
[Cosium]
Terlihat, semua orang berlarian dan berdesak-desakan keluar dari Colosium. Orang-orang yang ada diluar Colosium pun sangat terkejut melihat kejadian itu.
DROOMMRR. Suara ledakan diatas bangunan Colosium. Tubuh prajurit yang di hantamkan dari dalam Colosium sampai menembus keluar bangunan.
BROOK. Suara tubuh prajurit yang sudah tewas jatuh ke tanah di luar Colosium.
"Apa ini.?" Kata penonton diluar dengan tercengang.
"Ini seperti pembantaian." Kata penonton lainnya dengan tercengang.
DROMRR. BREDOOM. DUAARRR. Suara ledakan yang terjadi di dalam Colosium. Ledakan itu terjadi berkali-kali sampai menghancurkan sebagian bangunan di Colosium.
KRAK. GRRRR. BREOOM. Suara bangunan yang runtuh di luar Colosium.
"AAAAAAA." Suara penonton yang ada didalam Colosium yang sedang berlari menuju keluar bangunan.
Semua orang yang ada di luar pun, bergegas menghindari kerumunan orang yang sedang berlari menghindari tempat itu.
Kondisi di dalam dan di luar Colosium sangat kacau sekali. Semua orang berdesakan dan berlari menjauh dari sana, bahkan sampai ada orang yang terinjak-injak dan tewas ditempat.
...
"Hehe. Ini semakin menarik." Kata Klain sambil melemparkan tubuh prajurit kesegala arah.
"Apa Leon masih belum selesai.? Prajurit disini sudah hampir habis." Kata Klain sambil melihat Leon yang sedang bertarung dengan Dellon.
...
KLANG KLANG TRANG. Suara pedang.
"Huh, huh, bocah ini kurang ajar." Kata Dellon dengan terengah-engah sambil menangkis serangan Leon.
"Aku harus cepat membunuhnya. Sebelum para panglima datang kesini." Kata Leon dalam hati sambil menyerang Dellon dengan membabi buta.
Lalu. "Haa.?" Suara Dellon terkejut.
SRAK. Suara tebasan pedang yang menebas perut Dellon. "Aargh." Suara Dellon yang kesakitan. Ia pun meloncat kebelakang menjauhi Leon.
"Huh, huh, dia sangat berbeda. Kenapa dia bisa sekuat ini sekarang." Kata Dellon dengan terengah-engah.
"Hem. Apa kau sudah kelelahan bajingan.?" Tanya Leon sambil meloncat ke arah Dellon.
TRANGG. Suara pedang.
"Kurang ajar kau. HOAAAA." Teriakan Dellon sambil menyerang balik.
Dellon pun mengeluarkan aura merah yang cukup pekat warnanya. Dan ia menekan jiwa Leon dengan sekuat tenaga sambil menyerang.
"Uuuhh. Ini terasa sakit." Kata Leon sambil menangkis serangan Dellon.
Tiba-tiba. "AARRgh." Suara Dellon yang menyerit kesakitan. Dan ia pun berhenti seketika.
"Huh, huh, kurang ajar. Kenapa tekanan itu sangat kuat sekali." Kata Dellon yang kesakitan.
"Jangan samakan aku dengan 4 tahun yang lalu, setiap hari aku bertarung disini dan menjadi tambang uang untukmu. Kau pikir aku tidak punya pengalaman.?" Kata Leon sambil berjalan kearah Dellon.
"Huh, huh, bajingan. Chiikk." Suara Dellon yang kesal.
"HOAAA." Teriak Leon sambil menghempaskan pedangnya kearah Dellon.
TRANGG. Suara pedang Dellon yang menangkis serangan Leon. Mereka berdua pun bertarung dengan sangat sengit.
...
"Cepatlah Leon, aku sudah hampir selesai. Kita harus kabur dari sini sebelum orang-orang ini habis." Kata Klain dalam hati.
