The Darkness King Return

The Darkness King Return
Tongkat Kejuaraan.


__ADS_3

[Arena Colosium]


Terlihat Leon sedang berdiri dihadapa 21 orang diatas arena.


"Sepertinya kau tidak punya pasukan bocah." Kata Tiger dengan tersenyum lebar.


"Aku tidak butuh pasukan untuk mengalahkan kalian semua." Kata Leon dengan tatapan tajam.


"Apaa.? Kau akan mati ditanganku." Kata Tiger dengan kesal.


CTAK. Suara kayu yang terpotong. Leon memotong ujung tombaknya dan membuangnya.


"Haaa.? HERRR. Kau benar-benar akan mati disini." Kata Tiger dengan marah.


"Jangan banyak bicara paman. Pertarungan masih belum dimulai, kau tidak perlu menakutiku, itu tidak akan bekerja." Kata Leon.


"Herr. Aku ingin mencincangmu setelah ini." Kata Tiger dengan tatapan tajam.


...


"Haa.? Apa yang dia lakukan disana.?" Tanya Vera dengan panik.


"Aku sendiri ingin tau Tuan Putri." Jawab Kris.


"Kenapa dia memotong ujung tombaknya. Apa dia sudah gila.?" Kata Vera dengan kesal.


"Sepertinya dia tidak ingin membunuh mereka Tuan Putri." Kata Kris.


...


"BAIKLAH PARA HADIRIN SEKALIAN. PERTANDINGAN DIMULAI SEKARAAANG." Teriak komentator.


TINGG. Suara bel berbunyi.


"Hehe, SERAAAAAANG." Teriak Tiger kepada rekan-rekannya.


"HOAAAA." Teriak rekan-rekan Tiger.


"Hem." Suara Leon yang berjalan kearah mereka semua sambil mengeluarkan aura kegelapan dari tubuhnya.


Lalu, SWOOSH. Suara Leon yang menghilang dari tempatnya dan menyerang 20 orang di depannya.


SEPLAK. BUOOK. PLAAK. Suara hantaman tongkat yang menghantam puluhan orang.


"Aargh." Uuuh." Uhook." Suara rekan-rekan Tiger yang tumbang.


Leon menyerang mereka dengan sangat cepat, dan satu persatu mereka semua tumbang dalam sekali serang.


"Haa.? Tidak mungkin." Kata Tiger dengan terkejut.


...


"Heee. Dia sangat hebat Kris." Kata Vera sambil melihat Leon dengan serius.


"Ah, itu benar Tuan Putri." Kata Kris dengan tercengang.


"Kenapa bocah itu bisa sekuat itu.? Bahkan kekuatanya sudah setara dengan 100 prajurit kerajaan sekaligus." Kata Kris dalam hati.


"Bagaimana Tuan.?" Tanya Dellon kepada Kris


"Em, dia sangat kuat. Bahkan potensinya masih bisa berkembang lagi." Jawab Kris.


"Apa boleh dia menjadi penjagaku Kris.?" Tanya Vera.


"Ah, ituu. Aku harus meminta ijin kepada Yang Mulia dulu Tuan Putri." Jawab Kris.


"Heee. Tidak perlu seperti itu Kris, ini adalah permintaanku sendiri. Dengan kekuatannya yang seperti itu, dia bisa menjagaku dari para pembunuh." Kata Vera dengan tersenyum.


"Apa kau mengenalnya Dellon.?" Tanya Kris.


"Akulah yang membawanya kesini Tuan." Jawab Dellon.


"Hem, aku akan memproses administrasinya. Bawa dia kepadaku setelah ini." Kata Kris.


"Ah, Tuan. Sepertinya itu tidak bisa dilakukan." Kata Dellon dengan panik.


"Heee.? Kenapa kau bilang seperti itu.?" Tanya Vera dengan kesal.


"Dia sudah dikontrak selama 4 tahun Tuan Putri. Jadi itu akan melanggar aturan Colosium." Kata Dellon.


Tapi sebenarnya Leon tidak dikontrak sama sekali. Dellon hanya tidak ingin kehilangan tambang uangnya.


