
Sean memakan semua makanan itu dengan sangat lahap karena semua menu di hadapannya yang sedang disajikan saat ini adalah makanan faforitnya. Bahkan hanya dalam beberapa saat saja hampir semua makanan dihabiskan oleh Sean.
"Ayo kita berangkat!" ucap Sean sambil meraih sebuah tas pipih berwarna hitam yang sudah dia bawa dari kamarnya.
"Sebentar, Kak. Aku akan merapikan semua ini dulu." sahut Willona sambil meraih beberapa piring dan mangkok kotor dan membawanya ke dapur.
"Aku akan menunggu di depan." ucap Sean lalu mulai bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan itu.
Setelah beberapa saat Willona mulai menyusul Sean di halaman rumah. Namun betapa terkejutnya Willona saat melihat ada Cinta yang sudah berbincang dengan suaminya.
"Aku akan mentransfernya nanti. Tenang saja ..." samar-samar terdengar suara Sean berkata.
"Terima kasih, Sayang!" balas Cinta penuh binar dan melempar dirinya pada pelukan Sean.
"Hhm. Ya sudah ayo berangkat bersama! Aku akan mengantarmu ke agensimu setelah mengantar Willona."ucap Sean mulai memasuki Lexus hitam metaliknya melalui pintu kemudi.
"Jadi, setiap hari kalian juga selalu berangkat bersama ya?" gerutu Cinta yang kali ini sudah memasuki mobil itu dan dengan penuh percaya diri Cinta duduk di kursi samping kemudi.
Sementara Willona mulai memasuki mobil dan duduk di kursi belakang.
"Ya, plat resmi motor Willona belum keluar. Kebetulan hari ini aku juga harus berangkat pagi. Jadi kami berangkat bersama saja." jawab Sean mulai menyalakan mesin mobil itu.
"Jadi dalam beberapa hari ini kamu akan pulang ke Bandung?" tanya Sean lagi.
"Ya, mungkin dalam satu pekan ini aku akan berada disana. Dan nanti sore aku akan berangkat." sahut Cinta sambil menyibukkan dirinya dengan ponselnya.
"Bagaimana jika aku antarkan? Aku akan pulang cepat dan mengantarmu ke Bandung." ucap Sean menawarkan diri.
"Tidak perlu, Sayang. Kamu pasti sangat sibuk di kantor. Aku akan naik taxi saja. Lagipula khawatir keluargamu akan mencurigai kita nanti jika kamu pergi ke luar kota bersama denganku." sahut Cinta dengan manja dan sedikit meraih jemari kiri Sean.
Willona yang sebenarnya merasa kurang nyaman melihat tingkah manis dari sepasang kekasih itu akhirnya memutuskan untuk mendengarkan sebuah lagu dengan menggunakan headset-nya.
__ADS_1
Kali ini Willona malah terlihat seperti sedang menonton sebuah pertunjukan pantomim. Sebuah pertunjukan teater tanpa kata-kata atau dialog yang penampilannya lebih mengandalkan pada gerak tubuh, ekspresi wajah, dan biasanya diiringi dengan musik pendukung.
Hanya saja kali ini pertunjukan itu sedang diperankan oleh Cinta yang sangat cantik jelita bersama dengan sorang pria yang sangat tampan dan berwibawa, Agna Sean Lucano.
Hingga akhirnya setelah beberapa saat Sean mulai menepikan mobilnya di depan sebuah gedung megah nan kokoh yang merupakan tempat Cinta berkerja.
"Sudah sampai. Turunlah ... jangan lupa untuk selalu memberikan kabar untukku." ucap Sean sebelum Cinta turun dari mobil.
"Ya, Sayang. Aku akan selalu mengirimkan pesan untukmu." sahut Cinta sambil mengecup singkat pipi kiri Sean lalu segera turun dari mobil.
Dan sebenarnya pemandangan di hadapan Willona saat ini sangat mengejutkan untuk Willona.
Cinta berani sekali melakukan hal itu dengan blak-blakan di hadapan orang lain ...
Batin Willona yang masih cukup terkejut dan terus saja menatap Cinta yang kini sudah turun dari mobil dan mulai melenggang dengan langkah anggunnya memasuki gedung megah itu.