...
Diruang VIP.
"Ayah, kenapa jadi seperti ini.?" Tanya Vera dengan panik.
__ADS_1
"Kita harus pergi dari sini Vera." Kata Raja Philip sambil berdiri dari kursinya.
"Lalu bagaimana dengan pertandingannya.?" Tanya Vera.
"Tinggalkan tempat ini." Kata Raja Philip dengan tegas sambil berjalan keluar ruangan.
"Eeeeh, Ayaah. Ayaah." Kata Vera dengan panik.
...
"Kris, habisi mereja berdua setelah aku keluar dari sini." Perintah Raja Philip.
"Siap Laksanakan Perintah Yang Mulia." Jawab Kris.
"Cepat Vera, kita kembali ke istana. Colosium ini akan runtuh." Kata Raja Philip sambil berjalan.
"Ayaah, tapi Leon masih disana." Kata Vera sambil mengikuti Raja Philip.
"Dia adalah musuh kerajaan. Jadi berhentilah memikirkannya." Kata Raja Philip dengan tegas.
"Haaa.?" Suara Vera yang terkejut. Bahkan langkahnya terhenti seketika.
"Tidak mungkin, Leoon." Kata Vera dengan sangat sedih.
Lalu. BREDOOM. Suara ledakan yang menghantam ruang VIP. Bahkan bangunannya hampir rubuh.
"AAAaaaah." Suara Vera yang ketakutan.
"Cepat Vera. Berlarilah." Kata Raja Philip dengan panik.
"Hiks." Suara Vera yang meneteskan air mata sambil berlari dari sana.
...
"Siapkan pasukan." Kata Kris kepada bwahannya.
"Siap laksanankan Pangliman." Saut prajurit disana.
"Siapkan pasukanmu Sin. Kerahkan para Jendral untuk mengepung mereja berdua." Kata Kris.
"Kau tidak perlu memerintahku. Bahkan Kong sudah mengepung di luar Colosium." Kata Sin.
"Hem. Baiklah. Setelah ini kita akan bergerak." Kata Kris sambil melihat Leon yang bertarung dengan Dellon.
...
Di Arena.
Leon masih menyerang Dellon dengan sangat cepat. Dan tubuh Dellon sudah mulai kelelahan.
"Dendam ini sudah melekat." Kata Leon dengan tatapan tajam sambil menyerang Dellon.
"Huh, huh, sepertinya aku sudah mencapai batas." Kata Dellon dalam hati.
"HOAAA." Teriakan Leon yang menyerang Dellon semakin cepat.
"Hee.?" Suara Dellon terkejut. SRAK, SLASH, SRAK. Suara tebasan pedang yang mengenai tubuh Dellon.
"Aaargh. Uhouk. Huh, huh." Suara Dellon yang kesakitan, bahkan tubuhnya sudah dilumuri darah cukup banyak.
"Kenapa aku bisa kalah dengan bocah seperti dia." Kata Dellon dalam hati sambil menangkis serangan Leon.
"Dosamu sangat besar. Banyak orang yang membenci kalian semua." Kata Leon sambil menyerang Dellon.
"Huh, huh, diamlah keparat." Kata Dellon yang masih memaksakan tubuhnya untuk bergerak.
"Siapa yang keparat disini." Teriak Leon dengan marah.
"HOAAA." Teriak Leon dengan sangat marah sambil menghempaskan pedangnya.
TRANG. Suara benturan pedang.
"Kau bahkan sudah kelelahan bajingan." Kata Leon sambil menyerang.
__ADS_1
"Keparat kau." Kata Dellon sambil menangkis serangan Leon.
Dengan perlahan-lahan, tubuh Leon mengeluarkan aura kegelapan dan menekan jiwa Dellon.
"Tebus dosamu itu. Kau sudah membuat banyak orang menderita." Kata Leon sambil menyerang dan menekan jiwa Dellon.
