
[Penjara Bawah Tanah]
Terlihat, seekor ular cobra raksasa sedang menatap Leon dari atasnya.
"Cepat, bergeraklah kemari. Aku akan membantumu." Kata Klain dengan panik.
"Ah, ular ini tidak akan bisa memakanku Tuan." Kata Leon sambil mengeluarkan aura kegelapan dari tubuhnya.
Dengan sekejap saja, ular cobra itu terkena tekanan jiwa yang sangat kuat, dan ular itu langsung berhenti seketika. Lalu ular itu mengeliat dengan cukup kencang dan tiba-tiba ular itu pun tewas ditempat.
BROOK. Suara jatuhnya ular itu ketanah.
"Aa, aa." Suara Klain dengan tercengang. Bahkan ia sampai menelan ludah.
"Siapa sebenarnya kau nak.?" Tanya Klain dengan tercengang.
"Huh, huh, maaf Tuan, aku memperkenalkan diriku dengan terbaring lemas. Perkenalkan, namaku Arjun Leon dari desa Ellora." Jawab Leon.
"Ellora.? Apa kau salah satu warga disana.? Aku dengar 3 hari yang lalu, semua orang disana sudah dibantai oleh prajurit kerajaan." Kata Klain.
"Semua orang terbunuh Tuan. Hanya aku yang masih hidup." Kata Leon.
"Kau, bagaimana bisa.?" Tanya Klain.
"Aku sendiri tidak tau Tuan. Aku dikalahkan oleh seseorang bernama Dellon, dan aku di seret dengan kuda sampai disini." Jawab Leon.
"Dellon.? Kurang ajar. Bajingan itu akan membayarnya nanti." Kata Klain dengan sangat marah sambil meremas besi sel.
"Biarkan aku beristirahat sebentar Tuan. Aku akan sembuh setelah bangun." Kata Leon sambil tertidur.
"Dia, siapa sebenarnya bocah itu.? Jika dilihat dari posturnya, dia seperti bocah berumur 8 tahun. Dan luka itu, itu sangat mengerikan jika dilihat." Kata Klain dengan tercengang sambil melihat Leon tertidur.
...
Besoknya, pada pagi hari, Leon terbangun dari tidurnya. Dia sudah tertidur belasan jam. Dan luka Leon benar-benar sudah sembuh dengan sendirinya. Bahkan semua lukanya sudah tertutup, namun masih membekas.
"Haaah(menghela nafas). Aku sudah mulai baikan sekarang." Kata Leon.
KROOAAK. Suara perut Leon yang berbunyi sangat kencang.
"Kau sudah bangun Leon.?" Tanya Klain.
"Ah, Tuan. Terimakasih atas makanan yang kau berikan padaku." Kata Leon sambil duduk.
"Tidak masalah. Apa kau mau makanan lagi.? Aku baru saja dapat kiriman dari mereka." Kata Klain.
"Terimakasih Tuan, makanan itu adalah jatahmu, aku masih punya persediaan banyak disini." Kata Leon sambil menunjuk ular kobra disebelahnya.
"Haaa.? Apa kau akan memakan itu.?" Tanya Klain dengan terkejut.
"Aku tidak punya pilihan lain Tuan. Aku sudah terbiasa makan ular di gua bersama kakek." Jawab Leon.
"Apa itu akan baik-baik saja untukmu.?" Tanya Klain.
"Aku akan baik-baik saja Tuan. Bahkan darah ular ini sangat bermanfaat bagi tubuh. Seperti menghambat racun yang masuk kedalam tubuh." Jawab Leon.
"Haa.? Siapa yang mengajarimu Leon.?" Tanya Klain penasaran.
"Ah, aku diajari oleh kakek. Bahkan penjara ini masih mewah untukku. Kakekku selalu menyiksaku saat aku aku masih berumur 3 tahun." Jawab Leon.
"Apa dia gila Leon.? Kenapa kakekmu menyiksamu.?" Tanya Klain.
"Mungkin kakekku tau akan terjadi seperti ini. Dia sudah melatihku dengan sangat keras." Jawab Leon.
