The Darkness King Return

The Darkness King Return
Aku Pergi Dulu.


__ADS_3

[Istana Kerajaan Norland]


Terlihat Leon dan Klain sudah berada di ruang tahta istana. Semua Jendral dan para bangsawan juga berkumpul disana.


"Disini sangat ramai Klain." Kata Leon.


"Mereka juga harus menghadap kepada Yang Mulia Raja Leon." Kata Klain.


"Hem, bisakah kau menyuruh mereka keluar sebentar, aku hanya ingin berbicara dengan Raja kalian." Kata Leon.


"Heem. Baiklah jika kau menginginkan itu." Kata Klain sambil berjalan kebelakang.


"Semua Jendral, Keluarlah dari ruangan ini sebentar. Pembicaraan ini akan menjadi privasi." Kata Klain.


"Heem. Siap laksanakan Panglima." Kata semua Jendral dengan kebingungan. Lalu, mereka semua pun pergi keluar ruangan.


"Kenapa kau menyuruh mereka pergi Panglima, bukankah ini rapat militer.?" Tanya Salah satu bangsawan disana.


"Maaf tuan-tuan. Sebaiknya kalian juga pergi dari sini." Jawab Klain.


"Kami bukan seorang militer Panglima, kau tidak bisa mengusir kami dari sini." Kata bangsawan itu.


"Sudah kuduga." Kata Klain.


Para bangsawan itu pun mulai berbisik-bisik di belakang Leon. Tapi Leon hanya terdiam disana.


"Maaf Leon, aku hanya bisa menyuruh para Jendral keluar dari sini, tapi para bangsawan disini berbeda, aku tidak bisa mengusir mereka." Kata Klain.


"Hem, baiklah kalau begitu, aku akan memintanya sendiri pada Raja kalian." Kata Leon.


...


Dipintu masuk ruang tahta.


"Tunggulah disini Rachel, aku akan menemuinya disana. Kau tidak perlu khawatir, ayah tidak akan mengirimnya ke medan perang." Kata Raja Charles.


"Baik Ayah, terimakasih." Kata Rachel sambil menunggu di depan pintu masuk.


Lalu, Raja Charles pun muncul didepan Leon dan para bangsawan disana.


"Jadi dia ayahnya Rachel.?" Kata Leon dalam hati.


"HORMAT KAMI YANG MULIA RAJA." Kata semua orang disana sambil berlutut kecuali Leon.


"Hem, seperti ucapan Klain, dia tidak bisa diperintah." Kata Raja Charles sambil melihat Leon yang berdiri.


"Leon, berlututlah." Kata Klain.


"Anak itu kurang ajar sekali." Kata Bangsawan disana.


"Dia tidak punya sopan santun." Kata bangsawan lainnya.


Namun, Leon hanya terdiam ditempatnya, lalu Raja Charles duduk di singgahsananya dan mengangkat tangan kanannya. Semua orang pun berdiri serantak.


"Apa kau bernama Arjun Leon nak.?" Tanya Raja Charles.


"Itu benar Yang Mulia. Bolehkan aku meminta sesuatu padamu sebelum kita melanjutkan pembicaraan kita." Jawab Leon dengan tegas.


"Haaa.? Siapa anak ini sebenarnya." Kata salah satu bangsawan disana dengan terkejut.


"Bocah, kau sudah keterlaluan, beraninya kau meminta sesuatu pada Yang Mulia Raja." Kata salah satu bangsawan.


"Kau bahkan tidak sopan disini. Sebaiknya kau tau posisimu." Kata bangsawan lainnya.


"Saya harap Anda mempertimbangkannya Yang Mulia, anak ini benar-benar kurang ajar." Kata bangsawan lainnya.


"Saya mengusulkan untuk mengusir anak ini dari sini Yang Mulia. Sikapnya sudah keterlaluan." Kata bangsawan lainnya.


Raja Charles pun mengangkat tangan kananya. "Hem, diamlah kalian semua. Lalu apa permintaanmu anak muda.?" Tanya Raja Charles.


"Bisakah Anda menyuruh mereka semua pergi dari sini. Aku hanya ingin berbicara dengan anda tanpa ada orang yang mengetahuinya." Jawab Leon.


"Hee.? Kau semakin kurang ajar bocah." Kata bangsawan disana sambil menunjuk Leon.


