu." Jawab Kris.
"Hem, apa dia kuat.?" Tanya Raja Philip.
"Dia cukup kuat Yang Mulia. Selama 5 tahun ini, dia sudah mencatat 987 kali kemenangan. Dia jarang sekali di mainkan karena adanya Leon." Jawab Kris.
"Sepertinya Jendral Dellon akan kesulitan." Kata Raja Philip.
"Anda tidak perlu khawatir Yang Mulia. Dellon sudah di tingkat Grandmaster sekarang. Dia pasti mampu melawan mereka." Kata Kris.
"Aku harap begitu." Kata Raja Philip dengan serius.
"Leoon." Kata Vera dengan khawatir.
...
Di arena Colosium.
Terlihat sekitar 220 prajurit elit yang dilengkapi dengan senjata perang sedang berbaris dengan rapi di depan Leon dan Klain.
"Apa ada permintaan terakhir bocah.?" Tanya Dellon.
"Ah, aku ingin kau mati." Jawab Leon.
"Heee.? HAHAHAHA. Sayangnya kau sendirilah yang akan mati." Kata Dellon.
Leon pun mengambil pedang di sebelahnya. Itu adalah pertama kalinya selama 4 tahun dia mengunakan pedang di atas arena.
"Kau mulai serius sekarang." Kata Dellon dengan tersenyum licik.
"Sekarang aku akan membunuh kalian semua, para bajingan kerajaan." Kata Leon yang mengintimidasi Dellon.
"APAA YANG KAU KATAKAN." Teriak Dellon dengan marah.
"Ah, kalian memang bajingan, Raja Kalian berserta pasukannya adalah bajingan." Kata Leon dengan tersenyum licik.
"Aku, aku benar-benar sangat marah. Beraninya kau menghina kaisar langit." Kata Dellon dengan mengengam pedangnya sangat keras.
"Apanya yang kaisar langit, hanya segerombolan bajingan seperti tikus." Kata Leon sambil mengangkat pedangnya.
Dellon pun mengeluarkan aura merah dari tubuhnya dan mencoba menekan Leon.
"Hem, perasaan ini, sudah lama tidak aku rasakan." Kata Leon dalam hati sambil memejamkan matanya.
"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Jawab Leon sambil mengeluarkan aura kegelapan dari matanya.
...
Di ruang komentator.
"Sepertinya mereka sudah tidak sabar. Baiklah." Kata komentator yang melihat.
"BAIKLAH PARA HADIRIN SEKALIAN, PERTANDINGAN AKAN DIMULAI. KARENA DISINI SUDAH ADA YANG MULIA RAJA. JADI BEL AKAN DIBUNYIKAN OLEH BELIAU."
...
Diruang VIP.
"Silahkan Yang Mulia sebelah sini." Kata Kris.
"Ah, sepertinya mereka semua sudah tidak sabar." Kata Raja Philip sambil berdiri dari kursinya.
Dia pun berjalan menuju sebuah gong yang cukup besar disana.
"Baiklah, pertandingan dimulai." Kata Raja Philip sambil memukul gong.
DOONGGGG. Suara gong.
"HAAAAA." Suara Dellon yang tiba-tiba hilang.
"Aku serahkan rencana itu padamu Tuan Klain." Kata Leon dengan waspada.
KLAANG. Suara benturan pedang.
"Matilah bocah, mati, mati." Kata Dellon dengan sangat marah sambil mendorong pedangnya.
"Baiklah, hati-hati Leon." Kata Klain. Ia pun tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba berada di tengah-tengah barisan prajurit.
"HOAAAA." Teriak Klain sambil menyerang pada prajurit kerajaan.
"Aargh." Uuh." Uhook." Suara praja prajurit yang tetkena serangan pedang Klain.
BREDOOM. DOAAR. DOMMMM. Suara benturan tubuh prajurit yang menghantam dinding colosium.
...