"Apaa.? Aku bisa membayar untuk kontrakmu itu." Kata Vera.

__ADS_1


"Ah, maaf Tuan Putri. Itu adalah aturan yang di buat oleh Yang Mulia sendiri. Saya tidak bisa apa-apa." Kata Dellon.


"Hem. Baiklah kalau begitu, kau harus bersabar untuk menunggunya Tuan Putri. Tunggulah 2 tahun lagi. Dan dia akan menjadi warga Aldebaren." Kata Kris.


"Heee.? Kenapa harus menunggu dua tahun.?" Kata Vera dengan kesal.


"Yang Mulia akan marah kepada Anda. Aku tidak ingin itu terjadi." Kata Kris.


"Haaaah." Suara Vera yang menghela nafas.


...


Diarena.


"HOAAAAAA. LEEEON, LEEEON, LEEEON." Terikan semua penonton dengan sangat meriah.


PLAAK, BUOOK, BUOK. Suara hantaman tongkat.


Dan hanya beberapa menit saja, 20 orang disana tumbang di atas lantai arena.


"Aa, aa." Suara Tiger yang tercengang.


"Heem. Mereka semua sudah pinsan paman. Sekarang giliran anda." Kata Leon sambil berjalan kearah Tiger.


"Herr. Bocah, jangan meremehkanku, aku sangat berbeda dengan mereka semua." Kata Tiger sambil mengambil pedang di lantai.


"HOAAAA." Teriakan Tiger yang tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba berada di depan Leon.


"Dia sangat cepat." Kata Leon.


SLASSH. Suara tebasan pedang yang mengarah ketubuh Leon. Namun Leon berhasil menghindarinya.


SLAASH, SWOSSH, SWOSH, SLASH. Suara tebasan pedang yang dikerahkan kepada Leon dengan bertubi-tubi oleh Tiger.


"Kenapa, kenapa aku tidak bisa mengenainya." Kata Tiger dalam hati sambil menyerang Leon.


"Hem. Kau memang sangat cepat paman. Tapi kemampuanku masih belum cukup untuk melawanku." Kata Leon sambil menghindari serangan pedang.


"Heerrr. HAAAAAA." Teriakan Tiger sambil mengeluarkan aura merah dari tubuhnya. Dan pedangnya diselimuti api yang membara.


"Matilah." Kata Tiger sambil mengarahkan pedang ke arah Leon.


SLAK. Suara pedang yang dihentikan Leon mengunakan kedua jarinya.


Lalu, SWOOSH. Suara angin yang menghilangkan kobaran api yang menyelimuti pedang milik Tiger.


"Apaa.?" Kata Tiger dengan sangat terkejut.


...


"Aaaah, dia sangat keren. Hihihi." Kata Vera dengan tersenyum senang.


...


"Maafkan aku paman. Aku harus bertahan lebih lama disini." Kata Leon sambil bersiap-siap memukul perut Tiger dengan tongkatnya.


BUOOK. Suara hantaman tongkat Leon yang menghantam perut Tiger.


Hantaman itu sangat keras, sampai perut Tiger condong kebelakang dan mulutnya mengeluarkan darah yang


cukup banyak.


"Uhoook." Suara Tiger yang kesakitan.


SWOOOSH. Suara tubuh Tiger yang terpental kebelakang dengan kecepatan tinggi.


DROOMRR. Suara hantaman tubuh Tiger yang menghantam tembok Colosium.


"Hem. Aku selesai." Kata Leon.


...


"Waaah. Dia sangat kuat Kris." Kata Vera.


Namun Kris hanya terdiam dengan tercengang sambil melihat Leon. Bahkan dia melawan 21 orang hanya dalam waktu 10 menit saja.


"Ini diluar dugaanku." Kata Kris dalam hati.


...


"PERTANDINGAN KEJUARAAN KALI INI, PEMENANGNYA ADALAH LEEEOOOON." Teriak komentator dengan semangat.


"HOAAAAAAAAA." Teriakan para penonton dengan meriah.

__ADS_1


"Aku merinding melihatnya." Kata penonton.


