The Darkness King Return

The Darkness King Return
Makanan Untuk Leon.


__ADS_3

[Akademi Rostem]


Terlihat, Leon sedang memakan cemilan disana dengan tergesa gesa.


"Jangan terburu-buru Leon. Aku masih punya banyak di dalam sana." Kata Henry.


"Ini sangat enak sekali Tuan. Aku belum pernah memakan makanan seperti ini." Kata Leon sambil makan.


"Hahaha. Bahkan saat aku kembali kesini, aku juga melakukan hal yang sama sepertimu." Kata Klain.


"Leon, ngomong-ngomong, apa kau mau belajar di Akademi ini.?" Tanya Henry.


"Ah, aku memang butuh belajar, tapi aku tidak tertarik dengan tempat ini." Jawab Leon.


"Heee.?" Suara Henry dengan terkejut.


"Sudah kuduga. Hahaha. Apa kau ingin pergi denganku Leon.? Kita bisa pergi ke medan perang." Kata Klain.


"Aku juga tidak tertarik dengan perang." Kata Leon sambil makan.


"Heee.?" Suara Klain yang terkejut.


"Lalu, apa yang kau inginkan.?" Tanya Klain.


"Aku sendiri belum memutuskan akan kemana, hanya saja, aku masih penasaran dengan orang tuaku, aku ingin mencari petunjuk tentang mereka." Kata Leon.


"Apa kau sudah punya petunjuk.?" Tanya Klain.


"Aku masih belum punya petunjuk apapun. Apalagi jika aku berada disini, aku tidak akan bisa pergi kemana-mana." Jawab Leon.


"Hem, itu sangat sulit sekali Leon." Kata Klain.


"Klain, apa kau masih ingat dengan Asura Doji.?" Tanya Leon.


"Emm, ada apa dengannya.?" Tanya Klain kembali.


"Sepertinya dia punya petunjuk tentang orang tuaku. Dia bilang padaku waktu itu, kalau wajahku sangat mirip dengan seseorang yang dia kenal." Jawab Leon.


"HEEEEEE.?" Suara Klain dan Henry yang sangat terkejut.


"Aku bisa pinsan disini Klain. Bahkan dia pernah berbicara dengan Asura Doji." Kata Henry.


"Aku juga sangat terkejut. Apa itu benar Leon.? Apa dia bilang padamu seperti itu.?" Tanya Klain.


"Itu benar Klain. Dia membiarkanku pergi waktu itu, karena dia ingin membalas budi kepada seseorang. Dan seseorang itu mirip denganku, sepertinya dia adalah orang tuaku." Jawab Leon.


"Gleeg. Sepertinya kau dari keluarga yang tidak sembarang Leon." Kata Klain dengan terkejut.


"Aku juga ingin tau." Kata Leon.


"Hem, Leon, kami tidak punya informasi apapun tentang Luminos. Mereka adalah orang-orang yang misterius, dan tidak ada yang tau tentang keberadaan mereka." Kata Klain.


"Ah, itulah yang aku maksud ingin mencari petunjuk." Kata Leon.


"Apa sebaiknya kau tinggal disini Leon. Ada banyak buku di tempat ini yang mempelajari tentang kekuatan mereka, mungkin kau bisa menemukan sebuah petunjuk." Kata Klain.


"Benarkah.?" Tanya Leon.


"Itu benar Leon. Kau bisa mencari petunjuk dari buku-buku disini." Jawab Henry.


"Apa yang kalian pelajari dari mereka Tuan.?" Tanya Leon kepada Henry.


"Ah, kekuatan mereka sangat tidak masuk akal Leon. Dan semua orang ingin mempelajari kekuatan mereka yang tidak pernah di ajarkan oleh siapapun didunia ini." Jawab Henry.


"Hoo, lalu apa yang kalian dapatkan dari mempelajari kekuatan itu.?" Tanya Leon.


"Kami hanya mempelajari kekuatan untuk membentuk energi alam menjadi sebuah benda." Jawab Henry.

__ADS_1


"Hanya itu saja.?" Tanya Leon terkejut.


"Hee.? Apa yang kau maksud dengan itu saja.?" Tanya Henry kembali dengan terkejut.


"Tuan, membentuk energi alam itu sangat mudah dilakukan." Jawab Leon.


"Ah, aku sudah mendengar tentangmu, bahkan kau bisa membentuk ribuan tombak dalam satu detik saja. Apa itu benar.?" Tanya Henry penasaran.


"Aku sekarang bisa membentuk ratusan ribu tombak Tuan." Jawab Leon dengan santai.


"HAAAAAA." Teriak Henry dan Klain yang sangat terkejut. Bahkan Henry hampir tidak sadarkan diri karena mendengarnya.


"Em. Kenapa.? Apa ada yang salah.?" Tanya Leon.


"Sepertinya tidak ada yang mampu mengajarinya disini Klain. Hiks." Kata Henry yang terharu.


"Huuh. Aku benar-benar sangat terkejut Leon. Apa itu benar.?" Tanya Klain.


"Lihat ini." Kata Leon sambil membentuk puluhan pedang di sekitar ruangan itu.


"Aa, aa." Suara Henry dengan tercengang melihat puluhan pedang di ruangannya.


"Ini sangat mudah dilakukan, lalu lihatlah ini." Kata Leon sambil mengeluarkan puluhan tombak di sana.


