The Darkness King Return

The Darkness King Return
Orang Terkuat.


__ADS_3

[Colosium]


Terlihat Klain sudah terkapar dilantai dengan pedang yang masih menancap di perutnya. Dan Leon mematung melihatnya dengan tercengang.


"Sekarang giliranmu Bocah." kata Kris sambil mengangkat pedangnya.


Tiba-tiba aura kegelapan sedikit keunguan, keluar dari tubuh Leon dengan sangat pekat. Aura itu keluar dengan sangat banyak, dan diikuti aura putih kekuningan yang keliar dari tubuhnya.


"Haa.?" Suara Kris terkejut.


"Ini sangat berbahaya Kris, pergilah dari sana." Kata Sin yang menghindari Leon.


"Kenapa bocah ini mempunyai aura seperti itu." Kata Kris dengan tercengang.


"Kris." Kata Sin yang sudah menjauh dari Leon.


"Aku harus membunuhnya." Kata Kris sambil menghempaskan pedangnya ke arah Leon.


SWOOSH. Suara pedang yang berhenti seketika di atas tubuh Leon. "Haa.? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak." Kata Kris dengan terkejut.


"Aarrgh." Suara Kris yang kesakitan terkena tekanan Leon.


BUOOK. Suara tubuh Kris yang ditarik oleh Daren. "Kau jangan gegabah, lihatlah bocah itu. Auramu tidak akan bisa mengalahkannya." Kata Daren sambil membawa Kris menjauh dari Leon.


Tiba-tiba Awan mendung mulai berkumpul diatas langit, dan gemuruh petir terdengar sangat keras. Perlahan-lahan Leon berdiri dengan aura yang menyebar kemana-mana.


"Siapa sebenarnya anak itu.?" Tanya Kris dengan tercengang.


"Kau telah gagal menjalankan misimu Kris." Kata Daren sambil berlari menjauh dari sana.


"Cepatlah, ini sangat berbahaya, bocah itu bisa memanipulasi alam." Kata Sin dengan panik.


"Lalu apa yang kita lakukan.?" Tanya Kris.


"Kita harus pergi dari sini untuk sementara." Kata Daren dengan panik.


...


Ditempat Leon berdiri.


"Lagi-lagi, kalian mengambil nyawa orang yang berharga untukku." Kata Leon dengan tatapan tajam sambil meneteskan air mata.


Tanganya pun di angat keatas langit. Dan Tiba-tiba SWOOSH. Suara awan yang tebelah.


"Haaa.?" Suara Sin yang tercengang melihat keatas langit.


"Apa itu.?" Tanya Kris yang melihat ke atas langit.


"Glegg, tidak mungkin bocah itu bisa melakukannya." Kata Daren dengan tercengang sambil melihat keatas langit.


"Ini sangat berbahaya." Kata Melvin yang berlari menjauh dari Leon.


Mereka semua melihat ribuan tombak emas raksasa yang keluar dari balik awan. Tombak emas itu diselimuti petir berwarna putih yang mengarah ke bawah Colosium.


Semua orang yang ada di ibu kota sangat tercengang melihat tombak-tombak itu, sampai ada yang terjatuh ketanah dengan sendirinya.


"Apa ituu.?" Kata warga ibu kota.


"Glegg, apa aku bermimpi.?" Kata warga lainnya.


Bahkan di istana kerajaan, tombak emas itu terlihat dengan jelas.


"Ayah, apa ituu.?" Tanya Vera yang tiba-tiba berhenti berlari.


"Haa.? Tidak mungkin. Apa yang sudah terjadi disana." Kata Raja Philip dengan tercengang sambil melihat ribuan tombak di atas langit.


"Ayah, apa tombak itu akan jatuh disana.?" Tanya Vera dengan ketakutan.


"Glegg. Aku sendiri tidak tau Vera. Ini sangat berbahaya. Cepat pergi dari sini." Kata Raja Philip yang mulai berlari lagi.


"Apa yang terjadi disana.?" Kata Vera dalam hati sambil mengikuti ayahnya.

__ADS_1


...


Diluar Colosium.


