The Darkness King Return

The Darkness King Return
Meminta Bantuan.


__ADS_3

[Akademi Rostem]


Diruang Direktur, terlihat Klain datang kesana dengan tergesa-gesa.


BRAK. Suara pintu yang di buka dengan keras oleh Klain.


"Hem, kau bisa membukanya dengan perlahan Klain." Kata Henry yang sedang memeriksa beberapa dokumen di mejanya.


"Ah, maaf Henry, aku sedang terburu-buru. Apa kau bisa memanggil Leon kesini.?" Tanya Klain.


"Apa ada masalah Klain.?" Tanya Henry kembali.


"Ini perintah Yang Mulia." Jawab Klain.


"Haa.? Apa itu benar.? Sepertinya sesuatu sedang terjadi, apa kau mau menjelaskannya.?" Tanya Henry yang penasaran.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya Henry. Bisakah kau membantuku." Jawab Klain.


"Hem, Leon adalah muridku disini, jadi kau harus meminta ijin padaku." Kata Henry.


"Kau bilang dia muridmu.? Bahkan tidak ada yang ia pelajari disini." Kata Klain.


"Setidaknya dia sudah terdaftar di Akademi. Beritahu aku Klain, kau tidak seperti biasanya. Ada apa.?" Tanya Henry serius.


"Hem, wilayah utara kerajaan sudah dikuasi oleh prajurit Forlsa. Dan ini adalah situasi yang sangat sulit. Apa kau bisa mengerti.?" Jawab Klain.


"Hee. Benarkah.? Lalu kenapa kau mencari Leon.? Bukankah sebaiknya para prajurit kerajaan yang datang kesana.?" Tanya Henry.


"Kerajaan Forlsa beraliansi dengan kerajaan Neverley. Dan para pasukannya sudah menguasai seluruh wilayah utara dalam 1 minggu ini. Jika pasukan kerajaan menyerang kesana, hubungan kerja sama dengan Neverley akan terputus. Dan kau bisa kehilangan 5% dari muridmu disini." Jawab Klain.


"Heee.? Ituu." Kata Henry yang tidak bisa berkata-kata.


"Kerajaan Forlsa juga beraliansi dengan kerajaan Aldebaren. Dan kerajaan itu mendapatkan perlindungan dari Luminos. Apa kau ingin kerajaan ini berperang dengan Luminos.?" Tanya Klain serius.


"Itu situasi yang sangat sulit Klain." Jawab Henry.


"Satu-satunya cara adalah, mengirimkan Leon ke wilayah utara untuk mengambil alih seluruh wilayah disana." Kata Klain


"Apa kau sudah gila Klain.? Kenapa harus Leon.?" Tanya Henry.


"Karena tidak ada orang lain yang bisa membantu kita selain dia. Leon tidak punya identitas kerajaan, jadi jika Leon menyerang kesana, mereka akan berfikir itu adalah kecelakaan. Dan kerja sama dengan kerajaan lain akan aman tanpa ada masalah." Kata Klain.


"Apa kau memanfaatkannya.? Aku rasa dia tidak akan mau." Kata Henry.


"Aku juga berfikir seperti itu, tapi aku akan berusaha untuk bicara dengannya. Jadi panggil dia kesini." Kata Klain.


"Baiklah, aku akan meminta tolong anggota Lemu untuk mencarinya." Kata Henry sambil mengirimkan surat kepada Rachel.


...


[Diatas Gedung]


Terlihat, Leon dan Rachel masih berpelukkan diatas sana. Tiba-tiba sebuah surat muncul di samping Rachel.


"Ada surat untukmu Rachel." Kata Leon sambil melepaskan pelukkannya.


"Tunggu sebentar Leon, ini dari Direktur Henry." Kata Rachel sambil membaca surat itu.

__ADS_1


"Apa isinya.?" Tanya Leon penasaran.


"Leon cepat, sepertinya ini darurat. Kita harus pergi ke ruangan Direktur sekarang juga." Kata Rachel sambil menarik tangan Leon dan berlari.


