
[Cosium]
Terlihat, Doji turun dari atas udara dan berdiri didepan Kris. Para Panglima disana pun sangat ketakutan dan langsung bersujud kepadanya.
"HORMAT KAMI SANG LUMINOS." Kata semua Panglima dengan ketakutan sambil bersujud.
"Dimana Raja kalian.?" Tanya Doji.
"Aa, Tuan, Yang Mulia Raja sudah pergi ke istana." Jawab Kris.
"Hem. Baiklah, sampaikan pesanku padanya. Jangan menyentuh anak itu lagi, atau kalian mau kerajaan kalian hancur ditangannya. Aku tidak punya waktu untuk membantu kalian. Ingatlah itu." Kata Doji dengan serius.
"Baik Tuan, akan saya sampaikan." Kata Kris dengan gemetar.
"Hem." Suara Doji. Lalu, DEEP. Ia pun menghilang dari sana.
"Haaaaah." Suara Sin yang mengehla nafas panjang sambil terbaring ketanah.
"Aku sangat ketakutan bertemu dengannya." Kata Kris yang masih mematung.
"Kita semua selamat karena Tuan Doji." Kata Daren dengan lega.
"Aku mengira aku akan mati disini. Bocah itu sepertinya punya hubungan dengan Tuan Doji." Kata Melvin.
"Aku juga mengira begitu. Bahkan dia membiarkan bocah itu pergi dari sini." Kata Kris.
"Lebih baik seperti itu Kris, apa kau mau bocah itu tetap disini.?" Tanya Sin.
"Tidak. Kekuatannya benar-benar menakutkan." Jawab Kris.
...
Didalam Hutan. Beberapa jam kemudian.
Leon masih berlari sambil membopong tubuh Klain dengan cepat.
"Huh, huh, sebaiknya aku istirahat sebentar." Kata Leon yang berhenti didekat sungai.
"Luka Tuan Klain sangat parah, bagaimana aku bisa menyembuhkannya. Aku tidak pernah belajar menyembuhkan orang." Kata Leon dengan panik.
Lalu, KROOOAK. Suara perut Leon yang kelaparan.
"Aku sangat lapar. Sebaiknya aku mencari makanan dulu." Kata Leon sambil membaringkan tubuh Klain didekat sungai.
Leon pun pergi kedalam hutan dan mencari beberapa hewan disana.
...
Beberapa jam kemuadian, Leon datang dengan membawa seekor rusa yang sudah mati. Dan dia melihat tubuh Klain sudah menghilang dari tempatnya.
"Hee.? Dimana Tuan Klain.? Apa dia dimakan hewan buas ?" Kata Leon dengan panik sambil menjatuhkan rusanya.
"Ini gawat, kenapa bisa terjadi seperti ini.? Tapi disini tidak ada darah." Kata Leon dengan kebingungan.
Lalu, tiba-tiba Klain datang menghampiri Leon dengan membawa seekor rusa yang sudah mati.
"Leon." Kata Klain yang memanggil.
"Ah, Tuan Klain, kau sudah sadar. Bagaimana dengan lukamu.?" Tanya Leon.
"Aku sudah baikan sekarang. Apa kau baik-baik saja Leon.?" Tanya Klain kembali.
"Aku baik-baik saja Tuan." Jawab Leon sambil mengambil rusanya lagi dan menaruhnya di atas batu.
"Aku tidak menyangka, kau bisa pergi dari sana dan membawaku." Kata Klain sambil menaruh rusanya.
__ADS_1
"Aku dibiarkan pergi dari sana Tuan." Kata Leon sambil memotong tubuh rusa.
"Siapa yang membiarkanmu pergi.?" Tanya Klain terkejut.
"Ah, itu, namanya Asura Doji. Dia menghentikanku mengamuk dan menyuruhku pergi dari sana." Jawab Leon dengan santai.
Namun, wajah Klain sudah terkejut dengan mematung sambil melihat Leon. "Aa, aa." Suara Klain dengan tercengang.
