The Darkness King Return

The Darkness King Return
Pertarungan Perdana.


__ADS_3

[Colosium]


TINGG. Suara bel berbunyi, pertanda pertarungan dimulai. Beroon langsung berlari kearah Leon dengan sangat cepat.


Namun, Leon hanya diam disana tak bergerak sama sekali.


"BUNUUUH, BUNUUUH, BUNUUUH." Teriakan para penonton.


SWOOOSSH. Suara Beroon yang meloncat kearah Leon sambil menghempaskan pedangnya.


"Pertarungan ini sangat mudah. Matilah bocaaaah." Teriak Beroon.


Sebuah pedang pun dihempaskan ke leher Leon dengan sangat cepat.


Lalu. BREDOOM. Suara pukulan Leon tepat di perut Beroon. Beroon pun berhenti seketika. WOOOSSH. Suara angin yang cukup kencang keluar dari pukulan itu dan bergerak melingkar sampai dirasakan oleh semua orang di Colosium.


"Heee.?" Suara Lee Kong yang tercengang.


...


"Maaf Tuan, aku harus hidup untuk balas dendam." Kata Leon sambil mengeluarkan aura kegelapan dari tangannya.


"Haaa." Suara Beroon yang terkejut.


Lalu, DOOM. Suara pukulan dari aura nilik Leon. SWOOOOSH, Suara tubuh Beroon yang terlempar kebelakang dengan kecepatang tinggi.


BREDOOOM. Suara hantaman tubuh Beroon yang menabrak dinding Colosium. "AAArrgh." Suara Beroon kesakitan, lalu ia pun pinsan ditempat.


"Hem, aku selesai." Kata Leon sambil membersihkan tangannya dengan kedua tangan.


Kejadian itu membuat semua orang yang ada disana terdiam seketika dan menelan ludah.


"Ini tidak bisa dipercaya." Kata shipir dengan tercengang.


"Glegg, apa aku bermimpi.?" Kata penonton.


"Ini, ini sangat mengejutkanku." Kata penonton lainnya dengan tercengang.


"Aa, aa." Suara komentator yang tidak bisa berkata-kata.


...


"Em.? Apa aku menang.?" Tanya Leon kepada shipir sambil menoleh kebelakang.


Namun shipir hanya terdiam dengan tercengang sambil melihat Leon.


"Kenapa jadi sepi.? Mereka semua terdiam seketika." Kata Leon sambil berjalan masuk kedalam Colosium.


"Apa aku bisa kembali kedalam selku Tuan.?" Tanya Leon kepada shipir.


"Aa, Glegg. Baik, aku antarkan kau kesana." Kata shipir itu.


Leon pun berjalan menuju selnya bersama shipir.


...


Diruang VIP.


"Glegg, tidak bisa dipercaya. Hanya sekali serangan saja." Kata Kong dengan tercengang.


"Hahahaha. Aku kaya, aku kayaaa." Kata Dellon sambil mengambil koin diatas meja.


"Ini tidak seperti yang aku harapkan. Siapa sebenarnya anak itu.?" Tanya Kong.

__ADS_1


"Apa kau mulai tertarik Kong.?" Tanya Dellon kembali.


"Diusianya yang masih bocah. Dia sudah seperti monster." Jawab Kong.


"Tapi dia tidak bisa menjadi prajurit kerajaan. Berhentilah memikirkannya." Kata Dellon.


"Itu masih bisa diproses Dellon." Kata Kong.


"Hee.? Aku akan memberitahumu. Jika bocah itu masuk ke dalam jajaran pasukan kerajaan, semua prajurit akan mati ditangannya." Kata Dellon serius.


"Kau sudah menyakitinya. Jika Yang Mulia tau keberadaan bocah itu, sudah pasti beliau akan mengambilnya. Potensi bocah itu masih bisa berkembang lagi, dan bisa menjadi salah satu kekuatan kerajaan." Kata Kong.


"Kau tidak perlu sampai begitu. Bocah itu tidak akan bergabung dengan militer kerajaan." Kata Dellon.


...


Di arena Colosium. Semua orang masih tercengang, lalu beberapa orang terlihat menghampiri Beroon disana. Dia diangkat mengunakan tandu dan di bawa kedalam Colosium.


"Pe, Pemenangnya adalah Leooon." Kata komentator dengan gagap.


Tapi kata-kata itu tidak ada yang merespon, para penonton hanya terdiam disana. Bahkan ada yang langsung keluar dari sana.


...


"Uangku hilang begitu saja." Kata penonton.


"AAAAA, Bagaimana ini. Uang taruhanku." Kata penonton yang lain.


"Sebaiknya aku pulang saja." Kata penonton yang lain.


"Hem, apanya yang King of death. Menyebalkan sekali." Kata penonton sambil keluar Colosium.


...


"Ah Leon. Kau sudah kembali. Apa kau memenangkan pertarungan disana.?" Tanya Klain yang melihat Leon.


"Aku mengalahkannya Tuan. Hihi." Kata Leon sambil masuk kedalam sel.


KLANG CEKLEK. Suara pintu sel yang dikunci.


"Kau tidak akan mendapatkan makanan hari ini." Kata shipir kepada Leon.


"Hee.? Kenapa.?" Tanya Leon terkejut.


