The Darkness King Return

The Darkness King Return
Terimakasih.


__ADS_3

[Makam Leluhur]


Leon masih mematung didepan mayat Simon, tubuhnya gemetar cukup kencang. Bahkan ia hampir pinsan disana. Lalu, prajurit kerajaan mulai menghampirinya.


"Apa dia sudah berpamitan denganmu nak.?" Kata prajurit kerajaan.


"Setelah ini, kau akan menyusul mereka. Diamlah disitu dan aku akan mengirimmu ke neraka." Kata prajurit lainnya.


Prajurit itu pun menghempaskan pedangnya keleher Leon. Namun, Leon hanya terdiam tak bergerak sama sekali.


Tiba-tiba. JLEEBB. Suara pedang yang menusuk perut prajurit itu.


"Aa, aaah. Apa yang terjadi pada tubuhku.?" Kata prajurit itu sambil melihat keperutnya.


SLAASH. Suara pedang yang di tarik dari perut prajurit itu. Dan ia pun tewas ditempat.


"Dia sangat berbahaya." Kata Prajurit lainnya sambil melihat Leon berdiri.


Aura kegelapan keluar dari tubuh Leon. Aura yang sangat kuat itu, membuat prajurit kerajaan yang ada disana terkena efek tenakan jiwa.


"Aaaargh. Ini sakit sekali, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak." Kata prajurit disana.


Leon pun menghampiri prajurit itu dengan berjalan sempoyongan.


"Tidak, tidaak, aku tidak ingin mati. Berhentilah disana." Kata prajurit itu dengan ketakutan melihat Leon.


Lalu, SLAAH. Suara pedang yang memotong kepala prajurit itu. BUOOK. Suara kepala yang terjatuh ketanah.


"Dia, dia seperti hantu." Kata prajurit lainnya yang ketakutan.


"Glegg(menelan ludah). Tidaak. AAAAAAA." Suara prajurit lainnya yang berlari menjauh dari Leon dengan ketakutan.


Leon pun meloncat dan menyerang semua prajurit kerajaan yang ada disana dengan membabi buta.


SLAAH, SRAAK, JLEEB. SRAAK. Suara pedang Leon yang menebas tubuh para prajurit kerajaan disana.


Puluhan prajurit disana tidak bisa bergerak karena tekanan jiwa yang dikeluarkan Leon. Dan Leon membunuh mereka semua tanpa ampun.


"Tidaak. Ampuni saya Nak, saya masih punya keluarga. Tolong ampuni saya." Kata Prajurit yang tersisa sambil merangak mundur dengan ketakutan.


Tapi Leon tidak peduli dengan itu. Ia berjalan menghampiri prajurit kerajaan yang terakhir dengan perlahan-lahan.


JLEEB. Suara tusukan pedang ke perut prajurit itu. "AAAAARGH. Uhook." Suara prajurit itu kesakitan.


SLASH. Suara pedang yang di tarik dari perut prajurit itu. "Huh, huh, Uhook." Suara prajurit itu dengan terengah-engah sambil memuntahkan darah.


Lalu, SRAAK. Suara pedang milik Leon yang menebas kepala prajurit itu.


"Huh, huh. HOOOAAAAAA." Teriakan Leon dengan penuh kebencian.


"Hiks. Simon, Ibu. Maafkan aku. Hiks." Kata Leon sambil berjalan menghampiri tubuh Violen dengan sempoyongan.


Lalu, ia pun bertekuk lutuh di samping tubuh Violen. Dan ia pun memeluk Violen sambil menangis.


"Huaaaa. Huaaaa." Tangisan Leon dengan sangat kencang sambil memeluk tubuh Violen.


...


Beberapa menit kemudian. Leon pun melepaskan pelukannya, dan menyeret tubuh Violen ke makam kakeknya. Lalu, ia mengangkat tubuh Simon dan diletakkan disamping tubuh Violen.

__ADS_1


Dan Leon pun berdiri didepan mereka berdua sambil menangis.


"Leon, aku sayang padamu nak." Makanlah Leon." Kau bisa tinggal disini nak." Apa kamu marah padaku.? Hihihi." Kami masih ada disini bersamamu Leon." Pulanglah nak, jangan terlalu malam." Suara Violen yang di ingat Leon.


"Leoon, kau sangat kuat." Ayo kita bermain." Hahaha dia sangat bodoh Leon." Kau adalah adikku yang paling hebat Leon." Leon pergilah dari sini. Dan hiduplah" Aku juga menyanyangimu." Suara Simon yang diingat Leon.


"Hiks, hiks. Ibuu, Simoon. Aku juga sangat menyanyangi kalian. Hiiks. " Kata Leon sambil menangis terseduh-seduh.


"Hiks. Aku ingin menyusul kalian semua. Kakek, Ibu, Simoon. Aku sudah tidak kuat. Aku hidup sendirian sekarang. Hikss. Huaa." Kata Leon yang menangis, bahkan ia sampai bertekuk lutut didepan Violen dan Simon.


...


Lalu, bayangan arwah dari Eden, Violen, dan Simon keluar di belakang Leon, dan tangan Violen menepuk pundak Leon.


"Haa." Suara Leon terkejut. Namun ia hanya terdiam ditempatnya.


"Hiduplah untuk kami nak. Aku sangat menyanyanginmu." Kata Violen.


"Kau harus berjuang untuk hidupmu Leon. Terra(bumi) membutuhkanmu." Kata Eden.


"Yossh, kau harus berjuang untuk kami Leon. Hihi" Kata Simon.


...


"Kaliaan. Hiks." Kata Leon sambil menoleh kebelakang.


Namun, ia hanya melihat tumpukan mayat prajurit kerajaan disana. Leon pun berdiri dan menghampiri Violen dan Simon. Lalu, ia mencium pipi mereka berdua.