"Hem.? Kau kenapa Tuan.?" Tanya Leon sambil menata beberapa batu untuk dijadikan kompor.
"Glegg. Apa kau tidak mengenalnya Leon.?" Tanya Klain.
"Aku tidak mengenalnya. Kenapa kau begitu terkejut Tuan.?" Tanya Leon kembali.
"Dia adalah salah satu orang terkuat didunia. Didunia Leon, apa kau tau.?" Kata Klain.
"Ah, aku tidak tau." Kata Leon dengan santai.
"Haaah." Menghela nafas.
"Sebaiknya kita makan dulu Tuan." Kata Leon sambil membakar daging rusa.
Mereka berdua pun memanggang daging rusa bersama, dan memakannya.
"Bagaimana kau bisa sembuh Tuan.?" Tanya Leon.
"Aku ini adalah prajurit elit Leon. Luka seperti ini sudah sering aku alami, hanya saja, waktu itu aku kehabisan Magis saat bertarung dengan ratusan prajurit." Jawab Klain.
"Hooo." Kata Leon yang terkagum.
"Lalu, bagaimana kau bisa melawan para panglima itu.?" Tanya Klain.
"Aku mengamuk disana Tuan. Aku mengeluarkan ribuan tombak di atas langit. Dan mereka berlari menjauhiku." Jawab Leon.
"Hee.? Ada apa Tuan.?" Tanya Leon kebingungan.
"Siapa sebenarnya kau ini.?" Tanya Klain kembali.
"Kenapa kau bertanya seperti itu Tuan, bahkan kita sudah tinggal didalam sel selama 4 tahun." Jawab Leon.
"Kau benar-benar membuatmu terkejut Leon." Kata Klain.
"Apa yang membuatmu terkejut Tuan.?" Tanya Leon.
"Aku tau kau sangat kuat, bahkan kau bisa mengunakan 7 aura sekaligus. Tapi kali ini berbeda Leon, kau benar-benar mengejutkanku." Jawab Klain.
"Apa tombak-tombak itu yang membuatmu terkejut.?" Tanya Leon.
"Glegg. Apa kau tidak sadar.? Kau sudah membentuk energi alam menjadi sebuah tombak." Tanya Klain.
"Aku hanya membayangkannya saja Tuan." Jawab Leon.
"Aku tau itu. Bahkan semua professor di Akademi Rostem sudah mempelajari pembentukkan itu, dan semuanya gagal." Kata Klain.
"Apa kau tidak bisa melakukannya Tuan.?" Tanya Leon.
"Aku bahkan tidak bisa membentuk satu benda pun dari energi alam ini. Untuk membentuk sebuah benda, itu sangat sulit dilakukan, bahkan seorang jenius dari semua Akademi hanya bisa membentuk 1 benda. Dan kau dengan mudahnya membentuk ribuan tombak." Jawab Klain.
"Apa sesulit itu untuk melakukannya. Lihatlah ini Tuan." Kata Leon sambil membentuk sebuah tombak di atas tangannya.
"Ituu. Bagaimana kau bisa melakukannya Leon, bahkan kau melakukannya sambil makan." Kata Klain dengan terkejut.
"Eeeh, ituuu. Emm, anuu." Kata Leon sambil berfikir.
"Aku tidak bisa menjelaskannya Tuan, ini sangat rumit untuk dijelaskan, aku bahkan tidak pernah belajar di Akademi, hanya belajar di sekolah kecil di desaku dulu." Kata Leon.
__ADS_1
"Hee.? Apa kau belajar pembentukkan itu dari sekolahmu dulu.?" Tanya Klain penasaran.
"Tidak Tuan, aku melakukannya sendiri. Bahkan kakekku tidak pernah mengajariku." Jawab Leon.
"Kau, kau benar-benar sangat mengejutkanku Leon. Sebaiknya kau tidak memanggilku Tuan, panggil saja namaku." Kata Klain.
"Heee.? Apa itu boleh.? itu sangat tidak sopan Tuan." Kata Leon.
