The Darkness King Return

The Darkness King Return
Dibodohi.


__ADS_3

[Istana Kerajaan Norland]


Didalam istana kerajaan, terlihat Rachel sangat sedih melihat Leon yang berjalan keluar dari istana.


"Sabarlah Rachel. Dia pasti akan kembali." Kata Raja Charles sambil menghampiri Rachel.


"Ayaah, aku khawatir padanya." Kata Rachel.


"Ayah tau Rachel, kau seperti ibumu, selalu khawatir dan takut jika di tinggal oleh pasangannya." Kata Raja Charles.


"Tapi aku tidak secantik ibu." Kata Rachel.


"Heee.? Ibumu memang sangat cantik Rachel, tapi kau lebih cantik darinya. Dan kau sudah tumbuh desawa sekarang, apa lagi ada seseorang yang kau cintai." Kata Raja Charles.


"Aku harap dia kembali dengan selamat." Kata Rachel dengan gelisah.


"Apa yang ada di dalam cincinmu itu Rachel.?" Tanya Raja Charles.


"Didalam sana ada beberapa makanan dan pakaian. Lalu perlengkapan untuk bertahan hidup, aku menyiapkannya saat pergi ke istana ayah. Aku tidak berharap memberikan cincin itu pada Leon, tapi dia memilih untuk pergi." Jawab Rachel.


"Kau memanh tau apa yang dibutuhkannya, perlengkapan itu pasti sangat berguna untuknya." Kata Raja Charles.


...


Di luar Istana. Terlihat Leon sedang berjalan menuju markas militer yang ada di istana.


"Ah, kau sudah datang Leon." Kata Klain yang menyiapkan beberapa perlengkapan untuk Leon di ruangannya.


"Apa yang sudah kau lakukan Klain.?" Tanya Leon.


"Ini adalah perlengkapan perang Leon. Aku tidak tau kau akan kembali kesini berapa hari lagi, jadi aku menyiapkan perbekalanmu untuk beberapa bulan." Jawab Klain.


"Eeeh, tapi aku melihat sebuah kuda diluar sana, dan aku tidak bisa menungangi kuda. Dan gerobak itu sangat mengangguku untuk bertempur." Kata Leon.


"Heee.? Lalu, bagaimana dengan perlengkapan ini.?" Tanya Klain.


"Ah, aku bisa menyimpannya di cincin ini." Jawab Leon.


"Apa itu Leon.?" Tanya Klain yang penasaran.


"Ini cincin buatan Rachel, dia membuat ruang dimensi didalamnya. Ini sangat berguna Klain, aku akan menyimpan persediaan perang didalam cincin ini." Jawab Leon.


"Hoo, aku baru tau ada benda seperti ini." Kata Klain.


"Aku sendiri sangat terkejut, dia benar-benar sangat jenius bisa menciptakan benda seperti ini." Kata Leon sambil menyerap persediaannya di dalam cincin.


"Ah, ini sangat menakjubkan." Kata Klain sambil melihat Leon menyerap persediaan kedalam cincin.


"Tapi cincin ini mempunyai kelemahan Klain." Kata Leon.


"Eeeh.? Apa itu.?" Tanya Klain.

__ADS_1


"Jika cincin ini hilang, semuanya akan hilang. Aku juga bisa membuat ruang dimensi tanpa harus ada perantara dari sebuah benda." Jawab Leon.


"Apa maksudmu.?" Tanya Klain penasaran.


"Apa kau pernah melihat pedangku sejak kau bertemu denganku.?" Tanya Leon kembali.


"Aku tidak melihatnya. Bukankah kau menyimpannya.?" Tanya Klain.


"Aku menyimpannya di ruang dimensiku." Kata Leon.


WOOEESSH. Suara angin yang membentuk sebuah portal kecil di depan Leon. Dan sebuah pedang keluar dari portal itu.


"Lihat, aku menyimpannya disini." Kata Leon.


"Ee, eeh." Suara Klain dengan sangat terkejut.


"Hem, lain kali aku akan mengajarimu tentang ini." Kata Leon dengan tersenyum.


"Leon, jika kau bisa membuat ruang dimensi sendiri, kenapa kau menerima cincin dari Tuan Putri.?" Tanya Klain.


"Semakin tua kau semakin bodoh Klain. Tentu saja karena isi yang ada didalam cincin ini." Jawab Leon.


"Eeeh.? Hhehehe. Kau benar Leon." Kata Klain


"Aku juga tidak bisa menolak pemberiannya, dia sangat khawatir padaku. Itu membuatku sedih." Kata Leon.


"Cepatlah kembali Leon. Lalu, ini adalah peta kerajaan yang sudah di perkuat oleh Magis." Kata Klain sambil memberikan peta kepada Leon.


"Eem.? Ini lebih berbeda dari peta-peta lainnya." Kata Leon sambil melihat peta itu.


"Apa ini Klain.?" Tanya Leon sambil menunjuk ke arah titik itu.


"Ah, itu adalah titik punyaku. Kau bisa memberikan sedikit Magis di peta ini, dan titik ini akan mengikutimu dimana pun kau berada." Jawab Klain.


"Baiklah." Kata Leon sambil memberikan energi Magis kedalam peta itu. Lalu, titiknya berubah warna menjadi putih.


"Apa seperti ini.?" Tanya Leon.


"Ah, ini sudah menjadi titikmu. Sekarang, aku akan menjelaskan dimana tempat yang harus kau serang." Kata Klain dengan serius.


