
[Di hutan]
Terlihat, Leon sedang berjalan menuju desa selanjutnya, tiba-tiba sebuah surat muncul di depannya.
ZIIIING. Suara surat yang muncul.
"Em, ini dari Klain, apa ada informasi lainnya.?" Kata Leon sambil mengambil surat itu.
Leon pun membaca surat itu.
"Hem, jadi mereka ada di sebalah sana, hanya tinggal 1 panglima, dan semuanya akan selesai." Kata Leon.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi kesana." Kata Leon sampil berjalan menuju ke tempat yang di tunjukkan oleh Klain.
...
[Camp prajurit Forlsa]
"Apa masih belum ada kabar dari benteng selatan.?" Tanya Panglima bernama Ryuu
"Kami masih belum mendapatkan kabar apapun Panglima." Kata salah satu Jendral bernama Faros.
"Periksalah kesana sekarang, aku punya firasat yang buruk." Kata Ryuu.
"Siap, laksanakan perintah." Kata Faros.
Lalu, Faros pun keluar dari tenda panglima dan mengumpul kan prajuritnya.
"Aku harap tidak terjadi apa-apa disana. Tuan Lucifer pasti sangat marah jika kita gagal menguasai kerajaan Norland." Kata Ryuu dalam hati dengan tatapan tajam.
Di luar tenda. Beberapa menit kemudian, Faros dan prajuritnya pun berangkat menuju benteng utara.
"Kita berangkat sekarang." Kata Faros sambil mengerakkan kudanya.
Dan semua prajuritnya pun mengikutinya dari belakang. Faros membawa kurang lebih 30 ribu prajurit dan bergerak melalui rute yang sama dengan rute yang di lalui Leon.
...
Di tempat Leon. Beberapa menit setelah Faros dan prajuritnya berangkat. Leon mendengar suara yang bergema sangat kencang.
"Ini, apa mereka sedang menuju kemari.?" Kata Leon yang berhenti di tengah jalan.
"Mereka cukup banyak. Sebaiknya aku hentikan mereka sebelum mereka pergi jauh dari sini." Kata Leon sambil berjalan ke arah ribuan prajurit Forlsa yang menungangi kuda.
Lalu, Faros pun melihat Leon sedang berjalan di di tengah jalan yang menghalangi perjalanan mereka.
"Em, siapa bocah itu.?" Kata Faros dalam hati.
"BERHENTIIIIII." Teriak Faros kepada semua prajuritnya.
"Ah, ternyata mereka mau berhenti di sini." Kata Leon sambil melihat Faros yang bergerak secara perlahan ke arahnya.
"Siapa kau nak.? Apa kau tau, jalan ini sudah milik kerajaan Forlsa. Minggirlah, atau aku akan menabrakmu." Kata Faros.
"Ah, maaf Tuan, saya tidak tau tentang itu, aku hanya tersesat saat sedang mencari kayu bakar." Saut Leon.
"Kayu bakar.? Apa maksudmu.? Jangan bermain-main denganku." Kata Faros dengan serius.
"Aku tidak bermain-main Tuan, aku berjalan dan tersesat disini. Apa Tuan dari kerajaan Forlsa.?" Tanya Leon.
"Mana ada orang yang mencari kayu bakar sampai kesini. Kau sudah membohongiku." Saut Faros
"Benarkah.? Saya mendengar dari seseorang yang ada di benteng utara, mereka memberitahuku untuk mencari kayu bakar ke daerah sini." Kata Leon dengan tersenyum.
__ADS_1
"Hee.? Benteng utara.? Apa yang kau lakukan di benteng utara.? Dan Siapa kau.?" Tanya Faros sambil turun dari kudanya.
"Perkenalkan Tuan, namaku Leon, aku sedang mencari kayu bakar kesini. Apa anda bisa membiarkanku lewat.?" Tanya Leon kembali.
"Alasanmu tidak masuk akal. Kau sudah menyusup ke wilayah kerajaan Forlsa." Kata Faros dengan serius.
"Apa wilayah ini sudah di konfirmasi menjadi milik kerajaan Forlsa.? Sepertinya itu belum di lakukan." Kata Leon.
"Kau, apa kau dari kerajaan Norland.?" Tanya Faros dengan serius.
"Hem, aku memang dari kerajaan Norland Tuan, tapi aku bukan warga Norland. Sekarang aku sedang mencari kayu kabar untuk bertahan hidup di dalam hutan." Jawab Leon.
"Tidak perlu basa-basi. Untuk apa kau kemari.?" Tanya Faros dengan tatapan tajam.
"Sebenarnya aku mencari kayu bakar untuk membakar kalian semua." Jawab Leon dengan tersenyum.
TRING. Suara pedang milik Faros yang di tarik dari sarungnya.
"Bilang padaku, apa yang sudah kau lakukan di benteng utara.?" Tanya Faros dengan sangat kesal.
"Tidak bertanya seperti itu Tuan. Mungkin sebentar lagi kalian semua akan menyusul mereka." Jawab Leon.
"Apa yang kau katakan. Berani sekali kau mengancam prajurit Forlsa." Kata Faros dengan marah.
"Mereka semua sudah terbunuh Tuan. Mungkin selanjutnya adalah kalian." Kata Leon.
"Kau, jangan macam-macam denganku." Kata Faros sambil mengeluarkan aura berwarna kuning dari tubuhnya.
"Hoo, ini pertama kalinya aku melihat aura dengan element tanah." Kata Leon yang melihat Faros.