"Di Terra tidak memandang umur Leon, justru aku yang tidak sopan padamu." Kata Klain.
"Ah, baiklah Klain. Aku seperti mempunyai teman baru sekarang, hihihi." Kata Leon dengan tersenyum.
"Hahaha, itu lebih baik." Kata Klain dengan tertawa.
"Ah, Klain. Apa semua orang tidak bisa membentuk energi alam ini.?" Tanya Leon.
"Tidak semua orang Leon. Ada beberapa orang yang bisa melakukannya, termasuk Asura Doji." Jawab Klain.
"Hoo. Dia bahkan bisa membakar tombak-tombakku Tuan, eh Klain." Kata Leon.
"Itu sudah wajar Leon. Kekuatannya berada ditingkat yang sangat jauh." Kata Klain.
"Hoo. Ternyata ada tingkat kekuatan kah." Kata Leon.
"Apa kau tidak pernah diajarkan itu.?" Tanya Klain.
"Aku hanya diajarkan untuk membaca dan menulis saja Klain." Jawab Leon.
"Hem, Di dunia ini, ada 7 benua dan ratusan kerajaan. Dan semua orang yang dilahirkan ke dunia ini, mempunyai kekuatan yang disebut Magis. Memang kekuatan itu berbeda-beda, ada yang terlahir kuat, dan ada juga yang terlahir lemah." Kata Klain.
"Eem. Jadi itu yang kau maksud dengan tingkat kekuatan.?" Tanya Leon.
"Dunia ini disebut dengan Terra, yang memiliki energi alam tak terbatas. Dan orang pada jaman dulu membagi kekuatan ini berdasarkan energi alam yang ada di dalam tubuh manusia." Jawab Klain.
"Apa saja itu Klain.?" Tanya Leon.
"Ada 9 tingkatan Magis yang dibagi oleh nenek moyang pada jaman dulu. Yaitu, Dasar, Warrior, Elit, Master, Grandmaster, Prime, Legend, Mythic, dan Immortal." Kata Klain.
"Hooo, aku baru mendengarnya Klain. Apa kau berada di tingkat Elit.?" Tanya Leon yang menebak.
"Ah, aku ada di tingkat Elit bintang 9." Jawab Klain.
"Bintang 9.? Apa itu.?" Tanya Leon.
"Setiap tingkat kekuatan, terdapat bintang Magis didalam tubuh manusia, kau bisa melihatnya sendiri di dalam sana. Dan itu berjumlah ada 9 bintang disetiap tingkatnya." Jawab Klain.
"Bagaimana cara melihatnya.?" Tanya Leon penasaran.
"Kau hanya perlu bermeditasi dan merasakan kekuatan di dalam tubuhmu." Kata Klain.
"Eem. Baiklah, nanti akan aku coba. Lalu, ada dimana tingkat kekuatan Asura Doji.?" Tanya Leon penasaran.
"Kekuatannya sudah melebihi Immortal Leon. Itu disebut dengan Awakening, dan itu tidak diajarkan di Akademi manapun, aku sendiri tidak tau. Tapi orang-orang menyebut kekuatan itu GOD. Kekuatan seperti seorang dewa yang bisa menghancurkan dunia ini." Jawab Klain.
"Aaah. Lalu, bagaimana dengan bintang-bintang itu.? kenapa harus ada didalam tubuh.?" Tanya Leon.
"Itu adalah hukum Terra Leon. Dunia ini masih sangat misterius. Dan tidak ada seorang pun yang bisa memecahkan misteri itu." Jawab Klain.
"Heem. Aku benar-benar sangat penasaran Klain. Baiklah, aku akan mencoba melihat bintang itu didalam tubuhku." Kata Leon sambil bersila.
"Ah, cobahlah." Kata Klain.
Leon pun mencoba berkonsentrasi sambil bersila di depan Klain. Lalu, cahaya putih keluar dari tubuh Leon. Dan kesadaran Leon masuk kedalam alam bawah sadarnya.
.
__ADS_1