
[Istana Kerajaan Norland]
Terlihat, Klain sedang mengampiri Raja Charles yang sedang bersantai di sebuah taman.
"Aku harus melaporkan ini dengan cepat." Kata Klain yang tergesa-gesa menghampiri Raja Charles.
"Hallo Tuan Klain. Apa ada yang bisa saya bantu.?" Tanya pelayan istana.
"Emm, antarkan aku ke tempat Yang Mulia." Jawab Klain.
"Silahkan Tuan, Yang Mulia sedang duduk di taman." Kata pelayan itu.
"Baiklah." Saut Klain sambil berjalan mengikuti pelayan istana.
Beberapa menit kemudian, Klain pun sampai di taman istana.
"Yang Mulia." Kata Klain.
"Ah, Panglima, ada apa.?" Tanya Raja Charles.
"Yang Mulia, Saya mendapatkan surat dari Leon, dia sudah menguasai salah satu desa di wilayah utara." Jawab Klain.
"Hee, benarkah.? ini sangat cepat sekali Klain. Anak itu benar-benar menunjukkan kekuatannya." Kata Raja Charles.
"Lalu, salah satu panglima Forlsa juga sudah terbunuh disana Yang Mulia." Kata Klain.
"Benarkah.? Ini sangat mengejutkan. Berapa jumlah panglima mereka yang datang kemari Klain.?". Tanya Raja Charles.
"Ah ituu, kami masih belum memastikannya Yang Mulia. Tapi menurut kabar dari pasukan pengintai, mereka membawa 3 panglimanya kemari, dan 2 diantaranya sudah tewas, hanya tinggal 1 panglima lagi dan 5 desa lainnya. Sepertinya mereka membuat markas di suatu tempat." Kata Klain.
"Apa kau tau dimana itu.?" Tanya Raja Charles.
"Mungkin itu di sekitar area bukit utara Yang Mulia, disana ada banyak tempat kosong dan luas." Jawab Klain.
"Hem, beritahu Leon. Dan kirimkan pasukan untuk menguasai wilayah yang sudah di ambil." Kata Raja Charles.
"Siap Laksanakam Yang Mulia." Kata Klain sambil menundukkan kepalanya. Lalu ia pun pergi dari sana.
...
[Akademi Rostem]
Terlihat Anggota Lemu berjumlah 25 orang sedang melakukan rapat di ruang Lemu. Mereka membahas beberapa program kerja yang masih belum selesai.
"Ini laporannya Ketua." Kata Kibo yang memberikan berkas kepada Rachel.
"Em. Terimakasih Kibo." Kata Rachel yang murung.
"Ketua kenapa.?" Tanya Diana kepada Ellena.
"Aku sendiri ingin tau, sudah 1 minggu dia murung begitu, dan sudah 1 minggu aku juga tidak melihat Leon." Jawab Ellena.
"Apa ini ada hubungannya dengan orang bernama Leon itu.?" Tanya Diana.
"Sepertinya begitu. Ketua tidak pernah cerita apapun padaku." Jawab Ellena.
"Apa yang kalian bicarakan.?" Tanya Rachel dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Eeeh, itu. Maafkan kami ketua." Kata Ellena yang panik.
"Ellena, urus sisanya. Aku ada sedikit urusan di istana, dan ini sangat penting. Tolong handle semua tugasku untuk sementara." Kata Rachel dengans serius.
"Ketua, apa anda akan pulang.?" Tanya Ellena.
"Aku ada urusan yang lebih penting dari ini." Kata Rachel sambil berdiri.
"Ah, baiklah ketua. Serahkan semuanya padaku." Kata Ellena.
"Baiklah semua, lakukan tugas kalian masing-masing. Jika masih tidak mengerti tugas kalian, segera konsultasikan kepada kepala devisi kalian masing-masing. Untuk 1 minggu kedepan, tugas ketua Lemu akan di pegang oleh wakil ketua." Kata Rachel dengan tegas.
"Siap Ketua." Kata semua anggota Lemu disana.
"Baik, aku serahkan padamu Ellena." Kata Rachel sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
CKLEKK. Suara pintu yang di tutup Rachel.
"Heem, seperti sedang terjadi sesuatu yang serius." Kata Ellena.
"Apa kau tidak tau sesuatu Kibo.? Ayahmu adalah panglima kerajaan, mungkin kau bisa memberikan informasi pada kami." Tanya Diana.
"Sebaiknya kita tutup dulu rapat kali ini." Jawab Kibo.
"Em, baiklah. Sepertinya akan menjadi pembahasan yang serius." Kata Ellena.
"Pembahasan kali ini sudah di luar masalah Lemu, jadi kita tidak bisa membicarakan ini di dalam rapat." Kata Kibo.
"Baik semuanya. Rapat kali ini aku tutup, dan kembalilah ke kelas kalian masing-masing." Kata Ellena dengan tegas.
"Siap wakil ketua." Kata semua orang disana. Dan mereka semua pun keluar dari ruangan itu kecuali Kibo, Ellena, dan Diana.
"Baik Kibo, semuanya sudah keluar. Jelaskan pada kami, apa yang sudah terjadi.?" Tanya Ellena dengan serius.
"Aku akan memberi tahu kalian, tapi ini adalah rahasia istana. Apa kalian masih ingin tau.?" Tanya Kibo kembali.