"Jendral, apa itu.?" Tanya salah satu kapten kepada Kong.


"Aku sendiri tudak tau." Jawab Kong dengan tercengang.


Puluhan ribu prajurit yang ada di luar Colosium terdiam tak berkata apapun sambil menelan ludah. Lalu, tiba-tiba ribuan prajurit elit keluar dari Colosium dengan ketakutan.


"Apa yang sudah terjadi didalan sana.?" Kata Kong dengan tercengang.


"BERILAAH JALAN." Teriak Kong kepada pasukannya yang ada di luar Colosium.


"HAAAAAA." PERGILAH DARI SINI." CEPAT PERGILAH" Teriakan prajurit elit yang berlari keluar dari dalam Colosium.


"Beritahu aku, apa yang sudah terjadi." Kata Kong sambil menghentikan salah satu prajurit yang berlari.


"Pergilah dari sini Jendral. Bawa pasukan Anda." Kata prajurit itu dengan ketakutan.


"Aaa." Suara Kong dengan sangat terkejut sambil melepaskan tangannya dari prajurit itu. Dan prajurit itu langsung berlari menjauh dari sana sambil berteriak.


...


Didalam Colosium. Tubuh Leon mulai melayang ke udara sambil mengangkat tangan kirinya yang menahan tombak-tombak diatasnya.


"Hiks, kenapa kerajaan ini selalu membunuh orang disekitarku." Kata Leon dengan meneteskan air mata.


"Aku, aku sudah tidak tahan. Aku ingin menghancurkan kerajaan ini sekarang." Kata Leon dengan sangat terpukul.


"Haa aa." Suara Kris yang mematung melihat Leon yang melayang diudara.


"Cepat Kris, jangan berhenti berlari." Kata Daren dengan panik.


"Ini tidak akan sempat." Kata Kris dengan tercengang.


Lalu, tangan Leon mulai bergerak turun. Dan tombak-tombak yang ada diatas langit mulai berjatuhan.


Lalu, DEEP. Suara seseorang yang datang dengan tiba-tiba didepan Leon. Dan ribuan tombak emas itu berhenti seketika, lalu kebulan asap keluar dari tombak-tombak itu.


"Haa.?" Suara Sin yang terkejut sampai tubuhnya terjatuh ketanah dengan sendirinya.


"Apa yang terjadi.?" Tanya Kris dengan tercengang sambil melihat ribuan tombak emas yang terbakar.


"Ini mustahil, dia, dia." Kata Daren dengan sangat ketakutan melihat orang yang ada didepan Leon.


"Gleeg. Tidak mungkin seseorang seperti dia datang kesini." Kata Melvin dengan ketakutan.


...


Diarea istana kerajaan. Vera yang melihat tombak-tombak diatas langit yang terbakar, langsung berhenti seketika dari larinya.


Para prajurit elit yang menjaga Raja pun, juga berhenti seketika disana.


"Ayaah, tombak itu terbakar." Teriak Vera.


"Haa.? Ituu." Kata Raja Philip dengan tercengang.


Lalu, aura kegelapan keluar dari atas Colosium dan menyebar keseluruh daratan Aldebaren di atas udara.


Aura itu benar-benar sangat kuat dan bisa dirasakan oleh semua orang di seluruh wilayah kerajaan.


"Tidak mungkin, dia, dia datang kesini." Kata Raja Philip yang merasakan aura kegelapan yang sangat kuat.


"Siapa yang datang ayah.?" Tanya Vera dengan panik.


"Ini sangat gawat Vera. Sangat gawat." Kata Raja Philip dengan ketakutan, bahkan tubuhnya sudab gemetar cukup kencang.


"Apa yang terjadi Ayah.? Kenapa kau ketakutan.?" Tanya Vera dengan panik.


"Vera, salah satu orang terkuat didunia datang kesini. Anggota Luminos ada disini." Kata Raja Philip dengan sangat ketakutan.

__ADS_1


"Haa.? Luminos.? Mereka, bahkan dibuku pelajaran Akademi mempelari kekuatan mereka." Kata Vera yang terjatuh ketanah dengan sendirinya.


