
[Istana Kerajaan Norland]
Terlihat, Raja Charles bersama dengan beberapa Jendralnya dan para Panglima sedang membahas beberapa strategi militer.
"Apa laporanmu ini sudah benar Panglima.?" Tanya Raja Charles.
"Itu benar Yang Mulia, saya sudah memeriksa kebenarannya." Jawab Klain.
"Lalu, dimana anak itu sekarang.?" Tanya Raja Charles.
"Dia sekarang tinggal di Akademi Rostem Yang Mulia. Jika Anda ingin bertemu dengannya, aku akan membawanya kesini." Jawab Klain.
"Hem, sepertinya kekuatan yang dimilikinya itu bisa berguna di barisan depan. Kerajaan Forlsa sudah bergerak, mereka ingin mengambil tambang di wilayah utara kerajaan Norland." Kata Raja Charles.
"Kita bisa memperkuat wilayah itu Yang Mulia. Persediaan makanan dan pakaian sudah cukup untuk ratusan ribu prajurit." Kata Klain.
"Ah, dari awal aku sudah mempersiapkan itu. Tapi yang jadi masalah adalah kerajaan Forlsa beraliansi dengan kerajaan Neverley. Dan Neverley adalah aliansi kita." Kata Raja Charles.
"Emm, ini sangat sulit untuk memutuskan Yang Mulia." Kata Klain.
"Kita tidak bisa bergerak dengan sembarangan, atau kita akan di kepung dari berbagai arah. Apalagi kerajaan Aldebaren juga salah satu kerajaan aliansi musuh." Kata Raja Charles.
"Aldebaren. Kerajaan itu memiliki hubungan dengan Luminos Yang Mulia. Jika hanya para prajurit Aldebaren saja, kita masih bisa memenangkan perang." Kata Klain.
"Hem, kita benar-benar sudah di kepung Klain. Kita harus hati-hati." Kata Raja Charles.
"Bagaimana jika para murid yang pergi ke wilayah utara Yang Mulia.?" Tanya Klain.
"Apa maksudmu.? Aku tidak ingin para murid terlibat dalam perang." Jawab Raja Charles.
"Leon adalah salah satu murid disana Yang Mulia. Bahkan jika dia hanya seorang diri, para prajurit Forlsa akan di kalahkan olehnya." Kata Klain.
"Apa dia sekuat itu Klain.?" Tanya Raja Charles.
"Yang Mulia, dia sudah memiliki pengalaman ribuan kali pertempuran dan peperangan, lalu kekuatannya sekarang, mungkin sudah setara dengan Luminos. Dia adalah kunci kemenangan kita Yang Mulia." Jawab Klain.
"Heee.? Apa dia mau untuk di perintah.?" Tanya Raja Charles.
"Yang Mulia, dia tidak bisa di perintah oleh siapapun, tapi aku akan berusaha untuk bicara dengannya." Jawab Klain.
"Sudah jelas, seseorang seperti dia tidak mudah untuk di perintah, apalagi dengan kekuatan yang dimilikinya itu. Tolong bujuk dia Klain, aku akan menyiapkan imbalan yang setimpal untuknya." Kata Raja Charles.
"Siap Laksanakan Yang Mulia. Saya akan mengusahakannya." Kata Klain.
...
[Akademi Rostem].
1 minggu berlalu, setelah Leon meninggalkan Rachel di kota sendirian. Pada pagi hari. Terlihat Leon sedang membaca beberapa buku di perpustakan Akademi.
"Hei, lihat, dia adalah murid baru yang tidak pernah masuk kelas." Kata murid disana yang bergosip tentang Leon.
"Ah, aku juga dengar kalau dia sering bolos." Kata murid lainnya.
"Bahkan dia pernah mengajak Tuan Putri untuk membolos." Kata murid lainnya.
"Heee. Benarkah.? Tidak mungkin." Kata para murid disana dengan terkejut.
Para murid disana pun berbisik-bisik membicarakan Leon, mereka semua bergosip tentangnya tanpa henti.
"Mereka sangat berisik sekali. Bukankah ini tempat yang sepi.?" Kata Leon sambil menutup bukunya, lalu ia pun pindah ketempat lain.
"Hem, sepertinya disini lebih tenang." Kata Leon sambil duduk dan membuka bukunya kembali.
__ADS_1
"Eem, benar kata Henry, di perpustakaan ini banyak sekali informasi. Ternyata dunia ini di kuasi oleh 3 kekuatan. Luminos, Moonlight, dan Demon Orion." Kata Leon sambil membaca buku.
Tiba-tiba seorang perempuan datang menghampirinya. Dia adalah seorang Putri dari Kerajaan Canavero.
"Kau belum membacanya dengan benar Junior." Kata perempuan itu.
"Heee. Apa maksudmu.?" Tanya Leon.
"Apa kau benar-benar tidak tau tentang dunia ini.?" Tanya perempuan itu.
"Aku baru saja mempelajarinya. Dan siapa kau.?" Tanya Leon.
"Kau bahkan tidak mengenali seniormu sendiri. Perkenalkan, namaku Aries Roslite dari kerajaan Canavero." Kata Aries.
"Hoo, kau terlihat sedikit tua senior." Kata Leon.
"Apa yang katakan, sudah jelas aku lebih tua darimu, umurku sudah 19 tahun. Dan tahun ini adalah tahun terkahirku disini." Kata Aries.
"Emm, kau bahkan lebih tua 3 tahun dariku. Salam kenal senior, namaku Arjun Leon." Kata Leon.
"Hem, Leon kah, dari mana kau berasal.?" Tanya Aries.
