
Kaisarina pertama di Kekaisaran Vanhoiren, Charlotte Mikaela Vanhoiren.
Itulah aku.
***
Istana Kekaisaran telah selesai dibangun ulang. Kini, Istana Kekaisaran akan menjadi kediamanku yang baru dikarenakan statusku yang telah berubah.
Aku tahu banyak sekali kekhawatiran yang ada di pikiran banyak pihak termasuk ayahku sendiri. Beliau sedikit keberatan soal penobatanku. Namun, aku berusaha keras agar tidak menjadikan hal itu sebagai hal yang membuatku stress.
Dengan tiadanya Idris, aku langsung berhenti mengkonsumsi obat penahan sakit kepala yang diberikan oleh Ava. Hal itu membuatku sedikit merasa sehat. Aku berharap jika aku memang sehat—secara kejiwaan.
Sudah banyak sekali hal-hal mengerikan yang telah aku lewati. Aku belajar banyak hal dan bertemu dengan orang-orang baru. Lewat kehidupanku yang dulu, aku jadi tahu bahwa apa yang aku lihat baik, belum tentu itu memang baik. Orang yang aku pikir berada di pihakku, belum itu memang berada di pihakku.
Aku mengalami guncangan di setiap peristiwa sedih yang aku alami. Aku merasa kehilangan, dan kemudian merasa dicintai.
Dewi Kebajikan sangatlah misterius. Aku tidak bisa menerka-nerka tujuan Dewi yang sebenarnya. Namun, aku sangat bersyukur akan semua yang telah Dewi berikan untukku.
__ADS_1
Sekarang, setelah semua yang aku dapat sampai detik ini, aku akan mulai melakukan perubahan besar demi seluruh kesejahteraan seisi Vanhoiren.
“Yang Mulia, apa yang sedang Anda tulis?” tanya Chloe, dia datang sambil membawa teh dan cemilan untukku yang sekarang di ruang kerja.
Aku menutup buku catatanku dan tersenyum pada Chloe. “Bukan apa-apa. Apa kau sudah mulai mengemasi barang-barangmu?”
“Ah, iya, Yang Mulia. Saya sudah berkemas sejak tadi malam,” jawab Chloe.
Aku dan dayang-dayangku akan segera pindrah ke Istana Kekaisaran sebelum salju pertama turun di Vanhoiren. Beberapa pelayan akan dipindahkan juga ke Istana Kekaisaran untuk menggantikan beberapa pelayan yang masih dalam perawatan medis.
“Dayang Jasmine dan Dayang Matilda juga sudah selesai berkemas, Yang Mulia. Kami sudah siap.”
Aku beranjak dari kursiku dan berpindah di sofa. Aku mulai menyeruput tehku yang agak panas. Setelah itu, aku mengambil cemilanku dan memakannya. Rasanya selalu konsisten, aku menyukai kue buatan Chloe dan semua masakan yang dia hidangkan untukku.
Chloe tetap berdiri di tempatnya, dia menatapku memakan cemilan sambil tersenyum. Aku membiarkan hal itu dan tetap fokus pada jamuan yang diberikan oleh Chloe.
“Apakah Yang Mulia akan segera menurunkan Tim Ekspedisi untuk pemburuan kali ini?”
__ADS_1
Tim Ekspedisi, ya?
Sebenarnya aku tidak terlalu mengenal mereka selain Hendery. Bahkan putra sulung keluarga Franklin saja belum pernah kulihat wujudnya secara terang-terangan. Tim Ekspedisi sebenarnya adalah kumpulan para kesatria muda yang merupakan lulusan terbaik dari Akademi. Kekaisaran tanpa pandang bulu langsung memasukkan mereka semua ke dalam tim ini dengan diawasi oleh para kesatria senior dari kamp khusus kesatria.
Mungkin aku harus segera menjalin keakraban dengan mereka semua. Mengingat nantinya di masa depan, mereka semua dapat membantuku dalam menghadapi beberapa kesulitan.
“Ya, Chloe.” Aku mengiyakannya. “Setelah kita pindah ke Istana Kekaisaran, aku akan langsung memerintahkan Tim Ekspedisi untuk memulai pemburuan besar-besaran bersama seluruh kesatria yang berada di bawah naungan Kekaisaran.”
“Namun sebelum itu, aku harus memberi kesatria Franklin hadiah atas tindakan yang telah dia lakukan untuk menolongku dalam bahaya waktu itu,” lanjutku.
Chloe terkejut. Mungkin saja dia bisa langsung menebak apa yang akan kuberi sebagai hadiah pada Hendery.
“Yang Mulia, jangan-jangan Anda akan ....” Chloe tidak mampu melanjutkan kata-katanya.
Aku akhirnya tersenyum. “Ya, Chloe. Aku akan memberikan kesatria Franklin sebuah gelar bangsawan.”
Sebagai seorang Duke—seperti janjiku padanya dahulu.
__ADS_1