"Eeeeh.?" Suara Leon yang kebingungan.


"Ada apa Rachel.?" Tanya Leon sambil berlari.


"Aku sendiri tidak tau, tapi Direktur menyuruhku untuk membawamu ke ruangannya secepat mungkin." Jawab Rachel sambil berlari.


...


Diruang Direktur.


Beberapa menit kemudian, Leon dan Rachel pun sampai di depan pintu ruang Direktur.


TOK TOK, Suara ketukan pintu. "Masuk." Kata Henry.


Leon dan Rachel pun masuk kedalam sana dengan panik.


"Tuan Henry, saya sudah membawa Leon kesini. Apa yang sudah terjadi.?" Tanya Rachel.


"Ah, Tuan Putri, ada yang yang ini bertemu dengannya." Jawab Henry.


"Leon, bisakah kita bicara sebentar.?" Tanya Klain dengan serius.


"Hem.? Ada apa Klain.? Kenapa wajahmu ketakutan.?" Tanya Leon kembali.


"Ini menyangkut keselamatan kerajaan. Sebaiknya kau ikut denganku keluar sebentar." Jawab Klain sambil berjalan keluar.


"Ah, baiklah." Kata Leon sambil mengikuti Klain.


"Ada apa Rachel.?" Tanya Leon.


"Leon, kembalilah padaku dengan selamat. Aku akan menunggunmu." Kata Rachel dengan sedih.


"Hem.? Ada apa sebenarnya.? Aku hanya keluar sebentar." Saut Leon.


"Aku harap begitu. Jika kau membutuhkanku, bicaralah padaku." Kata Rachel.


"Ah, baiklah. Kau tidak perlu khawatir." Kata Leon.


Lalu, Leon pun pergi keluar ruangan dan mengikuti Klain.


"Apa anda sudah tau Tuan Putri.?" Tanya Henry.


"Aku tidak tau masalahnya apa. Tapi Tuan Klain bilang, ini untuk keselamatan kerajaan, sudah pasti Tuan Klain akan membawa Leon pergi berperang." Jawab Rachel.


"Hem, jadi anda masih belum tau. Situasi kerajaan sedang sangat rumit Tuan Putri, sebaiknya anda pergi keistana dan bertanya langsung kepada Yang Mulia Raja." Kata Henry.


"Ada apa sebenarnya Tuan.? Kemana Leon dibawa pergi.?" Tanya Rachel dengan panik.


"Dia akan pergi berperang Tuan Putri. Tentu saja itu tergantung keputusan Leon sendiri." Jawab Henry.


"Jadi seperti itu, aku sudah menduganya. Tidak apa-apa Tuan Henry, dia pergi bersama Tuan Klain, jadi dia akan aman disana." Kata Rachel.


"Apa anda sudah mendengar kabar di wilayah utara Tuan Putri.?" Tanya Henry.

__ADS_1


"Eeh.? Aku belum mendengarnya Tuan. Ada apa disana.?" Tanya Rachel kembali.


"Hem, wilayah itu sudah di kuasi oleh prajurit Forlsa. Dan Yang Mulia ingin wilayah itu di rebut kembali, karena wilayah itu adalah tambang emas dan alumunium. Itu benar-benar sangat berharga Tuan Putri, 20% kekayaan kerajaan ada disana." Jawab Henry.


"Hee.? Apa itu benar Tuan.? ini akan menjadi perang besar. Apa anda tau, berapa banyak pasukan disana.?" Tanya Rachel.


"Menurut informasi yang diberikan oleh Klain, pasukan kerajaan Forlsa berjumlah 250rb prajurit. Prajurit itu adalah gabungan dengan kerajaan lain. Dan mereka membuat Camp prajurit dimana-mana, bahkan beberapa desa disekitarnya sudah di bumi hanguskan." Jawab Henry.


"Itu jumlah yang sangat banyak Tuan. Lalu bagaimana nasib desa-desa itu.?" Tanya Rachel penasaran.