"Baiklah, bisakah kalian semua pergi keluar sebentar, aku ada urusan dengannya." Kata Raja Charles.

__ADS_1


"Tapi Yang Mulai." Kata bangsawan itu lagi.


"Diamlah, dan keluarlah." Kata Raja Charles dengan serius.


"Ha, Hamba ijin keluar Yang Mulia." Kata Bangsawan itu yang ketakutan.


Lalu, semua bangsawan disana pun keluar dari ruangan tahta kecuali Klain.


...


"Hem, apa yang ingin kau bicarakan nak.?" Tanya Raja Charles.


"Maaf Yang Mulia, seharusnya itu adalah pertanyaanku." Jawab Leon.


"Eeh. Hahaha. Kau sangat mengejutkanku. Baiklah, aku rasa kau sudah tau semuanya dari Panglima Klain. Jadi, bagaimana menurutmu.?" Tanya Raja Charles.


"Apa anda sudah mempertimbangkan semuanya Yang Mulia.?" Tanya Leon kembali.


"Ah, aku berubah pikiran. Aku tidak akan mengirimmu kesana, jadi kau tidak perlu melakukan tugas ini." Kata Raja Charles.


"Haa.?" Suara Leon terkejut.


"Yang Mulia, apa anda benar-benar sudah memikirkan dampaknya.?" Tanya Klain.


"Panglima, sebaiknya kita bersiap-siap untuk berperang. Aku tidak mau mengorbankan anak muda seperti dia, aku sendiri yang akan bertangung jawab dalam perang ini." Jawab Raja Charles.


"Tapi Yang Mulia, ini akan sulit untuk dilakukan." Kata Klain.


"Aku tau Klain, aku sudah memutuskannya. Lebih baik kau bersiap-siap." Kata Raja Charles.


"Leon.?" Kata Klain.


"Aku tau Klain, aku tidak akan menarik keputusanku." Kata Leon sambil berjalan lebih dekat di depan Raja Charles.


"Yang Mulia, demi keselamatan bersama, aku akan pergi kesana." Kata Leon dengan tegas.


"Hee.?" Suara Raja Charles yang terkejut.


"Tidak, tidak. Leon tidaak." Kata Rachel yang tiba-tiba berlari kearah Leon sambil meneteskan air mata.


Lalu, Rachel pun memeluk Leon dengan sangat erat. "Jangan pergi Leon, aku mohon." Kata Rachel sambil menangis.


"Kau sudah menangis ketiga kalinya didepanmu Rachel." Kata Leon yang rersenyum.


"Aku mohon, jangan pergi." Kata Rachel.


"Aku dengar kau adalah kekasih Rachel, dia tidak akan mengijinkanmu pergi nak." Kata Raja Charles.


"Kekasih.? Ah, tidak Yang Mulia. Rachel hanya bercanda." Kata Leon dengan tersenyum malu.


"Hem, Lalu, apa kau sudah yakin dengan keputusanmu itu.?" Tanya Raja Charles.


"Ah, demi tempat tinggalku yang baru, aku akan melindungi tempat ini Yang Mulia." Kata Leon sambil mengelus kepala Rachel.


"Heem. Kau benar-benar serius Nak." Kata Raja Charles.


"Bawa aku bersamamu Leon." Kata Rachel.


"Kau harus disini Rachel, ini adalah tugasku. Aku tidak akan membiarkan pergi kesana." Kata Leon.


"Tapi aku ingin bersamamu Leon." Kata Rachel.


"Tunggulah Rachel, aku tidak akan pergi lama." Saut Leon.


"Leon. Apa itu kau nak.?" Tanya Winston sambil menghampiri Leon.


"Heee. Kakek.? Kenapa anda disini kek.?" Tanya Leon kembali.


"Dia adalah kaisar kerjaan Leon." Kata Klain.


"HEEEEE.?" Teriak Leon yang terkejut.


"Sepertinya kau sangat cocok dengan cucuku, bahkan dia menempel padamu seperti perangko." Kata Winston.


"Ah, sepertinya begitu kek." Saut Leon sambil mengelus kepala Rachel.

__ADS_1


"Jadi, kapan kau akan pergi kesana nak.?" Tanya Raja Charles.