"Kenapa, kenapa mereka datang kesini ayah.?" Tanya Vera dengan tatapan kosong.


Raja Philip hanya terdiam tak berkata apapun, dia sendiri sangat shock sambil melihat ribuan tombak emas yang terbakar diatas langit.


...


Didalam Colosium.


"Haa.?" Suara Leon yang tekejut melihat orang yang ada didepannya.


"Kau tidak boleh melakukan itu nak." Kata orang itu dengan tersenyum.


"Auranya sangat kuat." Kata Leon dalam hati dengan tercengang.


"Aku bisa menghancurkanmu jika kau melakukannya." Kata Orang itu.


"Si, siapa kau.?" Tanya Leon yang mulai ketakutan.


"Wajahmu sangat mirip dengan seseorang yang kukenal." Kata Orang itu.


"Hee.? Aa, apa yang kau bicarakan.?" Tanya Leon yang mulai gemetar.


"Hem, itu sudah masa lalu. Mungkin hanya kebetulan, tapi kekuatanmu sudah memberikanku petunjuk, pasti kau punya hubungan dengan orang itu." Kata Orang itu dengan tatapan tajam.


"Tolong jangan halangi aku, aku akan membunuh mereka semua." Kata Leon.


"Kau tidak bisa melakukan itu nak. Kerajaan ini berada dibawah kewenanganku, jika kau menghancurkan kerajaan ini, kau harus melawanku." Kata Orang itu.


"Kau tidak akan tau perasaanku, mereka semua sudah membunuh keluargaku, bahkan semua orang didesaku, lalu mereka membunuh orang yang sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri." Kata Leon dengan sedih.


"Hem, kau tenang saja, orang itu masih hidup." Kata Orang itu sambil menarik pedang dari perut Klain.


Pedang itu pun bergerak dengan sendirinya menuju ke tangan orang itu dengan sangat cepat. SLAP. Suara tangan orang itu yang memegang pedang.


"Siapa nama anda.?" Tanya Leon kepada orang itu.


"Hem. Namaku.? Apa kau tidak mengenalku.?" Tanya Orang itu kembali.


"Aku tidak mengenalmu." jawab Leon.


"Aku adalah salah satu Anggota Luminos, Asura Doji." Kata Doji.


"Asura Doji.?" Kata Leon.


"Bahkan setelah aku memperkenalkan diriku, kau masih biasa saja." Kata Doji.


"Sudahlah. Aku akan membiarkanmu pergi dari sini. Dan Kerajaan ini punya urusannya sendiri, Aku tidak bisa membiarkanmu membunuh salah satu kekuatan yang dimiliki kerajaan Aldebaren." Kata Doji.


"Kau tidak bisa memerintahku dengan seenaknya." Kata Leon dengan marah.


"Aku bisa menjadikanmu debu disini. Kekuatanmu itu masih sangat jauh denganku. Apa kau ingin mencobanya.?" Tanya Doji sambil menekan jiwa Leon.


TIIIIIIIINGGGG. Suara dentuman di otak Leon. "AAAARRRRGH." Teriak Leon dengan sangat kesakitan, bahkan tubuhnya sampai terjatuh kebawah dengan sendirinya.


BRUUK. Suara tubuh Leon yang menghantam tanah.


"Pergilah dari sini. Kau bisa membawa orang itu bersamamu. Ini adalah hutang budiku kepada orang itu." Kata Doji dengan serius.


"Aa, aa." Suara Leon yang masih merasakan kesakitan, sambil merangkak menghampiri Klain.


Leon pun mengangkat tubuh Klain dan melihat keorang Doji dengan tatapam tajam.


"Aku tidak bisa mengalahkannya sekarang, sebaiknya aku pergi dari sini." Kata Leon dalam hati.


Lalu, ia pun meloncat ke udara dan keluar dari Colosium sambil mengangkat tubuh Klain.


"Hem. Kau mempunyai anak yang sangat kuat." Kata Doji sambil melihat Leon pergi dari Colosium.


.

__ADS_1


__ADS_2