
[Colosium]
Terlihat Leon dan Klain sedang di kepung oleh pasukan kerajaan. Tubuh Klain mulai gemetar ketakutan. Dan Leon masih binggung dengan apa yang terjadi disana.
"Sepertinya aku pernah melihatnya, siapa dia.?" Kata Leon dalam hati.
...
"Siapa kau sebenarnya.?" Tanya Leon kepada Kris.
"Hem. Aku adalah salah satu kekuatan kerajaan Aldebaren." Jawab Kris.
"Eem.?" Suara Leon dengan binggung.
"Apa dia yang harus kita bunuh Kris.?" Tanya Panglima kerajaan lainnya bernama Daren.
"Ah, benar." Jawab Kris.
"Siapa kalian.? Kenapa kalian ikut campur dalam pertarungan Colosium." Tanya Leon.
"Apa kau tidak melihat sekitar Bocah.?" Tanya Kris kembali.
Leon pun menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia melihat sudah tidak ada seorang pun disana, bahkan bangunan Colosium sudah hancur separuh.
"Ah, ini kekacauan yang di buat oleh Tuan Klain." Kata Leon dalam hati.
"Kalian sudah membuat keributan ditempat ini. Dan kami di perintahkan untuk membunuhmu disini." Kata Kris dengan kesal.
"Apa kalian adalah pasukan kerajaan.?" Tanya Leon.
"Ah itu benar. Aku adalah salah satu Panglima perang. Dan kami semua ada disini sedang mengepungmu." Jawab Kris.
"Haa.? Panglima.? Gawat, bahkan Tuan Klain saja menghindari mereka. Apa yang harus aku lakukan." Kata Leon dengan panik sambil menelan ludah.
"Kau harus mati disini nak. Tidak ada kata maaf lagi. Dan kau tidak perlu menjelaskan apapun." Kata Kris dengan serius.
"Glegg, Aaah." Suara Leon yang panik.
...
Ditempat Klain berdiri.
"Gawat, ini sangat gawat. Aku terlalu buru-buru. Kesempatan ini sudah hancur, aku akan mati disini." Kata Klain dalam hati dengan ketakutan.
"Kau tidak perlu takut begitu, aku akan mencabut nyawamu dengan cepat." Kata Sin sambil berjalan menghampiri Klain.
Dan Klain pun melangkah mundur dengan pelan-pelan. Tubuhnya sudah gemetar cukup kencang melihat dua Panglima perang sedang berada di hadapannya.
"Bagaimana dengan Leon, apa dia juga berhadapan dengan mereka.?" Kata Klain dalam hati dengan ketakutan.
"Aku seperti tikus dihadapan mereka. Apa yang harus aku lakukan." Kata Klain.
"Hem, aku tidak ingin berlama-lama disini. Aku akan membunuhnya dengan cepat. Sebaiknya kau diam saja disini Melvin." Kata Sin sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya.
"Baiklah, hanya seekor pecundang, itu sangat cocok untukmu." Kata Melvin sambil menyilangkan tangannya.
"Gawat, gawat, dia akan menyerang." Kata Klain dengan ketakutan.
DEEP. Suara Sin yang tiba-tiba menghilang dari tempatnya, dan tiba-tiba berada di depan Klain.
"Haa." Suara Klain terkejut.
"Matilah." Kata Sin sambil menghempaskan pedangnya ke leher Klain.
TRANG. Suara benturan pedang. Klain menangkis serangan itu dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Aaaagh." Suara Klain yang menahan serangan dari Sin.
Sin pun mengerakkan kakinya dengan cepat dan menendang perut Klain. BUOOK. Suara tendangan. "Uuhh." Suara Klain yang kesakitan, bahkan mulutnya sampai mengeluarkan darah.
Klain pun terpental jauh kebelakang dengan kecepatan tinggi. BREDOOM. Suara hantaman tubuh Klain ke dinding Colosium. "Uhook." Suara Klain yang memuntahkan darah dari mulutnya.
"Hem, ini masih belum cukup untuk membunuhnya."Kata Sin.
"Pergilah dari sini Leoon. Uhook." Kata Klain dengan terengah-engah.
Disisi lain, tempat Leon berdiri. Ia melihat Klain yang terpental dengan cepat menghantam tembom.
"Haaa.? Tuan Klain." Kata Leon dengan terkejut.
"Ini sangat gawat. Bahkan kakiku sudah mulai gemetar." Kata Leon dalam hati.
"Apa kau takut nak.? Itu wajar." Kata Kris sambil berjalan kearah Leon.
"Aku harus kabuh dari sini sebelumnya mereka menangkapku lagi." Kata Leon dalam hati sambil melangkah mundur.
DEEP. Suara Kris yang tiba-tiba menghilang, dan tiba-tiba muncul di depan Leon.
"Cobalah menangkis serangan ini." Kata Kris sambil menghempaskan pedangnya ke leher Leon.
KLANG. Suara benturan pedang. Kris pun mengeluarkan aura putih dari tubuhnya, dan mencoba menekan jiwa Leon.
"Aarrgh." Suara Leon kesakitan. Bahkan kakinya mulai terdorong kebelakang.
Lalu. CRACKK. Suara retakan pada pedang milik Leon.
"Hee.?" Suara Leon terkejut. Lalu, TIARR. Suara pedang Leon yang patah. "Tidak mungkin." Kata Leon dengan terkejut.
Pedang milik Kris tetap bergerak ketubuh Leon. CRASSH. Suara tebasan yang mengenai badan Leon. "Aaaargh." Suara Leon kesakitan.
"HAAAKK." Suara Kris yang menendang kepala Leon kesamping. BUOK. "Uuhhkk." Suara Leon yang kesakitan, bahkan mulutnya mengeluarkan darah.