"Siapa nama kakekmu.?" Tanya Klain yang penasaran.
"Ah, dia adalah kakek Eden." Jawab Leon.
"Eden.? Tidak mungkin." Kata Klain terkejut.
"Apa kau mengenalnya Tuan.?" Tanya Leon penasaran.
"Apa kau tau, siapa kakekmu sebenarnya.?" Tanya Klain dengan serius.
__ADS_1
"Dia adalah kepala desa Ellora." Jawab Leon.
"Haa.? Kau tidak tau siapa sebenarnya kakekmu itu Leon. Dia adalah seorang legend. Bahkan semua orang di benua Wisdom takut padanya." Kata Klain dengan tercengang.
"Apa kau pernah bertemu dengan kakekku Tuan.?" Tanya Leon.
"Ah, aku pernah bertemu dengannya saat dimedan perang. Aku adalah prajurit elit dari kerajaan Norland." Jawab Klain.
"Apa kau berhadapan dengannya.?" Tanya Leon.
"Tidak. Justru kakekmu yang membantu kami saat itu. Dia membantai puluhan ribu prajurit seorang diri. Kekuatannya benar-benar sangat mengerikan. Kami hanya bisa melihatnya bertarung dengan tercengang." Jawab Klain.
"Heee.? Apa dia sekuat itu Tuan.?" Tanya Leon lagi.
"Bukan hanya kuat saja. Dia bahkan bisa menguasai 4 elemen sekaligus." Jawab Klain.
"Hem, benarkah.? Tapi dia pernah terdampar di tengah badai laut." Kata Leon.
"Mungkin dia sedang bermain-main." Kata Klain.
"Lalu, dimana kakekmu sekarang.? Apa dia tidak datang menyelamatkannu disini.?" Tanya Klain.
"Ituu." Kata Leon dengan merenung.
"Haaa.? Apa dia sudah meninggal Leon.? Siapa yang mampu membunuh seorang Legend seperti dia.?" Tanya Klain dengan terkejut.
"Kakekku terbunuh oleh waktu. Dan saat kakek meninggal, prajurit kerajaan Aldebaren membantai desa kami. Bahkan ibuku, kakakku, dan semua orang terbunuh." Jawab Leon dengan sangat sedih.
"Aaah. Maafkan aku Leon, aku tidak tau." Kata Klain dengan sedih.
"Aku ingin membalas semua perbuatan mereka. Aku ingin menghancurkan kerajaan ini." Kata Leon penuh kebencian.
"Kau masih bocah Leon, waktumu masih panjang. Tempat ini adalah neraka, kau bisa mati kapan saja." Kata Klain.
"Aku hanya ingin membalaskan dendam warga desa. Apapun yang terjadi, aku akan mengancurkan kerajaan ini." Kata Leon.
Namun, Klain hanya terdiam sambil menundukkan kepala. Lalu, tiba-tiba Shipir penjara datang dan membuka pintu sel tempat Leon.
"Hem.? Kenapa ular besar itu mati disini.?" Kata shipir itu dengan terkejut sambil melihat Leon yang duduk.
"Aku bertarung.? Dengan siapa.?" Tanya Leon.
"Diamlah, dan ikuti saja aku." Kata shipir itu.
Leon pun berdiri dan berjalan keluar sel mengikuti shipir.
"Kembalilah dengan selamat Leon. Aku akan menunggumu disini." Kata Klain dengan tersenyum.
"Hem.? Apa yang harus aku lakukan Tuan.?" Tanya Leon kepada Klain.
"Bunuh lawanmu diatas sana. Dan kau akan kembali kesini." Jawab Klain.
"Eem.?" Suara Leon yang kebingungan.
"CEPATLAAAH." Teriak shipir dengan marah.
"Ah, baiklah. Aku pergi dulu Tuan." Kata Leon sambil berjalan.
Lalu, Klain melemparkan roti kepada Leon.
"Makanlah Leon, kau bisa membagi ular itu padaku." Kata Klain.