Klain pun menjelaskan semua titik yang dianggap tempat musuh berada. Dan tempat yang harus dikuasai.


"Apa sudah jelas Leon.?" Tanya Klain.


"Ah, ini sudah jelas. Tapi, apa ini akan sesuai dengan keinginan kalian.?" Tanya Leon kembali.


"Apa maksudmu.? Hanya ini satu-satunya cara Leon." Jawab Klain serius.


"Aku hanya memikirkan sesuatu. Semua rencana biasanya tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan." Kata Leon.


"Heem.? Apa kau ragu melakukannya.?" tanya Klain.

__ADS_1


"Tidak Klain. Aku bertanya padamu. Setelah aku menyerang mereka semua, apa yang akan kalian lakukan.?" Tanya Leon.


"Em, sudah jelas para prajurit akan pergi kesana dan melindungi tempat itu." Jawab Klain.


"Jika seperti itu, apa para musuh tidak curiga.? Dengan kedatanganku kesana, dan membunuh mereka semua, itu justru menimbulkan kecurigaan di pihak musuh. Apa kalian sudah memikirkan itu.? Jangan menganggap musuh itu bodoh Klain. Inilah yang membuatku ragu dari awal." Kata Leon.


"Hee.? Aku juga memikirkan itu Leon.?" Kata Klain dengan terkejut.


"Lalu kau bilang padaku, jika Neverley adalah aliansi Norland dan Forlsa. Itu sangat ambigu buatku, sudah jelas Neverley tidak akan memihak ke siapapun. Mereka akan berdiam diri di kerajaannya dan menjaga kerja sama antar kedua kerajaan tetap berlangsung, dari pada mereka memilih salah satu dari kerajaan ini." Kata Leon dengan serius.


"Glegg. Leon, Kauu." Kata Klain dengan tercengang sambil melihat Leon.


"Hem, Apa kalian sudah memikirkan ini.?" Tanya Leon.


"Ituu, itu sangat jauh untuk kita memikirkannya Leon." Jawab Klain.


"Heeh.(menghela nafas). Kalian semua sangat panik dengan perang besar, bahkan desa-desa kecil terkena dampaknya." Kata Leon.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan Leon.?" Tanya Klain yang panik.


"Aku akan tetap pergi kesana, tentu saja aku akan bernegosiasi dengan mereka terlebih dahulu, dan meminta alasan mereka dari agresi militer ini. Itu yang tidak dilakukan oleh Raja kalian." Jawab Leon.


"Eeh.? Apa itu bisa dilakukan Leon.?" Tanya Klain.


"Hem, kalian semua membuatku pusing. Apa kau tau alasan kerajaan Forlsa menyerang ke wilayah utara.?" Tanya Leon kembali.


"Itu, kami tidak tau Leon, yang kami tau adalah mereka sudah menyerang teritori wilayah kerajaan. Dan kami tidak tau apa yang harus kita lakukan." Jawab Klain.


"Kalian sudah dibodohi oleh mereka Klain. Dan mereka bisa menyerang secara leluasa semau mereka. Lalu kalian hanya duduk disini dan mengandalkanku. Bahkan Raja kalian tidak mengirimkan seorang diplomat untuk bertanya kepada Forlsa." Kata Leon.


"Emm. Leon, Kami hanya ingin mengambil kembali wilayah yang sudah dikuasai oleh mereka." Kata Klain.


"Kau tau Klain, semua tugas dibebankan padaku. Aku menjadi seorang warga, menjadi seorang prajurit, menjadi seorang diplomat, dan menjadi seorang Raja. Apa kau tau itu.? Tidak semua masalah bisa diselesaikan hanya dengan kekuatan Klain." Kata Leon dengan serius.


"Lalu apa yang harus kami lakukan Leon.?" Tanya Klain.


"Tentu saja tetap jalankan rencana kalian, meskipun aku membantai semua prajurit Forlsa disana, tapi perang besar akan tetap terjadi. Kau harus tau itu Klain, lebih baik kau siapkan saja pasukanmu." Jawab Leon.


"Jadi, apa kau masih ingin pergi.?" Tanya Klain.


"Aku sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya, hanya saja aku tidak cukup berani untuk bicara di depan Raja kalian. Dan alasanku yang sebenarnya adalah, membalaskan dendam semua orang yang sudah dibunuh oleh Forlsa." Jawab Leon.


"Hee.? Jadi itu alasanmu.?" Tanya Klain yang terkejut.


"Aku juga tidak ingin mereka bergerak kesini dan menghancurkan ibu kota. Baiklah Klain, aku tidak punya waktu disini." Kata Leon.


"Leon, tunggu. Beritahu aku, kerajaan mana yang berpotensi untuk menyerang kerajaan Norland setelah ini.?" Tanya Klain.


"Aldebaren dan Forlsa. Untuk kerajaan aliansi lainnya aku tidak tau, yang jelas Nerverley tidak akan ikut menyerang, dan Luminos tidak akan datang." Kata Leon sambil berlajan keluar dari markas militer.


"Eeh, ituu." Kata Klain dengan tercengang sambil melihat Leon berjalan keluar.

__ADS_1


"Tidak hanya kuat saja, dia juga memikirkan semua urusan diplomasi kerajaan. Dia benar-benar seperti seorang Raja." Kata Klain dalam hati.


.


__ADS_2