"Aa," Suara Henry yang sangat terkejut. Lalu, ia pun pinsan di tempat.


"Heeee.?" Suara Leon yang terkejut melihat Henry pinsan, dan Klain hanya mematung dengan tatapan kosong.


SWOOSSH. Suara puluhan pedang dan tombak yang menghilang dari udara.


"Ada apa dengannya.?" Tanya Leon dengan terkejut.


Namun, Klain hanya terdiam dengan tercengang ditempatnya.


"KLAAAIIN." Teriak Leon. "Haaa." Suara Klain yang terkaget.


"Heeeh, kalian benar-benar sangat aneh." Kata Leon sambil menyadarkan Henry.


"Itu benar-benar sangat menakjubkan Leon. Kau bahkan bisa membentuk benda lain sekaligus. Bahkan Luminos tidak pernah melakukan itu." Kata Klain.


"Hee. Benarkah.?" Tanya Leon.


"Itu benar Leon. Seberapa kuat kau sekarang ini.?" Tanya Klain yang penasaran.


"Aku tidak tau Klain. Hanya saja, aku tau cara kerja kekuatan ini." Jawab Leon sambil membantu Henry duduk di kursinya.


"Cara kerja kekuatan.? Apa itu.?" Tanya Klain yang penasaran.


"Ah, itu sangat sulit dijelaskan. Lain kali aku akan menunjukkannya padamu." Jawab Leon.


"Haaa, baiklah kalau begitu." Kata Klain.


"Aa, aaah." Suara Henry yang tersadar dari pinsanya.


"Apa aku masih hidup.?" Tanya Henry.


"Kau hampir mati. Sudah jelas kau masih hidup." Teriak Leon.


"Aaaah. Kepalaku masih sakit. Sebaiknya kita hentikan pembicaraan ini, aku benar-benar akan mati jika kau melanjutkannya." Kata Henry.


"Heem." Suara Leon sambil memejamkan matanya.


...


Di kantin Akademi.


"Tolong berikan makanan itu, lalu itu juga, itu juga." Kata Rachel sambil menunjuk beberapa makanan disana.

__ADS_1


"Hee.? Ada apa dengan ketua.? Apa dia sudah dirasuki roh jahat.?" Kata Ellena yang melihat Rachel penuh semangat.


"Aku juga ingin tau kak." Kata Rara dengan terkejut melihat Rachel.


"Hem (tersenyum). Aku sudah selesai, mari kita bawa makanan ini" Kata Rachel sambil menarik gerobak yang berisi makanan mahal.


"HAAAAA." Teriak Ellena dan Rara yang terkejut.


"Eeeh. Ada apa.? Apa ada yang salah.?" Tanya Rachel.


"Ketua, sepertinya anda sedang sakit." Kata Ellena.


"Benarkah.? Aku merasa baik-baik saja sekarang." Kata Rachel.


"Heeeh." Suara Ellena yang mengehela nafas.


"Ayoo, kita pergi ke ruangan Direktur." Kata Rachel sambil tersenyum dan menarik gerobak.


"Kak, itu terlalu banyak." Kata Rara kepada Ellena.


"Ssttt. Biarkan saja Rara, jangan berkomentar." Kata Ellena sambil berbisik.


Lalu, tiba-tiba William dan teman-temannya menghampiri Rachel.


"Hallo Tuan Putri." Kata William sambil menundukkan badanya di depan Rachel.


"Hem, hem ,hem (beryanyi)" Suara Rachel yang bernyanyi sambil melewati William.


"Aa, aa." Suara William yang di hiraukan.


"Sebaiknya kalian jangan menganggunya." Kata Ellena sambil menatap dengan tajam.


"Ellena, ada apa dengan Tuan Putrimu itu.?" Tanya William.


"Aku sendiri ingin tau." Jawab Ellena sambil berjalan melewati William.


"Hem, mereka mengabaikanku. Lihat saja Rachel, kau akan tunduk dan memohon-mohon didepanku." Kata William dalam hati dengan kesal.


...


Diruang Direktur. Rachel dan lainnya sudah sampai didalam ruangan Direktur. Tapi ia hanya melihat Klain dan Henry saja.


"Hee.? Dimana Leon.?" Tanya Rachel.


"Ah, Tuan Putri, anda sudah kembali." Kata Klain.


"Dimana Leon Tuan.? Aku sudah membelikan makanan untuknya." Kata Rachel sambil menarik gerobak.


"Hee.?" Suara Klain yang terkejut sambil melihat gerobak berisi makanan mahal.


"Apa anda sudah membeli semua makanan ini Tuan Putri.?" Tanya Klain.


"Ah, tentu saja, aku membelikannya untuk Leon." Jawab Rachel dengan tersenyum.


"Ini terlalu banyak Tuan Putri." Kata Henry yang masih pusing.


"Apa anda baik-baik saja Tuan Henry.?" Tanya Rachel.


"Ah, aku hanya sedikit shock." Jawab Henry.


"Heem. Dimana Leon Tuan.? Dimana dia.?" Tanya Rachel dengan wajah panik.


"Dia sudah pergi dari sini." Jawab Klain.


"Hee.?" Suara Rachel yang sangat terkejut. Bahkan tubuhnya sampai kaku.


"Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri Tuan Putri." Kata Klain.

__ADS_1


.


__ADS_2