"Terimakasih Tuan." Kata Leon sambil memakan roti itu sampai habis.
...
Di arena Collosium. Terlihat puluhan ribu orang sedang menyaksikan pertarungan berdarah dengan sangat meriah. Teriakan dari semua orang sangat bergema dimana-mana.
Leon bersama shipir sedang berdiri didepan pintu masuk.
"HOOOAAAAAA." Suara terikan semua orang yang bersorak gembira.
"Para hadirin sekalian, inilah saatnya kita melihat pertarungan berdarah diatas arena Dead Of Hell." Suara komentator yang berteriak mengunakan pengeras suara dengan alat Magis.
__ADS_1
"Seorang yang dikenal dengan King of death, yang memenangkan pertarungan sebanyak 126 kali berturut-turut. Dia adalah KING BEEEROOON."
"HOAA. BEEERON, BEEERON. BEEERON." Teriak semua orang.
"Penantang yang akan melawannya adalah, seorang bocah dari desa Ellora, dan ini adalah pertempuran perdananya. LEOOON."
"HUUUUUUuuu." Teriak semua orang yang merendahkan.
...
"Apa mereka bercanda.? Pertarungan ini tidak menarik sama sekali." Kata penonton.
"Aku sudah mengumpulkan uang untuk melihat pertarungan yang seru, tapi kenapa aku hanya melihat seorang bocah." Kata penonton lainnya dengan kesal.
...
Di panggung VIP.
"Heem, tunjukan kekuatanmu padaku bocah. Kau harus menang, aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk memilihmu." Kata Dellon yang sedang duduk.
"Apa bocah itu yang kau bawa kemarin Dellon.?" Tanya Jendral lainnya bernama Lee Kong.
"Ah, itu benar. Apa kau mau bertaruh denganku.?" Tanya Dellon.
"Hem. Kau akan kalah kali ini." Kata Lee Kong sambil menaruh beberapa koin diatas meja.
"Hahaha, aku sangat menyukainya." Kata Dellon sambil menaruh koin di atas meja.
"Kau akan rugi besar Dellon." Kata Lee Kong.
"Kita tidak tau sebelum pertarungan berakhir." Kata Dellon dengan tersenyum.
...
Didepan pintu masuk arena.
"Keluarlah dari sini, dan matilah disana." Kata shipir sambil menendang Leon masuk kedalam arena.
"Aaa." Suara Leon yang terpental kedepan.
"HUUUUUuuu." Suara para penonton yang melihat Leon masuk arena.
"Tempat apa ini, kenapa sangat ramai sekali.?" Kata Leon sambil melihat puluhan ribu orang disana.
Lalu, Beroon pun masuk arena. "FuuHAHAHAHA." Suara tertawa Beroon.
"BEEEERON, BEEEERON, BEEEERON." Teriak penonton.
...
"Aku akan bertaruh semua uangku untuk Kung Beroon." Kata Penonton.
"Hahaha, aku juga. Meskipun pertarungannya tidak seru, tapi aku masih bisa mendapatkan banyak uang." Kata penonton lainnya.
...
"Hem, kenapa aku harus melawan Bocah ingusan disini." Kata Beroon sambil melihat Leon yang mengupil.
"Ini benar-benar mengahancurkan reputasiku. Herrrr. Pengurus disini sudah tidak waras." Kata Beroon yang kesal.
...
"Apa aku harus membunuh dia disini.?" Kata Leon sambil meludah ke tanah.
"Lebih baik kau mati dengan cepat bocah." Kata Beroon sambil menghampiri Leon.
"Ah, maaf Tuan. Aku tidak tau apa-apa. Aku habya disuruh membunuhmu disini." Saut Leon.
"Herrr. Disini bukan tempat bermain-main." Kata Beroon sambil mengambil pedang yang disediakan didalam arena.
...
"Para hadirin sekalian, silahkan menikmati pertarungan ini. PERTARUNGAN DIMULAIIII." Kata komentator.
__ADS_1
TINGG. Suara bel di mulainya pertarungan.
.