"Apa ini sangat serius Kibo.?" Tanya Diana.
"Ah, ini menyangkut keselamatan kerajaan Norland. Aku sendiri tidak bisa menjelaskan kepada anggota Lemu yang lainnya. Bahkan Tuan Putri sendiri sudah tau, kalau anggota Lemu terdiri dari beberapa kerajaan." Jawab Kibo.
"Ini sangat serius. Beritahu aku Kibo, aku sangat penasaran." Kata Ellena.
"Aku percaya kepada kalian. Aku harap informasi ini tidak bocor kepada orang lain." Kata Kibo.
"Kau bisa mempercayai kami Kibo." Kata Ellena.
"Baiklah. Kerajaan Norland sedang di serang oleh kerajaan Forlsa di timur." Kata Kibo.
"Haaa.? Apa itu benar Kibo.?" Tanya Ellena yang terkejut.
"Apa kalian tidak tau para pengungsi di luar kota.? Itu adalah penduduk desa yang selamat dari serangan prajurit Forlsa. Dari 7 desa di wilayah utara hanya 1 desa yang selamat. Dan desa lainnya di hancurkan, bahkan penduduk disana di bunuh dan di bakar." Jawab Kibo.
"Apaa.? Glegg." Kata Ellena yang terkejut.
"Lalu bagaimana para pengungsi itu selamat Kibo.?" Tanya Diana.
"Aku sendiri tidak tau, masih belum ada informasi yang aku terima. Bahkan para prajurit kerajaan, baru bergerak 3 hari yang lalu, dan hari ini, 1 batalion baru bergerak lagi. Bahkan ayahku sendiri masih berada di istana." Jawab Kibo.
__ADS_1
"Hee.? Lalu bagaimana dengan wilayah utara.? Apa istana menyerah dengan wilayah itu.?" Tanya Ellena.
"Ellena, jaga omonganmu. Tentu saja istana tidak menyerah. Apa kau tau, kerajaan Forlsa beraliansi dengan Neverley dan Aldebaren.?" Tanya Kibo dengan tatapan tajam.
"Eeh, ituu." kata Ellena yang tidak bisa berkata-kata.
"Apa kau tau Ellena, kalau kerajaan Norland bergerak menyerang mereka, apa yang akan terjadi.?" Tanya Kibo.
"Eeeh.?" Suara Ellena yang terkejut.
"Hem, kau benar Kibo, kedua kerajaan itu akan membantu Forlsa dan mendeklarasikan perang denga Norland." Kata Diana.
"Kau benar Diana. Tapi istana sudah menemukan solusi untuk menangani masalah ini." Kata Kibo.
"Ah, apa istana sudah menemukan cara Kibo.? Bagaimana cara itu, beritahu aku." Kata Ellena yang penasaran.
"Ini yang menjadi rahasia." Kata Kibo.
"Aaah, beritahu kami Kibo. Ayolah." Kata Ellena yang sangat penasaran.
"Beritahu kami Kibo, aku tidak tau apa masalahnya, tapi jika aku bisa membantu, aku akan membantu istana." Kata Diana.
"Aku sendiri ingin membantu. Bahkan Tuan Putri saja tidak bisa apa-apa." Kata Kibo.
"Apa kau bercanda Kibo.?" Tanya Ellena yang terkejut.
"Hem, jangankan Tuan Putri, ayahku dan semua para bangsawan tidak bisa menemukan solusinya, bahkan Raja Charles sendiri kebingungan." Jawab Kibo.
"Hee.? Lalu apa yang kau maksud dengan menemukan cara itu.?" Tanya Ellena.
"Kau tadi bilang, kalau Tuan Putri sudah merenung selama 1 minggu. Apa kau tau alasannya.?" Tanya Kibo.
"Ah, aku menganggap karena Leon." Jawab Ellena.
"Hem, itu benar. Jadi yang pergi berperang dengan ratusan ribu prajurit Forlsa di wilayah uatara adalah Arjun Leon seoranh diri." Kata Kibo.
"Haa.?" Suara Ellena dan Diana yang sangat terkejut.
"Glegg, apa kau bercanda.?" Tanya Ellena dengan terkejut.
"Tidak mungkin dia pergi sendirian." Kata Diana dengan tercengang.
"Itu benar, dan 3 hari yang lalu, Leon berhasil mengambil benteng utara, lalu para prajurit kerajaan pergi kesana untuk mengamankan wilayah. Dan hari ini, prajurit kerajaan keluar lagi menuju wilayah utara. Aku rasa Leon sudah mengambil alih salah satu desa disana." Kata Kibo.
"Seberapa kuat dia. Glegg." Kata Diana dengan tercengang.
"Pantas saja Ketua jatuh cinta padanya. Ini tidak di percaya." Kata Ellena.
"Tuan Putri sebenarnya sudah melarang Leon pergi, namun Leon sendiri tetap pergi kesana." Kata Kibo.
"Siapa sebenarnya orang itu.?" Tanya Ellena dengan tercengang.
...
[Di hutan]
"Haaaachiuuu." Suara Leon yang bersin.
__ADS_1
"Aaah, sepertinya aku butuh istirahat sebentar." Kata Leon sambil berbaring di bawah pohon.
.