"Kau tidak membunuh lawanmu, itu adalah konsekuensi pertandingan." Kata shipir sambil berjalan menjauh.


"HAAAAA.?" Suara Leon kebingungan.


"Kau tidak perlu khawatir soal makanan. Aku bisa membaginya untukmu." Kata Klain.


"Hem. Tuan, aku tidak ingin mengambil makanan orang lain." Kata Leon.


"Jika kau mau, di penjara ini masih banyak sekali ular yang berkeliaran." Kata Klain.


"Ah, aku sampai lupa dengan ular ini." Kata Leon sambil menghampiri ular kobra yang ada di dalam selnya.


"Apa kau punya pedang Tuan.?" Tanya Leon sambil memegang ular.


"Disini tidak ada pedang. Penjaga penjara melarang kita membawa pedang kedalam disini." Jawab Klain.


"Hem, baiklah. Aku masih bisa memotongnya." Kata Leon sambil mengangkat tangannya.


Aura putih keluar dari tangan Leon, lalu SRAAK. SRAAK, SLESH. Suara tangan Leon yang memotong ular besar.

__ADS_1


"Haaa.?" Kata Klain yang terkejut melihat Leon.


"Leon. Apa kau bisa mengunakan aura lain.?" Tanya Kibo.


"Ah, aku bisa mengunakan semua aura Tuan." Jawab Leon.


"Heee.?" Suara Klain yang terkejut.


"Tapi yang paling kuat menurutku adalah aura kegelapan." Kata Leon sambil mengeluarkan aura merah dari kedua tangannya.


Dan tiba-tiba ular itu terbakar. BLARSSH. Suara ular yang di pangang Leon.


"Gleg. Tidak bisa dipercaya. Siapa sebenarnya kau nak.?" Tanya Klain dengan tercengang.


HAAP. HAAP. GLEEG. Suara Leon yang memakan daging ular yang sudah di panggang.


"Aku sendiri ingin tau Tuan. Siapa sebenarnya aku ini." Jawab Leon sambil makan.


"Kenapa kau tidak tau.? Apa kau bukan keturunan Tuan Eden.?" Tanya Klain penasaran.


"Kakek pernah bercerita padaku, kalau dia tidak punya anak. Dan aku ditemukan ditengah laut saat kakek sedang memancing ikan." Jawab Leon.


"Jadi kau tidak tau, siapa sebenarnya orang tuamu.?" Tanya Klain.


"Aku tidak tau Tuan. Dan aku tidak ingin tau, mereka sudah membuangku ketengah laut." Jawab Leon sambil makan.


"Haaa. Kau membuatku terkejut Leon. Bahkan saat aku tau kau punya hubungan dengan Tuan Eden saja, aku sudah sangat terkejut." Kata Klain.


"Em. Kau sendiri kenapa bisa ada disini Tuan.?" Tanya Leon.


"Ah, aku tertangkap oleh pasukan Aldebaren. Mereka membawaku kesini bersama 25 orang lainnya." Jawab Klain.


"Kenapa kau bisa ditangkap.?" Tanya Leon.


"Hem, ceritanya cukup panjang Leon. Saat itu kami sedang membantu kerajaan aliansi yang sedang berperang melawan kerajaan Aldebaren." Jawab Klain.


"Lalu dimana temanmu Tuan.?" Tanya Leon lagi.


"Kau banyak bertanya Leon. Temanku sudah banyak yang meninggal disini. Hanya tersisa 5 orang saja sekarang, dan kami terpisah di sel yang berbeda." Jawab Klain.


"Hem. Apa kerajaanmu tidak menyelamatkanmu Tuan.?" Tanya Leon.


"Mereka tidak akan bergerak kesini. Kau tau Leon, kerajaan Aldebaren mempunyai 4 orang yang kekuatannya setingkat Grandmaster. Kekuatan mereka hanya bisa dilawan oleh kakekmu saja." Jawab Klain.


"Kau bilang kerajaanmu bekerja sama dengan kerajaan lain. Apa mereka tidak bisa membantu.?" Tanya Leon.


"Hem, Leon, mereka tidak akan membuang ribuan nyawa hanya untuk menyelamatkanku. Untuk apa mereka bertindak seperti itu." Jawab Klain.


"Mereka bahkan tidak tau, kalau aku masih hidup atau sudah mati. Urusan kerajaan itu sangat rumit Leon." Kata Klain.


"Aku tidak tau Tuan." Kata Leon dengan merenung.


"Apa kau ingin pergi dari sini Leon.? Kau masih memiliki masa depan yang panjang. Jangan sia-siakan hidupmu disini." Kata Klain.


"Aku sendiri tidak tau Tuan, aku sudah tidak punya tempat untuk kembali." Kata Leon dengan sedih.


"Pergilah ke kerajaan Norland. Kau bisa hidup dengan tenang disana. Aku memiliki anak laki-laki yang seumuran denganmu. Carilah dia, kalian bisa hidup berama disana." Kata Klain.


"Aku tidak tau tempat itu Tuan. Lalu bagaimana aku bisa kabur dari sini.?" Tanya Leon.


"Aku akan memikirkannya, cepat atau lambat, kau harus pergi dari sini, aku akan membantumu." Jawab Klain.


.

__ADS_1


__ADS_2