"Terimakasih atas semuanya. Hiks, Terimakasih. Tunggulah disini sebentar, aku akan menguburkan kalian setelah ini." Kata Leon sambil berjalan menuju desa.


...


[Desa Ellora]


"Sudah dipastikan mereka semua sudah mati Jendral." Kata salah satu Kapten.


"Bagus, gantung mayat mereka di pohon itu, dan sisanya bakar disana." Kata Dellon.


"Siap Laksanakan." Kata Kapten itu.


Dellon pun menghampiri Iron dan Hermes yang sudah tergeletak ditanah dengan penuh luka dan berumuran darah.


"Hem, mereka hanya orang tua yang banyak bicara." Kata Dellon sambil melihat Iron.


Iron dan Hermes, sebenarnya sudah tewas disana. Dan Semua warga desa di bunuh dengan mengenaskan. Darah berceceran dimana-mana, dan rumah warga dibakar semua.


Beberapa menit kemudian, Leon pun sampai di desa. Ia melihat ratusan mayat yang tergeletak, ada yang digantung di pohon-pohon, ada juga yang dibakar.


"Haa. Tidak mungkin, kalian semua, Hiks. Tidak, tidak." Kata Leon yang sangat terpukul.


"Jangan mati, kalian semua jangan mati. Hiks. Aku benar-benar akan hidup sendirian. Tuan Iron, Tuan hermes. Dimana kalian.? Hiks." Kata Leon yang berjalan sempoyongan di antara rumah-rumah yang terbakar.


"Aku benar-benar sudah tidak kuat, aku ingin mati bersama kalian." Kata Leon.


"Hiks, hiks. Huaaa, Huaaa" Suara Leon yang menangis dengan kencang sambil bertekuk lutut.


Hatinya sangat hancur melihat tempat tinggalnya di bumi hanguskan. Bahkan tidak ada seorang pun warga desa yang terlihat masih hidup.


...

__ADS_1


"Jendral, saya melihat seorang anak menangis di pingir desa." Kata salah satu prajurit.


"Apa dia warga desa ini.? Cepat bunuh dia sebelum dia kabur dari sini." Kata Dellon.


"Siap Laksanakan." Kata prajurit itu.


Ratusan prajurit pun berlari kearah Leon. Tapi Leon masih terdiam sambil menangis. Hatinya benar-benar sangat terguncang, dan kebencian muncul di dalam hatinya.


"Ini, ini adalah salah kalian. Aku akan membunuh kalian semua." Kata Leon dengan tatapan penuh kebencian sambil berdiri.


Aura kegelapan keluar dari tubuh Leon. Dan Leon pun mulai berjalan secara perlahan, lalu ia berlari ke kerumunan para prajurit kerajaan.


"HAAAAAAA." Suara Leon yang sangat marah.


SLAASH. SLASH. SRAK. JLEEB. Suara pedang Leon yang membantai ratusan prajurit kerajaan.


...


"Aura ini, siapa yang datang sebenarnya.?" Kata Dellon sambil berjalan kearah Leon.


Dan Leon masih menyerang dengan membabi buta dan sangat cepat. Ilmu berpedang yang di ajarkan oleh Eden digunakan Leon untuk membalaskan dendam warga desa Ellora.


"Ini sangat cepat, bahkan mataku tidak bisa melihatnya." Kata salah satu prajurit yang bertempur melawan Leon.


"AAAAAH," UHOOK." HAAAAAA." AARRRGH." AAAA." Suara para prajurit yang dibunuh Leon.


Satu persatu prajurit kerajaan ditumbangkan oleh Leon seorang diri. Lalu, Dellon pun sampai disana.


"Haa.?" Suara Dellon terkejut.


"Apa benar dia seorang anak-anak.?" Kata Dellon yang melihat Leon menyerang dengan membabi buta.


"Ini tidak bisa dibiarkan. Semua prajurit bisa terbunuh jika seperti ini terus." Kata Dellon sambil menarik pedangnya.


Lalu, Dellon pun berlari dan menyerang Leon.


"Haa.?" Suara Leon terkejut melihat Dellon.


KLANG. Suara benturan pedang Leon dan Dellon.


"Kau bisa menangkisnya Nak." Kata Dellon. Namun Leon hanya terdiam sambil menatap Dellon penuh kebencian.


"Kau harus mati bersama mereka nak. Jadi biarkan aku mencabut nyawamu dengan mudah." Kata Dellon.


Leon pun mengeluarkan tekanan jiwa yang menekan jiwa Dellon.


"Hoo, kau bisa mengunakan kekuatan itu nak, sangat mengerikan. Tapi itu masih belum cukup untuk melawanku. Sepertinya kau sangat berguna." Kata Dellon.


Leon pun menyerang Dellon dengan sekuat tenaga. KLANG KLANG TRING. Suara pertarungan Leon melawan Dellon.


Lalu. "Aarrgh." Suara Leon yang terkena tebasan didadanya.


"Hem, aku tidak akan membunuhmu, jadi menyerahlah." Kata Dellon sambil menyerang Leon dengan bertubi-tubi.


"Argh, Aaa. Uuuh. Uhoouk." Suara Leon yang terkena serangan berkali-kali. Bahkan tubuhnya sudah di penuhi luka dan berumuran darah.


"Huh, huh, dia sangat kuat." Kata Leon dalam hati, bahkan dia hampir kehilangan kesadarannya.


Tiba-tiba, Dellon berada di belakang Leon dan memukul kepala Leon dengan sangat keras. BUOOK. Suara pukulan.

__ADS_1


"Aaah, Gawat." Kata Leon yang terjatuh ke tanah. Lalu ia pun tak sadarkan diri.


.


__ADS_2