Sean mulai melajukan mobilnya kembali tanpa mengatakan sepatah kata apapun untuk Willona. Dan kali ini Willona juga mulai melepaskan headset yang sejak dari tadi dipakainya.
"Baiklah ... aku masuk dulu, Kak. Terima kasih sudah mengantarku." ucap Willona dengan tulus dan mulai meraih pintu di sebelahnya.
"Yeap!! Nanti jangan menungguku. Pulang saja naik taxi karena aku akan menemani Cinta sebelum dia berangkat ke Bandung." ucap Sean yang sesekali melihat kaca spionnya karena akan segera mengemudikan mobilnya lagi.
"Ya. Aku tau kok." jawab Willona tersenyum tipis lalu mulai turun dari mobil itu.
Mobil itu mulai melaju dan meninggalkan Willona begitu saja. Sementara pandangan Willona masih menatap nanar kepergian mobil Sean.
"Entah sampai kapan harus berpura-pura lagi. Namun rasanya cukup melelahkan. Apalagi saat melihat mereka bersama seperti itu. Ahh ... sudahlah, Willona! Lupakan hal tidak berguna itu. Ayo belajar saja dengan rajin dan giat!!" gumam Willona mulai memutuskan untuk segera memasuki halaman kampusnya.
...⚜⚜⚜...
Sore ini Willona dikejutkan oleh seorang pemuda yang sudah berada di depan rumahnya ketika Willona pulang.
__ADS_1
"Hallo ... apa kamu sedang mencari seseorang?" sapa Willona dengan ramah dan masih belum menatap wajah pemuda itu.
Hingga akhirnya pemuda itu mulai berbalik dan menatap Willona. Namun betapa terkejutnya mereka berdua ketika saling beradu pangdang.
"Willona?!!" ucap pemuda itu dengan wajahnya yang sangat sumringah seolah begitu terkejut ketika bertemu kembali dengan Willona.
"Keanu? Kaukah itu?" ucap Willona seakan juga merasa sangat terkejut karena melihat teman lamanya saat di SMU yang sudah lama berada di luar negeri kini tiba-tiba bertemu kembali.
"Ya!! Ini aku, Willona!! Wah kebetulan sekali kita malah bertemu kembali seperti ini!! Padahal aku ingin memberikan kejutan untukmu." ucap pemuda bernama Keanu masih dengan wajahnya yang berbinar.
"Hhm. Kapan kamu kembali ke Jakarta?" tanya Willona.
"Baru beberapa hari yang lalu kok. Dan aku ingin menemui sepupuku, karena katanya dia sudah menikah. Dan aku ingin memberikan ucapan selamat untuknya." jawab Keanu apa adanya. "Kamu sendiri apa yang sedang kamu lakukan disini, Willona?"
"Aku? Ini adalah rumahku bersama suamiku." jawab Willona dengan jujur.
"Apa?! Kamu sudah menikah?" ucap Keanu begitu syok.
Karena selama ini Keanu belum mendengar kabar pernikahan Willona sama sekali karena jadwalnya yang sangat sibuk. Dan sebenarnya Keanu pernah menyukai Willona saat mereka duduk di bangku SMU. Dan tentu saja kenyataan ini membuat Keanu begitu terkejut bukan main.
"Ya, Keanu. Aku sudah menikah sudah hampir satu bulan yang lalu." jawab Willona semakin membuat Keanu yang saat ini berprofesi sebagai penyanyi dan mahasiswa seketika menjadi patah hati.
"Ini tidak mungkin! Bahkan aku tak pernah mendengar kabar ini sebelumnya."
"Karena pernikahan kami tertutup publik. Jadi tidak ada berita tentang pernikahan ini yang tersebar di publik. Masuk yuk!! Biar bagaimanapun kamu adalah tamuku hari ini." ajak Willona dengan ramah.
"Tunggu dulu, Willona!" sergah Keanu dengan cepat. "Apa maksudnya ini? Apa itu artinya suamimu adalah sepupuku? Sean?" imbuh Keanu menerka-nerka.
"Hhm ... kamu benar sekali. Dia adalah Sean. Ya sudah masuk yuk! Suamiku masih belum pulang, jadi tunggu saja di dalam rumah." ucap Willona sambil membuka pintu utama rumahnya dan mulai memasukinya.
Keanu yang sudah cukup lama terdiam saja akhirnya mulai mengekori Willona.
__ADS_1