
Keesokan harinya, selebaran tentang penobatanku menjadi Kaisarina telah disebarkan ke seluruh penjuru Vanhoiren. Seluruh bangsawan baik bangsawan kelas atas maupun bangsawan biasa di penjuru Vanhoiren sampai dibuat gempar oleh hal ini.
Namun, itulah tujuanku dari awal. Aku tak akan pernah membiarkan sistem Kekaisaran turun-temurun yang busuk dan pro pada orang-orang besar, terus-terusan dipakai. Semuanya harus bisa kuubah. Suka maupun tidak sukanya orang yang menentang hal ini, aku sama sekali tidak peduli.
Dua hari berikutnya, Jack akhirnya dijatuhi hukuman gantung karena tindakannya terhadapku. Sebelum eksekusinya, aku sempat menuliskan surat pemberitahuan untuk keluarga Baron Hindley.
Agak disayangkan memang. Apalagi Jack adalah orang yang berada dekat dengan Selir Sienna dan juga Idris. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa mempertahankan orang yang tidak bisa atau tidak mau menerima kebaikanku.
Usai eksekusinya, aku pun dinobatkan sebagai Kaisarina dengan saksi-saksi pilihanku. Ada Hakim Agung, Grand Duke bersama Grand Duchess, Duke Harriston dan Duchess Harriston, dan terakhir ada Ayahku, Viscount Winston.
Dengan begitu, aku Charlotte Mikaela Vanhoiren, resmi menjadi Kaisarina pertama di Kekaisaran. Tujuanku? Tentu saja banyak. Tapi, salah satunya adalah mengubah sistem Kekaisaran busuk ini.
Aku berjalan ke balkon lantai tiga untuk melihat para rakyatku yang berdiri di lapangan eksekusi. Tubuh Jack masih tergantung di tiang gantung. Aku membiarkannya tetap di situ sebagai sebuah pengingat bahwa aku tidak akan segan-segan pada seorang pengkhianat.
__ADS_1
“Rakyatku ..., rakyatku yang sangat aku cintai,” ucapku lantang. “Rasanya sudah banyak sekali kejadian-kejadian yang sangat menyedihkan saat aku mulai naik menjadi seorang Ratu dari Kekaisaran ini. Banyak sekali masalah yang harus aku tempuh sebagai seorang Ratu. Banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan. Banyak rakyat yang masih membutuhkan uluran tangan dari para pemegang kekuasaan
Apa kalian merasa dikucilkan? Apakah kalian merasa selama ini bangsawan sekaligus Kekaisaran sekali pun jarang memperhatikan kalian? Jika benar, bersoraklah. Suarakan pilihanmu sekarang juga. Jangan takut, aku adalah pemegang kekuasaan tertinggi di Kekaisaran ini. Aku bersama dengan kalian. Jika kalian merasa tidak adil, bersoraklah sekarang juga!” teriakku sekuat tenaga. Aku harus menyalurkan energi positif untuk seluruh rakyatku yang sekarang mendengarkan pidatoku.
Awalnya para rakyat ragu-ragu akan hal itu, tapi saat salah seorang rakyat bersorak terlebih dahulu, yang lainnya pun ikut bersorak. Sorakan itu memenuhi lapangan eksekusi hingga membuat riuh.
Aku tersenyum melihat antusiasme rakyatku.
Aku mengangkat tanganku sebagai tanda untuk pamit undur diri. Mereka pun terus memperdengarkan sorakan semangat dan kata-kata “Hidup Kaisarina”, meskipun aku sudah masuk ke dalam Istana Kekaisaran.
Ayahku sudah menunggu di dalam ruangan denganw ajah tegang. Aku memaklumi hal itu. Dalam beberapa hari saja, aku sudah jadi orang nomor 1 di Vanhoiren. Ayahku pasti syok.
“Ayah, apakah ada yang Ayah ingin bicarakan denganku?” tanyaku ramah.
__ADS_1
“Apakah ini tujuan awalmu, Charlotte?” tanya Ayahku.
“Ini adalah langkah satu-satunya yang bisa aku lakukan. Kuharap Ayah mengerti dan tidak lagi meragukan keputusanku,” ucapku penuh harap.
“Charlotte ..., Ayah sama sekali tidak mengerti jalan pikiranmu. Kadang-kadang kau sangat mirip dengan Ibumu,” komentar Ayahku.
“Semua yang kulakukan adalah sesuatu yang baik. Dan dengan naiknya aku ke takhta tertinggi ini, aku memiliki tujuan besar untuk kedepannya,” kataku.
“Mimpi besar seperti apa itu?” tanya Ayahku.
Aku menatap Ayahku. “Menyatukan 4 wilayah besar menjadi sebuah wilayah Serikat.”
Bersambung ke season dua.
__ADS_1