"Beritahu aku sekarang sebelum kau mati, siapa kau sebenarnya.? dan kenapa kau kemari.?" Tanya Faros sambil berjalan ke arah Leon.
"Setiap kali aku bertemu dengan kalian, kalian selalu mengancamku. Apa tidak bisa di bicarakan dengan baik-baim Tuan." Jawab Leon.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Sudah jelas kau adalah musuh kerajaan Forlsa." Kata Faros.
"Keparat, beraninya kau berkata seperti itu.?" Saut Faros sambil menekan jiwa Leon.
"Hem, lagi-lagi aku akan membantai mereka semua." Kata Leon dengan santai.
Lalu, tanah di samping tempat Leon berdiri, tiba-tiba bergerak dan menghantam tubuh Leon.
BREDOOM. Suara hantaman tanah.
"Mati kau keparat." Kata Faros.
Lalu. DROMRR. Suara tanah yang menutupi tubuh Leon yang hancur.
"Hem.?" Suara Faros yang terkejut.
"Kau sudah menyerangku Tuan, jadi aku akan membela diri." Kata Leon sambil mengeluarkan aura petir dari matanya.
"Hee.? Kenapa.? Sudah jelas aku sudah menekan dan menghancurkannya dengan tanah. Kenapa dia masih bisa berdiri dengan santai." Kata Faros dengan terkejut.
"Apa kau terkejut Tuan.? Aku sudab memberimu kesempatan, tapi kau sudah menyerangku lebih dulu." Kata Leon dengan tatapan tajam.
TREEET. Suara bola petir yang melayang di atas ribuan prajurit kerajaan Forlsa.
"Apa itu.?" Kata Faros dengan terkejut sambil melihat bola di petir di atasnya.
"Haaa.?" Apa Itu.?" Itu pembentukan." Glegg." Suara para prajurit yang terkejut melihat bola petir di atas mereka.
"Apa yang sudah kau lakukan bocah.?" Tanya Faros demgan tatapan tajam.
__ADS_1
"Aku sedang mencamcam kalian." Jawab Leon.
"Chikh. Bajingan." DEEP. Suara tubuh Faros yang tiba-tiba berada di depan Leon.
"HOAA." Teriakan Faros yang mengatahkan pedangnya ke arah Leon.
Lalu, BUO**K**. Suara pukulan tangan Leon yang memukul perut Faros.
"Uhook." Suara Faros yang kesakitan dan memuntahkan darah.
"Berhentilah bergerak, dan lihatlah para prajuritmu disana." Kata Leon.
TREET. TREET. Suara bola petir yang akan menyambar kesegala arah.
"Hee.? Sepertinya bola itu akan menyerang kami." Kata salah satu prajurit disana dengan tercengang.
"Apa yang akan kau lakukan.?" Tanya Faros.
"Sudah aku katakan, aku akan membakar kalian." Kata Leon dengan santai.
"Herrr. Keparat kau, bajingan." Kata Faros dengan sangat marah.
BUOK, BUOK. Suara pukulan Leon yang memukul kepala Faros sampai ia tersungkur di tanah.
"Sudah aku bilang, berhentilah bergerak, dan lihat saja semua prajuritmu disana." Kata Leon.
"Uhokk. Aargh" Suara Faros yang kesakitan dan memuntahkan darah.
Lalu. SWOSH. TREK TREK TREK TREK. Suara petir yang menyerang puluhan ribu prajurit Forlsa disana.
"Glegg, apa dia sedang bercanda.?" Kata salah prajurit di sana sambil melihat sebuah petir yang bergerak kearahnya dengan sangat cepat.
"HAAAAAA." AAAAA." TOLOOOONG." Teriakan para prajurit Forlsa yang terkena serang petir.
DROOM. BREDOOM. BROMM. Suara hantaman petir yang menyambar ke segala arah.
"Aa, aa" Suara Faros yang tercengan melihat serangan petir di depannya yang membunuh satu persatu prajuritnya.
"TOLOOONG JENDRAAL. AAAAA." Teriakan salah satu prajurit disana.
"Glegg, siapa orang ini sebenarnya.?" Kata Faros dalam hati dengan tercengang.
Dan hanya beberapa menit saja, 30 ribu prajurit Forlsa di bantai dengan mudahnya oleh Leon. Mereka semua mati mengenaskan. Ada yang hancur berkeping-keping, ada juga yang terbakar, dan ada juga yanh terbelah.
"Gleg. Ini, tidak mungkin, ini tidak mungkin." Kata Faros dengan tercengang.
"Sekarang giliranmu Tuan." Kata Leon.
"Heee.?" Suara Faros dengan tercengang sambil menoleh ke arah Leon.
TRING. Suara pedang milik Leon yang di tarik dari sarungnya.
"Gleg, Tuan jangan lalukan itu. Berapapun kau di bayar oleh Norland, kami akan membayarnya 2x lipat, tidak, 5 kali lipat." Kata Faros dengan ketakutan.
"Sudah terlambat untuk bernegosiasi. Kau sendirilah yang menyerangku lebih dulu." Kata Leon sambil mengangkat pedangnya.
SWOSSH. Suara pedang yang di hempaskan leher Faros.
"Tidak, tidak, aku akan mati." Kata Faros sambil memejamkan matanya.
Lalu, TRANG. Suara benturan pedang.
"Hee.?" Suara Leon yang terkejut.
__ADS_1
"Sebaiknya kau berhenti sekarang, dan serahkan nyawamu." Kata Ryuu yang tiba-tiba menangkis serangan Leon.
.