"Aaarrrgh." Suara Leon kesakitan.
"Kau tidak sebanding denganku nak. Aku bisa membunuhmu kapan saja." Kata Kris dengan tatapan tajam.
...
Ditempat Klain.
"Ah, Leoon. Tidaak." Kata Klain sambil menarik tubuhnya yang terjepit di dinding Colosium.
"Huh, huh. Aku harus menyelamatkannya." Kata Klain sambil meloncat kearah Kris.
SWOOSSH. Suara Klain yang bergerak kearah Kris dengan sangat Cepat. Namun, belum sampai ketempat Kris tiba-tiba. DEEP. Suara Sin yang tiba-tiba berada didepannya.
"Haaa." Suara Klain Terkejut.
BREOOM. Suara tendangan Sin ke perut Klain. "UHook." Suara Klain yang kesakitan, bahkan ia hampir tak sadarkan diri. Dan tubuhnya pun terlempar kebelakang dengan kecepatan tinggi.
BREDOOM. Suara hantaman tubuh Klain ke dinding Colosium. "Uuuhh." Suara Klain yang kesakitan.
"Jangan lupa denganku keparat." Kata Sin kepada Klain.
"Mereka sangat kuat. Aku tidak punya kesempatan lagi." Kata Klain dengan terengah-engah kesakitan.
"Apa kau masih belum selesai dengannya Kris.?" Tanya Sin sambil berjalan menghampiri Klain.
"Aku akan menyelesaikannya setelah ini." Jawab Kris sambil menginjak kepala Leon.
"AAAARrrgh." Suara Leon yang mencoba mengangkat kepalanya. Dan tanganya memegangi kaki Kris sambil memukulnya.
__ADS_1
"Bajingan cilik, beraninya kau meronta-ronta dibawahku." Kata Kris sambil menginjak kepala Leon dengan lebih keras.
CRAKK. DROMRRR. Suara lantai Cosium yang retak dan hancur.
"AAAAAAAGG." Suara Leon yang kesakitan, bahkan kepalanya sampai masuk kedalam lantai.
"Hiih, hiih, hiih, HOAAAAA." Teriak Leon yang mencoba menekan Kris dengan sekuat tenaga.
"Uuuhhh. Kurang ajar." Kata Kris yang kesakitan sambil mengangkat kakinya. Lalu, ia menginjak-injak kepala Leon dengan sangat keras.
BROOK BROK BROAKK. Suara injakan kaki Kris ke kepala Leon berkali-kali. "Arrgh, uuh. Aaa." Suara Leon yang kesakitan.
Kepalanya sudah penuh dengan darah, bahkan kulit kepalanya sampai mengelupas, dan ramputnya berceceran diaekitarnya.
"Diamlah disitu, aku akan membunuhmu setelah temanmu tebunuh." Kata Kris sambil melihat Sin yang menghampiri Klain.
...
"Huh, huh, aku harus melakukan sesuatu." Kata Klain sambil mengeluarkan aura merah dari tubuhnya dan mencoba menekan Sin.
Lalu, DEEP. Suara Sin yang tiba-tiba berada di depan Klain. "Hem, aku akan menyiksamu lebih dulu." Kata Sin sambil mengangkat kakinya.
"Haa. Aku tidak bisa mneghindarinya. Maafkan aku Leon." Kata Klain yang pasrah.
BROK BUOK BOUK BUUK. Suara tendangan Sin ke tubuh Klain yang di kerahkan dengan bertubi-tubi.
Bahkan dindingnya sampai runtuh. BREDOM. Suara runtuhnya dinding yang menimpa Klain.
"Aa, aa." Suara Klain yang sudah di ambang kematian.
Lalu, Sin pun memegang lehe Klain dan mengangkat tubuhnya keatas.
"Kau akan mati disini." Kata Sin dengan kesal.
"Huh, huh, Kau akan membayar semua perbuatanmu." Kata Klain dengan terengah-engah.
"Haa." Suara Kris yang kesal. Ia pun melemparkan tubuh Klain ke arah Leon. SWOOSSH. Suara tubuh Klain yang terlempar.
BUOK. Suara tubuh Klain yang terjatuh ke lantai Colosium di sebelah Leon.
"Kenapa kau lemparkan kesini.?" Tanya Kris.
"Biar bocah itu melihat kematiannya." Kata Sin sambil menghampiri Klain.
"ARrgh." Suara Leon yang meronta-ronta. "Tidak, tuan Klain, tidaak." Kata Leon dalam hati dengan sangat sedih.
"Hem, kau tidak perlu melakukan itu, bocah ini juga akan mati setelah kau membunuhnya." Kata Kris.
TRANG. Suara pedang yang diambil Sin dibawahnya sambil menghampiri Klain.
"Aa, Leon. Maafkan aku." Kata Klain Klain dengan sedih.
"Hiks, tidak Tuan Klain, tidaak. Jangan mati. Jangan mati." Kata Leon dengan meneteskan air mata.
Sin pun berdiri diatas Klain yang sudah terkapar disana. "Jangan banyak bicara, dan matilah." Kata Sin sambil mengangkat pedangnya keatas.
"Aku harap kau bisa selamat Leon. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu." Kata Klain dengan tersenyum kepada Leon.
"Haa." Suara Leon terkejut dengan berilinang air mata.
SWOOSSH. Suara pedang yang dihempaskan ketubuh Klain. JLEBB. Suara pedang yang menancap ketubuh Klain.
"Haa, aak." Suara Leon sambil melihat Klain yang tertusuk pedang.
"Aku selesai." Kata Sin sambil melepaskan pedangnya.
__ADS_1
Dan Klain terkapar dilantai dengan pedang yang masih menancap di perutnya.
.