"Huh, huh, Arrgh, tekanan ini sangat kuat." Kata Dellon dengan terengah-engah.
TRANG. KLANG. SRAK. Suara pertarungan Leon dan Dellon. Tubuh Dellon berkali-kali terkena goresan pedang milik Leon.
"HAAA." Teriam Dellon yang masih mencoba melawan Leon.
"Apa kau mau mencoba tekanan dua aura.?" Tanya Leon sambil mengeluarkan aura putih dari tubuhnya.
Dan ia pun menekan jiwa Dellon dengan sekuat tenaga.
"Aarrgh." Suara Dellon yang kesakitan terkena tekanan jiwa dari Leon. Bahkan tubuhnya sudah sempoyongan.
BUOKK. Suara tendangan ke perut Dellon. Ia pun terpental kebelakang cukup jauh.
"Aku akan mengakhirinya." Kata Leon sambil meloncat ke arah Dellon.
SWOOSH. Suara pergerakan Leon dengan sangat cepat. "Haa.? Kenapa tubuhku gemetar." Kata Dellon dengan terengah-engah.
Lalu, JLEEB. Suara tusukan pedang keperut Dellon.
"Uhuook. Uuh." Suara Dellon yang kesakitan sambil memuntahkan darah dari mulutnya.
"Bajingan seperti kalian sangat pantas untuk mati." Kata Leon dengan sangat marah.
"Uuh.Uhoook. Huh, huh." Suara Dellon sambil memegang pedang yang menancap di perutnya.
"Hehe. Uhook. Mereka semua menangis sambil berlari, lalu aku membunuh mereka semua. Hahaha. UHok." Kata Dellon yang membicarakan kejadian di desa Ellora.
"Chiikk." Suara Leon dengan kesal sambil menarik pedangnya dari perut Dellon.
"AAAAAH." Teriakan Dellon yang kesakitan.
"Apa yang kau katakan tadi.?" Tanya Leon dengan tatapan tajam.
"Huh, huh, Uhook. Mereka meminta ampun padaku. Hehe. Tapi aku membunuhnya." Kata Dellon yang sudah sekarat.
SRAK. Suara tebasan yang memotong kepala Dellon. "Haa." Suara Dellon dengan kepalanya yang terjatuh ke lantai arena.
"Huh, huh, aku, aku berhasil membunuhnya. Hiks, ibu, Simon. Tunggu aku, aku akan menghancurkan kerajaan ini." Kata Leon sambil memandangi kepala Dellon.
...
Disisi lain. Klain sudah hampir selesai, dia melemparkan tubuh prajurit seperti melempar sebuah batu. Bahkan kekuatan prajurit kerajaan tidak sebanding dengan Klain.
"Apa Leon sudah selesai.?" Tanya Klain sambil melirik kearah Leon.
"Ah, dia sudah selesai." Kata Klain.
Namun Leon masih terdiam di tempatnya sambil meneteskan air mata.
"Leoon, Leoon." Teriak Klain yang memanggil Leon.
Tiba-tiba, dua Panglima kerajaan datang menghampiri Klain. Mereka adalah, Sin dan Melvin.
"Apa kau butuh bantuan.?" Tanya Sin sambil berjalan.
"Haa.? Tidak mungkin. Ini sudah terlambat." Kata Klain yang melihat Sin dan Melvin yang berjalan menghampirinya.
Semua prajurit kerajaan pun masuk kedalam arena dan mengepung Klain dan Leon. Dan sisa prajurit Dellon yang masih ada disana, langsung bergabung dengan pasukan Panglima.
"Haa.? Apa yang sudah terjadi.?" Kata Leon dengan terkejut.
"Kau memang sangat kuat nak. Tapi kau harus mati disini, wahai cucu Eden." Kata Kris yang berjalan menghampiri Leon.
"Siapa kau.?" Tanya Leon.
.
__ADS_1