"Aku sendiri bingung menjelaskannya, aku tidak punya identitas kerajaan. Maaf senior, aku tidak bisa menceritakannya padamu." Jawab Leon.
"Hem, kau sangat rumit sekali." Kata Aries.
"Ah, kelihatannya seperti itu." Saut Leon.
"Lalu, apa yang pelajari disini.?" Tanya Aries penasaran.
"Aku sedang mencari petunjuk disini." Jawab Leon.
"Petunjuk tentang apa.?" Tanya Aries.
"Heee.? Apa kau sudah gila.?" Tanya Aries dengan sangat terkejut.
"Memangnya kenapa.? Aku masih waras." Jawab Leon.
"Asura Doji adalah salah satu orang terkuat didunia, sudah jelas semua orang tau nama itu." Kata Aries.
"Aku sudah tau itu. Bahkan kau sendiri tidak bisa memberikanku informasi senior." Kata Leon.
"Orang itu sangat misterius Leon, tidak ada yang tau keberadaan mereka." Kata Aries.
"Aku juga tau tentang itu. Hem, sepertinya Akademi ini tidak bisa memberikanku petunjuk, bahkan ilmu Magis disini tidak dijelaskan dengan lengkap." Kata Leon.
"Apa maksudmu.? Akademi ini adalah yang terbaik di seluruh benua Wisdom. Kau jangan meremehkan Akademi ini." Kata Aries yang kesal.
"Aku tau senior, tapi buku disini kurang lengkap, hanya itu saja." Kata Leon.
"Kau jangan sombong Leon. Meskipun kau pintar, jangan pernah merendahkan orang lain." Kata Aries dengan kesal.
"Ah, maafkan aku senior. Aku tidak bermaksud merendahkan Akademi ini." Kata Leon.
Lalu, Tiba-tiba Rachel datang ke perpustakaan bersama Kibo dan Ellena. Dan Rachel pun melihat Leon sedang berduaan dengan Aries disana.
"Haa. Leon?" Kata Rachel dengan terkejut.
"Ketua, apa kita pergi saja dari sini.?" Tanya Ellena.
Namun Rachel hanya terdiam disana sambil mengepalkan tangannya. Dan Kibo berjalan menghampiri Aries.
"Aries." Kata Kibo yang memanggil.
__ADS_1
"Ah, Kibo kah." Saut Aries.
"Hem, sepertinya kau sedang bersenang-senang disini." Kata Kibo.
"Aku baru saja bertemu dengannya disini. Kau jangan salah paham." Saut Aries.
"Lalu, siapa pemuda ini.?" Tanya Kibo dengan menatap tajam kearah Leon.
"Dia junior bernama Leon." Jawab Aries
"Heee. Leon.? Jadi kau orang yang bernama Arjun Leon.?" Tanya Kibo dengan terkejut.
"Ah itu benar, apa ada masalah senior.?" Tanya Leon.
"Ah tidak-tidak. Hehe, aku sudah banyak mendengar cerita tentangmu. Perkenalkan, namamu Kibo Klain." Kata Kibo.
"Klain.? Apa kau anak dari Panglima Klain.?" Tanya Leon.
"Itu benar Leon. Hihi. Aku disuruh oleh ayahku untuk berteman denganmu." Jawab Kibo.
"Hoo, jadi kau anaknya Klain.? Ah salam kenal Kibo." Saut Leon.
"Kibo, kita pergi dari sini." Kata Ellena dengan serius.
Leon pun menoleh kearah Ellena dan melihat Rachel yang ada disampingnya dengan raut wajah yang sedih.
"Ah, dia ada disini." Kata Leon yang melihat Rachel.
"Hem.? Jadi kalian sudah saling kenal.?" Tanya Aries kepada Leon sambil melihat Rachel.
"Ah, sepertinya begitu." Jawab Leon.
"Kita pergi Kibo, masih ada urusan Lemu yang harus diurus." Kata Ellena.
"Bukankah urusan kita ada disini.?" Tanya Kibo.
"Itu benar, tapi kelihatannya Ketua tidak nyaman disini." Kata Ellena sambil menatap Leon dengan tajam.
"Hem, sepertinya kalian berdua ada masalah. Apa itu benar bidadari.?" Tanya Aries kepada Rachel.
"Aries, jangan membuatku marah. Aku tidak akan menganggu kalian." Kata Rachel yang cemburu.
Aries pun berdiri dan menghampiri Leon. Lalu kepala Leon dipeluk oleh Aries.
"Heee. Benarkah.?" Kata Aries sambil memeluk Leon.
"Aah, apa yang kau lakukan." Kata Leon yang meronta-ronta sambil melepaskan pelukan Aries.
"Aries, lepaskan. Lepaskan dia Aries." Kata Rachel dengan marah.
"Hem, sepertinya aku tau masalahnya. Baiklah, aku akan pergi dari sini. Maaf Leon, lain kali aku akan menemui lagi. Daa." Kata Aries sambil pergi menjauh dari sana.
"Apa kita juga akan pergi Ellena.?" Tanya Kibo.
"Sudah jelas kita harus pergi. Ayo Kibo." Kata Ellena sambil menarik Kibo.
"Eeeh. Kenapa kalian pergi dari sini. Hem, sepertinya aku juga akan pergi dari sini." Kata Leon sambil berdiri
Lalu, ia pun berjalan melewati Rachel yang terdiam mematung disana. Tiba-tiba bajunya di pegang oleh Rachel.
"Eeeh.?" Suara Leon yang berhenti seketika.
"Leon. Hiks." Kata Rachel dengan berlinang air mata sambil memegang baju Leon.
__ADS_1
.