__ADS_1
"Ini sangat berbahaya. Para prajurit itu dilemparkan kesegala arah." Kata penonton.
"Jika seperti ini terus, dia bisa menghancurkan Colosium ini." Kata penonton yang lain.
...
Diruang VIP.
"Hah, apa dia sengaja melakukan itu.?" Kata Raja Philip yang terkejut.
"Apa perlu saya menghentikan pertarungannya Yang Mulia. Jika seperti ini terus, semua orang disini akan menjadi korban." Kata Kris.
"Tunggu Kris. Biarkan Dellon yang membereskannya." Kata Raja Philip.
"Baik Yang Mulia" Kata Kris.
...
Di arena.
KLANG. SWOOSSH. KLANG KLANG TRING. Suara pertarungan Leon dengan Dellon.
"Dia sangat kuat." Kata Leon dalam hati sambil menyerang Dellon.
"Matilah bocaah. HAAAAA." Teriak dellon sambil menyerang Leon bertubi-tubi.
KLANG TRING TRING. Suara pedang.
Lalu. SLARRKK. Suara tebasan pedang. "Aarrgh." Suara Leon yang terkena goresan pedang di bahunya.
"Hehe. Kau sudah cukup kuat sekarang." Kata Dellon.
"Huh, huh." Suara Leon yang terengah-engah.
"Sebaiknya kau menyerah dan mati saja." Kata Dellon sambil meloncat ke arah Leon.
TRANGG. Suara pedang.
"Aku tidak bisa seperti ini terus." Kata Leon dalam hati sambil bertarung melawan Dellon.
Tiba-tiba aura putih keluar dari tubuh Leon, dan menyelimuti seluruh pedangnya.
"HAAAA." Suara Leon yang menyerang Dellon dengan bertubi-tubi.
KLANG KLANG TRANG. Suara pedang.
"Kenapa bocah ini semakin cepat. Dan aura putih itu, kenapa dia bisa mengunakan dua aura sekaligus." Kata Dellon dalam hati.
...
Diruang VIP.
"Haa.? Dia bahkan bisa mengunakan dua aura sekaligus. Ini sangat berbahaya." Kata Raja Philip dengan terkejut.
"Yang Mulia, apa kita hentikan saja pertarungan ini.?" Tanya Kris.
Tiba-tiba ada tubuh manusia yang melewati Raja Philip dengan keceoatan tinggi.
"Haa.?" Suara Raja Philip yang terkejut.
SWOOSH. BREDOMM. Suara hantaman tubuh prajurit yang menghantam tembok di belakang Raja Philip.
"Aaaaah." Suara Vera sambil memegangi kepalanya.
"Ituu." Kata Kris dengan terkejut sambil melihat tubuh prajurit yang di lemparkan ke ruang VIP.
"Uupss. Aku tidak sengaja." Kata Klain.
"Kurang ajar bajingan itu." Kata Kris dengan marah sambil mengepalkan tangannya.
"Dia sengaja melemparkan tubuh prajurit itu ke arah sini." Kata Raja Philip dengan marah.
"Yang Mulia, berikan perintah Anda." Kata Kris dengan marah.
Namun, Raja Philip hanya terdiam disana sambil berfikir.
...
Tempat penonton.
"Awaaaas. Ada tubuh orang yang terlempar kesini." Kata penonton sambil menghindari tubuh prajurit yang terlempar ke arah penonton.
"AAAAAAHH." Suara penonton yang terkena lemparan tubuh prajurit.
BREDOOM. SWOOSH. DROOM. Suara hantaman tubuh prajurit ke tempat para penonton.
Semua orang pun panik dan berlarian keluar dari tempat duduknya.
"AAAA." CEPAT KELUAR." HAAAA." AWAAAAS." Teriakan para penonton.
__ADS_1
"Ini tidak bisa dimaafkan." Kata Raja Philip dengan marah sambil memukul kursinya.
.