"ini benar-benar sangat mengejutkanku. Bocah itu sangat kuat." Kata penonton lainya.


"PEMEGANG GELAR KING WARRIOR AKAN DIBERIKAN KEPADA LEON. BERIKAN TEPUK TANGAN YANG MERIAH." Teriak komentator.


"HOAAA. LEEEON LEEOON LEEEON." Terikan semua penonton penuh semangat.


...


"LEOOOOON. HAAAAA. LEOOOOON." Teriak Vera.


...


"Seperti biasa, mereka selalu melakukan itu. Gelar.? Apanya yang gelar. Aku tidak butuh itu " Kata Leon sambil berjalan kepintu masuk Colosium.


"Oee bocah. Kenapa kau kesini.? Disana ada petinggi militer yang akan memberikan tongkat padamu." Kata shipir yang masih mengunci pintu.


"Aku tidak butuh itu. Cepat bukalah pintu ini tuan shipir. Aku ingin pergi tidur." Kata Leon dengan tatapan tajam.


"Kau tidak boleh melakukan itu. Terima saja tongkat itu, lalu pergilah tidur." Kata shipir.


"Hem, kalian semua selalu rumit." Kata Leon dengan kesal.


...


Diruang VIP.


"Tuan Putri, apakah Anda ingin memberikan tongkat gelar ini kepada anak itu.?" Tanya Dellon.


"Ah, apa itu boleh.? Aku kira itu melanggar peraturan." Kata Vera dengan tersenyum.


"Apa Anda tidak tau kalau hari ini adalah pertandingan kejuaraan.?" Tanya Dellon.


"Aku hanya ingin melihat Leon. Aku tidak tau kalau ada pertandingan itu." Jawab Vera.


"Itu juga sebuah aturan Tuan Putri. Biasanya para petinggi militer yang akan memberikan tongkat itu, namun Anda sudah disini. Sudah pasti Anda sendiri yang akan memberikannya." Kata Kris.


"Ah, baiklah. Berikan tongkat itu padaku." Kata Vera sambil berdiri.


...


Lalu, seseorang menghampiri komentator dan berbisik-bisik.


"Haa.? Benarkah.?" Tanya komentator. Dan orang itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu." Kata komentator.


"BAIKLAAH PARA HADIRIN SEKALIN. INI SAATNYA UNTUK MEMBERIKAN TONGKAT GELAR KEPADA PEMENANG." Teriak komentator.


"HOAAAAA." Teriak para penonton.


"YANG AKAN MEMBERIKAN TONGKAT GELAR ITU ADALAH TUAN PUTRI VERA SECARA LANGSUNG." Teriak komentator.


"Silahkan Tuan Putri." Kata penjaga Colosium.


Vera bersama Kris dan Dellon memasuki arena yang sudah dibersih. Bahkan tubuh Tiger dan rekan-rekannya sudah di angkat kedalam Colosium. Dan Leon hanya berdiri di tempatnya.


...


"Hee.? Tidak mungkin Putri Vera datang." Kata penonton.


"Dia benar-benar sangat cantik." Kata penonton lainnya dengan tercengang melihat Vera.


"Ah, ini adalah moment yang langka. Baru kali ini aku melihat Tuan Putri." Kata penonton lainnya.


...


Di arena Colosium.


"Dia, dia, Herrr. Dellon, bajingan kau. Sudah 2 tahun ini aku tidak melihatmu. Aku ingin membunuhmu." Kata Leon dengan sangat marah.


"Hallo Leoon." Kata Vera yang menyapa Leon dengan tersenyum.


Leon hanya menundukkan kepalanya dengan sangat marah. Namun dia masih bisa menahan amarahnya demi Klain.


"Bocah, lama sekali tidak bertemu." Kata Dellon.


"Heer. BAJINGAAAAAAN." Teriak Leon dengan sangat marah.


"Tuan Putri, ini berbahaya." Kata Kris yang panik sambil membelakangi Vera.


"Huh, huh. Aku akan membunuh kalian semua." Kata Leon dengan tatapan tajam.

__ADS_1


.


__ADS_2