"Dari 7 desa diwilayah utara, hanya 1 yang berhasil diselamatkan. Dan desa lainnya sudah hancur bersama dengan warganya. Jika mereka tidak dibereskan dengan cepat, kota-kota yang ada di kerajaan Norland akan terkena dampaknya, bahkan mungkin ibu kota dan istana kerajaan akan di bumi hanguskan juga." Kata Henry yang serius.


"Glegg. Kenapa informasi sepenting ini tidak di beritahukan padaku." Kata Rachel sambil mengepalkan tangannya.


"Tuan Putri, Anda masih berstatus murid disini, tugas anda adalah belajar, jadi urusan perang adalah urusan Istana, bukan urusan Akademi." Kata Henry.


"Lalu kenapa para prajurit kerajaan tidak pergi kesana, bahkan Tuan Klain masih ada disini. Apa karena mereka menunggu Leon untuk dibawa kesana ?" Tanya Rachel dengan serius.


"Tuan Putri, aku tidak berhak untuk menjelaskannya, sebaiknya anda menanyakan itu kepada Yang Mulia Raja." Jawab Henry.


"Anda benar-benar tidak ingin memberitahuku.? Jelaskan padaku sekarang juga." Kata Rachel yang marah.


"Tuan Putri, ini demi keselamatan semua orang." Kata Henry.


"Aku sudah tau itu Tuan. Tapi kenapa mereka membawa Leon sekarang, meskipun Leon sendiri yang bilang ingin pergi ke medan perang, tapi apakah prajurit kerajaan tidak bisa melawan mereka.? Beritahu aku Tuan." Kata Rachel dengan sangat marah.


"Jika anda ingin marah, jangan marah padaku. Sudah aku katakan berkali-kali, sebaiknya anda bertanya sendiri kepada Yang Mulia Raja." Kata Henry dengan serius.


"Chiikkh." Suara Rachel yang kesal. Lalu ia pun berjalan keluar ruangan dengan marah.


"Hem, sepertinya dia tidak rela jika Leon pergi jauh darinya." Kata Henry dalam hati.


...


Disebuah taman kota.


Terlihat, Leon dan Klain sedang berbincang-bincang disana. Dan Klain sudah menjelaskan semuanya kepada Leon.


"Apa kau bisa mengerti maksudku Leon.?" Tanya Klain


"Kau seperti memanfaatkanku Klain. Tidak kusangka kau melakukan itu padaku." Jawab Leon.


"Leon, aku tidak memanfaatkamu, tapi aku meminta bantuanmu. Jika kau tidak mau tidak apa-apa, itu sudah konsekuensi militer kerajaan." Kata Klain.


"Apa yang terjadi jika aku tidak pergi kesana.?" Tanya Leon.


"Sudah pasti kami yang akan pergi kesana. Dan deklarasi perang dari kerajaan lain akan di umumkan di istana. Tempat ini akan menjadi medan perang Leon, kerajaan Neverley dan kerajaan Aldebaren akan menyerang dari segala sisi. Belum lagi pasukan kerajaan Forlsa yang ada di baris belakang, itu akan sangat sulit untuk melawannya." Kata Klain.


Dan Leon hanya terdiam mendengarkan ucapan Klain.


"Meskipun aku sekarang sangat kuat, tapi aku tidak bisa pergi ke semua tempat, belum lagi kerajaan Aldebaren, mereka pasti meminta bantuan kepada Luminos untuk menghancurkan kerajaan ini." Kata Leon.


"Kenapa mereka harus menyerang kerajaan ini.?" Tanya Leon.


"Karena kami melawan mereka, sudah pasti kerajaan Aliansi akan bergerak. Jalan satu-satunya adalah, kau harus pergi sendirian kesana Leon. Mereka tidak tau identitasmu, dan jika mereka mencari tau disini, namamu tidak terdaftar sejak awal disini." Jawab Klain.


Leon pun menundukkan kepalanya dan berfikir dengan keras.

__ADS_1


.


__ADS_2