"Aku sendiri tidak tau Yang Mulia, tapi lebih cepat lebih baik bukan. Aku akan pergi sekarang juga." Jawab Leon.


"Baiklah, siapkan keperluan untuknya Klain." Kata Raja Charles.


"Siap laksanakan Yang Mulia." Kata Klain. Lalu ia pun pergi keluar ruangan.


"Aku akan memberikanmu imbalan nak. Apa yang kau inginkan.?" Tanya Raja Charles.


"Yang Mulia, aku masih berangkat kesana, kenapa anda menanyakan itu padaku.?" Jawab Leon.


"Aku percaya kau bisa menyelesaikan tugasmu. Dan aku ingin menyiapkan semua permintaanmu sebelum kau kembali kesini." Kata Raja Charles.


"Aku tidak menginginkan sesuatu Yang Mulia." Kata Leon sambil melihat Rachel.


"Heem. Apa kau ingin menikahi Rachel nak.? Aku sudah merestui kalian." Kata Raja Charles.


"Eeeh.? Ituu, itu terlalu cepat untukku Yang Mulia." Kata Leon.


"Lalu, apa yang kau inginkan, apa sebuah Rumah, atau harta.?" Tanya Raja Charles.


"Ah, aku hanya ingin tempat tinggalku tidak di hancurkan. Hanya itu saja." Jawab Leon.


"Apa tidak ada yang lain.?" Tanya Raja Charles.


"Em. Bisakah anda memberikan aku petunjuk, dimana Asura Doji berada." Kata Leon.


"Haaa." Suara Raja Charles yang terkejut.


"Kenapa kau mencarinya Leon.?" Tanya Winston.


"Ah, aku ada urusan dengannya kek." Jawab Leon.


"Ituuu. Sepertinya tidak bisa aku lakukan nak." Kata Raja Charles.


"Baiklah Yang Mulia, kalau begitu aku ada beberapa permintaan yang lain." Kata Leon.


"Ah, beritahu aku nak." Kata Raja Charles.


"Pertama, aku tidak ingin informasi tentangku di sebar luaskan. Kedua, mungkin aku akan membunuh para prajurit disana, jadi bisakah anda memperintahkan prajurit kerajaan untuk menguburkannya nanti.?. Ketiga, aku ingin desa yang aku selamatkan waktu itu mendapatkan kompensasi. Keempat, aku ingin anda memakamkan mayat para warga yang ada di 6 desa dengan layak." Kata Leon.


"Hee.? Leon, aku kira kau akan memintaku untuk menjadi istrimu." Kata Rachel dengan terkejut.


"Tidak Rachel, kita masih muda, kita masih ada waktu untuk mengenal satu sama lain." Kata Leon.


"Ee. Eeehh." Suara Winston yang terkejut.


"Kenapa dia memikirkan itu.? Ada apa dengannya. Kenapa dia memikirkan orang lain dari pada dirinya sendiri.?" Kata Raja Charles dalam hati dengan tercengang.


"Apa kau yakin dengan itu nak.?" Tanya Raja Charles.


"Aku hanya meminta itu Yang Mulia. Bisakah anda melakukannya.?" Tanya Leon.


"Baiklah, aku akan melakukannya untukmu." Jawab Raja Charles.


"Terimakasih Yang Mulia. Aku akan pergi sekarang." Kata Leon sambil melihat Rachel yang masih memelukknya dari tadi.


"Apa kau benar-benar ingin pergi Leon.?" Tanya Rachel dengan sedih.


"Aku juga tidak ingin rumahmu dihancurkan Rachel. Jadi aku harus pergi." Jawab Leon.


"Aku akan merindukanmu. Jadi cepatlah kembali padaku." Kata Rachel.


"Ah, aku pergi sekarang." Kata Leon sambil melepaskan pelukkan Rachel.


"Hati-hati nak." Kata Winston.


"Baik kakek, jaga dirimu baik-baik." Saut Leon sambil berjalan keluar ruangan.


"Leon, tunggu." Kata Rachel. "Ada apa Rachel.?" Tanya Leon.


"Bawalah cincin ini, mungkin kau akan membutuhkan sesuatu yang ada didalamnya." Kata Rachel sambil memberikan sebuah cincin.


"Terimakasih Rachel." Kata Leon sambil mengambil cincin itu.

__ADS_1


.


__ADS_2